SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Song In My Life 2 (episode 12)


__ADS_3

Konser di 5 kota besar di negara-negara Eropa sudah selesai dilaksanakan. 2 minggu Keegan terpisah dari Zelina dan ia sangat rindu dengan istrinya itu.


Saat pesawat pribadinya sudah mendarat di bandara, Keegan langsung memerintahkan sopirnya untuk segera ke kerajaan Flower karena Zelina mengirim berita kalau nenek memanggilnya ke sana.


3 tahun sudah pernikahan mereka. Walaupun terkadang Keegan kesal saat mendengar permohonan Zelina untuk mencari selir, namun ia tak pernah marah pada istrinya itu.


2 jam perjalanan dari bandara, akhirnya Keegan tiba di istana. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore saat Keegan tiba. Ia segera menuju ke kastil kedua, tempatnya bersama Zelina berada. Saat ia memasuki kastil, ia langsung memeluk Zelina yang membelakanginya. Zelina saat itu sedang memberi makan ikan-ikan yang ada di kolam.


"Are you miss me?" bisik Keegan.


Zelina tak terkejut menerima pelukan Keegan. Ia sudah sangat hafal bau minyak wangi suaminya itu yang akan langsung tercium dari jarak beberapa meter.


"Yes!"


Keegan membalikan tubuh Zelina. Keduanya kini berhadapan. Keegan mengambil kotak makanan ikan yang masih dipegang oleh Zelina. Ia melepaskannya begitu saja di atas meja kecil yang ada di dekat mereka.


"Mengapa tak menunggu aku di apartemen? Aku kan ingin punya waktu khusus denganmu?" Tanya Keegan sambil membelai wajah Zelina.


"Kita akan punya banyak waktu di sini."


Keegan memeluk Zelina dengan semua kerinduan yang dia miliki. "Kangen. Kita ke kamar ya?" bisik Keegan parau. 2 minggu tak bertemu tentu saja ia sangat kangen.


"Ok!" Zelina mengangguk setuju. Ia juga kangen dengan suaminya.


Keegan memeluk Zelina ala koala. Bibir mereka saling bertautan mesra sementara Keegan membawa istrinya ke kamar merela. Ia ingin menuntaskan semua hasratnya yang selama imi tertahan.


*********


2 jam saling melepaskan rindu, sebenarnya Keegan masih ingin memeluk Zelina di atas tempat tidur. Namun nenek Anna sudah menunggu mereka sehingga keduanya pun mandi secara cepat dan segera menuju ke ruang keluarga istana. Di sana sudah menunggu nenek Anna dan kedua orang tua Keegan.


Arnold dan fairy kelihatan semakin mesra saja walaupun usia mereka tak muda lagi.


"Dad, mommy...!" Keegan langsung memeluk kedua orang tuanya secara bergantian. Setelah itu ia memegang tangan nenek Anna dan mencium punggung tangan wanita yang telah berusia 80 tahun itu. Nenek Anna terlihat masih segar dan sehat.


"Duduklah!" Kata Nenek Anna.


Mereka berlima pun duduk di sofa panjang sementara nenek Anna duduk di depan mereka.


"Fairy sudah menggantikan aku menjadi pemimpin kerajaan ini. Namun Fairy tak mau lebih lama menduduki tahta ini karena dia lebih suka mengurus yayasan amalnya. Syukurlah kalau Zelina sudah bisa membantu Fairy sekarang. Aku yang sudah tua ini, kapan saja bisa mati. Aku butuh kepastian untuk masa depan kerajaan ini. Keegan, kau harus bisa punya keturunan untuk meneruskan tahta ini. Karena itu, aku sudah memilih seorang perempuan yang sehat dan kuat, juga sudah diperiksa tentang kesuburannya. Keegan tak harus menikah dengannya. Kalian hanya akan berhubungan sampai perempuan itu hamil. Setelah anak itu lahir, anak itu akan tercatat sebagai anakmu dan Zelina!"


"Tidak!" Keegan menggeleng.


"Aku setuju!" Kata Zelina.


"Tapi, sayang, bagaimana kamu bisa menyetujui ide nenek Anna?" Keegan menatap Zelina dengan tatapan tak percaya.


"Kee, kalau kamu sebagai penerus kerajaan ini tak memiliki keturunan, maka tahta akan dialihkan pada keturunan yang lain. Kamu punya tanggungjawab terhadap kerajaan ini." Kata Zelina tegas.


Keegan mengusap wajahnya kasar. Fairy terlihat sedih. Ia juga tahu ini bukan ide yang baik. Tapi, Kerajaan memang butuh penerus.


"Aku tidak bisa bersama dengan wanita lain." Keegan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Kee, kita sudah berusaha dengan berbagai macam cara untuk bisa memiliki keturunan. Namun tak ada satu pun yang berhasil." Zelina menatap Keegan dengan wajah penuh permohonan. "Kali ini saja, Kee. Kita setujui usulan nenek Ana."


Keegan berdiri. "Kalau memang syarat untuk menjadi pemimpin kerajaan ini harus memiliki keturunan, maka aku mengundurkan diri sebagai putra mahkota. Aku pikir, Kimberly bisa menjadi colon ratu selanjutnya. Maaf...!" Keegan meninggalkan ruangan keluarga itu dengan langkah tergesa. Terlihat jelas di wajahnya ada rasa marah dan kecewa.


Zelina menatap oma. "Aku akan membujuknya."


"Zel, biarkan dulu Keegan sendiri. Nanti setelah amarahnya redah, barulah kau bicara dengannya." Ujar Fairy yang sudah sangat mengenal pribadi anaknya itu.


Zelina mengangguk. Ia percaya kalau ibu mertuanya pastilah sangat mengenal pribadi anaknya itu.


*******


Keegan tak datang ke ruang makan untuk makan malam. Ia bahkan belum datang ke kastil saat jam sudah menunjukan pukul 11 malam. Menurut penjaga gerbang, Keegan keluar dengan mobilnya dan suaminya itu meninggalkan ponselnya di dalam kamar.


Zelina mulai gelisah. Walaupun ia tahu kalau Keegan tak suka mabuk-mabukan namun, ia mulai gelisah karena suaminya itu tak kunjung pulang. Ia menunggu di teras kastil sambil matanya tak pernah beralih dari jalan masuk kastil itu.


Tengah malam, mobil Keegan akhirnya terlihat memasuki jalan masuk kastil. Zelina bahkan sudah hampir tertidur saat suara mobil Keegan memaksanya untuk membuka matanya.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Keegan saat melihat Zelina yang ada di teras depan.


"Aku menunggumu!"


"Masuklah. Nanti kamu sakit!" Keegan langsung melingkarkan tangannya di pinggang Zelina dan mengajak istrinya itu masuk.


Begitu sampai di kamar, Keegan membuka jaket dan sepatunya, setelah itu ia masuk ke kamar mandi. Zelina pun mengganti pakaiannya dengan gaun tidur lalu menyiapkan juga baju ganti untuk Keegan.


Tak sampai 10 menit, Keegan keluar dari kamar mandi. Ia hanya mengenakan boxer. Ia pun memakai celana pendek berbahan kain halus dan t-shirt polos yang disiapkan Zelina untuknya.


Keegan yang duduk di tepi tempat tidur menatap Zelina dengan wajah dingin. "Jika kau mau bicara tentang usualan nenek Anna, jawabanku tidak!"


"Kalau kau menolak usulan nenek Anna, maka aku akan mengurus perceraian kita!"


"Zelina!" Keegan kaget sekaligus marah mendengar perkataan Zelina.


"Aku ingin menjadi ibu walaupun anak itu tidak lahir dari rahimku. Pihak kerajaan tidak akan mengakui anak angkat sebagai pewaris tahta kerajaan. Karena itu kau membutuhkan wanita lain untuk bisa melahirkan keturunanmu sendiri."


"Zel, kamu tahu kan bagaimana selama ini aku tak pernah mengharapkan wanita lain untuk bersamaku selain dirimu? Selama bertahun-tahun, walaupun aku belum mendapatkan kepastian darimu, aku tak pernah tertarik pada wanita lain. Aku sudah ratuskali dipasangkan dengan perempuan yang secara fisik nyaris sempurna. Pernah beradegan mesra dengan mereka namun tidak sekalipun aku bergairah pada mereka. Karena semua yang kurasakan pada seorang perempuan, hanya untuk kamu."


Zelina menarik napas panjang. "Aku setuju dengan permintaan nenek Anna. Jika tidak, hubungan kita berakhir."


"Kamu egois, Zel!"


"Kalau aku egois, aku tak akan pernah menyetujui usul nenek Anna. Aku yang bermasalah. Maka aku yang harus mencari jalan keluarnya." Zelina naik ke atas tempat tidur. Ia membaringkan tubuhnya sambil membelakangi Keegan. Zelina tak ingin nenek Anna sedih. Zelina juga tahu kalau Kimberly yang manja tak akan bisa memimpin kerajaan ini. Keegan sudah belajar selama 5 tahun untuk bisa menjadi pewaris kerajaan. Zelina tak mau semuanya menjadi sia-sia.


*********


Selama 1 minggu, Zelina dan Keegan saling diam. Zelina sudah bulat dengan keputusannya. Jika Keegan menolak, walaupun berat hati, ia harus bercerai dari Keegan.


"Mau kemana?" Tanya Keegan saat melihat Zelina yang sudah rapih pagi ini. Seminggu tak saling bicara, membuat Keegan rindu bicara dengan istrinya.


"Aku mau ke London!"

__ADS_1


Keegan terkesima menatap kecantikan Zelina. Istrinya itu sekarang lebih padat berisi. Rambutnya sudah panjang seperti dulu. Ia terlihat sangat menarik dengan rambut yang dibiarkan tergerai bergelombang.


"Untuk apa ke London?"


"Mau melihat Grace yang melahirkan anak keduanya."Jawab Zelina tanpa menoleh ke arah Keegan.


"Aku antar!"


"Aku sudah meminta sopir istana untuk mengantarku."


"Aku saja yang antar."


"Aku mau pergi sendiri!"


"Zel, jangan seperti ini padaku!"


"Maumu aku harus bagaimana?" Zelina akhirnya menatap Keegan.


"Aku menyetujui usul nenek Anna."


"Apa?"


"Aku bersedia menerima perempuan lain untuk berhubungan denganku."


"Sungguh?"


"Ya. Aku nggak mau berpisah denganmu!"


Zelina mendekati Keegan. Walaupun hatinya sakit mendengar perkataan Keegan namun ia harus terlihat bahagia. "Terima kasih, sayang!"


Keegan mencium dahi Zelina. "Aku mandi dulu ya?"


"Baik, sayang!"


**********


Caleb dan Grace nampak bahagia dengan kedatangan Keegan dan Zelina.


"Wah, bayinya sangat tampan!" puji Zelina saat melihat anak kedua Caleb dan Grace yang ada dalam gendongan Caleb.


"Iya. Wajahnya agak mirip Grace, ya?" Ujar Keegan.


"Ya. Anak cowok katanya sering mirip mamanya." imbuh Caleb. "Kau mau memeluknya?"


"Tentu saja." Zelina mendekat. Namun tiba-tiba ia merasa pusing.


"Honey!" Keegan langsung memeluk Zelina.


"Aku merasa pusing, Kee!"


Apakah sakit Zelina kambuh lagi?

__ADS_1


2 episode terakhir guys...


__ADS_2