SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Milikku, Milikmu juga


__ADS_3

Menjalani hari-harinya sebagai istri Arnold adalah sesuatu yang menyenangkan sekaligus juga kadang membuat Fairy sedikit jengkel.


Arnold adalah suami yang posesif dan sangat cemburu. Apalagi kalau itu mengenai Thomas dan Alex.


Fairy memang sangat menyukai pekerjaannya di perusahaan Alex. Ia banyak belajar bagaimana cara menjalankan bisnis. Sementara Thomas memberikan Fairy banyak ilmu yang berhubungan dengan dunia ekonomi. Fairy sering ikut ke tempat-tempat Thomas membuat seminar. Walaupun terkadang ia harus pulang larut malam dan sedikit membuat Arnold cemberut, namun ia sangat menikmati aktifitasnya itu.


Musim salju telah berlalu. Fairy melewati malam tahun baru yang menyenangkan bersama Arnold. Sesekali Fairy menginap di asrama jika Arnold harus keluar kota untuk jadwal show baik off air maupun on air.


3 bulan sejak lagu Forever dirilis, lagu itu benar-benar mencapai puncak kejayaannya hampir disemua negara yang ada. Bryan Aslon bahkan terobsesi dengan syair lagu itu dan membuat sebuah film dengan judul yang sama.


"Sayang, kita sudah menikah lebih dari 4 bulan namun kamu belum pernah pergi ke rumahku." Kata Arnold saat keduanya sedang masak bersama. Ini adalah kegiatan rutin keduanya setiap hari minggu karena Fairy tak masuk kerja dan Arnold tak akan menerima job menyanyi.


" Di sini kan juga rumahmu." Kata Fairy sambil terus mengiris sayur.


Arnold yang sedang memotong daging, meninggalkan pekerjaannya sebentar, mencuci tangannya lalu memeluk istrinya dari belakang.


"Ini memang rumah kita juga. Tapi aku ingin sesekali kita menginap di sana. Kau sudah menjadi istriku, aku ingin kau tahu juga rumah itu. Tempat aku bekerja dan menyimpan semua tentang diriku di sana."


Fairy membalikan badannya. "Ar, berapa jumlah pelayanmu yang ada di sana?"


"Ada sekitar 20 atau 30 orang. Aku sendiri tak tahu jumlahnya. Kepala pelayanku yang paling tahu. Mengapa?"


"Coba kau bayangkan kalau salah satu diantara mereka buka mulut san menceritakan tentang pernikahan kita, bisa hebohkan?"


"Baiklah. Kalau begitu aku akan meminta supaya semua pelayan di hari ini dan besok diliburkan supaya kau mau datang ke sana."


"Tapi, Ar...!"


"Tidak ada tapi-tapian. Sebentar aku mau menelepon kepala pelayanku dulu." Kata Arnold lalu segera berlari menuju ke kamar untuk mengambil hpnya.


***********


Mobil yang dikendarai Arnold berhenti di depan sebuah gerbang pagar yang sangat tinggi dan terlihat kokoh dan mewah. Arnold turun dari mobil lalu menekan layar digital yang ada di sisi kanan gerbang, secara otomatis, gerbang besar itu terbuka dengan sendirinya.


"Aku harus mengerjakan sendiri karena penjaga keamanan di rumahku ini semuanya kuliburkan." Lata Arnold menjelaskan karena Fairy terlihat bingung. Arnold memasuki halaman rumahnya, dan secara otomatis juga pagar itu tertutup dengan sendirinya.


Fairy langsung terkesiap melihat taman bunga yang indah dan sebuah bangunan yang megah berlantai 3 dengan model bangunan khas Eropa modern. Rumah bercat putih itu seperti istana yang indah karena letaknya di tepi sungai Thames.


"Ini rumahmu?" Tanya Fairy setelah menelan salivanya berkali-kali.


"Ya. Ini rumah kita. Ayo turun!" Ajak Arnold sambil membukakan pintu untuk istrinya.


"Ini seperti istana, Ar."

__ADS_1


Arnold melingkarkan tangannya dibahu Fairy. "Ayo masuk nyonya Manola." Ujarnya manis sambil melangkah memasuki teras depan rumah. Ada air mancur yang nampak indah. Saat pintu depan terbuka, Fairy dikejutkan dengan tatanan ruangan yang sangat indah. Ada ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan dapur.


Menatap seluruh bagian rumah ini, Fairy yakin akan tersesat jika dia berjalan sendiri.


Arnold mengajak Fairy berkeliling rumah. Mulai dari lantai 2, yang berisi 4 kamar dan studio milik Arnold, serta lantai 3 yang merupakan daerah pribadi Arnold yang terdapat kamar tidur, kolam renang yang ukurannya tidak terlalu besar serta tempat gym.


Saat Fairy memasuki kamar Arnold yang ukurannya 2 kali lebih besar dari yang ada di Fairy garden, Fairy semakin kagum saja.


Di dinding lorong sebelum memasuki ruang kamar utama, ada foto,-foto Arnold yang digantung. Sejak Arnold Kecil, sampai Arnold dewasa, semuanya ada di sana.


"Waktu kecil kau sangat ganteng ya." ujar Fairy.


"Memangnya sekarang tidak ganteng lagi?" Tanya Arnold dengan wajah yang dibuat sedih.


Fairy menatap suaminya. "Kau tetap ganteng juga. Tapi..."


"Tapi apa?"


"Sedikit menjengkelkan kalau lagi cemburu buta." Kata Fairy dan langsung berlari menghindar saat suaminya itu akan memeluknya.


"Waw....!" Kata itu yang Fairy ucapkan saat melihat isi kamar Arnold! yang dindingnya di cat warna putih dan perabotannya yang berbuansa hitam dan abu-abu.


Ada ranjang king size di tengah ruangan, TV dan 1 set audio. Sofa berbentuk L, meja bulat, walk in closet yang pintunya terbuat dari kaca sehingga langsung menunjukan isinya. Lebih mewah dan elegan dibandingkan dengan kamar yang ada di Fairy garden.


"Kamu suka?" Tanya Arnold sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Memangnya siapa yang menyuruhmu untuk membersihkannya? Aku punya banyak pelayan yang siap untuk mengerjakannya. Tugasmu hanyalah menemani aku tidur di sini." Kata Arnold lalu mencium bahu Fairy dengan kecupan-kecupan kecil yang menggoda, membuat Fairy sedikit merinding dan segera melepaskan diri dari pelukan suaminya.


"Ar, kita belum selesai melihat-lihat bagian rumah ini."


"Nanti saja. Sekarang waktunya bobo siang." Kata Arnold lalu mendorong Fairy untuk menuju ke ranjang besar itu. Setelah Fairy tertidur, Arnold menyalahkan lagu melalui remote yang ada di atas nakas.


Lagu itu ternyata lagu Forever. Keduanya tersenyum bersama. Lagu itu membawa mereka dalam keintiman yang membawa kepuasan bukan hanya raga tapi juga batin mereka.


*******


Pukul setengah lima sore, Fairy bangun dari tidurnya. Ia tesenyum melihat Arnold yang masih tertidur pulas disampingnya. Setelah mengenakan bajunya kembali, Fairy bergegas turun ke bawa. Ia ingin memasak sesuatu karena perutnya terasa lapar.


Dapur yang besar dengan berbagai peralatan masak yang membuat Fairy sedikit pusing karena tak tahu bagaimana cara menggunakannya. Ia pun membuka kulkas dan mencari apa saja yang bisa dimasaknya. Ia juga membuka lemari penyimpanan bahan makanan.


"Aku mau buat tumis brokoli, daging panggang dan kentang bakar." Kata Fairy pada dirinya sendiri.


Fairy asyik memasak sambil mendengarkan musik dari heatset. Ia bersenandung mengikuti lagu dari K-Pop kesayangannya.

__ADS_1


Arnold yang sudah bangun, tersenyum melihat tubuh Fairy yang terkadang ikut bergoyang mengikuti irama lagu yang ada. Ada rasa bahagia yang menggetarkan hatinya melihat istrinya ada di dapur. Ia kelihatan seperti nyonya rumah yang sedang menyiapkan makanan untuk seisi rumahnya.


Fairy yang sudah selesai memasak, terkejut saat merasakan tangan kekar yang memeluknya dari belakang.


"Sayang, kau sudah bangun? Mau makan?" tanya Fairy lalu membalikan badannya dan menatap suaminya.


"Aku belum terlalu lapar."


"Kita lanjut untuk tour house?" Tanya Fairy.


"Boleh."


Fairy mengeringkan tangannya dengan lap. Lalu menutup makanan. Arnold mengeluarkan tempat makanan yang akan membuat makanan tetap hangat selama beberapa jam. Setelah menyimpan semua makanan ke dalam wadah itu, keduanya kembali melakukan tur keliling rumah.


Dari teras samping sebelah kanan, Fairy melihat ada helipad.


"Kau punya helikopter?" Tanya Fairy.


"Ya. Tapi sekarang helikopterku sedang dipinjam oleh sepupuku, Eze. Punyanya Eze sedang di perbaiki karena ditabrakkpan oleh salah satu anak buahnya."


Arnold mengajak Fairy ke bagian belakang yang ada sungai. Ada sebuah dermaga kecil dan sebuah kapal kecil, berkapasitas untuk 20 orang.


"Kau sering bepergian dengan kapal, Ar?"


"Ya. Kadang aku berlayar sendiri untuk menenangkan hatiku kalau sedang bosan dengan aktifitasku."


Mata tajam Fairy terpana melihat tulisan yang ada di kapal itu. AMELIA....


Ada sesuatu yang menggores hati gadis itu. Arnold yang melihat perubahan air muka Fairy langsung mengikuti arah pandang istrinya itu. Ia baru sadar kalau Amelia sendiri yang meminta namanya ditulis di sisi luar kapal itu dengan sangat besar. Kapal ini memang dibeli saat Arnold dan Amelia belum lama jadian.


"Maaf sayang, aku belum menghapus nama itu." Kata Arnold sambil mengutuk dirinya sendiri yang melupakan tulisan di kapal itu.


"Tak masalah, Ar. Kalian kan dulu pernah pacaran. Jadi wajarlah kalau nama Amelia ada di kapal itu. Amelia sudah pernah ke sini?" Tanya Fairy sambil tersenyum.


"Ya." Jawab Arnold singkat. Ia tak mau menjelaskan lebih dalam kalau Amelia setiap kali datang ke London selalu menginap di sini. Ia tak pernah ke hotel karena Amelia sangat menyukai rumah Arnold ini.


"Kita lihat sisi rumah yang lain?" Tanya Fairy.


Arnold menarik Fairy untuk masuk dalam pelukannya. Walaupun istrinya itu tak mengatakan apapun, namun Arnold tahu kalau Fairy terluka.


"Sayang, Amelia memang pernah datang ke sini sebagai kekasihku. Kami pernah menikmati kebersamaan di sini. Namun dia hanya masa laluku yang sudah terkikis habis oleh besarnya cinta yang kumiliki untukmu. Makanya aku sudah lupa kalau kapal ini ada tulisan namanya." Arnold melepaskan pelukannya, menangkup kedua sisi pipi Fairy dengan tangannya. Wajah mereka begitu dekat sehingga tatapan mata pun bertemu. "Aku menunjukkan semua ini padamu, karena kau adalah istriku. Kau harus tahu bahwa apa yang kumiliki adalah milikmu juga. Aku sudah berjanji di hadapan Tuhan untuk menjagamu sampai maut memisahkan kita. Jika kita kembali lagi ke sini, kapal itu tidak akan ada lagi karena aku akan membeli kapal yang lain, yang bertuliskan namamu dan namaku."


"Ar, terima kasih karena mencintaiku sebesar ini." Kata Fairy tanpa bisa menahan air matanya.

__ADS_1


Arnold mencium bibir istrinya. Ia bangga karena sekalipun Fairy masih muda namun ia sangat dewasa dalam menjalani hubungan mereka.


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA


__ADS_2