SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Song In My Life 2 (episode 3)


__ADS_3

Keegan berusaha untuk berkonsentrasi selama gladi resik untuk acara pemberkatan pernikahan Caleb dan Grace. Ia ingin memberikan yang terbaik bagi sepupunya itu.


Mata Keegan terus memamdang ke arah tangga. Ia berharap kalau Zelina akan turun dan menampakan wajah cantiknya. Wajah yang sangat dirindukan Keegan.


"Kemana Caleb?" Tanya Meloddy.


"Caleb sedang ke toilet. Tapi dia sudah lama pergi. Apakah dia sakit perut?" Grace jadi khawatir karena Caleb pergi sudah lebih dari 15 menit.


Tak lama kemudian Caleb datang.


"Kenapa lama? Antri ya?" Tanya Grace saat Caleb sudah kembali dari toilet.


"Nggak." Caleb menggeleng.


"Terjadi sesuatu?" Grace melihat wajah Caleb yang sedikit berubah.


Keegan mendekat. "Wajahmu pucat, Cal. Kamu sakit?"


Caleb buru-buru menggeleng. "Nggak. Ayo kita pulang!" Caleb langsung melingkarkan tangannya di bahu Grace.


"Sayang, benar kamu nggak apa-apa? Perasaan tadi saat ke toliet kamu baik-baik saja." Grace menghentikan langkahnya dan menatap Caleb.


Caleb tersenyum. "Aku baik-baik saja."


Keegan yang berjalan di belakangnya merasa kalau ada sesuatu yang Caleb sembunyikan.


Setelah mereka naik mobil masing-masing, Keegan pun meminta sopirnya untuk mengantarnya ke apartemennya.


Ketika ia membuka pintu apartemen, ia terkejut melihat Sofia ada di sana bersama dengan mamanya.


Fairy tersenyum melihat anaknya. "Nak, maaf ya kami berdua datang tanpa memberi tahu." Kata Fairy. Ia memang mengetahui kode masuk ke pintu apartemen putranya itu. Sementara Sofia, ia memang baru kali ini datang ke apartemen Keegan.


Sofia memang bukan tipe perempuan yanh suka manja pada lelaki. Ia bahkan terkesan sangat menjaga jarak dengan Keegan. Jangankan berduaan, datang ke rumah atau apartemen Keegan pun gadis itu tak pernah. Baru kali inilah Fairy mengajaknya ke sini.


"Nggak masalah, mom. Oh ya, apakah kalian sudah makan?" Tanya Keegan lalu ikut duduk di sofa putih yang ada di ruang tamunya. Apartemen Keegan memang tak ada pembantu. Jika apartemennya butuh dirapihkan, Keegan akan mengirim beberapa pelayan yang ada di mansionnya untuk datang ke sini. Makanya apartemen ini memang menjadi tempaf faforit Keegan untuk menyendiri. Apartemennya ini sama dengan apartemen Meloddy, Gionino dan tentu saja Caleb yang tinggal di lantai paling atas.


"Mommy dan Sofia sudah makan siang tadi. Hari ini kami pergi ke butik The Aslon untuk melihat gaun yang akan digunakan di pesta pernikahan Caleb dan Maura. Gaun kami sudah selesai. Mommy juga sudah mengambil jas dan kemeja yang akan kau gunakan. Mommy sudah simpan di lemarimu. Oh ya, kamu akan pulang ke istana?"


Keegan menggeleng. "Mungkin setelah pernikahan Caleb dan Grace selesai."


"Ya sudah. Kalau begitu mommy mau balik ke istana. Sofia di sini saja ya." Fairy langsung meraih tas tangannya lalu mencium Sofia dan keegan dan segera meninggalkan apartemen putranya.


Keegan agak sedikit gugup. Sofia ditinggalkan berdua di apartemennya.


"Kamu mau istirahat?" Tanya Keegan berusaha mencairkan suasana kaku diantara mereka.

__ADS_1


Sofia menggeleng. "Apa sebaiknya aku mencari hotel saja?"


"Kenapa?"


"Pernikahan Grace masih 3 hari lagi. Haruskah aku tinggal di sini selama 3 hari?"


Keegan tersenyum. Ia mengerti kekhawatiran yang ada di wajah gadis itu. Keegan mendekat dan meraih tangan Sofia. "Tak perlu ke hotel. Apartemen ini juga kan akan menjadi milikmu jika kita sudah menikah."


Sofia mengangkat wajahnya. Ia menatap Keegan dengan hati yang bergetar. di pegangnya wajah Keegan lalu tersenyum. "Keegan, beberapa bulan lagi kita akan menikah. Namun aku tak lernah tahu perasaanmu padaku. Kita memegang dijodohkan. Tapi, bukankah pernikahan itu harus didasari dengan cinta?"


Keegan memalingkan wajahnya. Pegangan tangan Sofia di wajahnya terlepas. "Aku janji tak akan pernah meninggalkanmu ketika kita sudah menikah. Aku bukan orang yang akan mempermainkan pernikahan yang ku tahu itu adalah ikatan suci dan kudus."


Sofia tersenyum. "Aku tahu. Namun haruskah kita menjalani pernikahan ini tanpa ada rasa cinta?"


"Aku pasti akan mencintaimu, Sofia."


"Kalau begitu, kenapa kau tak pernah mencium aku? Kenapa kau tak pernah membangun kedekatan bersamaku secara intim?" Tanya Sofia.


Keegan menatap sofia. Mereka memang sudah beberapa bulan bertunanangan. Keegan hanya sekali menciumnya di dahi. Itupun saat mereka bertunangan. Haruskah Keegan menciumnya sekarang? Apakah Sofia membutuhkan ciuman itu sehingga yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja sampai mereka menikah lagi?


Perlahan Keegan mendekatkan wajahnya pada Sofia. Kedua tangannya memegang wajah Sofia. Saat tatapan mata mereka bertemu, Keegan pun segera mencium bibir Sofia dengan sangat lembut.


Tubuh Sofia bergetar menerima ciuman itu. Ia perlahan membalas ciuman Keegan. Ciuman itu berlangsung cukup lama, sampai keduanya berhenti dan harus mencari oksigen bersama-sama.


"Aku boleh tidur di sini kan?" Tanya Sofia dalam pelukan Keegan.


"Ya." Jawab Keegan sambil membelai punggung Sofia. Pikiran Keegan melayang pada peristiwa di balkon gereja tadi. Ia yakin gadis itu adalah Zelina. Walaupun rambutnya sudah di potong pendek namun ia tak mungkin melupakan wajah Zelina.


************


Sofia sudah terlelap di atas ranjang King Size yang ada di kamar Keegan. Sementara Keegan memilih untuk berdiri di balkon kamarnya sambil menatap sungai Thames dari kejauhan.


Sekalipun Sofia tidur di ranjangnya, namun Keegan tak melakukan sesuatu lebih. Ia hanya mencium dahi gadis itu lalu memeluknya sampai Sofia tertidur.


Keegan adalah lelaki dewasa yang juga merindukan kemesraan dan keintiman dengan seorang gadis. Ia juga dapat merasakan kalau Sofia menginginkan itu. Namun Keegan menekan semua hasrat yang dimilikinya. Ia ingin menjaganya sampai mereka menikah nanti. Keegan akan berusaha mencintainya. Karena Keegan memang ingin bercinta dengan wanita yang disukainya.


Zelina, dimanapun kamu berada, aku ingin kau mendoakan kebahagiaanku. Karena mencintai orang lain rasanya sangat sulit. Kau begitu kuat telah mengikat hati dan jiwaku.


*********


Sofia keluar dari kamar dengan menggunakan gaun panjang berwarna hijau lumut. Rambutnya disanggul sambil menggunakan penjepit berbentuk daun dengan tatanan batu permata warna hijau yanh sangat serasi dengan gaunnya. Sepatu hak tingginya berwarna putih gading, serasi dengan tas kecil yang dipegangnya.


"Kau sangat cantik!" Puji Keegan membuat pipi Sofia sedikit merona.


"Make up nya bagus nggak?"

__ADS_1


"Cantik. Kamu ternyata pintar make up ya?"


"Seluruh putri kerajaan harus pintar berdandan. Kami kursus selama 1 tahun."


"Siap berangkat?"


Sofia mengangguk. Keegan langsung mengulurkan tangannya membuat Sofia memeluk lengan cowok tampan itu. Keduanya melangkah meninggalkan apartemennya.


Saat keduanya turun dari mobil, para wartawan langsung mengarahkan kamera mereka untuk mengabadikan pasangan yang lagi viral saat ini. Untunglah pasukan keamanan keluarga Thomson sudah memasang pagar pembatas sehingga Keegan aman dari serangan para pemburu berita. Ia hanya melambaikan tangan ke arah para wartawan lalu kembali melangkah sambil mengandeng Sofia.


Ruangan gereja sudah diisi para keluarga dan teman-teman terdekat keluarga Thomson dan Aslon. Untuk acara sakral ini, kedua keluarga memang membatasi orang yang datang.


Setelah mengantar Sofia untuk duduk bersama Fairy dan Arnold, Keegan segera menuju ke depan altar. Ia mendekati Caleb yang sepertinya sudah siap menunggu sang pengantin.


"Kau terlihat gugup, dude." bisik Keegan.


"Aku pastikan kalau kau akan mengalami hal yang sama saat kau menikah nanti." Ujar Caleb membuat Keegan hanya terkekeh.


Ia melirik ke arah Meloddy yang sudah duduk di depan piano.


"Kenapa kau terlihat sedih, Mel?" Tanya Keegan.


"Besok aku akan ke Indonesia."


"Kenapa?"


"Daddy mengirimku ke sana." Kata Meloddy berusaha menahan air matanya. Ia tak ingin make up nya menjadi rusak dan menganggu acara pernikahan sepupunya Grace.


"Kita bicara nanti selesai pemberkatan ya?"


Meloddy mengangguk.


Keduanya langsung bersiap saat melihat keluarga Aslon sudah memasuki gedung gereja.


Pihak dari WO langsung memberi aba-aba, pintu gereja terbuka. Grace masuk digandeng oleh papanya.


Meloddy langsung memainkan pianonya dan Keegan menyanyikan lagu. Mata Keegan tak menatap pengantin wanitanya. Ia justru menatap sosok cantik yang berdiri di balkon gereja. Gadis itu menggunakan kerudung berwarna putih. Ia juga menggunakan kacamata hitam. Ia nampak tersenyum menatap ke arah Caleb dan sesekali menatap ke arah Grace yang sedang berjalan menuju ke altar.


Di balkon gereja memang berdiri beberapa wartawan yang mendapat ijin khusus meliput acara pemberkatan nikah itu.


Keegan menyanyi, namun hatinya sangat bergetar melihat gadis itu.


Zelina.......guman hati Keegan. Ingin rasanya ia berlari ke balkon namun nyanyiannya belum selesai. Keegan dilanda kegalauan.


Makasi sudah baca part ini.....

__ADS_1


__ADS_2