SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Bulan Madu Di Rumah Saja


__ADS_3

Selesai mandi, ganti pakaian dan making love lagi, Arnold dan Fairy melangkah bersama, menuruni tangga dan menuju ke meja makan. Di atas meja, sudah tersedia berbagai macam makanan yang enak dan menggoda selera. Ada juga catatan kecil yang ditinggalkan oleh paman Scott dan istrinya.


untuk makan malamnya, sudah kami simpan


di lemari pendingin. Tinggal dipanaskan saja di dalam microwave. Untuk besok pesan saja makanan


apa yang diinginkan, akan kami buatkan dan antar ke Fairy garden.


selamat menikmati bulan madunya.


Fairy tersenyum membaca pesan itu. Arnold yang berdiri dibelakang Fairy yang juga ikut membaca pesan itu, jadi ikutan tersenyum. Ia mencium kepala Fairy dengan lembut.


"Kita sedang bulan madu, sayang. Dan ini membuatku sangat senang." bisik Arnold.


Fairy melepaskan diri dari pelukan suaminya. "Ayo makan!" ajaknya


"Aku mau disuapin!" rengek Arnold


Persis seperti seorang anak kecil yang meminta makan pada mamanya.


"Dasar manja!" Fairy hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu menyiapkan makanan di atas piring untuknya dan juga untuk Arnold.


Jadilah makan pagi sekaligus makan siang ini dengan acara suap-suapan antara Fairy dan Arnold.


"Rasanya sudah lama sekali aku tak makan sebahagia ini. Terima kasih ya sayang. Kau sungguh melengkapi hidupku" kata Arnold saat keduanya sudah selesai makan.


"Jadi aku hanya pelengkap saja?" tanya Fairy sambil matanya membulat.


"Maksudku kamu bukan hanya pelengkap hidupku. Tapi kamu adalah wanita yang ku nantikan selama ini. Sekarang saat bersamamu, aku merasa sempurna. Dan aku tidak akan pernah kembali seperti dulu jika kamu pergi meninggalkanku" kata Arnold sambil menatap istrinya dengan penuh cinta.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu kecuali kau yang meminta aku pergi"


Arnold mendekat, melingkarkan tangan kirinya di pinggang ramping istrinya, sementara tangan kanannya menangkup pipi Fairy dan membelainya perlahan.


"Aku bersumpah. Demi apapun juga yang ada di dunia ini, aku tidak akan pernah memintamu pergi dari hidupku. Karena semenjak kemarin sampai kapanpun juga, kamu telah menjadi bagian terpenting dalam hidupku."kata Arnold dengan semua rasa cinta yang dia miliki didalam hidupnya.


Mata Fairy menjadi panas. Ia tak sanggup menahan butiran bening itu jatuh membasahi pipinya.


"Hei..., jangan menangis!" katanya lalu menghapus air mata Fairy dengan ibu jarinya.


"Aku bahagia, Ar."


Arnold menarik tubuh Fairy sehingga menempel ditubuhnya. Fairy pun langsung melingkarkan tangannya dipunggung suaminya, membiarkan Arnold menciumi kepalanya berulang-ulang. Dan saat pelukan itu sedikit menjadi longgar, Arnold langsung menunduk, menyentuh Fairy dengan ciuman bibir yang menggoda, membawa istrinya itu dalam nuansa yang penuh cinta dan gairah.


"Ar...!" Fairy melepaskan ciumannya perlahan. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya lalu mendorong suaminya perlahan. Ia tahu, jika dia membiarkan dirinya tenggelam dalam ciuman Arnold yang memabukan itu, mereka berdua akan bercinta di ruang makan ini.


"Kenapa?" tanya Arnold sedikit tak rela ciumannya dilepaskan oleh Fairy.


"Aku mau bersihkan ruang makan dulu ya. Sekarang, maukah kamu membantuku untuk membuatkan jus apel? Aku ingin minum jus apel saat ini. Di kulkas ada banyak apel"


Arnold tersenyum "Sayang, kita kan sedang bulan madu. Orang yang sedang bulan madu itu tak perlu mengerjakan apapun selain bercinta, makan dan tidur"


"Cih...kamu ini. Aku baru tahu kalau kamu genit ya!" Fairy menepuk tangan Arnold yang akan memeluknya lagi.


Arnold hanya tertawa kecil. "Sayang, aku bukan genit. Tapi romantis"

__ADS_1


"Buatkan saja aku jus apel. kalau tidak, kamu tak ku ijinkan mencium aku lagi" ancam Fairy membuat Arnold pura-pura memasang wajah ketakutan.


"Baiklah sayang. Aku akan membuat jus apel untukmu. Karena aku lebih baik tidak makan dari pada tidak menciummu"


Kali ini giliran Fairy yang tertawa. "Dasar gombal!" umpatnya lalu segera membalikkan badannya dan membereskan meja makan.


Arnold pun langsung membuka kulkas, mengeluarkan beberapa buah apel dari sana, dan segera membuat jus untuknya dan istri terkasihnya.


Selesai Fairy membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan yang mereka gunakan, Arnold pun sudah selesai menyajikan jus apel di dua gelas kristal.


"Ar, kita duduk di teras samping sambil menikmati jus nya ya?"


Arnold mengangguk. Ia segera membawa 2 gelas itu, menuju ke teras samping. Di sana ada sebuah kursi gantung yang cukup luas untuk di duduki 2 orang.


"Bangkunya baru ya?" tanya Fairy.


"Iya. Baru di pasang 4 hari yang lalu. Aku yakin kalau kamu akan menyukainya."


"Teras samping ini berhadapan langsung dengan labirin nya. Aku suka!" Fairy menghempaskan pantatnya di atas kursi gantung itu. Arnold pun ikut duduk di samping istrinya lalu melingkarkan tangannya di bahu Fairy dan menarik perempuan itu untuk bersandar di dada bidangnya.


"Sayang, kita bulan madu ke luar negeri, yuk. Aku mau kita pergi ke Swiss. Sekalian mengunjungi makam orang tuaku!" kata Arnold sambil jari-jarinya memainkan rambut panjang istrinya. Sesekali rambut halus Fairy dilingkarkan di jari telunjuknya.


"Aku nggak bisa, Ar. Mulai minggu depan, aku sudah ujian mid semester. Aku juga baru masuk kerja. Kamu tahukan semua itu sangat penting bagiku"


Arnold membuang napas kesal "Tapi aku ingin bulan madunya menjadi romantis. Swiss kan banyak tempat romantisnya"


Fairy mengangkat kepalanya lalu menatap Arnold "Sayang, apakah bulan madu di rumah saja kurang romantis? Aku justru suka di sini. Hanya kita berdua. Tak ada yang menganggu. Romantis itu bukanlah ke tempat mana kita harus berada. Melainkan bersama siapa kita bersama."


Arnold menatap manik coklat itu. Ia selalu terpesona dengan kata-kata yang diucapkan oleh Fairy."Berapa usiamu?"


"Bukan. Aku justru tak percaya kalau kamu itu baru berusia 18 tahun. Soalnya kata-katamu selalu seperti orang yang sudah dewasa." kata Arnold dengan rasa kagum yang tak bisa ia sembunyikan.


"Mungkin karena namaku Fairy!"


"Ya. Peri yang sudah menyihir aku dengan serbuk sari dari bunga cintanya"


Fairy menggeleng "No, uncle. Aku tak pernah menyihirmu. Karena suatu saat sihir itu pasti akan hilang dengan berlalunya waktu. Kau yang jatuh cinta padaku, dan menggoda aku untuk juga jatuh cinta padamu. Cinta kita murni tanpa sihir."


"Aku ikut apa yang kau katakan saja!" ujar Arnold dan langsung mencium bibir istrinya dengan gemas.


Fairy tersenyum sambil menikmati ciuman suaminya. Kali ini, ia membiarkan dirinya larut dalam sentuhan Arnold. Di atas kursi gantung yang sangat membatasi gerakan mereka itu, keduanya sudah larut dalam lautan gairah. Gaun yang dikenakan Fairy bahkan sudah jatuh ke lantai. Angin musim gugur mulai bertiup perlahan membuat kulit Fairy terasa dingin.


"Ar, kita pindah ke kamar saja ya?" bisik Fairy saat ciuman Arnold sudah turun ke lehernya.


"Baiklah sayang!" Arnold langsung turun dan menggendong istrinya untuk masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamar pengantin mereka.


**********


Pengantin baru itu kembali bergulat dalam suasana romantis yang membawa kepuasaan baik fisik maupun batin mereka.


"Masih sakit?" tanya Arnold sambil membawa Fairy ke dalam pelukannya. Tubuh polos keduanya saling menempel dan memberi kehangatan.


"Apanya yang sakit?" tanya Fairy sambil menempelkan pipinya di dada berotot suaminya.


"Itunya..."

__ADS_1


"Itunya apa?"


"Haruskah aku menyentuhnya?"


Fairy tertawa. "Sedikit saja sakitnya."


"Kalau begitu kita harus sering melakukannya"


"Kenapa?"


"Supaya sakitnya benar-benar pergi"


Fairy kembali tertawa. Ia memejamkan matanya. Tubuhnya memang terasa agak lelah.


"Sayang, aku suka rambutmu yang panjang ini. Jangan pernah di potong ya?" kata Arnold sambil membelai rambut Fairy.


"Sejak kecil aku memang tidak pernah berambut pendek. Menurut papaku salah satu keindahan perempuan adalah rambutnya. Aku hanya akan memotong rambutku jika panjangnya sudah melewati pinggangku. Terlalu panjang juga agak repot mengurusnya."


"Rambut panjang mu justru membuat dirimu semakin cantik."


Fairy mencium dada suaminya dengan mata yang masih terpejam. "Kalau dulu aku menjaga rambutku tetap panjang untuk papaku, namun sekarang aku akan menjaganya tetap panjang untuk suamiku"


"Bahagianya kau memanggil aku dengan sebutan suamiku"


"Kau kan memang suamiku" Suara Fairy terdengar makin berat oleh rasa kantuk yang mulai menyerangnya.


"Tidurlah sayang. Aku juga mengantuk." kata Arnold lalu memejamkan matanya.


**********


Jam 5 sore, Arnold terbangun dari tidurnya. Perlahan ia menarik tangannya yang digunakan Fairy sebagai alas kepalanya, lalu ia turun dari tempat tidurnya. Ia memungut celananya yang ada di atas lantai lalu mengenakannya kembali. Setelah itu, Arnold memperbaiki letak selimut agar tubuh polos istrinya dapat tertutupi dengan baik.


Ketika Arnold akan melangkah ke kamar mandi, ia melihat kalau hp Fairy menyala diikuti dengan bunyi getar.


Arnold sebenarnya ingin mengabaikannya namun karena hp nya bergetar terus, Arnold meraih hp itu dan melihat kalau ada beberapa pesan yang masuk dan beberapa panggilan tak terjawab. Ia segera membuka dan melihat ada 20 panggilan tak terjawab dan 14 pesan yang masuk. Panggilan yang paling banyak datangnya dari Thomas dan pesan yang paling banyak juga dari Thomas.


Penasaran, Arnold membuka pesan dari Thomas. Pesan yang lain hanya sebatas basa basi menanyakan kabar gadis itu. Namun pesan yang terakhir, cukup membuat Arnold tak suka. Ia masih ingin bersama Fairy besok.


Hai Fairy, sibuk ya sampai tak mengangkat teleponku? Aku hanya ingin bilang kalau


besok jadi moderatorku lagi untuk seminar ya?


mereka suka jika kamu yang jadi moderatornya.


Jam 14.00 seminar itu akan dimulai. Meterinya aku


kirim lewat email ya?


Arnold menghapus pesan itu bersama dengan panggilan tak terjawab dari Thomas. Ia kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Arnold tak tahu kalau perbuatannya itu akan membuat Fairy sangat marah padanya.


NAH, BAGAIMANA KISAH PERJALANAN CINTA ARNOLD DAN FAIRY??


YANG MANIS-MANIS DULU YA AKU KASIH, PROBLEMNYA NANTI DI BAB 30-AN.


DUKUNG EMAK YANG SATU INI DENGAN CARA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA

__ADS_1


__ADS_2