SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Teman Baru


__ADS_3

Mata Arnold tak lepas dari sosok perempuan bertubuh mungil yang sedang melangkah memasuki panggung. Rambut lurus, mengenakan sepatu bertali dan gaun sederhana berwarna biru selutut. Saat Arnold bisa melihat wajahnya dengan jelas, Arnold berdiri dengan wajah yang sedikit pucat.


Perempuan itu memang kulitnya tak seputih Fairy. Namun rambut lurusnya, tubuh mungilnya, dan bentuk wajahnya justru mengingatkan Arnold pada Fairy.


"Hallo tuan Arnold, saya Linda, mommynya Mike." Perempuan bernama Linda itu mengulurkan tangannya. Arnold menyambutnya dengan perasaan lega. Perempuan ini suaranya sedikit serak. Jauh berbeda dengan suara Fairy yang halus dan merdu.


"Anak anda ini, sangat lucu."


"Terima kasih."


"Tuh kan, apa ku bilang, mommyku itu jatuh cinta padamu uncle Arnold. Mommy senang kan ketemu dengan penyanyi kesayangan mommy?" celutuk Mike membuat wajah mommy nya menjadi merah.


Semua penonton jadi tertawa melihat gaya Mike yang benar-benar lucu.


"Apakah Mike suka menyanyi?" tanya Arnold.


"Ya. Semenjak usianya 2 tahun. Mengikuti idola cilik ini adalah keinginannya sendiri. Ia melihat iklannya di TV dan langsung meminta saya untuk mendaftar di sini." Kata Linda sambil membelai kepala putranya.


"Baiklah, Mike. Semoga berhasil ya..." Arnold kembali ke meja juri, sementara Linda mencium pipi putranya sebelum kembali ke sayap panggung.


Musik mengalun. Dan semua langsung terkesiap mendengar suara merdu Mike.


Namun sampai detak jantung ini berhenti


Sampai ragaku tak bisa lagi kau sentuh


sampai suaraku tak bisa lagi kau dengar


semua yang kumiliki untukmu


semua yang kurasakan padamu


akan berlangsung selamanya


Cinta yang kumiliki untukmu


akan abadi sepanjang sejarah


Arnold menatap Mike yang menyanyikan lagu forever dengan penuh penghayatan. Ia sangat terharu. Banyak memang yang sudah menyanyikan lagu forever ini dalam.berbagai versi. Namun Arnold tak pernah terpesona seperti ini.


Tepuk tangan langsung terdengar saat Mike selesai menyanyi. Para juri saling berpandangan dan Arnold secara tiba-tiba menekan tombol berwarna emas sebagai tanda bahwa Mike langsung melaju ke babak semifinal.


Linda langsung berlari ke tengah panggung dan memeluk putranya.


"Apa artinya, mommy?" Mike bingung.


"Kamu hampir menang, sayang."


"Yes.....!" Mike yang baru mengerti langsung melompat kegirangan. Arnold kembali ke atas panggung dan langsung memeluk Mike.


"Terima kasih, ucle..!"


Cup


Cup


Cup


Arnold terkejut ketika Mike mencium pipinya sampai 3 kali. Ada sesuatu yang menyentak kedalaman hatinya.


"Mike, maukah setelah audisi hari ini kita pergi makan?" tanya Arnold di belakang panggung. Arnold masih memeluk anak tampan itu.


"Setelah ini aku harus pergi belajar, uncle. Jam berapa audisinya selesai?"


"Jam 3 sore."

__ADS_1


"Nanti mommy telepon, uncle. Bolehkan, mom?"


Linda mengangguk.


Akhirnya setelah saling tukar nomor telepon, Mike dan mommy nya pergi. Arnold kembali ke depan panggung.


***********


Sore ini Arnold, Mike dan Linda duduk bersama di sebuah restoran siap saji. Restoran tempat Fairy dulu bekerja. Temannya Giani masih bekerja di sini. Sayangnya Giani tak pernah tahu tentang hubungan Arnold dan Fairy.


"Enak?" Tanya Arnold.


Mike mengangguk dengan mulut yang penuh dengan makanan.


"Aku tak menyangka, penyanyi terkenal seperti anda mau makan di restoran kecil ini." Kata Linda.


"Makanan di sini enak, dan tempat ini punya kenangan khusus bagiku." Kata Arnold sambil tersenyum.Ia sesekali datang ke sini bersama Noah dan Susan untuk menghilangkan rasa rindunya pada Fairy.


Linda hanya mengangguk sambil tersenyum. Lagi-lagi Arnold terkesiap. Mengapa wajahnya mirip Fairy ya?


"Paman, bolehkah aku bertemu lagi denganmu?


"Boleh. Kapan kamu ingin?"


"Kalau paman tidak sibuk."


Arnold mengelus kepala Mike. Lalu secara diam-diam ia mengambil foto Linda dan mengirimkannya pada Joe.


tolong selidiki tentang perempuan ini


Setelah selesai makan, mereka pun berpisah. Arnold pulang dengan perasaan senang. Ia seperti menemukan teman baru yang membuatnya bahagia. Ada satu tempat kosong dalam hatinya yang selama ini dibiarkannya kesepian. Ya Arnold butuh seseorang. Arnold butuh pelukan hangat setiap kali pulang ke rumah. Arnold butuh seorang perempuan.


Di pandanginya foto Fairy. "Sayang, apakah boleh aku menyukai orang lain? Tapi kau tetap yang paling utama dalam hidupku."


**************


"Kau...!"


"Selamat siang Miss Belinda. Saya adalah wakil dari The Thomson Company." Ujar Arnold sambil menutup pintu di belakangnya dan melangkah masuk lalu duduk di depan meja Belinda tanpa di persilahkan.


Belinda nampak menahan geram tapi ia memaksakan sebuah senyum. Ini demi yayasan yang dipimpinnya yang memang membutuhkan banyak dukungan dari orang-orwng kaya di kota ini.


"Jadi, dapatkah kita memulainya?" Tanya Arnold melihat Belinda hanya diam saja.


"Ok." Belinda pun mengeluarkan sebuah file dari dalam lacinya dan menyerahkannya pada Arnold.


"Bacalah! Dan aku akan jelaskan."


Selama kurang lebih 30 menit Belinda menjelaskan tentang yayasannya ini. Arnold bahkan tak memperhatikannya karena ia sibuk mengamati bibir gadis itu, sesekali mencuri pandang ke mata coklatnya dan tangannya yang bergerak saat menjelaskan. Semuanya memang sangat berbeda dengan diri Fairy yang lembut penuh kasih. Tapi Arnold sangat suka dengan semua yang ada di diri Belinda. Ada sesuatu yang membuatnya tertarik untuk mendekati gadis ini.


"Apakah anda boleh mengerti tuan Manola?" Tanya Belinda mengahiri penjelasannya.


"Ha?" Arnold terkejut.


"Anda mengerti atau pikiran anda ada di tempat lain?" Tanya Belinda dengan suara yang terdengar gusar.


"Aku mengerti. Mana mungkin pikiranku ada di tempat lain sementara di sini ada sesuatu yang sangat menyenangkan untuk dilihat?"


Belinda nampak merona namun dia buru-buru membuang pandangannya ke laim tempat. "Kalau sudah tidak ada sesuatu yang akan anda tanyakan, bolehkah saya meminta anda untuk pergi, tuan? Soalnya ada sesuatu yang harus saya kerjakan."


Arnold menatap jam tangannya. "Baru juga jam 12 lewat 20 menit. Aku pikir ini waktunya makan siang. Bagaimana kalau kita makan siang bersama?"


"Maaf, aku mau pulang makan siang di rumah."


"Ayolah ! Kita kan sudah menjadi mitra kerja. Apa salahnya makan siang bersama?"

__ADS_1


"Aku tidak mau menimbulkan gosip dengan jalan bersama artis terkenal seperti anda. Lagi pula, aku harus menjaga nama baik tunanganku."


"Ayolah, ini hanya makan siang. Apa salahnya? Aku akan pesan tempat di restoran yang punya ruangan VVIP. Aku jamin tidak ada wartawan gosip yang akan membocorkan acara makan siang kita."


Belinda nampak berpikir keras.


"Bagaimana?" Tanya Arnold tak sabaran.


"Baiklah. Tapi hanya satu kali ini saja."


"Ok. Sebentar ku hubungi asistenku." Arnold berdiri agak jauh lalu menelepon Noah untuk memesan tempat baginya.


Belinda pun memasukan barang-barang pribadinya ke dalam tasnya, lalu merapihkan rambutnya sebentar.


"Ayo kita pergi!" Ajak Arnold


Mereka pun tiba di sebuah restoran mewah yang agak jauh dari keramaian kota. Mobil Arnold langsung berhenti di depan pintu masuk khusus yang terpisah dari pintu masuk utama. Ada pelayan yang sudah menunggu mereka dan mengantarkan ke ruangan khusus di mana hanya tersedia 1 meja dab 2 kursi.


Setelah memesan makanan, Arnold menatap Belinda . "Putri Belinda, aku ingin menunjukan padamu tentang seseorang yang kukatakan sangat mirip denganmu."Arnold menunjukan foto Fairy yang ada di hp nya.


Belinda memegang hp Arnold. "Sangat cantik. Pacarmu?"


"Istriku!"


"Kau sudah menikah?"


"Ya. Sayangnya, dia sudah meninggal semenjak 5 tahun yang lalu."


"Masih sangat muda. Apakah dia sakit?"


"Meninggal dalam kecelakaan pesawat. Jasadnya saja tak pernah ditemukan."


"Oh...., kamu pasti sangat sedih."


Arnold tersenyum miris. "Aku bahkan sempat berpikir untuk bunuh diri."


"Namun kamu terbukti kuat."


"Ya. Kenangan indah bersama istriku itu yang membuat aku kuat. Aku bahkan tak pernah berpikir untuk mencari penggantinya sampai akhirnya aku melihatmu di pemakaman itu. Ada sesuatu di matamu yang membuat aku tertarik padamu."


"Gombal!" Cicit Belinda dengan wajah juteknya.


"Terserah kamu mau menganggap aku gombal. Yang pasti itu yang kurasakan."


"Tidak sopan mengungkapkan rasa ketertarikanmu pada wanita yang sudah memiliki hubungan dengan orang lain." Kata Belinda dengan wajah serius.


"Sorry. Namun lebih baik jujur dari pada pura-pura kan?"


Belinda hanya menggelengkan kepalanya. Arnold pun tersenyum senang karena gadia itu memilih diam dari pada berdebat dengannya.


Saat makanan sudah dihidangkan, gadis itu makan tanpa banyak berbicara. Akhirnya Arnold yang berinisiatif mengajaknya bicara tentang yayasan. Dan Belinda memang menyambut percakapan itu dengan antusias.


Saat mereka sudah selesai makan dan sedang berjalan menuju ke tempat parkir, masuk pesan dari Joe.


Perempuan yang kau minta untuk kuselidiki


bernama Linda Aliana. Ia berasal dari Jakarta


Baru beberapa minggu ada di London.


Anehnya, alamatnya di Jakarta hanya bersebelahan dengan rumah Nenek Anna


Langkah Arnold terhenti. Apakah ini kebetulan atau ada sesuatu yang berhubungan dengan Fairy?


"Arnold, awas...!" teriak Belinda kaget, seiring dengan tubuh Arnod yang terlempar.

__ADS_1


What next????


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA


__ADS_2