
Perlahan Zelina membuka matanya. Ia menoleh ke samping kanan dan tak menemukan Keegan ada di sana.
Perlahan, apa yang telah mereka lalui bersama kembali terbayang. Bagaimana lembutnya Keegan membelai tubuhnya. Setiap ciuman Keegan menyentuh tubuhnya, Keegan akan mengatakan kalau Zelina sempurna. Apalagi saat penyatuan mereka terjadi. Rasa sakit yang sempat Zelina rasakan perlahan hilang karena Keegan melakukannya dengan hati-hati. Semua terasa sangat indah saat puncak kenikmatan mereka raih bersama.
Zelina merasakan pipinya panas saat ia mengingat bagaimana bagaimana kepalanya mengangguk saat Keegan bertanya apakah mereka boleh melakukannya lagi.
Senyum dibibir Zelina membuat ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Ini sungguh indah. Malam pengantin dengan seorang pangeran sekaligus penyanyi terkenal, siapa yang tak menginginkannya? Pasti semua gadis akan iri padanya. Zelina merasa sungguh beruntung dicintai oleh Keegan.
Pintu kamar terbuka. Keegan masuk sambil mendorong sebuah meja kecil.
"Good morning, honey!" Sapanya manis. Ia mendorong meja itu sampai di tengah ruangan, mengatur dua kursi yang sudah tersedia di sana, lalu membuka pengait meja agar rodanya terhenti.
Ia lalu mendekati Zelina yang masih berbaring.
"Masih mengantuk?" Tannya Keegan sambil menunduk lalu mengecup.bibir Zelina.
"Aku baru bangun. Kamu bangunnya jam berapa?"
"Satu setengah jam yang lalu. Aku ke dapur hotel dan menyiapkan sarapan untuk kita berdua."
Zelina berusaha untuk duduk walaupun ada sedikit rasa nyeri di inti tubuhnya. Saat menyadari kalau ia tak memakai apapun juga, Zelina buru-buru menarik selimut yang sempat melorot dari tubuhnya. Wajah Zelina menjadi merah membuat Keegan tak tahan untuk kembali mencium istrinya.
"Kenapa harus malu?"
"Kee, menghadap ke lain tempat, aku mau menggunakan pakaianku!" Kata Zelina masih dengan pipi yang merona.
"Biar saja aku melihatnya. Kan semuanya sudah kusentuh dan kupegang tadi malam."
"Kee...!"
"Ok, baby." Keegan berdiri membelakangi istrinya. Zelina perlahan turun dari tempat tidur. Ia memungut pakaiannya namun pada saat ia baru akan memakainya lagi, Keegan tiba-tiba membalikan badannya.
"Keegan...!" Teriak Zelina sambil menutup aset berharganya dengan kedua tangannya.
"Aku akan memakaikan pakaian untukmu." Keegan merebut baju itu dari tangan Zelina lalu memakaikannya pada istrinya.
"Keegan, aku malu!" Zelina memukul bahu Keegan dengan tangannya.
"Aku ini suamimu, Zel. Seharusnya kita tidak perlu saling malu lagi. Kan aku akan selalu melihatmu tanpa ba.." Kalimat Keegan terhenti karena Zelina sudah membungkam mulutnya dengan tangan Zelina.
"Ayo sarapan, aku sudah lapar."
Keegan langsung mengangkat tubuh istrinya membuat Zelina berteriak kaget.
"Aku tahu kamu agak sakit jika berjalan." Kata Keegan lalu mendudukan Zelina di depan meja makan.
Zelina menatap Keegan yang duduk di depannya. "Terima kasih, Kee."
"Terimah kasih untuk apa?"
__ADS_1
"Karena sudah mencintaiku sebesar ini."
Keegan menyentuh tangan Zelina. "Kamu memang pantas dicintai."
Zelina merasakan hatinya berbunga-bunga. Ia tak menyangka akan jatuh cinta pada sosok Keegan yang sangat jauh berbeda dengan pribadi Caleb. Namun itulah hati. Tak tahu kemana akhirnya akan berlabuh.
**********
Setelah dari Bali, Keegan dan Zelina melanjutkan perjalanan bulan madu mereka ke pulau Lombok. Dari Lombok keduanya terbang ke Thailand. Zelina sangat suka segala sesuatu yang berhubungan dengan candi atau kuil. Ia suka dengan kisah-kisah klasik tentang kehidupan prasejarah.
Keegan terkadang harus menyamar menjadi orang lain sehingga tak dikenali sebagai penyanyi. Dari Thailand, mereka terbang ke Cina dan akhirnya bulan madu mereka berakhir di Spanyol karena Zelina ingin melihat para matador yang sedang berlomba.
Saat kembali ke London, Keegan melaksanakan konfrensi pers untuk mengumumkan pernikahannya dengan Zelina. Berita pernikahan Keegan Manola langsung menjadi trending di berbagai media sosial selama beberapa minggu. Semua tak menyangka kalau penyanyi terkenal itu ternyata sudah menikah dengan gadis yang selama ini tak pernah terlihat jalan bersamanya. Pernikahan menurut adat istiadat Kerajaanpun dilangsungkan selama 3 hari. Semua penduduk yang ada di kerajaan itu merayakannya dengan penuh sukacita.
"Sayang, oma mengundang kita untuk makan malam di istana hari ini."
Zelina yang baru selesai mandi menatap Keegan. "Oma mengundang kita untuk makan malam? Wah, aku harus bawa sesuatu untuk oma. Bagaimana kalau aku membuat minuman ginseng merah?"
"Apa masih sempat?"
"Masilah. Kan membuatnya hanya dua jam saja." Zelina berdiri di depan meja rias. Ia membuka handuk yang melingkar di kepalanya. Rambutnya sudah mulai panjang kembali.
"Tapi sayang, perjalanan ke tempat oma kan membutuhkan waktu hampir dua jam."
Tangan Zelina yang sementara mengeringkan rambutnya terhenti. Ia menatap Keegan dari cermin yang ada di depannya. "Iya juga ya?"
Keegan mendekat. Ia memeluk istrinya dari belakang. "Jangan berkecil hati kalau tidak bisa membawa apapun untuk oma. Nanti saja kalau kita di sana, barulah kau membuat minuman itu untuk oma."
"Iya. Kamu nggak suka ya?"
Keegan Zelina membalikan badannya sehingga kini ia berhadapan dengan Keegan.
"Kee, aku takut jika nanti oma akan menayakan apakah aku sudah hamil atau tidak. Kita sudah 3 bulan menikah. Dan aku tak akan pernah hamil."
Keegan membelai wajah Zelina dengan sangat lembut.
"Tak ada yang perlu kamu khawatirkan. Semuanya akan baik-baik saja. Lagi pula, kita baru 3 bulan menikahkan?"
"3 tahun pun tak akan mengubah kenyataan kalau aku adalah wanita yang mandul."
Dengan penuh kasih Keegan langsung memeluk Zelina. "Memilikimu membuat hidupku bahagia, sayang. Memiliki anak itu adalah anugerah dari Tuhan. Kita ikut apa yang sudah Tuhan gariskan dalam kehidupan kita berdua."
"Terima kasih sayang."
Keegan mencium dahi Zelina "I love you, baby."
"I love you too"
**********
__ADS_1
Mereka pun tiba di istana dan segera di sambut oleh Fairy dan Arnold. Memang sejak pernikahan adat mereka selesai, Keegan memilih untuk tinggal sementara di London karena masih ada beberapa rekaman yang harus dia selesaikan.
Saat memasuki ruang makan, Zelina sudah melihat nenek Anna yang duduk di bagian kepaa meja. Zelina langsung mendekatinya. "Nenek Ratu!" Sapanya lalu mengambil tangan nenek Anna dan menciumnya.
"Duduklah di dekatku!" Katanya sambil menunjukan kursi yang ada di dekatnya. Keegan juga melakukan hal yang sama.
Colen dan Kimberly tidak ikut makan malam karena keduanya ada acara dengan teman-teman mereka.
Acara makan malam pun berjalan dalam suasana penuh kekeluargaan. Nenek Anna tak banyak bicara.
Selesai makan, mereka duduk di ruang keluarga sambil menikmati kopi dan teh yang disediakan.
"Keegan, bagaimana kabarnya Caleb. Apakah dia sudah kembali ke London?" Tanya Nenel Anna membuka pembicaraan.
"Sudah, oma. Minggu yang lalu Caleb dan Grace sudah kembali ke London. Ada apa oma menanyakan mereka?"
"Oma dengar kalau istrinya sudah hamil."
"Ya. Sudah 4 bulan."
"Lalu kalian kapan? Apalah Zelina sudah hamil?"
Pertanyaan nenek Anna membuat jantung Zelina bagaikan berhenti berdetak. Ia menunduk dengan tangan yang bergetar sambil memegang cangkir kopinya.
"Mereka kan baru 3 bulan menikahnya. Bukankah ini masih masa-masa bulan madu?" Ujar Fairy.
"Iya, oma. Kami masih senang berdua." Kata Keegan lalu mengambik cangkir kopi yang ada di tangan Zelina lalu meletakannya di atas meja. Ia memegang tangan istrinya sebagai bentuk dukungan. Ia tahu pertanyaan nenek Anna membuat Zelina bersedih.
"Aku sudah sangat tua. Aku ingin mati dengan tenang saat tahu kalau kerajaan ini punya penerus. Lalu, sampai kapan aku harus menunggu."
"Kami akan berusaha oma. Tapi bukankah semuanya sudah di atur oleh Tuhan?"Kata Keegan sekali lagi.
"Bukankah aku menyetujui pernikahan ini dengan syarat supaya Zelina harus memberikan aku seorang cicit laki-laki?"Tanya oma tajam sambil menatap Keegan dan Zelina secara bergantian.
Zelina memberanikan diri menatap oma. "Oma, jika aku tidak bisa hamil, bagaimana?"
"Kita periksa ke dokter, siapa yang bermasalah. Apakah kamu atau Keegan."
"Jika aku yang bermasalah?"Tanya Zelina sambil menahan tangisnya.
"Kau harus merelakan Keegan untuk memiliki selir." Kata nenek Anna lalu ia berdiri. "Aku mah istirahat dulu."
Zelina mengigit bibir bawanya, menekan rasa sakit yang ada di hatinya. Kedua tangannya saling bertautan dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya.
"Sayang....!" Panggil Keegan.
Zelina menatap Keegan. "Aku ijinkan kamu punya selir, Kee!"
"Apa?" pekik Keegan terkejut.
__ADS_1
Apakah Keegan akan punya selir???
Nantikan episode selanjutnya.