SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Kisah Manis di Korea


__ADS_3

Saat Fairy membuka matanya, ia tak menemukan Arnold ada di sampingnya. Pandangannya tertuju pada jam dinding yang sudah menunjukan pukul 9 waktu Korea. Fairy pun bangun lalu mengenakan bajunya lagi, kemudian ke kamar mandi untuk mandi. Ia merasa badannya agak lengket karena aktivitas mereka tadi subuh.


Selesai mandi dan berganti pakaian, Fairy keluar dari kamar. Vila ini memang hanya memiliki satu lantai dengan 2 kamar tidur, ruang tamu dan dapur yang tidak terlalu luas.


Wajah Fairy langsung tersenyum melihat Arnold yang sedang menyiapkan sarapan pagi di atas meja makan.


"Joh-eun achim!" Sapa Fairy sambil mendekati Arnold dan memeluk suaminya dari belakang.


Arnold tersenyum senang mendapatkan pelukan hangat dari istrinya. Ia membalikan badannya. Menatap wajah polos tanpa make up itu. Kecantikan alami yang terlihat segar dengan rambut panjangnya yang basah.


"Selamat pagi juga, istriku." Kata Arnold lalu mencium dahi Fairy dan melingkarkan tangannya dipinggang ramping istrinya.


"Kau tahu bahasa Korea?"


"Tentu saja, sayang. Aku ini sering bekerja sama dengan artis Korea. Harus tahulah sedikit bahasa mereka. Memangnya hanya kamu saja yang bisa tahu bahasa Korea karena kecintaanmu pada oppa-oppa ganteng negeri ini?" Kata Arnold sedikit mencibir.


"Cemburu ya?" Fairy menggoda suaminya.


"Siapa juga yang cemburu? Wajah bule ku ini lebih ganteng dari wajahnya oppa Korea."


"Beneran lebih ganteng?"


"Tentu saja."


"Tapi kalau cemberut seperti ini lebih ganteng pak Tho...." Kalimat Fairy langsung terhenti karena Arnold tanpa permisi sudah mencium bibirnya. Ia bahkan menahan tengkuk istrinya saat Fairy akan melepaskan ciuman itu.


"Siapa yang paling ganteng?" Tanya Arnold sambil tersenyum manis saat ia sudah menyelesaikan ciumannya dengan napas yang sedikit terengah-engah karena ciuman itu sangat lama.


Fairy yang juga sedang menarik oksigen sebanyak-banyaknya, menarik hidung Arnold dengan gemasnya. " Kau suamiku."


"Siapa?" Arnold pura-pura tak mendengar.


"Arnold Manola!" Kata Fairy sedikit berteriak membuat Arnold memegang telinganya yang sakit.


"Terima kasih, istriku. Ayo kita sarapan karena setelah ini, kita akan jalan-jalan keliling Seoul." Kata Arnold dan membuat mata Fairy langsung berbinar.


***********


Selesai sarapan, keduanya memakai kaos couple yang dibelikan Fairy. Keduanya dijemput oleh Edward dan pacarnya Jesica.


Arnold sedikit menyamarkan identitasnya dengan memakai kumis, topi dan kacamata. Ia tak mau keberdaannya diketahui oleh fansnya yang sangat fanatik di Korea ini.


Pengawal Edward berjalan di belakang merela, sambil sesekali mengambil sikap siaga jika ada kumpulan orang yang cukup banyak.


Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah istana Gyeongbokgung. Arnold dan Faith bahkan memakai pakaian pengantin tradisional Korea dan melakukan sesi foto. Selanjutnya, mereka pergi ke pusat perbelanjaan Itaewo street, yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan dan pusat kuliner yang ada di Seoul. Mereka makan siang di sana sambil belanja beberapa ole-ole dan pernak-pernik yang berhubungan dengan Korea.


Perjalanan mereka harus berakhir jam 5 sore karena Edward dan Arnold akan menghadiri acara malam penghargaan insan musik Korea pada pukul 8 malam. Jesica mengajak Fairy untuk pergi ke sebuah salon ternama untuk mendandani mereka berdua.


"Suamimu telah memilih sebuah gaun untukmu." Kata Jesica sambil menunjukan sebuah gaun berwana pink yang sudah tersedia di sana, juga sepatu hak tinggi dengan warna yang sama.


Jesica dan Fairy pun selesai didandani.

__ADS_1


"Kamu cantik." Kata Jesica saat melihat Fairy sudah selesai berganti pakaian. Rambutnya digulung ke atas sehingga leher putih mulusnya terlihat. Penampilannya terlihat sedikit lebih dewasa.


"Kau juga cantik, Jesica. Kau dan Edward terlihat sangat serasi." Fairy memuji juga kecantikan Jesica.


Noah dan Susan datang menjemput mereka di salon.


"Nona, kau sangat cantik!" Noah terpesona melihat kecantikan Fairy.


"Noah, kau mau dipecat bos karena menatap istrinya seperti itu?" Susan menepuk kepala Noah dengan tangannya sendiri.


Jesica dan Fairy hanya tertawa.


Fairy, Jesica, Noah dan Susan termasuk tamu istimewa dalam acara penghargaan ini karena mereka diberikan undangan khusus dari pihak panitia. Edward mengusahakan semuanya agar pacarnya dan juga istri Arnold bisa melihat penampilan mereka.


Acara di buka dengan penampilan salah satu boy band Korea. Fairy langsung berdecak kagum. Hp nya langsung ia pakai untuk mengambil gambar cowok-cowok ganteng itu. Edward dan Arnold pun akan tampil bersama Sabila.


Pembacaan nominasi pemenang pun dimulai. Lagu Forever mendapat penghargaan sebagai lagu dari luar negeri yang paling lama berada diurutan pertama lagu terpopuler, lagu yang paling sering diputar di semua radio yang ada, juga lagu yang terfaforit setelah dilakukan voting melalui sms.


Bukan hanya itu saja, video clip lagu itu menjadi video clip terbaik dan paling romantis.


Fairy sangat bangga melihat Arnold, Edward dan Sabila yang berdiri sambil memegang piala kemenangan mereka.


Malam ini, Arnold membawa 4 penghargaan.


"Kau lihatkan? Lagu tentang kita justru mendapatkan penghargaan yang banyak. Di London, Korea, Jerman, dan bulan depan aku akan terbang ke Amerika karena lagu ini juga masuk beberapa nominasi di sana." Kata Arnold saat mereka sudah dalam perjalanan pulang ke Villa.


"Kau memang penyanyi yang hebat, suamiku." Kata Fairy sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Aku bisa sehebat ini juga karena dirimu." Arnold mencium puncak kepala istrinya, lalu menyandarkan pipinya di sana. Noah dan Susan yang duduk di depan hanya tersenyum mendengar percakapan antara suami istri itu.


"Ar, ini di mana?" Tanya Fairy sambil mengangkat kepalanya dari dada Arnold dan melihat sekelilingnya dengan rasa kagum.


"Ini Vila keluarga Kim. Letaknya memang di luar kota. Ed dan Jesica sudah menunggu kita di sini. Karena aku bilang kamu suka dengan suasana alam dan kunang-kunang, makanya Ed mengajak kita ke sini."


Fairy turun dari mobil. Sekalipun suasananya agak gelap, namun ia dapat melihat keindahan taman yang ada diperbukitan ini. Dan mata walnutnya langsung menangkap sekumpulan kunang-kunang yang beterbangan.


"Ar, kunang-kunang...!" Seru Fairy dan langsung berlari mengejar.


Arnold hanya tersenyum melihat istrinya yang mengejar kunang-kunang itu.


"Dia memang cocok bernama Fairy. Selain menyenangi bunga, ia juga suka dengan kunang-kunang. Aku pernah mendengar kalau peri itu selalu memiliki cinta sejati." Kata Edward yang sudah berdiri di dekat Arnold. Di sampingnya ada Jesica yang sedang memeluk lengan Edward dengan begitu posesif.


"Sebaiknya kalian menikah agar merasakan apa itu cinta sejati." Ujar Arnold menggoda Edward dan kekasihnya.


Edward menatap Jesica dengan penuh cinta. "Sayang, kau dengar apa yang Arnold katakan?"


"Aku masih kuliah, Ed." Ujar Jesica sedikit malu.


"Istri Arnold juga masih kuliah. Namun ia nekad menerima lamaran Arnold." Edward semakin menggoda pacarnya itu membuat wajah Jesica bertambah merah.


Sementara itu Fairy semakin terpesona dengan keindahan taman ini. Apalagi ketika dari jauh ia melihat sebuah air terjun.

__ADS_1


"Arnold...., ke sini. Ada air terjun!" Teriak Fairy. Arnold hanya bisa geleng-geleng kepala. Apalagi saat menemukan kalau Fairy sudah membuka sepatu hak tingginya dan membuka gaun pink nya dan masuk ke dalam kolam di bawa air terjun itu.


"Hallo uncle, kau mau bergabung bersamaku? Aku kedinginan, butuh dipeluk olehmu." Kata Fairy menggoda.


"Jangan menolak dengan apa yang akan kulakukan padamu di dalam air, nona manis." Kata Arnold sambil membuka sepatu dan bajunya.


Dari atas bukit, terdengar tawa mereka berdua. Bulan yang bersinar pun seakan tersenyum melihat mereka berdua.


"Susan, cinta terkadang membuat orang kurang waras ya?" Ujar Noah.


"Mengapa kau menyebutkan itu?"


"Apakah bos masih waras memenuhi permintaan istrinya untuk mandi di bawa sana? Ini sudah jam 1 tengah malam. Mereka tak takut kedinginan?"


Susan tertawa. "Ayo, kita siapkan saja baju hangat dan teh jahe untuk mereka. Kita tak boleh berdiri di sini terus dan menatap mereka. Dengarlah, suara tawa mereka sudah hilang. Aku tak dapat membayangkan apa yang mereka lakukan dengan tubuh yang sudah menempel itu." Susan segera melangkah disusul oleh Noah.


"Memangnya apa yang mereka lakukan, Susan?"


"Usia berapa, Noah? Haruskah aku menjelaskannya lagi?" Tanya Susan sambil tersenyum simpul.


"Apakah kau pernah melakukannya dengan Keyri?"


Susan menatap temannya itu dengan tajam. "Dia bukan pacarku."


"Tapi dia menyukaimu."


"Diam. Nanti tuan Edward mendengarnya."


***********


Esok malamnya, mereka pergi menonton konser amal yang dihadiri hampir semua girl band dan boy band Korea.


Arnold yang lagi-lagi harus menyamar, tertegun melihat bagaimana senangnya Fairy saat ikut bergoyang atau berteriak dengan fans fanatik lainnya. Dia bahkan menghafal semua nama anggota girl band dan boy band itu.


"Noah, lihatlah istriku itu. Dia sudah menikah dengan artis terkenal seperti diriku, namun sama sekali tidak menjadi fansku. Haruskah aku merubah penampilanku seperti oppa Korea?" Tanya Arnold sedikit cemburu melihat bagaimana Fairy begitu heboh berteriak saat cowok-cowok ganteng itu menyanyi.


"Bos, nona Fairy memang mencintaimu. Tapi dia adalah salah satu anak muda yang sedang tergila-gila dengan kemunculan boy band Korea ini. Bos tak bisa membendungnya. Lagi pula wajarlah istri bos seperti itu. Usianya kan baru 19 tahun."


Arnold menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tersenyum walaupun masih dengan hati yang cemburu. Namjn hatinya juga bahagia. Karena melihat konser seperti ini adalah sesuatu yang sudah lama Fairy rindukan. Dan hari ini Arnold bahagia karena bisa mewujudkan impian istrinya itu.


"Susan, apakah tidak ada kemungkinan kalau Fairy akan suka dengan Edward karena pianis itu juga berwajah oriental?" Tanya Arnold.


"Bos, kamu benar-benar sudah bucin sama nona Fairy sehingga bicara sembarangankan? Mengapa jadi posesif seperti ini? Nona mencintaimu." Kata Susan sedikit kesal melihat sikap Arnold yang kekanak-kanakan.


Pandangan mereka bertiga kembali tertuju ke arah Fairy yang masih berdiri di dekat panggung sambil ikut menari dan menyanyi. Tiba-tiba gadis itu menoleh ke arah Arnold. Ia tersenyum lalu mengucapkan kalimat yang membuat Arnold bahagia.


"I love you, uncle."


MAKASI SUDAH BACA BAGIAN INI


KISAH SELANJUTNYA MASIH ROMANTIS ATAU SUDAH MASUK PART SEDIH YA??

__ADS_1


DUKUNG AKU YA...


LIKE KOMEN VOTE


__ADS_2