
2 minggu sudah berlalu dan Arnold sungguh dibuat gila oleh keinginannya untuk berjumpa dengan Fairy. Apapun yang dia kerjakan, selalu saja gagal fokus karena wajah manis dengan mata indah itu selalu menempel di pelupuk matanya.
"Jadi bos, kita akan memulai tur musim panas ini di negara-negara Eropa. Mulai dari Itali. Di sana kita akan tampil di dua kota, kemudian ke Swiss. Di Swiss kita akan tinggal selama 4 hari karena ada syuting iklan. Lalu kita akan lanjutkan ke Belanda. Bagaimana menurut pendapat bos?" tanya Noah setelah menguraikan agenda kerja mereka.
Arnold tak menanggapi. Pikirannya sedang terbang ke asrama Fairy. Mencoba menerka-nerka, sepagi ini apa yang gadis itu lakukan.
"Bos....!" panggil Noah sedikit keras.
"Ha....apa?" Arnold menatap Noah dengan wajah bingung.
"Ya ampun bos, pikirannya kemana? Fokuslah...!" Noah mendengus kesal.
"Maaf. Coba ulangi lagi!"
Noah dengan sabar kembali menjelaskan jadwal tur mereka. Berharap kali ini Arnold akan konsentrasi untuk mendengarnya.
"Kapan tur ini akan dimulai?"
"Awal bulan Agustus. Setelah itu kita akan ke Amerika untuk wawancara dengan Gerald Mont (salah satu acara TV paling viral saat ini di seluruh Amerika dan negara-negara Eropa lainnya) Sekalian merayakan ulang tahun bos di sana."
"Kapan ulang tahunku?" tanya Arnold membuat Noah semakin bingung.
"Bos, apakah anda sakit? Ulang tahun bos sendiri kenapa sampai lupa? 25 Agustuslah. Tapi kita akan merayakannya dengan fans club yang ada di Amerika tanggal 27 Agustus"
Bola mata Arnold membulat. "27 Agustus? No...! Aku tidak ingin tanggal 27 Agustus itu diganggu. Pokoknya tanggal 27 Agustus aku harus ada di London. "
"Tapi bos...!"
"Kau masih bisa merubahnya. Aku mau pergi dulu!" Arnold meninggalkan apartemennya. Ia memaju mobilnya menuju ke kediaman Thomson. Ia tahu siapa yang dapat menolongnya.
"Rachel...!"
Rachel, gadis manis berusia 19 tahun, adalah adik Ezekiel. Sepupu Arnold yang pertama kali mengirim video Arnold sedang menyanyi kepada produser Bryan Aslon.
"Hai...Arnold, tumben kau datang ke tempat ini" sapa Rachel lalu memeluk sepupu yang sangat disayanginya itu.
Arnold membalas pelukan Rachel dan setelah itu keduanya duduk bersama di sofa ruang tamu.
"Sepi. Yang lain kemana?" tanya Arnold.
"Biasalah opa dan oma sedang memulai perjalan tahunan mereka. Akhir Agustus baru mereka akan datang. Ezekiel sedang ke Bali. Kau tahukan, Bali adalah rumah keduanya."
Arnold menarik napas panjang. Ia kelihatan sedang galau.
"Ada apa?"
"Aku jatuh cinta, Rac. Perasaan yang baru pertama kualami pada hal ini bukan cinta pertamaku."
"Ceritakan..!" kata Rachel sambil menyentuh tangan Arnold.
Arnold pun menceritakan awal pertemuannya bersama Fairy. Juga tentang persyaratan yang Fairy berikan padanya.
"Aku kangen sekali padanya. Ingin ketemu tapi tak bisa. Ingin menelepon juga tak bisa. Aku hampir gila karena merindukannya" kata Arnold terlihat frustasi.
"Aku ada ide. Tapi dalam hal ini, aku harus mengajak Ben untuk pergi bersamaku menemui Fairy"
"Mengajak Ben? Jangan, dia itu playboy yang sangat berbahaya. Bisa-bisa Fairy jatuh cinta padanya" tolak Arnold.
"Hanya Ben yang bisa menolongmu untuk mendapatkan foto-foto gadis itu secara baik. Rindumu bisa terobati."
Arnold akhirnya mengangguk "Baiklah. Tapi minta pada Ben untuk tidak macam-macam dengan gadisku"
"Arnold...kau sungguh jatuh cinta padanya. Aku ingat Ben juga pernah merayu Amelia di depanmu.Namun saat itu kau biasa saja."
"Makanya, aku bilang bahwa dia ini luar biasa. Dia mungkin sudah menyihirku dengan tongkat peri"
__ADS_1
"Aku akan lihat seberapa hebat gadis bernama Fairy itu" kata Rachel dengan senyum manisnya.
********
Hari ini, selesai dengan tugasnya di restauran, Fairy pun memilih untuk berada di perpustakaan.
Hari sudah menjelang sore saat ia tiba di sana. Nyonya Vero bahkan sudah bersiap-siap akan pulang.
"Nyonya Vero, bolehkah aku membaca sebentar? Ada tugas yang harus ku selesaikan!"
"Ok. Aku akan ke kantor pusat. Masih ada beberapa orang juga yang membaca. Nanti aku akan kembali pukul 6" kata nyonya Vero.
Fairy mengangguk. Ia pun segera mencari buku yang dimaksud lalu kembali ke meja petugas. Mengenakan heatsetnya lalu memutar lagu Arnold Manola. Sejak beberapa hari yang lalu ia memang sudah mencari lagu-lagu Arnold dan menyimpannya di daftar faforit. Ia baru tahu kalau lagu Arnold sangat bagus.
Pintu perpustakaan terbuka. Rachel masuk bersama Ben. Pandangannya langsung tertuju pada gadis penjaga perpustakaan yang nampak asyik dengan lagu yang didengarnya sehingga tak menyadari kehadiran 2 orang itu.
"Selamat sore....!" Rachel mengetuk meja yang ada di depan Fairy, membuat gadis itu melipat buku yang dipegangnya dan melepaskan headset dari telinganya.
"Selamat sore...!" sapanya manis, semanis senyum yang memancar dari wajah cantik mulus tanpa make up itu.
Ben, sang playboy yang sudah mengenal ratusan gadis dalam hidupnya mengakui bahwa bahwa gadis di depannya ini unik. Wajar kalau Arnold tertarik padanya.
" Apakah aku boleh menganggumu sebentar?" tanya Rachel.
"Ada keperluan apa?"tanya Fairy balik dengan senyum manisnya.
Gadis ini sungguh manis, guman Rachel dalam hati.
"Aku ada tugas wawancara dari salah satu majalah mengenai apakah perpustakaan masih disukai di era digital sekarang ini. Kamu penjaga perpustakaan kan? Perkenalkan namaku Rachel Thomson dan Ini temanku Ben Aslon!"
Fairy menjabat tangan kedua orang yang ada di depannya.
"Saya Fairy Ayudisha!"
"Nama yang sangat cantik. Secantik orangnya!" Ben mengeluarkan kalimat beracunnya yang membuat Rachel harus menginjak kaki temannya itu.
"Ya. Silakan !" Kata Fairy lalu ia pun duduk kembali ditempatnya semula.
Rachel pun memulai sesi wawancaranya setingannya. Sebenarnya ia hanya memberikan kesempatan pada Ben untuk mengambil foto Fairy sebanyak mungkin dan merekam percakapan mereka dalam sebuah video.
"Terima kasih ya atas waktumu. Aku sungguh senang bertemu denganmu!" kata Rachel lalu menjabat tangan Fairy.
"Aku juga sangat senang bisa berkenalan denganmu!" ujar Ben sambil mengeluarkan senyum manisnya.
Rachel dan Ben pun meninggalkan perpustakaan itu.
"Ben, bagaimana menurutmu?" tanya Rachel saat keduanya sudah berada didalam mobil.
"Dia cantik alami, tanpa make up. Aku suka gadis seperti itu. Dan aku pastikan kalau dia masih perawan"
"Ben...ini bukan masalah perawan atau tidak. Maksudmu, apakah gadis itu hendak menipu Arnold dengan persyaratannya untuk minta dinikahi atau dia sengaja memberikan persyaratan itu karena ingin menolak Arnold karena perbedaan status sosial?"
"Aku pikir gadis itu tidak bermaksud menjebak Arnold. Dia mungkin sengaja melakukannya karena ia tak yakin dengan perasaan Arnold padanya. Aku sudah mengenal begitu banyak gadis dalam hidupku jadi aku yakin dia gadis yang pantas Arnold perjuangkan. "
Rachel mengangguk "Ayo kita cetak fotonya agar Arnold senang"
**********
Noah dan Susan terkejut saat memasuki apartemen Arnold dan menemukan foto seorang gadis ada di mana-mana.
"Siapa gadis ini?" tanya Noah.
"Pasti ini gadis yang membuat bos uring-uringan selama ini. Cantik. Wajah Asia"
"Apanya yang cantik? Dia tak ada apa-apanya dibandingkan dengan nona Amelia" kata Noah sedikit mencibir.
__ADS_1
Arnold keluar dari kamarnya "Jangan bandingkan peri cantikku ini dengan siapapun. Karena dia memang tak ada bandingnya" kata Arnold sambil menatap kurang suka pada Noah.
"Maaf bos, aku takut gadis ini akan menjebak bos." kata Noah terus terang.
"Dia tak akan menjebakku. Karena dia justru menolak cintaku"
Susan dan Noah saling berpandangan. Tak percaya kalau gadis sederhana itu menolak bos mereka.
"Sekarang kalian pergi ke restauran yang alamatnya sudah kutuliskan padamu. Belilah kentang berger dan minuman jus orange. Lalu berikan surat ini pada gadis yang bernama Fairy Ayudisa. Awas kalau surat ini tak sampai di tangannya. "
Kedua asistennya itu sangat bingung karena perintah yang diberikan oleh Arnold. Namun keduanya pun segera pergi ke tempat yang dimaksud. Saat mereka sudah berada di dalam restauran, mata mereka langsung tertuju pada seorang gadis cantik yang berdiri di depan meja kasir.
"Selamat datang....!" sapa Fairy.
""Selamat siang. Kamu mau pesan kentang, berger dan orange jus. semuanya dalam ukuran jumbo!" kata Susan sambil menatap Fairy dengan seksama.
Pantasan si bos jatuh cinta. Dia memang cantik! batin Susan.
"Mau makan di sini atau dibawa pulang?" tanya Fairy.
"Di bawa pulang!" kata Susan lagi.
Fairy pun menyiapkan pesanan mereka. Sedangkan Noah masih menatap gadis itu dengan perasaan curiga.
"Mana mungkin dia menolak bos kita? Aku rasa dia sedang merencanakan sesuatu!" bisik Noah.
"Dia cantik. Aku suka!" ujar Susan.
Noah menatap Fairy dengan tatapan kurang suka.
Aku harus menghubungi nona Amelia kalau keadaannya sudah begini. Nona tak boleh lama-lama merajuk.
"Nih....!" Fairy memberikan pesanan mereka. Susan mengeluarkan sebuah kartu. Fairy pun mengambil kartu itu dan menggeseknya.
"Terima kasih ya sudah datang ke sini. Semoga suka!" kata Fairy dengan senyum ramahnya.
"Ini untukmu!" kata Susan sambil menyodorkan sebuah amplop.
"Ini apa?"
"Namamu Fairy Ayudisa kan?"
"Iya."
"Ini dari bos kami. Arnold Manola. Permisi!" Susan segera menarik tangan Noah dan meninggalkan tempat itu.
Fairy membuka amplop itu dengan jantung yang berdetak cepat.
Hai...kamu kan bilang kalau aku tak boleh meneleponmu, mengirim pesan atau menemui secara langsung. Tapi mengirim surat tidak masuk dalam persyaratanmu kan? 😍😍
Aku hanya ingin mengatakan kalau aku sangat rindu padamu. Aku sudah mencoba membuang rindu ini namun rasanya tak bisa.
Tak bisa bertemu denganmu, tak bisa mendengar suara indahmu, sungguh membuatku sangat tersiksa. Aku rasanya ingin segera berlari dan memelukmu sangat erat. Karena aku tahu, kamu juga merindukan aku kan?
Fairy...aku ingin kau tahu, cintaku ini bukan pura-pura
sayangku ini bukan sebuah obsesi. Cintaku ini adalah sebuah kepastian. Aku ingin kau menjadi bagian hidupku. Aku ingin kau menjadi wanitaku. Dan jika menikahimu merupakan jalan satu-satunya agar aku bisa memilikimu, maka aku akan melamarmu di tgl 27 Agustus nanti.
yang sangat merindukanmu---------Uncle Arnold.
Tangan Fairy bergetar memegang surat itu. Perasaannya bagaikan terbang melayang. Fairy bahagia. Ia merasa bahwa ada sejuta kupu-kupu yang berterbangan di perutnya. Namun tiba-tiba gadis itu menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Jadi dia akan melamarku? Aku akan menjadi istrinya? Ya Tuhan, aku belum siap untuk menikah. Aku masih kecil.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA PART INI
FAIRY JADI NGGAK YA MENERIMA LAMARAN ARNOLD?
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE YA..