SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Menemukan


__ADS_3

Keegan sudah terlelap sambil memeluk bantal kesayangannya. Wajah tampanny terlihat sangat bahagia karena bisa bersama papa dan mamanya.


Arnold keluar dari kamar Keegan dan menuju ke kamar Fairy. Di lihatnya Fairy baru saja keluar dari kamar mandi. Rambut panjangnya yang sangat Arnold sukai dibiarkannya tergerai.


"Kenapa wajahmu pucat?" Tanya Arnold.


"Aku merasa mual dan muntah lagi." Jawab Fairy sambil memegang perutnya.


"Efek mabuknya belum hilang ya?"


"Mungkin. Aku memang paling nggak bisa naik kapal." Fairy duduk di atas sofa. "Mana Keegan?"


"Sudah tidur."


"Aku mau tidur di kamar Keegan." Fairy melangkah melewati Arnold namun sebelum ia mencapai pintu, Arnold sudah menahan tangannya dan membawa perempuan itu ke dalam pelukannya.


"Tempatmu di sini. Bersamaku."


"Tidak, Arnold!" Fairy mendorong tubuh Arnold namun pria itu namun tangan Arnold sangat erat memeluknya.


"Aku percaya kalau kau masih menyimpan cinta untukku. Aku dapat melihat itu di matamu, sayang."


"Arnold, kau tahu kalau aku harus pergi. Aku harus menikahi Robert. Aku tak bisa membuat keluargaku malu."


"Keluargamu tak perlu malu jika mereka tahu kelakuan Robert yang sebenarnya"


"Arnold, aku mohon."


Arnold melepaskan pelukannya dan menatap Fairy. Tangannya menghapus air mata wanita yang sangat dicintainya itu. "Apakah kau harus mengorbankan kebahagiaanmu, kebahagiaan Keegan hanya demi menyenangkan orang lain?"


"Aku bukan Fairy lagi! Aku adalah putri Belinda. Aku adalah putri mahkota yang harus menjalani tugasku dengan baik."


Arnold melepaskan pelukannya. "Kau setega itu meninggalkan aku lagi?"


Air mata Fairy jatuh. Kata-kata Arnold sangat menyakiti hatinya. "Arnold, bukankah kau pernah berkata akan melepaskan Fairy dalam hidupmu?"


"Ya. Itu aku ucapkan setelah bertemu denganmu lagi. Aku pikir kamu adalah perempuan yang bisa menggetarkan hatiku lagi. Siapa yang sangkah kalau ternyata kalian adalah orang yang sama? Jadi sebenarnya, sepanjang hidupku ini, aku tidak pernah bisa melupakan Fairy."


Fairy menarik napas panjang. Matanya memantap sebuah gunting yang ada di atas meja. "Kalau begitu, aku menghapus semua kenangan diantara kita." Kata Fairy lalu meraih gunting itu dan bermaksud untuk memotong rambutnya namun Arnold dengan cepat meraih gunting itu walaupun pada akhirnya, tangan Arnold harus terluka karena tertusuk gunting itu.


"Arnold...!" teriak Fairy kaget.


Arnold melemparkan gunting itu lalu memegang telapak tangannya yang tertusuk.

__ADS_1


"Di mana kotak P3K nya?" Tanya Fairy semakin gugup melihat banyak darah yang keluar dari tangan Arnold.


"Di laci nakas itu!"


Fairy membuka laci nakas dan mengeluarkan kotak P3K nya. Ia segera membersihkan luka Arnold dan membalut tangan Arnold dengan kain khas dan menutup luka itu.


"Darahnya sudah berhenti." Kata Fairy lalu membersihkan semua yang dipakainya untuk membalut luka Arnold. Setelah ia selesai mencuci tangannya dengan sabun di kamar mandi, ia keluar lagi.


"Aku akan ke kamar Keegan!" Ujarnya.


"Tidak!" Kata Arnold tegas. Ia mendekati Fairy, tangannya yang tidak terluka memeluk pinggang gadis itu. Ia kemudian sedikit menunduk dan langsung mencium Fairy di bibirnya. Ciuman itu begitu lembut menggoda, merayu dan menghadir senyar ke seluruh tubuh Fairy. Perempuan itu sebenarnya ingin menolaknya. Namun ciuman itu sungguh menghanyutkannya. Hati Fairy mengatakan kalau ini salah. Tapi entah mengapa tubuhnya begitu merespon sentuhan Arnold.


"Ar...nold...!" Fairy berkata lirih, seakan protes saat Arnold melepaskan ciumannya.


"Ayo pindah ke ranjang, sayang!" Kata Arnold dengan kabut gairah yang tak tertahankan lagi. Ia mendorong Fairy untuk berbaring. Kemudian kembali menciumi wanitanya dengan rasa memiliki yang mendalam. Arnold bersumpah dalam hatinya, tidak akan pernah melepaskan Fairy pergi.


***********


"Mommy.....! Daddy.....!" Pintu kamar terbuka membuat Arnold dan Fairy tersentak bangun dan hampir menjerit karena menyadari bahwa mereka dalam keadaan polos. Untunglah ada selimut tebal yang menutupi tubuh mereka.


"Hai, sayang!" Fairy dengan gugupnya duduk sambil menahan selimutnya agar tidak jatuh.


Keegan menatap pakaian yang berserakan di atas lantai. "Kenapa baju Daddy dan mommy ada di lantai? Apakah kalian tidur tidak pakai baju?"


"Daddy dan mommy memang tidur nggak pakai baju, sayang. Soalnya semalam udaranya panas." Kata Arnold tenang.


"Oh....gitu ya." Keegan mengangguk. "Boleh main di luar bersama Alphonso?"


"Ya, nak. Pergilah." Jawab Arnold.


Keegan segera berlari keluar kamar tanpa menutup pintu kamarnya membuat Arnold harus bangun dan menutup pintu itu. Fairy memalingkan wajahnya. Ada rasa malu yang tiba-tiba menyerangnya saat memikirkan bagaimana panasnya percintaan mereka semalam. Fairy tak habis pikir, bagaimana ia bisa begitu menginginkan Arnold padahal seminggu lagi ia akan menikahi Robert.


"Kenapa kau memalingkan wajahmu?" Tanya Arnold yang sudah kembali naik ke atas tempat tidur.


"Tidak." Fairy membaringkan tubuhnya membelakangi Arnold.


"Sayang....!" Tangan Arnold sudah memeluk pinggangnya, membuat sesuatu dalam diri Fairy seakan bangun kembali. Arnold sendiri sebenarnya hanya ingin memeluk Fairy, namun ia dapat merasakan kalau tubuh Fairy seakan bergetar, bergerak dengan gelisah apalagi saat tangan Arnold ada dibagian perut Fairy yang memang sangat sensitif baginya.


Arnold menempelkan tubuhnya lalu mencium leher Fairy. "Arnold..., sudah..., jangan ah...." Fairy mendesah saat merasakan kalau ciuman Arnold dibelakang telinganya sungguh menggoda dan menenggelamkannya dalam lautan gairah yang ingin dituntaskan. Fairy akhirnya membalikan tubuhnya dan langsung mencium bibir Arnold dengan hasrat yang ingin segera dituntaskan.


"Kita harus cepat, sayang. Keegan bisa masuk lagi." Kata Arnold saat Fairy sudah memposisikan dirinya di atas Arnold.


**********

__ADS_1


Saat Fairy sudah selesai mandi, ia turun ke bawa dan menemukan Arnold sedang memasak sarapan untuk mereka.


"Biar aku saja." Kata Fairy.


"Kau duduklah, sayang. Sebentar lagi ini selesai. Aku yakin kalau kau masih capek." Ujar Arnold dengan nada sedikit menggoda. Ia tak percaya begitu agresifnya Fairy sejak tadi malam sampai pagi ini.


Wajah Fairy langsung bersemu merah mendengar perkataan Arnold. Ia sendiri tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lalui bersama.


"No....! Let me go...! Mommy....!" terdengar teriakan Keegan dari halaman. "Mommy....! Help me!"


Terdengar suara Alphonso yang menyalak dengan keras.


Arnold dan Fairy saling berpandangan. "Itu Keegan."


Arnold langsung mematikan kompor dan berlari keluar diikuti Fairy.


Keduanya terkejut melihat Robert sudah menggendong Keegan yang sedang berteriak dan minta di lepaskan.


"Robert, lepaskan anakku!" Teriak Fairy lalu mendekati Robert. Ia menarik Keegan dari pelukan lelaki itu namun anak buah Robert justru menahan Fairy.


"Lepaskan dia!" Arnold mendekat untuk menarik Fairy tapi 3 anak buah Robert yang berbadan besar justru membuat Arnold tak bisa bergerak.


"Apa maumu, Robert?" teriak Fairy. Ia tak tahan melihat anaknya yang bergerak ingin dilepaskan tapi Robert begitu kuat menekan tubuhnya.


"Kembali bersamaku! Aku tak peduli jika kamu sudah tidur dengannya. Kamu harus menikah denganku." Kata Robert tegas.


"Baik. Aku akan kembali denganmu, tapi lepaskan anakku dulu." kata Fairy sambil memangis.


Robert melepaskan Keegan. Anak kecil itu justru berlari ke arah Arnold.


"Lepaskan daddyku!" teriak Keegan sambil mengigit tangan salah satu anak buah Robert yang memegang Arnold. Merasa sakit, pria berbadan besar itu mendorong tubuh Keegan membuat anak itu jatuh dan terguling di tanah yang berbukit.


"Keegan....!" teriak Arnold dan Fairy bersamaan. Entah kekuatan dari mana yang Arnold dapatkan, ia berhasil melepaskan diri dari cengkraman 3 lelaki itu dan segera menyusul anaknya.


"Lepaskan...!" Fairy yang sudah dipegang oleh Robert berusaha juga melepaskan dirinya. Robert terbakar emosi saat Fairy ingin lepas darinya. Ia mendorong Fairy dengan kasar membuat Fairy terjatuh dengan sangat keras.


"Robert...!" Arnold secara tiba-tiba sudah berada dihadapan Robert dan melayangkan satu tinjunya diwajah Robert. Ketika anak buah Robert akan bergerak, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata yang diarahkan ke atas.


"Well pangeran Robert, nasibmu sungguh malang. Aku pastikan rekaman kejadian ini akan muncul di semua stasiun TV di seluruh dunia." Kata Ezekiel Thomson dengan tatapan membunuhnya yang muncul dengan kamera yang ada ditangannya. Di belakang Ezekiel sudah berdiri Joe, dan puluhan pria berpakaian hitam dan berbadan besar.


Makasi sudah baca part ini sampai selesai


terus dukung aku ya dengan cara like, komen dan vote

__ADS_1


__ADS_2