
Susan dan Noah hanya diam saja melihat Arnold yang nampak asyik di dapur sambil membuat makan malam. Ia sama sekali tak mengijinkan kedua asistennya itu membantunya.
"Aku ingin tunanganku itu menikmati makan malam hasil buatanku sendiri tanpa bantuan dari siapapun" kata Arnold menolak bantuan kedua asistennya.
"Lihatlah, bos memasak sambil menyanyi dan menggoyangkan badannya. Ia benar-benar sudah dimabukan oleh cinta" kata Susan.
"Benar. Aku sungguh menyesal pernah membuatnya kesal karena pernah membawa Amelia. Walaupun sebenarnya aku kasihan juga sama Amelia karena menurut asistennya, malam konser itu Amelia pulang sambil menangis di apartemennya. Ia bahkan tak tidur semalaman karena menangis terus" ujar Noah sambil menunjukan beberapa foto yang dikirimkan asisten Amelia kepadanya.
"Kasihan juga ya. Amelia nampak kacau. Namun .au bagaimana lagi. Dia sendiri kan yang minta putus dari si bos. Dan ternyata disaat bos sedang kesal karena permintaan putus Amelia, ia justru ketemu dengan seorang gadis sederhana namun langsung membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama"
"Ya. Begitulah hati. Siapa yang bisa menebak akan ke mana jatuhnya?" imbuh Noah sambil mengangkat bahunya.
"Noah....Susan...kalau sudah jam 5, jemput tunanganku di perusahaan A&B entertaiment ya.." kata Arnold sambil terus bekerja.
"Baik bos. Tapi apakah nona Fairy sudah tahu kalau kami akan menjemputnya?" tanya Susan.
"Ya. Aku sudah mengirim pesan padanya 30 menit yang lalu. Soalnya ia tak mengangkat teleponku. Mungkin masih ada wawancara" ujar Arnold.
"Memangnya nona Fairy bekerja di sana?" tanya Noah penasaran.
Arnold menatap Noah dan Susan dengan senyum bahagianya "Ya. Dia ditawarkan untuk bekerja di sana setelah mengikuti study banding di New York. Luar biasakan? Masih mahasiwa tapi sudah ditawarkan bekerja di sana. Aku sangat bangga padanya. Dia pintar"
"Dan bos sangat mencintainya" imbuh Susan.
"Ya. Aku sangat mencintainya" ujar Arnold dengan mata yang berbinar.
*********
Alex menatap Fairy yang nampak asyik dengan dokumen yang ada ada ditangannya. Seakan tenggelam dengan keasyikan membaca sehingga tak menyadari kalau Alex sudah beberapi kali mengarakan kamera ponselnya dan mengambil gambar gadis itu.
"Minumlah dulu jusmu." kata Alex memecahkan keheningan diantara mereka.
Fairy menoleh sekilas ke arah Alex. Ia pun mengambil gelas yang berisi jus jeruk dan meneguknya sampai setengah, lalu kembali tenggelam dengan dokumentnya.
Sesekali ia terlihat mencatat, menghitung kemudian menganggukan kepalanya. Alex tambah gemas melihatnya.
Tolong siapkan makan sore untuk kami berdua. Pesan dari restoran faforitku. Sekarang.
Alex kembali mengirim sms pada sekretarisnya sambil tersenyum penuh arti. Seumur hidupnya, dia belum pernah ketemu dengan seorang gadis yang langsung menarik perhatiannya seperti yang dirasakannya pada gadis di depan ini. Penampilannya yang nyaris polos tanpa makeup berlebih justru menonjolkan kecantikannya yang alami. Fairy hanya mengenakan lipstick berwarna pink yang semakin menambah kesan alami pada wajahnya.
Alex sedikit memalingkan pandangannya ke arah lain karena ia merasa kalau terus menatap Fairy, justru perasaannya jadi ingin memeluk gadis itu.
Alex pun berdiri dan melangkah ke arah jendela kaca yang di belakang meja kerjanya.
Diusianya yang hampir memasuki angka 26 tahun ini, Alex memang termasuk salah satu pengusaha muda yang banyak disukai oleh banyak gadis. Alex memang pernah punya pengalaman pacaran dengan beberapa gadis, namun tak ada pengalaman langsung suka pada pandangan pertama. Lagi pula Alex tipe pria yang memang tak sembarangan menyukai gadis. Baginya seorang gadis itu harus pintar dan bisa nyambung kalau diajak bicara tentang dunia bisnis yang sementara digelutinya saat ini.
"Tuan Alex...!" Panggil Fairy.
Alex tersenyum. Mendengar namanya dipanggil saja membuat Alex bergetar. suara gadis ini terdengar seksi ditelinga Alex.
Perlahan ia membalikan badannya dan menatap Fairy yang sudah berdiri di depan meja kerjanya. Ia pun melangkah dan duduk dikursi kerjanya lalu dengan gerakan tangan ia meminta Fairy untuk duduk didepannya.
"Ada yang ingin kau tanyakan?"
Fairy menggeleng "Saya sudah selesai membaca analisa ini, komentarnya saya tulis dibagian belakang begitu juga dengan jawaban pertayaan." kata Fairy lalu meletakan dokumen itu di atas meja.
Alex terkejut. Ia menatap arlojinya. Dokumen ini cukup berat untuk dianalisa. Makanya Alex memberikan waktu selama 3 jam. Dan gadis ini justru menyelesaikan hanya dalam jangka waktu 1 jam 30 menit.
Ini sungguh mengejutkan karena Alex selalu memakai dokumen ini untuk menguji para pegawai yang baru. Dan selama ini mereka menyelesaikannya selalu di atas 3 jam. Baru kali ini ada yang menyelesaikannya separuh dari waktu yang telah ditetapkan.
__ADS_1
"Kau sungguh telah menyelesaikannya?" tanya Alex sedikit ragu.
"Iya. Semuanya" jawab Fairy yakin.
Alex mengambil dokumen itu dan membacanya sekilas. Ia lalu menatap Fairy "Boleh aku membahasnya secara langsung?"
Fairy menatap arlojinya. Sudah hampir jam 6. Namun ia begitu ingin mendapatkan kesempatan belajar di perusahaan ternama ini, makanya ia pun mengangguk walau hatinya sedikit gelisah mengingat janjinya dengan Arnold.
Maka mengalirlah percakapan yang hangat dan saling mengisi, membuat Alex semakin kagum dengan kepintaran gadis ini.
"Aku bisa menerimamu menjadi mahasiwa pekerja part time di perusahaan kami. Jam berapa kuliahmu berakhir?"
"Kuliahku semuanya berakhir jam 12 siang karena aku lebih senang mengambil kuliah pagi."
"Berarti kau akan bekerja di sini mulai jam 2 siang sampai jam 5 sore"
"Apakah harus setiap hari? Aku...bekerja juga di perpustakaan dan sebuah restoran siap saji." Fairy agak ragu menyampaikan keinginannya.
"Kau tidak dapat bekerja di 3 tempat sekaligus. Aku menawarkan hari kerjamu dari hari kamis-Sabtu. Tapi khusus hari sabtu kau harus bekerja dari jam 9 pagi karena jam kerja akan berakhir jam 1 siang. Bagaimana?"
Fairy berpikir sejenak. "Baiklah. Kalau begitu, bisa aku pergi sekarang?"
Alex akan menjawab namun Clara terlebih dahulu masuk sambil membawa makan malam bersama dua orang pelayan restoran.
"Makannya sudah datang. Kita makan malam dulu Walaupun sebenarnya ini masih sore. Tak baik menolak rejeki" Kata Alex sambil berdiri dan segera mengajak Fairy untuk ke meja bulat yang ada di sudut ruangan, dimana makanan sudah sudah tersaji dengan sangat rapih dan menggoda. Fairy menatap arlojinya. Sudah pukul 18.35 menit. Namun sekali lagi ia tak kuasa menolaknya.
*********
Arnold berjalan bolak balik di dalam apartemennya dengan sedikit gelisah. Entah sudah berapa panggilan telepon dan pesan yang dia kirimkan pada Fairy namun tak satupun yang dibalas oleh gadis itu.
"Maaf bos, nona Fairy masih berada di dalam gedung itu. Kami sudah bertanya namun satpamnya tidak tahu. Pegawai yang lain juga sudah pulang. Sepertinya nona Fairy sedang lembur." kata Susan saat Edward untuk yang ke-6 kalinya menanyakan keberadaan tunangannya itu.
Sementara itu, Fairy yang baru saja selesai makan malam dengan Alex langsung berpamitan dengan cowok itu dan langsung berlari meninggalkan ruangan itu. Di dalam lift ia melihat hp nya dan sangat terkejut karena ada 67 panggilan tak terjawab dan 31 pesan yang dikirimkan Arnold padanya.
Ada perasaan bersalah yang memenuhi seluruh rongga dadanya karena memang hp nya terpasang mode silent.
Saat pintu lift terbuka, Fairy langsung melihat mobil Noah yang pernah dipakai Arnold untuk menjemputnya.
Saat Fairy mendekat, Susan langsung turun dan menjemputnya.
"Nona, tuan Arnold sudah sangat gelisah menanti anda" kata Susan lalu membukakan pintu mobil bagi Fairy.
"Maaf. Aku tak menyangkah kalau wawancaranya akan memakan waktu yang sangat lama. Apakah kalian sudah memberitahukan pada Arnold kalau aku sudah ada di sini?" tanya Fairy sambil menatap Susan dan Noah secara bergantian.
"Belum. Aku baru akan memberitahukannya sekarang karena bos sepertinya sudah hampir gila di apartemennya" kata Noah lalu meraih hpnya.
"Jangan. Biarkan saja ia tak tahu kalau aku sudah bersama kalian. Eh...kita pergi saja." Fairy memang ingin melihat akan semarah apa Arnold nantinya.
Noah langsung menjalankan mobilnya.
"Apa yang dilakukan Arnold jika ia sedang kesal?" tanya Fairy setelah mendapat satu ide di kepalanya.
"Tuan Arnold biasanya suka berenang." jawab Susan.
"Apakah di apartemen Arnold ada kolam pribadinya?" tanya Fairy.
"Ada. Di dekat ruang tamu, ada pintu kaca yang besar. Di situlah kolamnya berada. Masing-masing lantai di apartemen itu ada yang tersedia kolamnya dan ada yang tidak" kata Noah sambil terus konsentrasi membawa mobilnya.
Fairy pun menyampaikan rencananya untuk membuat Arnold tak akan marah padanya.
__ADS_1
**********
Arnold yang sedang meneguk anggur ditangannya segera menoleh ke arah pintu saat mendengar bunyi bip.
Noah dan Susan masuk dengan wajah sedikit takut. Keduanya saling dorong mendorong.
"Ada apa? Di mana Fairy?" tanya Arnold.
"Eh...anu bos, nona Fairy tak mau ikut dengan kami!" jawan Noah.
"Alasannya apa?" tanya Arnold dengan suara yang sedikit kesal.
"Katanya ia ada janji dengan Cassie untuk mengerjakan tugas bersama." jawab Noah sementara Susan melangkah ke arah ruang tamu dan membuka pintu kaca. Matahari yang masih bersinar membuat air kolam nampak bercahaya. Di musim panas ini, kota London masih terang walaupun sudah menunjukan pukul 19.30.
Arnold meletakan gelas yang dipegangnya di atas meja dan menimbulkan suara yang keras. Kalau bukan gelas kristal asli, sudah dipastikan kalau gelas itu sudah hancur berantakan.
"Kalian makan saja makanan ini." kata Arnold lalu membalikan badannya. Menyembunyikan kekesalannya lalu segera menaiki tangga dan menuju ke kamarnya. Dia ingin mengganti bajunya dengan pakaian renang. Itu memang kebiasaan Arnold saat hatinya sedang kesal.
Noah dengan cepat membuka kembali pintu masuk apartemen, membiarkan Fairy masuk. Lalu ia segera membantu Susan memindahkan semua makanan ke meja dekat kolam, mengaturnya untuk siap dimakan oleh 2 orang. Lalu kedua asisten itu menatap Fairy dengan wajah penuh senyuman.
"Semoga berhasil!" kata mereka kompak dan segera meninggalkan apartemen Arnold.
Fairy segera ke kamar mandi yang ada di dekat kolam, mengganti bajunya dengan kaos putih tanpa lengan dan celana pendek. Karena sesungguhnya Fairy tak bisa memakai baju renang di depan Arnold.
Dalam perjalanan ke apartemen Arnold, ia singgah sebentar ke asramanya untuk ganti pakaian dan mengambil celana pendek bersama dengan
Tak lama kemudian Arnold nampak muncul di dekat kolam. Ia sedikit bingung tak menemukan Susan dan Noah. Kedua asistennya itu tak pernah pergi tanpa berpamitan.
Arnold membuka jubah mandi yang dipakainya, meninggalkan celana renangnya dengan dada telanjangnya yang nampak sempurna dengan otot yang terpahat rapih.
Fairy yang ada di tempat persembunyiannya menelan ludah dan segera memalingkan wajahnya yang terasa panas.
oh em ji...ototnya itu seperti oppa-oppa Korea yang sangat ku idolakan
Hati Fairy menyesali ide yang muncul di kepalanya untuk meredahkan rasa kesal Arnold di kolam renang. Melihat penampilan cowok itu, nyali Fairy sedikit kendor. Namun apa boleh buat, rencana harus berjalan sebagaimana mestinya. Saat dilihatnya Arnols sudah terjun ke dalam kolam renang, Fairy pun segera turun ke dalam kolam dan menungguh cowok itu berbalik lagi ke arah semula.
Arnold mengangkat tangannya dan langsung bergatung di besi pinggiran kolam dengan nafas yang sedikit terengah-engah, ketika ia sudah kembali ke posisi awal saat berenang.
"Hallo uncle..!"
Arnold menoleh dengan kaget saat mendengar suara itu. Ia hampir saja berteriak melihat Fairy ada di sudut kolam dan sedang menatapnya dengan manis, memamerkan deretan giginya yang putih dan rapih.
"Mau lomba berenang?" tanya Fairy dan langsung berenang membuat Arnold menyusulnya dengan perasaan yang sangat bahagia. Ia berhasil menyusul gadis itu dan memeluknya dengan sangat erat.
"Aku tak akan membiarkan kau pulang malam ini" bisik Arnold dan membuat Fairy langsung terperanjat karena kaget.
*Tak akan mengijinkan aku pulang? Apakah dia akan melakukannya malam ini??
Babang Alex, bosnya Fairy
Deg...
Deg
deg..
BAGAIMANA MENURUT KALIAN PART INI
__ADS_1
JANGAM LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE YA*