SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Song In My Life 2 (episode 4)


__ADS_3

Saat pemberkatan nikah antara Grace dan Caleb berlangsung, Keegan tak melihat lagi gadis berkerudung putih di atas balkon. Hati Keegan kembali gelisah. Ia tak bisa menemukan gadis itu.


"Keegan, ada apa?" Tanya Fairy melihat putranya duduk dengan tidak tenang.


"Tidak!" Keegan buru-buru tersenyum. Mungkin bahasa tubuhnya membuat mamanya menjadi curiga padanya. Untunglah Sofia tak terlalu memperhatikannya karena terlaku sibuk melayani curhatan Kimberly yang sedang berbunga-bunga karena Jisoo tersenyum padanya.


Dasar ABG!!


Selesai acara pemberkatan, mereka pun foto bersama. Keegan penasaran namun ia tak bisa berbuat banyak. Di lihatnya mata mamanya selalu tertuju padanya.


Mereka pun menuju ke hotel, tempat pelaksanaan resepsi pernikahan.


Ballroom The Thomson Hotel yang bisa menampung 3 ribu tamu pun sudah disulap menjadi ruang pesta bernuansa white-green.


"Acaranya masih satu jam lagi baru akan dimulai namun para tamu sudah banyak yang hadir." Kata Sofia sambil menatap kagum semua dekorasi ruangan yang memang sangat megah dan mewah.


"Maklumlah, yang menikah ini adalah anak dari 2 keluarga besar yang sangat terkenal di London ini. Masih merupakan keluarga bangsawan." Ujar Keegan yang duduk di sampingnya.


"Kalau aku saat menikah, ingin sesuatu yang sederhana. Aku bahkan ingin yang hadir hanya teman dekat dan keluarga saja. Bagaimana menurutmu?"


"Ya. Aku juga maunya begitu."Kata Keegan. Ia melihat Meloddy yang sedang duduk sendiri.


"Sofia, aku menemui Meloddy dulu ya?" Pamit keegan. Sofia mengangguk. Keegan langsung melangkah ke tempat duduk Meloddy. Dia ingat tadi ada janji dengan Meloddy.


"Hai, mana Mommy dan daddymu?"


"Daddy sedang menemani ibu ke toilet. Ibu sepertinya sedang tidak enak badan. Makanya daddy menemani."


"Terus, bagaimana perkembanganmu dengan Erland?"


Meloddy menunduk. "Sejak pulang dari rumah pantai, kami sama sekali belum bertemu. Daddy melarangku untuk ketemu dengan Erland. Kami hanya saling videocall dan mengirim pesan."


"Kayak pacaran ABG saja."


"Erland kan memang masih ABG."


Keegan menggeleng. "Erland mungkin masih muda, namun dia sangat dewasa. Aku mengatakan ini bukan karena dia saudaraku, melainkan karena aku mengenalnya sejak kecil. Dia memang sudah menyukaimu sejak dulu."


Meloddy nampak sedih.


"Mau aku pertemukan dirimu dengan Erland?"


Mata Meloddy bersinar. "Benarkah?"


"Tapi temani aku dulu ke kamar Caleb dan Grace. Aku mau memberikan ponsel Caleb yang pada saat pemberkatan tadi diserahkannya padaku."

__ADS_1


Meloddy langsung berdiri. Ie mendekati Min Jun yang sedang duduk bersama Jisoo tak jauh dari meja mereka.


"Kakak, aku dan Keegan mau ke kamar Caleb dan Grace ya? Tolong bilang ke daddy dan ibu." Pamit Meloddy. Ia segera mengikuti langkah Keegan. Keduanya naik lift menuju ke kamar termewah di hotel ini yang letaknya ada di lantai paling atas.


Saat pintu lift terbuka, mereka melihat kalau Grace dan Caleb justru keluar dari kamar mereka saling berpegangan tangan.


Meloddy akan memanggil namun Keegan menutup mulut gadis itu.


"Kita lihat mereka akan kemana." Kata Keegan melihat gerakan mencurigakan pasangan suami istri itu.


Kamar yang ada di lantai paling atas hotel ini memang khusus di tempati oleh keluarga Thomson. Ada 3 kamar di lantai atas ini. Ada kolam dan taman yang ditata sangat indah. Setiap kamar memiliki fasilitas dapur dan ruang tamu. Di lantai atas ini juga ada landasan helikopter yang letaknya paling ujung.


Caleb dan Grace berjalan ke arah taman. Keegan dan Meloddy mengikutinya dari jarak jauh. Mereka tak ingin ketahuan karena Caleb terlihat memeriksa seluruh bagian lantai atas ini sebelum menuju ke satu sudut.


"Mereka mau apa?" Tanya Meloddy penasaran.


"Apa mereka mau cium-ciuman dulu? Nggak tahan nanti selesai pestanya?"


"Bukan, Mel. Mereka sepertinya mau bertemu dengan seseorang." Kata Keegan sambil menghentikan langkah mereka. Ia dan Meloddy tak bisa lebih dekat lagi karena tak ada pohon atau bunga yang akan menghalangi tubuh mereka. Dari kejauhan, terlihat seorang perempuan keluar. Ia mengenakan kerudung putih dengan gaun berwarna putih juga.


Jantung Keegan bagaikan berhenti berdetak. Ia ingat dengan gadis berkerudung putih yang dilihatnya di atas balkon. Sayang sekali, lampu di tempat mereka berdiri agak redup cahayanya. Sehingga Keegan tak bisa melihat dengan jelas wajah gadis itu. Namun hatinya mengatakan kalau itu adalah Zelina.


Ponsel Keegan tiba-tiba berbunyi. Keegan cepat mengangkatnya sebelum kedengaran oleh Caleb .


"Hallo, Erland? Ada apa?" Tanya Keegan.


Keegan sebenarnya tak ingin pergi. Namun ia tahu bagaimana kerinduan Meloddy dan Erland yang tak bisa bertemu.


"Ayo ikut denganku!" Keegan menarik tangan Meloddy, menuju ke lantai 8 hotel ini.


"Ada apa?" Tanya Meloddy bingung. Ia sendiri masih penasaran siapa gadis yang Caleb dan Grace temui.


"Kekasihmu menunggu." Kata Keegan saat mereka sudah didalam lift.


Meloddy langsung tersenyum senang.


Mereka segera menuju ke kamar 8001 begitu keluar dari lift.


Meloddy dan Erland langsung berpelukan saat Erland membuka pintu kamar.


"Aku sangat merindukanmu sayang." Kata Erland.


"Aku juga!"


Keegan bahagia melihat mereka. "Waktunya hanya 30 menit ya? Aku akan kembali menjemput Meloddy." Kata Keegan. Ia segera membalikan badannya untuk keluar dari kamar itu namun sebelum membuka pintu kamar, ia membalikan badannya dan menatap pasangan yang sedang berciuman itu.

__ADS_1


"Erland....! Meloddy...!"


Keduanya menoleh ke arah Keegan.


"Hanya sebatas ciuman ya? Jangan yang lebih. Kau belum mendapat restu dari paman Ed."


Erland mengangkat jempolnya. "Ok, bos!"


Keegan pun keluar kamar sambil tersenyum. Ia kembali menuju ke lantai atas. Namun sebelum ke lantai atas, Keegan harus kembali turun ke lantai bawa karena lift khusus yang mereka pakai tadi, harus menggunakan kode jika akan naik. Itu semua dibuat oleh pihak hotel supaya tak ada tamu yang akan naik ke lantai yang khusus dibuat untuk pemilik hotel.


Saat Keegan tiba di sana. Grace dan Caleb serta gadis berkerudung putih itu sudah tak ada. Keegan pun menuju ke kamar Caleb dan Grace. Seorang pelayan membukakan pintu. Terlihat Grace sementara diperbaiki make up nya sedangkan Caleb sedang berbincang dengan Faith dan Ezekiel.


"Paman, bibi...!" Sapa Keegan dengan sopan.


"Keegan. Ayo ke sini!" Ajak Ezekiel. Ia mengulurkan segelas sampanye pada Keegan.


"Terima kasih, paman." Ujar Keegan. Ia pun mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Caleb karena situasi tak memungkinkan.


"Caleb, ini ponselmu!"


Caleb menerima ponselnya dan segera memasukan ke saku yang ada dibagian dalam jasnya.


"Setelah Caleb, sebentar lagi kita akan berpesta untuk Keegan." ujar Faith.


Keegan hanya tersenyum.


"Putri Sofia adalah pasangan yang cocok untukmu. Kau pangeran dan dia putri. Dia juga gadis yang baik dan cerdas. Paman suka dengan aktifitasnya di bidang kemanusiaan." Kata Ezekiel.


"Iya. Sofia memang baik. Makanya kau jangan menyakitinya." ujar Caleb.


"Memangnya aku pernah menyakiti gadis?" Keegan balik bertanya.


Caleb langsung tertawa. "Iya. Aku lupa kalau kau masih perjaka."


Keegan tak tersinggung dengan ucapan Caleb. Semua orang juga tahu kalau dia tak pernah punya pacar. Beberapa gadis yang diisukan sebagai pacarnya, hanya dianggapnya teman biasa.


********


Pesta pernikahan Caleb dan Grace pun dilaksanakan dengan sangat meriah. Namun Keegan kurang menikmatinya. Ia mencari sosok gadis berkerudung putih yang ia yakini akan hadir di acara resepsi ini. Diantara ribuan tamu yang hadir, Keegan pun melihat gadis itu. Ia mengenakan kaca mata hitam dan duduk di paling sudut bagian belakang.


Saat pesta selesai, para tamu pun beranjak pulang, Keegan melihat gadis itu berdiri. Ia nampak mengusap air matanya. Lalu keluar melalui pintu samping. Keegan mengejarnya sampai di luar ruangan.


"Zelina!" panggil Keegan.


Langkah gadis itu terhenti namun dia tak membalikan badannya.

__ADS_1


What next..????


__ADS_2