SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Pilihan Fairy


__ADS_3

Tangan Arnold menyentuh wajah Fairy. "Mengapa harus tinggal di asrama? Mengapa aku merasa kalau kamu ingin menghindariku? Ada apa sayang? Aku takut hubungan kita justru menjadi semakin jauh."


Fairy tertunduk. "A-aku, harus menyelesaikan tugas akhirku, Ar. Kan kalau di asrama dekat dari kampus dan juga dekat ke perpustakaan. Kalau dari rumah jaraknya hampir satu jam."


"Kalau begitu tinggalah di mansion ini. Jaraknya tak sampai 20 menit ke kampusmu. Ada jalan belakang yang menghindarimu dari macet." Arnold menangkup pipi Fairy. Membelainya dengan penuh kasih. "Jangan menjauh dariku, sayang. Aku bisa gila bila ada di kota ini namun tak bisa memelukmu dengan erat."


"Ar, hanya 2 minggu saja."


"Dan selama 2 minggu kita tidak akan bertemu? Memangnya kamu tak akan merindukan aku?"


"Tentu saja aku merindukan kamu, Ar. Hanya saja aku...., aku butuh konsentrasi untuk menyelesaikan tugasku."


"Memangnya, bersamaku, kau tak akan konsentrasi?" Arnold berdiri. Ia melangkah ke arah balkon dan berdiri di sana. Hatinya merasa gusar. Entah apa yang dipikirkan oleh Fairy sampai ingin menjauh darinya.


Fairy menarik menarik napas panjang. Ia berusaha menguatkan hatinya. Sebenarnya, keinginannya untuk menjauh dari Arnold bukan karena tugas akhirnya. Melainkan karena ia takut Arnold akan menyentuhnya. Ia juga takut Arnold akan tahu rencana yang sementara disusunnya.


Fairy melangkah mendekati Arnold. Cowok itu sedang berdiri sambil membelakanginya. Ia bersandar di dinding pembatas balkon.


"Sayang......" Fairy menyentuh pundak Arnold. Namun suaminya itu masih ada di posisinya.


"Kau marah padaku, Ar?" Tanya Fairy. Ia memberanikan diri memeluk Arnold dari belakang. Menyandarkan salah satu pipinya di punggung tegar Arnold.


"Hanya 2 minggu, Ar. Kita dapat bertemu sesekali. Aku juga akan menginap di rumah taman. Hanya saja waktukku akan lebih banyak kuhabiskan di perpustakaan. Makanya aku memutuskan untuk tinggal di asrama."


Arnold masih diam. Ia sama sekali tak menanggapi. Hatinya masih kesal. Ia sebenarnya tak mau berpisah dengan istrinya.


"Ar....mengapa diam?"


Arnold membalikan tubuhnya. "Baiklah jika itu memang maumu. Aku mengalah." Kata Arnold akhirnya. Ia mencium pipi Fairy lalu melangkah masuk ke dalam kamar. Ia naik ke ranjang dan membaringkan tubuhnya.


Fairy pun mengikuti langkah Arnold. Ia duduk di tepi ranjang. Matanya menatap wajah tampan itu dengan hati yang bergetar. Sungguh Fairy tak dapat memungkirinya kalau ia mencintai pria ini.


"Tidurlah di sampingku. Temani aku malam ini." Pinta Arnold dengan mata yang terpejam.


"Baiklah." Fairy naik ke atas tempat tidur dan berbaring miring menghadap Arnold yang sedang tidur terlentang.


"Peluk aku, Fai."


Fairy melingkarkan tangannya dipinggang Arnold. Ia merapatkan tubuhnya dan mencoba ikut memejamkan matanya.


*********


Kesehatan Arnold sudah pulih kembali. Ia mulai dengan persiapan tour keliling dunia yang akan dimulai bulan Mei nanti. Walaupun waktunya masih hampir 2 bulan, namun Arnold dan tim nya sudah mempersiapkan segalanya dengan baik, terutama latihan dengan para dancer.


Arnold pun bersyukur karena waktu latihan yang memakan banyak waktu membuatnya sedikit mengikis rasa rindunya pada Fairy. Mereka memang selalu saling memberi kabar. Kadang di saat malam, Arnold sering bertemu dengannya. Tapi waktu yang Fairy berikan tak sampai satu jam. Banyak sekali alasan yang diungkapkan oleh Fairy.


Anjing kesayangan mereka pun dibawah Fairy ke asramanya. Fairy memang sangat menyayangi Alphonso. Ia anjing yang pintar dan tidak sulit merawatnya.


"Tuan, ada tawaran untuk menjadi juri tamu di Amerika. Ajang pencarian bakat menyanyi." Kata Noah sambil menyodorkan tabletnya.


Arnold membaca tawaran itu. "Aku akan ada di sana selama 10 hari?"


"Ya. Ini sudah masuk babak semifinal. Biasanya memang ada juri tamu. Bagaimana?"


Arnold berpikir sejenak. Waktunya yang Fairy minta 4 hari lagi akan berakhir. Haruskah sekarang dia yang pergi menjauh?


"Kapan waktunya?"


"Minggu depan."


Berarti ia masih bisa bersama Fairy selama beberapa hari sebelum pergi.


"Baiklah. Katakan kalau aku menerima tawaran itu." Kata Arnold mantap. Ini adalah pengalaman baru baginya. Menjadi juri untuk ajang pemilihan idol di Amerika.

__ADS_1


"Mereka akan mengirimkan profil peserta yang masuk semifinal supaya bisa dipelajari oleh bos." Kata Noah lagi.


"Baiklah. Aku akan menelepon istriku dulu..."


Susan dan Noah meninggalkan ruangan latihan. Memberi ruang pada Arnold untuk menelepon istrinya.


"Hallo sayang....!" Sapa Arnold melalui panggilan videocall.


Fairy terlihat baru selesai mandi dan masih menggunakan handuk yang melilit tubuh rampingnya.


"Aku ingin sekali menarik handuk itu dari tubuhmu."


Wajah Fairy merona. Matanya melotot ke arah Arnold . "Ada Cassie di sini."


"Biar saja. Cassie pasti mengerti kalau aku merindukanmu."


Fairy tertawa kecil. "Ar, bagaimana latihanmu?"


"Lancar. Kamu sudah mandi mau ke mana?"


"Kantor."


"Kapan kamu akan berhenti dari pekerjaanmu? Kuliahmu kan hampir selesai."


"Ar, kamu tahu kalau aku ingin..."


"Tidak, Fai. Aku sudah mengikuti keinginanmu untuk tak bertemu demi lancarnya kuliahmu. Begitu kuliahmu selesai, kita akan ke Indonesia untuk menemui nenekmu. Kita akan mengadakan resepsi pernikahan kita. Aku ingin semua orang tahu kalau kamu adalah milikku. Hanya milikku."


Fairy tersenyum. "Ar, aku ganti baju dulu ya.."


"Ya gantilah. Aku ingin melihatnya."


"Ar....!" Fairy jadi malu.


Arnold mengahiri panggilan videocall nya. Jika ia melihat tubuh polos istrinya, bisa saja ia tak bisa menahan hasratnya untuk menyentuh Fairy. Mereka bahkan sudah hampir 1 bulan tak pernah berhubungan intim.


Arnold bersabar, karena ia tahu sebentar lagi pernikahan mereka tidak perlu disembunyikan lagi.


************


Fairy meletakan map yang sudah ditandatanganinya di depan Alex. Wajah cowok itu tersenyum. "Kau menerimanya?"


"Ya. Aku menerima tawaran beasiswa S2 dari perusahaanmu."


Wajah Alex terlihat berbinar karena hatinya yang bahagia."Apakah nenekmu juga akan ikut? Aku akan menyiapkan apartemen yang cukup untuk 2 orang."


"Tidak. Mungkin nanti tapi belum sekarang ini."


"Kapan kamu akan ujian?"


"Minggu depan."


"Dan acara wisudanya?"


"Mungkin akan kulewati."


"3 hari lagi aku akan berangkat lebih dulu ke New York. Aku akan menyiapkan semuanya. Jika ijasahmu sudah didapatkan, segeralah fax ke nomor kantor pusat. Supaya temanku akan langsung mendaftarkanmu ke Harvard."


Fairy mengangguk. "Alex, jika ada yang bertanya tentang keberadaanku, aku mohon, jangan katakan kalau aku ke Amerika."


"Kau menghindari seseorang?"


"Anggaplah begitu."

__ADS_1


Alex mengangguk. Fairy kembali ke mejanya. Ia tahu, keputusannya ini sangat bertentangan dengan keinginan Arnold. Namun Fairy harus melakukannya. Demi mimpinya, dan juga demi kebaikan Arnold.


**********


Arnold membuka pintu apartemennya. Ia langsung tesenyum melihat wajah cantik istrinya.


"Sayang, aku sangat merindukanmu." Arnold langsung memeluknya dengan erat dan mengajak istrinya itu untuk masuk.


Setelah 10 hari Fairy mengerjakan tugas akhirnya, ia kembali menemui suaminya. Fairy memilih datang ke apartemen karena jaraknya lebih dekat dari asramanya.


"Kau sudah makan?" tanya Arnold tanpa melepaskan pelukannya.


"Belum. Aku ingin memasak bersamamu. Lagi pula ini masih terlalu sore untuk makan malam" Kata Fairy sambil mengangkat tas yang berisi belanjaannya.


"Boleh. Tapi sebelum masak...." Arnold mengambil tas belanjaan itu dan meletakannya di atas meja. "Aku pikir, kalau aku bisa mendapatkan ciuman darimu dulu.." Kata Arnold dan langsung mencium Fairy dengan penuh gairah yang mendalam. Fairy pun membalas ciuman Arnold. Ia bahkan melingkarkan tangannya dileher Arnold.


Keduanya saling melepas rindu. Tangan Arnold bahkan sudah membuka kancing kemeja Fairy dan melemparkan kemeja itu ke lantai. Fairy pun gak mau kalah membuka kaos yang dikenakan Arnold.


"Sayang, sudah bolehkan?" Tanya Arnold.


"I am yours!" bisik Fairy ditelinga Arnold dengan suara yang menggoda. Arnold langsung mengangkat tubuh Fairy dan membawanya ke sofa yang ada di ruangan tamu.


Keduanya saling berciuman, saling membelai dan saling memberi rasa nikmat. Arnold bahagia karena Fairy kembali seperti yang dulu lagi. Bahkan kesannya ini agak lebih agresif dari biasanya. Namun Arnold menyukainya. Apalagi saat Fairy mendesahkan nama Arnold, mencakar punggung pria itu dengan jemarinya. Keduanya kembali merasakan kebahagiaan dalam hubungan intim sebagai suami dan istri.


*********


Ada tawa yang terdengar saat keduanya menikmati makan malam yang terlambat. Semenjak jam 5 sore sampai jam setengah sembilan malam, keduanya larut dalam keintiman, yang dimulai dari sofa, berpindah ke kamar, dan berakhir di bak mandi.


"Sayang, besok kita coba suasana lain, yuk!" ajak Arnold dengan kerlingan nakalnya.


"Di mana?"


"Di kolam renang. Kita belum pernah bercinta di sana kan?"


"Ar, nanti dilihat orang." Wajah Fairy memerah.


"Kolamku itu punya atap sendiri yang dapat menutup saat diperlukan. Lagi pula letak apartemen ini tak akan membuat orang muda mengintip kita."


"Memangnya harus besok? Kita kan dapat melakukannya lain kali."


"Sayang, lusa aku harus ke Amerika untuk menjadi juri tamu selama 10 hari."


"Kau akan pergi ke Amerika?"


"Iya. Kau mau ikut?"


Fairy menggeleng. "Tidak. Aku masih banyak tugas." kata Fairy sambil mengunyah makanannya. Ia berpikir keras untuk menyelesaikan segalanya sebelum Arnold kembali.


"Ada apa sayang?"


Fairy menggeleng. "Aku lelah, setelah makan malam kita langsung tidur ya?"


Arnold mengangguk. Ia bahagia karena Fairy menemaninya hari ini.


*******


Pukul 1 dini hari, Arnold sudah terlelap. Perlahan Fairy mengambil hp nya dan menuliskan pesan pada seseorang.


Aku tak bisa berangkat minggu depan


Mohon diundur waktu keberangkatannya.


So, jadikah Fairy pergi?????

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya????


__ADS_2