
Saat Arnold membuka matanya, ia tak menemukan lagi di mana istrinya.
"Sayang...!" Panggil Arnold. Ia menuju ke kamar mandi namun kamar mandinya kosong.
Apakah Fairy sudah pergi?
Arnold turun ke bawah. Senyum di wajahnya langsung terlihat saat melihat Fairy sedang memasak sambil memakai kaos dan celana pendek Arnold yang kelihatan sangat kebesaran di tubuhnya.
"Good morning!" Arnold memeluknya dari belakang sambil mengecup leher Fairy yang terlihat jelas karena ia menggulung rambut panjangnya ke atas.
" Good morning." Fairy tersenyum mendapat pelukan dan kecupan hangat dari Arnold.
"Kau sangat seksi memakai bajuku ini." Bisik Arnold menggoda sambil tangannya membelai perut Fairy dan membuat istrinya itu melepaskan erangan kecil.
"Ar, jangan ganggu. Aku sedang masak." Fairy berusaha melepaskan tangan Arnold yang menempel diperutnya.
"Kenapa meninggalkan tempat tidurnya?" Tanya Arnold tak menghiraukan permohonan Fairy agar tidak menganggunya.
"Aku lapar, Ar."
"Kan bisa pesan makanan."
"Aku ingin makan makanan Indonesia. Rasanya kangen."
"Memangnya apa yang kau masak?"
"Sup jagung, campur bakso ikan. Ada juga ayam goreng mentega."
Arnold melepaskan pelukannya. Ia meneliti masakan yang disiapkan oleh istrinya. "Jadi lapar."
"Ayo mandi dulu!" Perintah Fairy sambil mendorong tubuh suaminya yang akan mendekatinya lagi.
"Pingin dimandikan oleh kamu."
"Cih, manjanya kayak bayi saja."
"Memang enak kan jadi bayi. Mau makan disuapin, mandi dimandiin. Pokoknya kalau bayi......" Kalimat Arnold terhenti melihat Fairy menggigit bibir bawanya seperti menahan sakit.
"Sayang....."
"Jangan bicara tentang bayi lagi. Ayo sana mandi!" Kata Fairy sambil pura-pura sibuk mengaduk sup nya padahal di sudut matanya, ada air bening yang siap jatuh.
"Aku mandi." Arnold meninggalkan istrinya dan kembali naik ke atas untuk mandi. Mengapa pembicaraan tentang bayi menganggunya? Apakah dia ingat dengan bayi kami yang digu.....
Arnold buru-buru menggelengkan kepalanya. Ia pun jadi sakit saat mengingat itu.
********
Selesai Arnold mandi, mereka pun sarapan bersama. Fairy lalu menelepon bi Lun, meminta agar mengirim bajunya ke apartemen.
Tak lama kemudian, Rio datang membawa baju Fairy.
"Ar, aku mandi dulu ya..." Ujar Fairy saat Rio sudah pergi.
"Buat apa mandi?"
"Aku kan sudah berkeringat karena memasak."
Arnold mendekat dan memeluk istrinya. "Tidak bau apapun. Keringatmu justru membangkitkan gairahku."
Fairy memukul dada suaminya dengan wajah merah. "Kamu mesum."
"Memangnya siapa yang larang aku harus bicara seperti itu? Kamu kan istriku. Lagi pula semalam kita sudah sepakat untuk mencoba di kolam berenang."
"A...ku kan be...belum bilang setuju." Fairy berdalih. Ia langsung membalikan tubuhnya dan akan pergi namun Arnold tiba-tiba menahan tangannya dan menarik gadis itu dalam pelukannya.
"Semalam kamu juga tidak menolaknya. Ayolah, buka bajuku ini. Sangat tidak cocok kau memakainya." Arnold langsung menarik kaosnya yang dipakai oleh Fairy membuat perempuan itu menjerit kaget karena yang terpampang kini adalah tubuh bagian atasnya yang tidak memakai dalaman.
"Arnold....!" pekik Fairy sambil menutup gunung kembarnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Arnold tertawa kesenangan. Ia membuka bajunya sendiri dan menyisahkan boxernya. Lalu dengan cepat menggendong tubuh Fairy dan melangkah ke kolam renang. Ia melemparkan tubuh Fairy ke dalam kolam. Fairy menjerit kaget.
"I'm coming...!" teriak Arnold lalu segera melompat ke dalam air. Ia segera memeluk Fairy dan menggoda istrinya itu dengan sentuhan dan rayuan manisnya.
********
"Kamu capek?" tanya Arnold sambil memeluk Fairy yang sedang berbaring di kursi kolam. Keduanya duduk bersama sambil berselojor kaki.
."Hmm." angguk Fairy sambil memejamkan matanya.
"Tidur di kamar saja ya."
Fairy membuka matanya lalu menatap Arnold. "Ar, kita jalan-jalan."
"Boleh. Kamu maunya kemana?"
"Kita jalan-jalan saja ke tempat wisata, mall, dan cari makanan untuk memuaskan perut kita. Tapi aku maunya bukan makanan di restoran mewah. Tapi di tempat makanan kecil yang banyak dikunjungi orang."
"Apakah kebersihannya bisa dijamin?"
"Banyak tempat yang bersih, Ar. Kamu jangan takut."
Arnold mengangguk. "Jadi aku harus menyanar atau bagaimana?"
"Menyamarlah. Nggak enak di kejar fansmu dan menganggu acara kita."
"Ok. bos! Ayo kita pergi jalan-jalan."
1 jam kemudian, keduanya sudah berada di pusat kota London sambil berpegangan tangan menyusuri salah satu mall terbesar di sana.
Arnold memakai topi, kumis palsu, memberikan tahi lalat palsu di wajahnya dan memakai kacamata. Arnold terlihat seperti seorang ayah yang menjaga anak gadisnya.
"Bayar pakai kartuku saja, ya? Nanti kalau pakai kartumu akan ketahuan." kata Fairy saat mereka membeli beberapa baju couple.
Arnold hanya mengangguk. Walaupun sebenarnya ia kurang setuju karena kartu yang Fairy pakai bukanlah kartu yang diberikan Arnold padanya melainkan kartunya sendiri.
"Sesekali ditraktir istri dengan hasil keringatnya sendiri kan nggak apa-apa?" Kata Fairy saat melihat wajah kurang setuju Arnold.
Fairy terkekeh. "Sayangnya dalam kamusku justru ada."
Arnold melingkarkan tangannya dipinggang Fairy. Keduanya tertawa bersama lalu berciuman. Tak peduli dengan tatapan beberapa pasang mata yang melihat kemesraan mereka.
Setelah puas jalan-jalan, belanja dan makan-makan, Arnold dibuat terkejut saat Fairy mengajaknya ke hotel.
"Buat apa ke hotel?" Tanya Arnold heran.
"Pingin berdua saja denganmu. Memangnya tak boleh?"
"Boleh saja. Tapi agak heran saja. Biasanya kamu ingin di rumah saja."
Fairy tersenyum. Aku ingin punya kenangan manis bersamamu, Ar. Karena mungkin setelah ini kau akan membenciku.
Mobil Arnold memasuki halaman salah satu hotel termewah di London.
"Ar, aku kan belum bilang ke hotel mana?"
"Aku sudah meminta Noah memesannya atas namamu. Supaya kali ini aku yang membayarnya." Arnold tersenyum penuh kemenangan. Fairy mencubit perut Arnold dengan gemas. Arnold meringis kesakitan.
"Rasakan...!"Ketus Fairy karena niatnya satu hari ini dia yang akan mentraktirnya justru digagalkan oleh Arnold.
********
Arnold menatap wajah cantik istrinya yang sedang berbaring terlentang sambil memejamkan matanya. Tangan Fairy memegang erat selimut yang menutupi tubuh polosnya karena tangan Arnold sering jahil menyentuh bagian-bagian tubuhnya yang terbuka.
"Sayang, ujianmu kapan?" tanya Arnold sambil membelai wajah Fairy dengan ibu jarinya.
"Kalau tak ada penundaan, mungkin 2 minggu lagi." Jawab Fairy tanpa membuka matanya.
"Aku akan datang saat kau ujian ya? Nanti aku menyamar seperti pria 50 tahun yang sudah beruban."
__ADS_1
Fairy tertawa.Ia membuka matanya. "Tetap saja akan terlihat ganteng."
"Tapi aku datang ya?"
"Nanti aku gugup melihatmu."
"Kenapa?"
"Pesonamu sering mengalihkan duniaku."
"What??" Arnold terkejut mendengar perkataan istrinya. Selama ini Fairy tak pernah merayu atau mengucapkan kalimat-kalimat manis yang kesannya menggombal.
Fairy mengubah posisi tidurnya menghadap ke arah Arnold. Ia menatap wajah tampan itu sambil menahan emosi di dadanya yang akan meledak.
"Ar, jika suatu saat kita berdua akan terpisah karena keadaan, apakah kau akan marah padaku?"
"Mengapa sampai kau bertanya seperti itu?"
"Karena terkadang hidup akan berjalan bukan seperti yang kita inginkan."
"Aku tak ingin kita berpisah dalam keadaan apapun. Sudah kukatakan sejak awal bahwa kau adalah mimpiku. Kau adalah napasku dan seluruh gairah dalam hidupku. Jika kau tak ada, aku lebih baik mati saja."
Fairy tersenyum. Ia membelai wajah Arnold. "Terima kasih sudah mencintaiku."
"Terima kasih juga karena mencintaiku." Arnold memeluk Fairy dengan erat. Memendamkan kepala gadis itu pada dada bidangnya.
Air mata Fairy jatuh tanpa bisa ditahannya. Maafkan aku, Arnold.
Fairy mendongak. "Ar, ayo kita bercinta!" katanya dengan nada sensual membuat Arnold tersenyum senang.
************
Hari ini Arnold berangkat ke Amerika. Ia sebenarnya kurang semangat akan pergi karena merasa tak rela meninggalkan Fairy. Mereka sedang mesra-mesranya, Fairy bahkan tak pergi bekerja dan menghabiskan waktu selama 3 hari ini hanya berdua saja dengan Arnold. Dan Arnold merasa ada sesuatu yang disimpan oleh istrinya itu.
"Rio, tolong awasi istriku. Jangan pernah lengah sedikitpun. Kabari aku semua aktifitas Fairy. Mengerti?"
"Baik, tuan."
Arnold mengangguk. Ia segera masuk ke dalam pesawat pribadinya. Saat ia sudah duduk, pesan wa dari Fairy masuk.
Tiba dengan selamat di Amerika.
Tetap jaga kesehatan
jangan terlalu merindukan aku 😃😃
love you forever
Arnold tersenyum membaca pesan itu. Bagaimana mungkin Fairy memintanya untuk tidak merindukannya? Belum pergi saja ia sudah rindu.
Terima kasih sayang....
Maaf aku tak bisa memenuhi permintaanmu
karena aku akan selalu merindukanmu.
love you too
Di depan ruangan ujian, mata Fairy berkaca-kaca membaca pesan itu. Sebenarnya Fairy berbohong. Ia akan ujian akhir hari ini.
"Fai, namamu sudah dipanggil!" Ujar Cassie.
Fairy mengangguk. Wajah nenek Anna terbayang. Aku akan penuhi janjiku padamu, nek.
Ia melangkah masuk. Tersenyum pada Thomas yang sudah bersiap di sana.
"Semoga beruntung!" kata Thomas sambil mengangkat kedua jempolnya.
WHAT NEXT......
__ADS_1
Jangan lupa di like, komen dan vote ya....
semangat bacanya....😉😉😉