
Kata orang, hubungan intim antara laki-laki dan perempuan itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Suatu hubungan yang sangat dalam bukan hanya sekedar melibatkan fisik yang saling berbagi kenikmatan tapi juga ada perasaan yang membuat rasa bahagia terus ada sekalipun sentuhan fisik itu sudah berakhir.
Tubuh Fairy bergetar saat tangan Arnold perlahan menurunkan tali gaun tidur yang ada dipundaknya. Ini bukan hanya pengalaman pertama bagi Fairy untuk bersentuhan dengan seorang lelaki secara fisik. Tapi juga ini adalah cinta pertama yang tumbuh didalam hatinya.
Hati Arnold bergetar saat melihat Fairy memejamkan matanya dengan tangan yang agak bergetar juga ia memegang pinggiran kaos Arnold. Perlahan Arnold melepaskan tangan Fairy yang mencengkeram kaos Arnold, membuat gaun tidur gadis itu jatuh dengan cepat dikakinya.
Arnold terkesiap memandang tubuh istrinya yang kini hanya ditutupi oleh baju dalamnya. Fairy memang selama ini selalu memakai baju yang agak longgar sehingga lekuk tubuhnya tak pernah nampak. Kini sebuah pemandangan indah yang menggoda terpampang jelas di hadapannya.
"Sayang...., mari kita mulai malam indah ini. Malam yang akan kita kenang seumur hidup kita." kata Arnold sangat lembut. Lalu ia membuka kaos dan celana pendek yang dikenakannya. Hanya dengan memakai boxer, ia memeluk tubuh Lerina yang hampir polos.
Saat kulit mereka saling bersentuhan, mengalirkan sengatan yang panas, Fairy mencoba membuka matanya. Arnold tersenyum saat mata mereka beradu. Ada kehangatan cinta yang sama-sama terpancar di sana. Dan saat Arnold menyatukan bibir mereka dalam ciuman yang hangat dan menggoda, tangan Fairy secara alami melingkar di pinggang Arnold, membalas ciuman hangat itu yang perlahan berubah menjadi ciuman panas.
Tanpa melepaskan pelukannya, Arnold mendorong langkah Fairy agar mengikutinya menuju ke ranjang. Membaringkan Fairy perlahan dan menempatkan dirinya di atas tubuh istrinya.
Desahan manis gadis itu terdengar saat ciuman Arnold sudah berpindah ke lehernya dan perlahan turun ke bawa, membawa gadis itu pada gelombang kenikmatan yang baru pertama dialaminya.
Sekalipun Arnold sudah menanti moment ini sejak ia pertama mencium Fairy, Arnold tak mau tergesa-gesa menuntaskan hasratnya itu. Dengan kesabaran dilandasi dengan rasa sayang yang tulus pada istrinya itu, Arnold menuntun Fairy agar bisa sama-sama menikmati penyatuan mereka.
Saat ia merasa kalau istrinya itu sudah sangat siap untuk mendapatkan penyatuan pertamanya, barulah Arnold memasukinya.
Ada rintihan kecil dari bibir mungil gadis itu. Tangannya mencengkeram erat pundak Arnold membuat suaminya itu semakin lembut melakukan penyatuan mereka.
Begitu indahnya malam ini mereka lalui, sampai tangga kenikmatan itu dicapai bersama.
Fairy tersenyum saat Arnold menjatuhkan kepalanya di ceruk leher jenjang istrinya dengan napas yang belum teratur.
Inilah sorga dunia yang orang sering katakan. Fairy sudah menikmatinya. Dengan orang yang telah sah menjadi suaminya dan yang dicintainya.
"I love you..!" bisik Arnold.
"I love you too!"balas Fairy lalu melingkarkan tangannya, dipunggung suaminya dengan rasa bahagia yang tak bisa dilukiskan lagi.
*******
Malam panjang yang indah itu sukses dilewati oleh pasangan pengantin yang sangat berbahagia itu.
Keduanya tak banyak bicara sepanjang malam itu. Hanya mata yang saling menatap dan sentuhan yang kembali membawa mereka dalam puncak kenikmatan untuk yang kedua kalinya.
Arnold tak ingin egois dalam percintaan mereka semalam. Sekalipun tubuhnya ingin menyatu lagi dengan istrinya, namun ia tak ingin Fairy merasa sakit yang berlebihan saat bangun besok pagi. Karena itu setelah untuk yang kedua kalinya penyatuan itu terjadi, Arnold memutuskan untuk berhenti dan membiarkan Fairy tertidur dalam dekapannya.
**Sebait lagu Jacob Lee mengalun menjadi pengantar pagi pertama mereka menjadi suami istri :
tomorrow i'll open in my eyes
and i will whisper to my wife
"i belong to you"
and i will wait to hear you say
as a tear rolls down your face
"i belong to you*"
esok, aku akan membuka mataku
__ADS_1
dan aku akan berbisik pada istriku
"aku bagian dari dirimu"
dan aku akan menunggu
untuk mendengarkan kau berkata
saat air mata mengalir di wajahmu
"aku bagian dari dirimu
Sentuhan lembut di kulit punggungnya yang polos tanpa sehelai benangpun, membangunkan Fairy dari tidurnya. Matanya perlahan terbuka dan menemukan bahwa ia terbangun di atas ranjang pengantinnya. Pipi Fairy terasa panas seiring dengan ingatannya yang mengingat kembali malam pengantin yang baru saja mereka lalui.
"Sayang...!"
Panggilan lembut dibalik punggungnya itu membuat Fairy perlahan membalikan tubuhnya ke arah sumber suara itu.
Ia menemukan tatapan penuh cinta yang sedang tersenyum padanya.
"Good morning my wife" ujar Arnold lalu menghadiahkan satu kecupan di ujung hidung mancung Fairy.
"Good morning my husband!" sahut Fairy dengan mata berbinar.
"I belong to you, honey" ujar Arnold lalu menyentuh pipi Fairy dengan punggung tangannya.
Fairy terharu. Ia tak bisa menahan air hangat yang keluar dari pipinya. Ia pun berkata "I belong to you!"
"Ini adalah pagi terbaik dalam hidupku!" kata Arnold lalu mengecup bibir istrinya.
"Kenapa siang?"
"Ini sudah hampir setengah sebelas. Apa pantas disebut pagi?" Tanya Fairy sambil menunjuk jam dinding.
Arnold terkekeh "Aku bangun sejak jam 9 pagi. Kamu saja yang bangunnya kelamaan"
"Kenapa tak membangunkan aku? Aku kan harus menyiapkan sarapan kita berdua"
"Tenang saja. Sarapan plus makan siangnya sudah tersedia di meja makan. Aku sudah meminta bibi Lun menyiapkannya untuk kita"
"Kalau begitu aku mandi dulu!" Fairy bangun. Selimut yang menutupi tubuhnya tiba-tiba saja melorot dan membuat Fairy menjerit karena sadar bahwa ia tak mengenakan apapun di balik selimut tebal itu.
"Jangan berteriak, sayang. Semalam saja kau tak berteriak saat aku membukanya" goda Arnold.
"Arnold...!" teriak Fairy sambil melotot ke arah suaminya dengan pipi yang kembali memerah.
Arnold tertawa senang melihat Fairy malu.
"Ayo kita mandi bersama!" ajak Arnold lalu turun lebih dulu dari atas tempat tidur.
"Ah...!" Fairy kembali berteriak melihat tubuh polos suaminya. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. "Pakai bajumu!"
"Kita kan akan mandi. Kenapa harus memakai baju?"
"Ar...!" sentak Fairy membuat lelaki itu mengalah dan segera mengambil celana pendeknya untuk dipakai.
__ADS_1
"Sudah sayang...!"
Fairy menurunkan tangannya yang menutup wajahnya.
"Ya, sudah. Ayo sana pergi mandi!" kata Fairy sedikit ada nada mengusir.
"Kamu akan butuh bantuan aku saat mandi. Percayalah!"
"Aku bisa sendiri"
"Benarkah? Coba turun, aku akan melihatnya."
Fairy menggeser tubuhnya ke pinggiran ranjang sambil tangannya memegang selimut tebal agar tetap menutupi tubuh polosnya.
Ketika kakinya sudah menginjak lantai kamar yang dilapisi karpet tebal itu, Fairy langsung meringis sedikit membungkuk menahan rasa perih di bagian inti tubuhnya. Dan ia terpaksa duduk kembali.
"Sudah kukatakan kalau kau butuh bantuan ku. Sudahlah jangan menolak lagi!" kata Arnold dengan nada yang tak ingin terbantahkan. Ia berjalan memutari ranjang, pergi ke sisi tempat istrinya duduk, menarik selimut itu dengan cepat dan langsung menggendong istrinya menuju ke kamar mandi. Ia tak peduli walaupun Fairy berteriak minta diturunkan karena ia malu dengan tubuhnya yang polos.
*********
Mereka memang hanya mandi bersama tanpa ada kegiatan lain. Selesai mandi, Fairy segera mengenakan lagi jubah handuk dan mengikuti langkah Arnold yang hanya mengenakan handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
"Ar, di lemari itu tak ada baju lain selain gaun tidur. Aku malu pakai baju itu untuk keluar" kata Fairy sedikit merengek.
"Siapa bilang di sana hanya ada gaun tidur?" ucap Arnold penuh misteri.
Fairy masuk ke dalam walk in closet. Ia terkejut melihat di sana ada sudah banyak baju wanita dan baju pria yang telah diatur rapih.
"Ar, sejak kapan baju-baju ini datang?" tanya Fairy sambil memilih baju yang akan dikenakannya.
"Sejak 2 hari yang lalu. Baju-bajumu ku beli yang baru agar kalau ke sini kau tak perlu membawa baju lagi"
"Lalu dimana baju-baju ini semalam?" kali ini Fairy bertanya sambil menatap suaminya.
"Aku sembunyikan di kamar tamu dan baru kuambil tadi pagi dan mengaturnya bersama bajuku yang lain."
Wajah Fairy berubah dari manis menjadi jengkel"Jadi, semalam kau mengerjai aku?"
"Bukan mengerjai sayang, hanya membuat malam pengantin kita menjadi romantis." ralat Arnold
"Ih...dasar...!" umpat Fairy.
Arnold menarik Fairy dan memeluknya erat. "Maafkan aku yang genit ini ya.."
"Iya tuan..., sekarang bolehkah aku mengenakan bajuku dulu?"
"Aku pikir saat ini kita jangan dulu pakai baju"
"Memangnya kenapa?" tanya Fairy memasang tatapan waspada.
"Aku sudah tak tahan untuk bercinta denganmu lagi!" ucap Arnold parau tanpa menyembunyikan gairahnya. Dan sebelum istrinya bicara, Arnold langsung membungkamnya dengan ciuman panas yang menuntut untuk dibalas.
So, cerita honeymoon nya nanti di sambung lagi ya.
Jangan lupa like, komen dan Vote
__ADS_1