SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Melepas Masa Lalu


__ADS_3

Tangan Arnold menyentuh punggung polos Belinda yang tidur membelakanginya. Arnold senang karena Belinda tak buru-buru pergi saat keduanya selesai dalam keintiman yang membawa kepuasan raga.


Arnold berjanji, Apapun nanti yang akan terjadi, ia tak akan pernah melepaskan Belinda. Sekalipun Arnold harus menghadapi tantangan dari pihak kerajaan, Arnold tak akan menyerah. Dia mencintai Belinda dan dia sangat yakin kalau Belinda mencintainya juga. Apalagi saat Arnold tahu kalau Belinda tidak pernah tidur dengan tunangannya.


Perlahan Arnold turun dari tempat tidur. Ia memperbaiki selimut agar bisa menutupi tubuh Belinda sehingga gadis itu tak merasa kedinginan. Arnold memungut bajunya dari lantai, mengenakan kembali celana dan kaosnya. Ia melangkah ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Saat ia kembali, ia menatap foto pernikahannya dengan Fairy. Foto berukuran jumbo itu perlahan diturunkannya dari dinding.


"Sayang, kamu akan tetap hidup dalam hatiku. Kamu tetap menjadi wanita istimewa dalam hidupku. Kini, aku akan berjuang untuk mendapatkan Belinda. Aku harus menutup lembaran cerita kita. Tapi ingat ya, aku tidak akan pernah melupakanmu." Arnold mengusap foto itu dengan sangat lembut. Lalu ia membawa foto itu ke dalam walk in closet. Mengambil sebuah kain dan menutup foto pernikahan mereka.


Saat ia keluar dari walk in closet, dilihatnya Belinda sementara mengenakan pakaiannya.


"Bel, kau akan pergi?" Tanya Arnold sambil menatap jam dinding yang sudah menunjukan pukul 1 dini hari.


"Ya. Aku pulang, Ar."


"Kamu kan tinggal sendiri di apartemenmu."


"Ada keluargaku dari Belanda yang datang hari ini. Jika aku tak pulang, mereka pasti akan bertanya kemana aku pergi." Kata Belinda sambil merapikan pakaiannya. Matanya menatap dinding di depannya yang sudah kosong. "Di mana fotonya?"


"Aku menurunkannya. Aku tidak akan hidup dibawa bayang-bayang Fairy lagi. Karena aku ingin bersamamu." Arnold mendekat lalu memeluk Belinda. Dahi mereka saling menempel. Arnold membiarkan deru napas mereka saling menghangatkan kulit wajah masing-masing. Lalu ia mencium dahi Belinda dan membawa gadis itu ke dalam pelukannya.


"Aku tidak akan melepaskanmu, Belinda. Selama 5 tahun aku hidup tanpa merasakan cinta pada seorang perempuan. Aku sempat berpikir untuk hidup menyendiri sepanjang hidupku. Namun semuanya berubah semenjak aku bertemu denganmu. Kau membuat hidupku menjadi bergairah lagi."


Belinda melepaskan pelukannya. Ia menatap Arnold dengan mata yang berkaca-kaca. Kedua tangannya menangkup pipi Arnold.


"Cinta tak selamanya harus memiliki, Ar. Aku terikat sumpah pada keluargaku. Aku harus memenuhinya. Aku memang tertarik padamu. Aku merasa nyaman saat bersamamu. Namun takdir hidupku sudah digariskan. Aku harus menikah dengan Robert." Belinda mencium bibir Arnold dengan tangis yang tertahan. Ia memeluk cowok itu dengan erat. Setelah itu Belinda melepaskan pelukannya. Ia tersenyum ke arah Arnold.


"Aku pergi, Ar."


"Belinda, aku akan berjuang untuk mendapatkanmu!" Teriak Arnold sebelum Belinda menghilang di balik pintu.


Arnold meraih mengambil ponselnya dari atas meja. Ia menelepon Noah. "Noah, mulai senin, aku akan membuka Fairy garden untuk umum selama satu minggu. Aku akan menceritakan kepada dunia siapa Fairy Ayudhisa. Setelah itu akan menyimpan semua tentang Fairy karena aku akan mengejar Putri Belinda."


**********


Semua wartawan dan penggemar Arnold Manola diijinkan untuk melihat Fairy garden. Mereka sangat terkejut saat melihat pondok yang berisi semua tentang Fairy Ayudhisa.


"Fairy Ayudhisa adalah istriku. Kami menikah hampir 7 tahun yang lalu. Kami saling mencintai. Hubungan kami memang sengaja disembunyikan karena Fairy masih kuliah. Ia tak ingin kuliahnya terganggu karena para wartawan akan mengejarnya untuk memburu berita karena dia istriku. Aku sebenarnya ingin agar hubungan kami diketahui oleh banyak orang namun Fairy mengatakan kalau kuliahnya sudah selesai barulah kami akan mengumumkan pernikahan ini. Sayangnya, suatu peristiwa membuat kami terpisah. Sebelum aku memperbaiki kesalahan yang sama-sama kami buat, Fairy pergi. Ia menjadi salah satu penumpang yang mengalami kecelakaan pesawat XXX 5 tahun yang lalu. Aku hancur, rasanya tak mau lagi melanjutkan hidupku. Namun akhirnya, berkat dukungan orang-orang terdekatku dan juga nasehat nenek Anna, omanya Fairy, aku berusaha bangkit. Kembali berkarya. Aku tahu Fairy pasti tak akan senang melihatku patah hati. Lagu forever yang tetap eksis sampai saat ini, itu adalah puisi yang dituliskan Fairy dan kujadikan lagu. 5 tahun aku berusaha bangkit. Kenangan yang pernah kami lalui bersama menjadi sesuatu yang menghiburku saat rindu itu datang." Arnold tak dapat menahan air matanya. Mengenang Fairy membuatnya sungguh bersedih. Arnold membuka kalung yang dipakainya. Ada cincin pernikahannya dengan Fairy didalamnya.


"Kalau hari ini aku membuka rahasia pernikahan kami, itu karena aku telah membuka hati untuk seorang gadis. Namun sebelum aku mengejar gadis itu, aku ingin dunia tahu, kalau aku pernah memiliki wanita yang istimewa. Wanita yang kunikahi. Aku ingin mengubur semua kenangan kami. Aku ingin membuka lembaran baru. Doakan aku ya semoga gadis ini bisa kudapatkan."


Apa yang diungkapkan oleh Arnold membuat dunia menjadi heboh. Foto-foto pernikahan Fairy dan Arnold menjadi trending topik diberbagai media sosial, TV, koran dan majalah.


Sudah 2 minggu semenjak pengakuan Arnold, berita itu masih menjadi perbincangan nomor satu berbagai media massa.


"Bos, semua foto, buku-buku dan barang-barang nona Fairy sudah kami simpan di gudang." Kata Noah.


Arnold yang baru selesai mandi tersenyum. "Baguslah. Sekarang siapkan mobil. Kita akan melihat Mike di rumah sakit. Soalnya besok dia akan diijinkan pulang. Sementara besok aku tak bisa mengunjunginya karena akan menyanyi di acara amal dan setelah itu mau menghadiri acara ulang tahun salah satu stasiun TV."


"Ya. Jadwal bos besok agak padat."


"Ada berita tentang Belinda?"

__ADS_1


"Putri Belinda sepertinya sibuk dengan yayasannya."


"Dan Robert?"


"Sepertinya kemarin dia pergi ke Amerika."


"Pasti dia menyusul Amelia ke sana."


"Ya. Seperti itulah."


"Ayo kita ke rumah sakit. Setelah itu cari tahu Belinda di mana. Aku akan menemuinya."


"Baik, bos." Kata Noah lalu menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan oleh Arnold. Noah juga menyiapkan beberapa bodyguart agar mengatur kedatangan Arnold ke rumah sakit sehingga bisa melalui pintu khusus.


30 menit kemudian, Arnold sudah tiba di rumah sakit. Ia tersenyum melihat Mike sudah sehat, ia bahkan sedang latihan menyanyi.


"Paman Arnold!" Mike langsung berlari dan memeluk Arnold.


"Hallo sayang!" Arnold mencium pipi Mike dengan gemasnya. Perasaan sayang terhadap Mike rasanya semakin bertambah.


"Paman, semifinalnya dimulai kapan?"


"Minggu depan."


"Apakah aku bisa bernyanyi?"


Arnold yang membiarkan Mike duduk dipangkuannya tersenyum sambil mencium tangan anak itu.


"Paman, mau tidak menjadi daddyku?" Tanya Mike tiba-tiba.


"Tidak apa-apa nyonya Linda. Aku mau menjadi daddy bagi Mike." Kata Arnold sambil membelai wajah Mike. "Aku menyayangi anak ini."


"I love you, dad." Kata Mike membuat hati Arnold berdesir aneh saat Mike memanggilnya Daddy.


"Love you, too my son."


Noah tersenyum haru. Tiba-tiba ponselnya berdering. Noah langsung keluar ruangan dan menerimanya.


"Hallo..!" Sapa Noah.


"Tuan, hasil lab nya sudah keluar."


"Oh ya? Jadi apa hasilnya?"


"Hanya tuan yang boleh membuka hasil yang dikirimkan oleh labolatorium."


"Baiklah. Aku ke sana sekarang."


Noah masuk lagi ke ruangan perawatan Mike. "Bos, bolehkah aku minta ijin selama satu jam? Ada keperluan penting yang harus ku selesaikan."


"Pergilah! Aku akan pulang dengan Rio."

__ADS_1


Noah mengangguk. Ia segera pergi dengan tak sabar untuk mengetahui hasil lab itu.


*********


Belinda baru saja akan masuk ke mobilnya saat tangannya ditarik oleh ssseorang.


"Arnold, apa yang kau lakukan?" pekik Belinda kaget saat Arnold sudah memeluknya dari belakang. Untung saja area parkir sedang sepi.


"Ayo makan malam denganku!" Ajak Arnold.


"Ar, lepaskan aku!"


"Aku akan melepaskanmu jika kau setuju untuk malan malam denganku."


"Baiklah!"


Arnold melepaskan pelukannya. Ia menatap Belinda dengan senyum penuh kemenangan walaupun wajah Belinda terlihat cemberut.


"Naik mobilku saja." Kata Belinda.


"Ok." Arnold memberi kode kepada Rio untuk segera pergi lalu ia mengikuti Belinda masuk ke dalam mobilnya.


"Hanya makan malam, Ar. Aku tak ingin yang lain." Kata Belinda saat ia sudah menjalankan mobilnya.


"Memangnya kamu nggak kangen? Kita dua minggu tak pernah bertemu."


Wajah Belinda terasa panas. Untung saja dalam mobil agak gelap sehingga Arnold tak bisa memperhatikan wajah merona Belinda.


"Aku sudah bertunangan, Ar. Jadi aku tak mau lagi jatuh dalam pesonamu."


"Kau mengakui kalau aku punya pesona?"


Belinda mencubit pinggang Arnold dengan gemas membuat Arnold meringis sekaligus ingat dengan kebiasaan Fairy yang suka mencubit pinggangnya jika sedang malu atau gugup.


Ponsel Arnold berbunyi."Hallo...ya...apa? Baiklah. Aku akan ke sana sekarang." Arnold menatap Belinda.


"Bel, kita ke rumah aku dulu ya? Anjingku sakit. Dia tak mau makan. Sebentar saja ya?"


"Baiklah."


Ponsel Arnold kembali berbunyi. Sebuah panggilan dari Noah. "Hallo Noah, ada apa?"


"Bos, ada di mana?"


"Aku sedang menuju ke mansion. Memangnya ada apa?"


"Aku mau menunjukan sesuatu pada bos."


"Kenapa suaramu jadi aneh begitu?"


"Sampai ketemu di mansion, bos."

__ADS_1


Nah....apa yang akan dikatakan oleh Noah???


Jangan lupa like, komen dan vote ya...


__ADS_2