SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Suksesnya Lagu Forever


__ADS_3

Sudah seminggu ini Arnold sibuk mengerjakan proyek lagu FOREVER bersama dengan Edward Kim dan Sabila. Untuk lagu ini, Edward memang tak main-main. Ia ingin menjadikan lagu ini sebagai lagi terbaik sepanjang hidupnya. Makanya ia mengajak pianis hebat Edward Kim dan pemain biola yang hebat Sabila Martinos asal Spanyol untuk mengiringi lagu ini.


Arnold begitu bersemangat saat lagu Forever selesai direkam. Ia berusaha membujuk Edward dan Sabila agar jadwal mereka yang padat boleh disesuaikan dengan rekaman lagu ini dan pembuatan video clipnya.


Hari ini pun pembuatan video clip akan dilaksanakan. Sekalipun Fairy sudah menolaknya habis-habisan namun Arnold berhasil membujuknya agar mau terlibat dalam video clip yang sangat romantis ini. Arnold tak mau menggunakan model lain. Dia ingin Fairy-lah yang akan menjadi bagian dalam lagu ini.


Demi video clip ini, Fairy pun bolos kuliah. Sejak jam 7 pagi, Fairy sudah didandani oleh seorang make up artis. Rambut panjang Fairy yang lurus telah dibuat bergelombang dan diwarnai dengan kuning keemasan. Awalnya Fairy protes dengan warna rambutnya, namun saat dijelaskan bahwa warna rambut itu akan hilang saat Fairy mencucinya, ia pun menjadi tenang. Fairy mengenakan mahkota bunga dengan gaun hijau. Matanya yang berwarna coklat, sudah dipakaikan softlens berwarna hijau pula. Sepatu hak tinggi berwarna sama dengan gaunnya.


"Sayang, jangan lihat kameramen dan kru yang ada di sana. Lihatlah padaku saja. Ciumlah aku sebagaimana kita saling berciuman tanpa ada orang yang melihatnya. Maka semuanya akan berjalan dengan baik-baik saja." Kata Arnold sebelum Fairy tidur semalam.


Dalam video clip itu, Fairy bagaikan peri yang sedang memetik bunga dan Arnold sang pangeran yang jatuh cinta padanya. Keduanya saling bertatapan dengan penuh cinta, lalu akhirnya mereka berciuman dengan sangat mesra. Arnold melingkarkan sebuah cincin dijari manis Fairy sebagai tanda cinta abadi.


Taman yang penuh bunga, ada pemain piano dan biola, sangat menunjukan sisi romantis lagu ini.


"Arnold, baru kali ini aku membuat video clipmu tanpa harus diulang-ulang. Kau dan gadis itu sangat menghayati perannya. Aku suka." Kata Nick sang sutradara.


"Aku yakin hasilnya akan luar biasa." Kata Arnold sambil melirik ke arah Fairy yang sedang berbincang dengan Edward.


"Aku juga yakin video clip ini akan menjadi video clip terbaik. Siapa gadis itu? Maksudku dari agensi model apa? Aku suka dengan wajah Asianya." Nick ikut menatap ke arah Fairy.


"Ben Aslon yang memilihnya. Mungkin salah satu model di agensi mamanya." Jawab Arnold. Ada rasa cemburu dalam hatinya saat Nick memuji Fairy.


"Gadis itu meminta agar namanya jangan dimasukan ke dalam Video Clip." Kata Arnold mengingatkan.


"Ya. Aku sudah membacanya dalam kontrak. Aneh juga ya. Biasanya orang akan senang jika namanya di kenal orang. Tapi sudahlah, itu kan keputusannya. Tugasku hanya mengambil gambar dan tugasmu adalah membayarku dan gadis itu." Tawa Nick membuat Arnold tertawa juga.


Tak jauh dari situ, Edward dan Fairy sedang menikmati secangkir kopi sambil bercerita beberapa hal.


"Sampai kapan kalian akan main sembunyi seperti ini? Begitu dekat tapi pura-pura cuek. Kalau aku, rasanya tak mampu membiarkan orang yang kusukai berada di dekatku namun tak bisa ku sentuh."


Fairy hanya tersenyum mendengar perkataan Edward. "Aku tak mau kehidupanku di kejar-kejar oleh wartawan. Aku masih ingin bebas ke kampus, jalan-jalan atau bekerja di perusahaan. Impianku masih begitu banyak yang belum tercapai. Sebenarnya tak pernah bermimpi untuk punya suami diusiaku yang masih muda ini. Namun kita tak tahu kemana hidup akan mengarahkan langkah kita kan?" Ujar Fairy sambil mengangkat bahunya.


"Arnold benar saat ia mengatakan tentang dirimu." Kata Edward.


"Memangnya apa yang dia katakan tentang aku?" Fairy sangat penasaran.


"Pemikiranmu sangat dewasa dibandingkan dengan usiamu."


Fairy hanya terkekeh. "Suamiku itu sering berlebihan menilaiku."


"Dia terlalu mencintaimu. Namun aku tahu penilaiannya benar tentangmu."


"Ed, apakah kamu punya pacar?" Tanya Fairy mengalihkan pembicaraan.


"Ya. Kami baru saja jadian. Namanya Jesica"


"Aku yakin kau sangat mencintainya."


"Dari mana kamu tahu?"

__ADS_1


"Matamu bersinar penuh cinta saat kau menyebut namanya."


Edward tertawa. "Arnold sungguh beruntung memilikimu."


"Kenapa?"


"Kau sungguh bisa mengerti hati orang yang jatuh cinta."


"Mata adalah jendela hati, Ed. Dari sanalah terpancar isi hatimu."


Edward mengangkat jempolnya. "Aku kagum padamu!"


"Eh, jangan sembarangan mengangumi gadis ini. Dia sudah punya suami" Cicit Arnold yang tiba-tiba saja muncul dari arah belakang Fairy.


Fairy menoleh dengan kaget. "Ar, mereka bisa mendengarkanmu." Kata Fairy sedikit berbisik. Para kru masih membereskan peralatan syuting mereka.


Edward hanya tersenyum melihat betapa posesifnya Arnold pada istrinya. Dalam hati Edward berharap kisah cintanya akan seindah kisah Arnold dan Fairy.


********


"Sayang, mengapa kamu tak pernah menggunakan kartu yang aku berikan padamu?" Tanya Arnold saat keduanya baru saja selesai gosok gigi setelah makan malam.


Fairy yang sudah duduk di depan meja belajarnya, menatap Arnold sambil tersenyum. "Ada. Aku menggunakannya untuk membeli bahan-bahan makanan dan keperluan dapur lainnya."


"Aku tahu. Karena setiap kali kamu transaksi maka semuanya akan muncul di ponselku. Tapi kamu tak pernah gunakan untuk makan di restoran, belanja di mall atau membeli sesuatu untuk dirimu."


"Aku sudah punya segalanya, Ar. Baju-baju yang ada di lemari itu belum semua aku gunakan. Sepatu, tas, dan asesoris yang lain sudah kamu siapkan sebelum kita menikah. Apa lagi yang harus ku beli? Aku lebih suka memasak dari pada makan di restoran."


Fairy menatap Arnold. "Aku bahagia saat bersamamu. Itu lebih berarti dari apapun juga."


Arnold menunduk dan menghadiahkan satu kecupan di puncak kepala Fairy. "I love you, my wife." Katanya lalu ciumannya turun ke leher Fairy, menggoda dengan napas panas yang menyentuh permukaan kulit gadis itu.


"Ar, aku ada tugas yang harus ku kerjakan. Jangan menggoda." Fairy mendorong wajah suaminya dengan pelan.


"Tugas apa?" Tanya Arnold lalu kembali mencium tengkuk istrinya.


"Ar....!" Fairy menggeliat.


"30 menit saja."


"Nggak bisa. Tugasku banyak."


"15 menit saja."


"Ar, tunggu sampai tugasku selesai." Kata Fairy tegas. Arnold pun mengalah. Ia menjauhi istrinya dan memainkan ponselnya.


10 menit kemudian....


"Sayang, lihatlah video clip kita, baru 1 jam diunggah sudah ditonton ratusan ribu kali. Komentarnya juga sangat banyak. Mereka suka dengan lagunya, suka dengan videonya. Astaga, selama aku mengeluarkan sebuah lagu, baru kali ini komentarnya langsung sebanyak ini." Kata Arnold dengan luapan kebahagiaan. " Aku yakin, lagu ini akan mendapat banyak penghargaan." Lanjut Arnold.

__ADS_1


Fairy yang sedang membaca, mengalihkan pandangannya dari buku ke arah suaminya. "Benarkah? Aku sungguh tak mengira akan seheboh ini."


"Edward dan Sabila juga mengirim pesan padaku. Mereka tak menyangka kalau lagu ini akan langsung meledak."


"Lagu itu menjadi hebat karena musiknya juga. Alunan lembut biola, dipadukan dengan denting piano yang syahdu, dan suara merdumu, menjadikan forever lagu yang sempurna untuk didengar."


Arnold menatap istrinya. "Jangan lupakan syair lagunya, sayang. Setiap kata yang tertuang dalam puisi itu sebuah gambaran cinta yang luar biasa. Seperti itulah cinta kita. Ah, aku jadi tak sabar untuk menceritakannya pada dunia bahwa lagu ini adalah lagu tentang pernikahan kita." Kata Arnold dengan luapan kebahagiaan.


Fairy melepaskan buku yang dipegangnya. Ia melangkah mendekati suaminya. "Ar, aku bahagia bersamamu. Apakah hubungan kita diketahui atau pun tidak diketahui oleh dunia." Kata Fairy dengan senyum manisnya.


"Tugasmu sudah selesai?" Tanya Arnold lalu menarik tangan istrinya dan membuat Fairy duduk dipangkuannya.


"Aku gagal fokus."


"Kenapa?"


"Kamu menganggu konsentrasiku dengan sambutan heboh lagu Forever kita."


Arnold melingkarkan tangannya di pinggang Fairy. "Jadi?" Tanyanya menggoda.


"Jadi apa?" Wajah Fairy langsung bersemu merah.


"Bisa aku teruskan yang tadi?" Tanya Arnold.


"Membahas lagu kita?" Fairy balik bertanya membuat Arnold menjadi gemas.


"Bukan. Membahas tentang ranjang kita dulu." Kata Arnold dan langsung mengangkat tubuh Fairy dan membawanya ke tempat tidur. Saat tubuh Fairy sudah berbaring, Arnold langsung menempatkan dirinya di atas istrinya.


"Ar, aku mau mengerjakan tugasku." Kata Fairy sambil berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan suaminya.


"Aku janji tak akan lama." kata Arnold parau. Ada kabut gairah yang terpancar dari matanya.


"Mana mungkin tak lama.Nanti aku kelelahan dan langsung tidur."


"Makanya kamu diam-diam saja di bawah. Biar aku yang banyak bergerak."


"Mana bisa hanya diam saja." Fairy menyentil dahi Arnold dengan wajah yang semakin merah.


"Ya sudah. Ikuti saja kata hatimu." Kata Arnold lalu mulai mencium leher istrinya.


"Janji ya tak akan lama. 30 menit saja." Kata Fairy mengingatkan."


"1 jam sayang.."


"45 menit."


"Baiklah. 59 menit" Kata Arnold dan langsung membungkam bibir istrinya dengan ciuman agar berhenti berbicara.


MAKASI SUDAH BACA...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA


__ADS_2