
Fairy memarkir mobilnya di basemant apartemen Robert. Ia mengeluarkan kartu akses untuk bisa masuk ke apartemen Roberr. Untunglah dia belum membuang kartu itu. Setelah masuk, ia langsung menuju ke lift dan naik ke lantai 10.
Fairy membunyikan bel dan pintu terbuka. Namun bukan Robert yang membukanya melainkan Amelia.
"Kau....!" Langkah Fairy terhenti di depan pintu namun Robert tiba-tiba saja menariknya dan segera menutup pintu.
"Robert, ini sakit!" Pekik Fairy sambil memegang tangannya yang ditarik paksa oleh Robert.
"Mana lebih sakit dibandingkan saat aku tahu kalau kamu tidur dengan Arnold Manola? Mana lebih sakit saat menjelang pernikahan kita, kamu justru lari bersama Arnold?" Teriak Robert sambil mendorong tubuh Fairy sehingga gadis itu jatuh ke sofa.
"Kau mau apa? Jika bicaranya seperti ini lebih baik aku pulang saja!" Fairy berdiri dan bermaksud akan pergi namun Amelia tiba-tiba menghadangnya dan langsung menamparnya secara keras. Fairy bahkan dapat merasakan kalau sudut bibirnya berdarah karena tamparan itu.
"Kau, gadis sok lugu yang dulu membuat Arnold meninggalkan aku kan? Aku tidak akan pernah melepaskanmu kali ini!" Amelia menarik rambut Fairy sehingga rambut Fairy yang disanggul itu terlepas.
"Lepaskan!" Fairy berhasil mendorong tubuh Amelia sehingga gadis itu langsung jatuh dan kepalanya mengenai meja makan.
"Aow....!" Amelia menjerit kesakitan.
"Apa yang kau lakukan?" Robert menarik tangan Fairy dan melemparkan gadis itu ke sembarang tempat. Tubuh Fairy terbentur pada lemari. Ia menjerit kesakitan karena perutnya sakit.
Robert mendekati Amelia."Sayang, kau tidak apa-apa?"
"Kepalaku sakit. Aku akan membunuh wanita itu!" Amelia berang namun Robert menahan tangannya. "Sudah, jangan sakiti dia lagi. Sekarang, aku akan memperkosanya seperti yang kita rencanakan. Kau tahu kan kalau aku tak pernah merasakan tubuhnya. Dan setelah itu aku akan mengancam Arnold agar memberikan rekaman video itu." Robert tersenyum dengan wajah senang. Ia mendekati Fairy yang sedang duduk lemas di atas lantai sambil memegang perutnya.
"Jangan Robert! Jangan lakukan itu...!" Fairy mundur sambil menggerakan badannya. Sungguh, ia tak sanggup untuk berdiri.
"Aku akan tetap melakukannya."
"Aku sedang datang bulan, Robert. Aku mohon jangan!"
"Kau bohong!"
"Tidak! Kau boleh merabanya jika tak percaya!"
Robert meraba bagian inti tubuh Fairy. Ia dapat merasakan kalau ada sesuatu yang tebal. "Sial! Seharusnya sekarang aku sudah bersenang-senang dengan tubuhmu itu." Robert menjadi kesal. Tangan besarnya langsung menampar Fairy dengan sangat keras dan menyebabkan gadis itu pingsan.
"Kita harus memindahkannya. Aku akan menunggu sampai masa datang bulannya selesai, barulah aku akan menanamkan benihku salam rahimnya. Aku akan lihat, bagaimana Arnold akan menerimanya kembali saat sudah ada bayiku dalam perutnya " Kata Robert sambil tertawa.
Amelia tersenyum licik. "Aku punya rencana agar Arnold kebakaran jenggot. Buka bajunya."
**********
__ADS_1
Joe memandang Ezekiel. "Aku yakin kalau Fairy masih hidup. Orang yang melakukan ini padanya hanya ingin mengancam Arnold."
"Bagaimana jika ini ulah dari paman Fairy yang ingin menguasai kembali kerajaan itu? Aku akan mengatakannya pada nenek Anna saja." Arnold sangat khawatir.
"Bukankah mereka sudah saling memaafkan? Bukankah juga pamannya Fairy sudah dihukum melalui hukum kerajaan mereka?"Joe mencoba mematahkan prasangka Arnold.
"Tunggu, Arnold. Jangan bertindak sembarangan. Biarkan anak buahku bekerja bersama dengan polisi. Mereka telah mengambil gps yang ada di mobil Fairy. Kita akan segera tahu, kemana Fairy pergi hari ini." Kata Ezekiel sedikit berbisik. Ia mengajak mereka pergi dari lokasi kejadian, menuju ke apartemennya yang tak jauh dari situ.
***********
Noah masuk ke dalam apartemen Ezekiel begitu Arnold memanggilnya.
"Ada apa bos?"
"Kau masih berhubungan dengan asistennya Amelia?" Tanya Arnold kurang sabaran.
"Iya. Ada apa?"
Arnold menatap Joe.
"Kami melihat di CCTV halaman apartemen Robert, ada Amelia dan asistennya datang ke sana. 5 jam kemudian, mobil Fairy pun masuk ke sana. Kami tak melihat kalau mereka keluar. Mungkin lewat belakang. Tapi CCTV bagian belakang rusak." Kata Joe.
Noah terkejut. "Jadi maksudnya, Amelia dan Robert terlibat dengan hilangnya putri?"
"Aku baru selesai chating dengannya. Sebentar ya aku tanya lagi." Noah mengeluarkan hp nya. Ia menelepon Luisa pacarnya yang adalah asisten Amelia.
"Hallo honey, aku sedang free nih. Kita ketemuan, yuk! Oh....begitu ya, memangnya kamu dimana? Oh..., terus kapan kita bisa ketemu? Ok baby...love you."
Noah menarik napas panjang. "Katanya ia ada di luar kota. Ia juga nggak terlalu tahu tempatnya dimana jadi dia nggak bisa datang."
"Minta dia share lokasinya." Ujar Joe.
Noah mengirim pesan pada Luisa.
Sayang, share lokasi ya...
aku nggak tenang saat nggak tahu
kalau kamu ada dimana.
Tak sampai 5 menit, Luisa sudah mengirim lokasinya. "Ini Daerah pantai." Kata Joe setelah melihat lokasi yang dikirimkan Oleh Luisa.
__ADS_1
"Ayo kita ke sana. Aku yakin kalau Robert yang menyembunyikan Fairy. Pasti dia kesal karena hubungan mereka berakhir." Ujar Arnold tak sabar.
"Kita harus menyusun strategi, anak buah Robert banyak. Jangan sampai mencelakakan putri." Joe mengingatkan.
Akhirnya mereka pun menuju ke sana setelah mengatur srategi yang ada.
********
Fairy membuka matanya. Ia berada di sebuah ruangan berwarna putih. Ia bahkan sudah berganti pakaian. Badannya terasa sakit semua. Perlahan Fairy bangun.
"Di mana aku ini?" guman Fairy sambil memegang pinggangnya yang terasa sakit. Kepalanya pun agak pusing.
Pintu kamar terbuka. Robert masuk sambil membawakan nampan berisi makanan.
"Sayang, ayo makan!"
"Robert, dimana ini? Mengapa kamu berbuat semacam ini? Terimalah kenyataan bahwa kita sudah berpisah."
Robert meletakan makanan yang dibawahnya di atas nakas. Ia naik ke atas tempat tidur.
"Sayang, aku memang mendekatimu awalnya hanya karena menginginkan tahtamu. Lalu aku terobsesi karena tak pernah bisa menidurimu. Namun sekarang, aku baru sadar kalau aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu."
Fairy menarik tangannya yang hendak dipegang oleh Robert.
"Kau sudah bersama, Amelia. Mengapa kau tidak bersama dia saja?"
Robert menggeleng. "Aku tidak mencintainya. Dia hanya teman di atas ranjang saja karena aku tak bisa mendapatkannya darimu. Aku mohon Belinda, menikalah denganku. Aku tak bisa tanpa kamu. Aku sungguh mencintaimu." Robert menarik Fairy dalam pelukannya. Mata cowok itu sudah berkaca-kaca. "Maafkan aku sudah bersikap kasar padamu. Aku tak bermaksud menamparmu." Robert melepaskan pelukannya. Tangannya perlahan menyentuh pipi Fairy. Membelainya dengan penuh kasih. Ia ingin mencium bibir Fairy namun Fairy buru-buru memalingkan wajahnya membuat Robert hanya bisa mencium pipinya saja.
"Makanlah, sayang. Malam ini kita akan pergi dengan kapalku. Aku akan menjauhkanmu dari penyanyi sok ganteng itu. Aku akan membuatmu bahagia di tempat kita yang baru. Aku yakin kau akan mencintaiku." Robert turun dari tempat tidur. Ia kemudian meninggalkan kamar membuat.
Isak Fairy perlahan terdengar. Ia memeluk dirinya sendiri. Hatinya hancur saat membayangkan kalau ia akan terpisah dengan Keegan. "Keegan.....!" desis Fairy memanggil nama putranya.
Sementara Robert yang sudah berada di luar rumah, segera mendekati anak buahnya. "Bagaimana persiapannya?"
"Dua jam lagi kita siap berlayar, bos."
"Kalau boleh dipercepat. Aku takut nantinya anak buah Ezekiel akan mengetahui tempat persembunyian kita. Di mana Amelia dan asistennya?"
"Ada di vila mereka. Bos, apakah mereka akan ikut juga?"
"Tidak. Amelia akan tinggal di sini. Aku tak sudi membawanya. Kita akan meninggalkan mereka secara diam-diam. Awasi terus tempat ini." Perintah Robert lalu kembali masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Dapatkah Arnold datang tepat waktu?
Sampai junpa di part berikutnya