SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Aku Minta Maaf


__ADS_3

Arnold menginjak rem mobilnya secara mendadak saat melihat tangan Fairy yang hendak membuka sabuk pengamannya.


"Fairy...., kamu akan membahayakan dirimu sendiri!" ujar Arnold kesal sambil menahan tangan Fairy.


"Memangnya dengan mengemudi secara ugal-ugalan seperti itu, kamu juga tidak akan membahayakan kita berdua?" seru Fairy kesal sambil menarik tangannya yang dipegang oleh Arnold.


Arnold menunduk. Tangannya begitu kuat memegang stir mobilnya. Napasnya masih turun naik dengan cepat menandakan kalau emosinya masih belum stabil.


Fairy melepaskan sabuk pengamannya. Ia membuka pintu mobil dan segera turun. Begitu cepatnya mobil Arnold meninggakan kota sehingga keduanya kini sudah berada di luar kota. Di jalananan yang agak sepi.


Mata Fairy dengan awas melihat alam di sekelilingnya. Dia tak ingin nantinya ada yang mengenali mobil Arnold sehingga bisa mengenal mereka. Ternyata ada sungai di sana. Fairy pun melangkahkan kakinya ke arah sungai tanpa berpamitan pada Arnold.


Perlahan emosi Arnold menjadi stabil. Ia tak mengerti dengan dirinya saat ini. Rasa ingin selalu dekat dengan Fairy membuatnya langsung tersulut emosi saat Fairy mengatakan kalau ia tidak bisa pergi dengan Arnold karena harus menemani dosennya. Dan emosi Arnold semakin bertambah saat melihat kalau dosen itu adalah Thomas. Pria tampan dan mapan. Keduanya nampak asyik saat menikmati makan siang dengan begitu lahapnya. Fairy bahkan beberapa kali tertawa lepas.


Momen manis seperti itu rasanya tak akan bisa dialami oleh Arnold. Di samping karena Fairy yang tak ingin hubungan mereka diketahui oleh orang banyak, status Arnold sebagai artis terkenal pasti akan membuatnya tak nyaman karena akan di kejar-kejar para fans.


Andai aku bukan penyanyi terkenal, tentu saat ini aku dengan mudahnya dapat pergi ke asramanya, dapat makan di mana saja, dapat nonton di bioskop dengan gembira layaknya orang kencan.


Arnold menarik napas panjang. Haruskah ia sesali jalan hidupnya sebagai seorang penyanyi setelah ia mengenal Fairy? Arnold tak pernah seperti ini dengan pacar-pacarnya yang lain. Hubungannya dengan gadis-gadisnya dulu terbuka didepan umum. Walaupun terkadang untuk kencan, para pengawalnya harus berjaga ekstra ketat dari serangan fans yang terkadang brutal.


Sedangkan Fairy, begitu banyak membuat peraturan dalam hubungan mereka dan anehnya, Arnold tak mampu membantahnya. Begitu sayangkah ia pada gadis itu? Inikah yang dinamakan budak cinta? Saat kita sudah terjerat didalamnya maka kita akan siap melakukan apa saja untuknya?


Arnold merasa takut saat tahu kalau ada pria yang dekat dengan Fairy. Ia begitu takut kalau mereka bisa membuat Fairy berpaling darinya.


Begitu lamanya Arnold merenung, sampai ia tak menyadari bahwa Fairy sudah tak ada di sampingnya. Arnold pikir Fairy hanya akan berdiri di sekitar mobilnya. Namun ternyata ia sudah tak ada.


Kemana Fairy, ya? Apakah dia sengaja meninggalkan aku?


Arnold menelepon Fairy. Namun hp Fairy ternyata ditinggalkan bersama tasnya di dalam mobil.


Arnold menjalankan mobilnya lagi, dan memarkirnya agak ke tepi, lalu ia turun dan mencari Fairy.


Langkahnya terhenti ketika dilihatnya di dekat sungai, ada seorang gadis yang sedang berdiri sambil memeluk dirinya sendiri.


Udara di sore ini memang agak dingin karena sebentar lagi akan memasuki musim gugur.


Arnold mendekat sambil terus memperhatikan gadis yang sudah membuatnya sangat cemburu hari ini. Rambut panjangnya yang sangat lurus itu nampak bergerak indah ditiup angin.


"Sayang.....!" Arnold tiba-tiba memeluk Fairy dari belakang. Mencium kepala Fairy dan menghirup harum rambutnya.


"Maafkan aku. Aku begitu cemburu sampai tak sadar telah membuatmu takut dengan membawa mobilku sangat kencang."

__ADS_1


Fairy hanya diam. Perasaannya masih kesal. Namun ia juga tak menolak pelukan Arnold yang menghangatkan tubuhnya. Pelukan yang juga menghangatkan hatinya. Seolah-olah sedang mencairkan suasana hatinya yang sedang membeku.


Lama mereka dalam posisi seperti itu, Sampai akhirnya Arnold membalikan tubuh Fairy. Keduanya saling berhadapan. Tinggi Fairy yang hanya sampai didagu Arnold membuat Arnold harus memegang dagu, mendorongnya sedikit ke atas sehingga keduanya bisa saling berpandangan.


"Kau mau memaafkan ku?" tanya Arnold dengan tatapan mata teduhnya.


Fairy tersenyum. "Aku juga minta maaf padamu. Kamu pasti kesal karena sudah menungguku dan aku justru pergi dengan dosenku"


Arnold menunduk, sehingga dahi dan hidung mereka bersentuhan. Tangannya yang ada didagu Fairy kini sudah melingkar dibahu Fairy, sementara tangannya yang satu sudah melingkar dipinggang tunangannya itu.


"Aku cemburu pada Thomas, ia bisa pergi dengan bebas bersamamu. Sementara aku, yang adalah tunanganmu, harus sembunyi-sembunyi bila akan ketemu." kata Arnold pelan tanpa menjauhkan jarak diantara mereka.


Tangan Fairy pun melingkar erat dipinggang Arnold "Maafkan aku, Ar! Aku harap kamu akan mengerti dengan semua ini."


Arnold mengecup dahi Fairy lalu mengeratkan pelukannya "Sayang, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu, sampai aku begitu takut kau akan direbut oleh orang lain."


"Hei...uncle. Apakah kamu tidak percaya padaku?" tanya Faith sambil mendongakkan kepalanya dan menatap Arnold tanpa berkedip.


Arnold tersenyum. "Aku sangat percaya padamu. Hanya saja semua pria yang mendekatimu sangat tampan dan mapan."


"Di mataku, kau lebih tampan dari mereka semua"


Ucapan Fairy membuat Arnold menjadi senang. Ia langsung menunduk dan mencium bibir manis Fairy yang memang sedari tadi ingin diciumnya. Fairy memejamkan matanya, menyambut ciuman Arnold dengan seluruh rasa cinta yang ia miliki untuk pria itu.


kata Fairy saat ciuman mereka berakhir.


"Ok. Aku ke mobil dulu untuk mengambil jaket dan matras" kata Arnold lalu segera menuju ke mobilnya.


Saat ia kembali, jaketnya dipakaikannya pada Fairy lalu ia membuka matras dan diletakan di atas tanah. Arnold duduk dan meminta Fairy untuk duduk di sampingnya.


"Ar, jika kita menikah nanti, apakah kamu akan tidur denganku?"


Pertanyaan Fairy membuat Arnold tertawa "Sayang, pertanyaan macam apa itu? Tentu saja kita akan tidur bersama."


"Eh...., maksudku..eh..." wajah Fairy sedikit merona saat akan mengatakan isi hatinya itu "Mak-sudku, a-pakah kita akan making love?"


Arnold terpana mendengar pertanyaan Fairy. Ia tahu kalau Fairy belum pernah punya pengalaman dengan pria manapun juga. Tapi apakah Fairy harus sepolos ini?


"Orang yang sudah menikah tentu saja wajib melakukan itu. Kenapa?" tanya Arnold sambil memegang pipi Fairy dengan tangannya.


Fairy menunduk. "A-ku, belum ingin hamil"

__ADS_1


Arnold mengangguk. Ia mengerti apa yang Fairy takutkan. "Sayang, aku juga belum ingin memiliki anak. Aku belum siap untuk itu. Pekerjaanku masih sangat banyak. Aku juga tahu kalau kamu ingin menyelesaikan kuliahmu. Jadi, kau dapat menggunakan alat kontrasepsi"


Fairy menatap Arnold. Terlihat masih ada sesuatu yang menganjal di hatinya "Ar....., aku bukanlah perempuan yang berpengalaman. Kamu mungkin sudah terbiasa dengan mantan-mantanmu yang sudah biasa de....ngan hubungan intim. Sementara aku....."


Arnold langsung menutup mulut Fairy dengan tangannya "Jangan diteruskan lagi. Aku mengerti apa maksudmu. Percayalah padaku, mengetahui bahwa aku akan menjadi lelaki pertama yang menyentuh hatimu, yang akan menyentuh tubuhmu, membuatku sangat bahagia dan bangga. Kita pasti akan melaluinya dengan manis saat malam pertama kita. Kamu tidak perlu takut saat aku akan menyentuhmu. Mengerti?"


Fairy mengangguk dengan pipi yang merona. Arnold mencubit pipi Fairy dengan gemasnya.


"Kau jangan menolak aku saat malam pertama kita ya?"


"Memangnya setelah menikah harus langsung melakukan itu?" tanya Fairy kembali menatap Arnold.


"Sekarang saja aku sementara menahan hasratku untuk tidak menyentuhmu secara berlebihan" kata Arnold dengan gaya tak tahu malu.


Pengakuan Arnold membuat Fairy terkejut. Ia mencubit tangan Arnold "Dasar genit!"


Arnold hanya terkekeh. Ia bahagia karena disatu sisi Fairy kadang bersikap terlalu dewasa dari umurnya, namun disisi lain Fairy masih sangat polos. Arnold tahu bahwa gadis ini sudah menempati tempat paling istimewa dalam hidupnya.


**********


Jam 11 malam, Arnold mengantar Fairy ke asramanya. Mobil Arnold berhenti agak jauh dari gedung asrama untuk menghindari orang banyak.


"Sayang, apakah besok kita bisa ketemu lagi?" tanya Arnold saat mobilnya berhenti.


"Aku hanya bisa malam, Ar. Karena besok aku akan mengikuti seminar mulai jam 4 sore sampai jam 8 malam di aula kampus"


"Kamu pasti akan sangat capek. Tapi aku ingin bertemu denganmu walau hanya1 jam saja"


Fairy mengangguk "Ok. 1 jam, tidak lebih. "


Arnold mencium bibir Fairy dengan lembut. Sebenarnya dia enggan melepaskan gadis itu namun dia juga tahu kalau Fairy harus istirahat dan belajar.


"Have a nice dream, honey!" bisik Arnold lalu melepaskan pelukannya.


"Have a nice dream my love." Ujar Fairy sebelum turun dari mobil.


God, buatlah dia menjadi milikku selamanya..


Arnold mengucapkan doanya sebelum meninggalkan kompleks asrama mahasiswa.


GIMANA PART INI???

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA


__ADS_2