
Aku tak pernah memiliki cinta yang lain
Hanya kamu pertama dan satu-satunya
Aku pun tak ingin punya kisah yang lain
Hanya tentang kamu yang selalu kurindu
Kini waktu dan jarak telah membawamu jauh
Aku tetap di sini merindukanmu
Jerit hatiku ingin tahu tentang dirimu
Namun kau pergi tanpa bisa ku sentuh
Akankah kau kembali padaku?
Akankah cinta ini bisa menjadi milikmu?
Aku tak pernah lelah menunggumu
Karena cintaku selamanya untukmu
Tepuk tangan mengiringi berakhirnya lagi "Forever" yang diciptakan dan dinyanyikan sendiri oleh Keegan Manola. Meloddy Kim yang duduk di depan piano pun langsung diminta bergabung untuk duduk di atas sofa yang sudah disiapkan oleh pihak stasiun TV. Acara musik yang disiarkan secara langsung di salah satu stasiun TV swasta.
"Kau sangat luar biasa, Keegan. Lagu ini baru satu jam dirilis dan sudah mencapai followers terbanyak dari semua penyanyi yang ada di dunia ini."Kata Lisa Park, sang host.
"Syukurlah kalau lagu sederhana ini disukai oleh banyak orang. Bukan hanya liriknya tapi juga musik yang mengiringinya. Meloddy Kim telah membuat lagu ini menjadi indah." Kata Keegan sambil menatap Meloddy yang sedang tersenyum.
"Ada yang mengatakan kalau lagu ini adalah perjalanan cintamu. Apakah benar?" Tanya Lisa lagi.
"Ya. Aku mencintai seseorang. Aku menunggunya sudah sekian lama namun dia bagaikan menghilang di telan bumi." Keegan terlihat sedih.
"Apakah kau masih akan menunggunya?"
Keegan tersenyum. "Entahlah. Biar waktu saja yang menjawabnya."
Lisa mengangguk. "Ayah kalian adalah teman kolaborasi yang sangat terkenal dulu. Hampir semua lagu Arnold Manola diiringi oleh Edward Kim. Kini kalian berdua juga berkolaborasi dalam hal yang sama. Banyak netizen yang menjodohkan kalian berdua. Kalian katanya pasangan yang sangat cocok."
Keegan dan Meloddy saling berpandangan. Keduanya langsung tertawa.
"Aku menganggapnya sebagai kakak." Kata Meloddy.
"Ya. Aku menganggapnya sebagai adik walaupun sebenarnya aku sangat menginginkan dia menjadi saudaraku iparku."
Perkataan Keegan sukses membuat Meloddy menjadi merona. Ia tahu apa yang Keegan maksudkan. Erland Thomson.
Lisa mulai curiga. "Siapa dia ya?"
Meloddy lagi-lagi tertawa. "Rahasia."
Wawancara hari itupun berlalu dengan rasa penasaran netizen mengenai siapa gadis yang dicintai Keegan dan siapa saudara Keegan yang ingin dijodohkan dengan Meloddy.
**********
Keegan memasuki ruang keluarga istana. Di lihatnya Colen Manola baru saja selesai belajar. Adik angkatnya itu senang dengan dunia bisnis. Makanya ia sementara merintis usaha di bidang properti dan kuliner.
__ADS_1
"Kakak...!" Sapa Colen sambil menunduk hormat.
"Mana mommy dan daddy?"
"Mommy sedang di kamar nenek ratu sedangkan Daddy ada di ruang kerjanya menemani Kimberly belajar."
Kimberly adalah adik Keegan yang paling bungsu. Ia memang sangat manja pada daddy mereka. Kimberly selalu menjadi kesayangan di keluarga ini. Makanya ia sangat manja. Beda usia 11 tahun dengan Kimberly membuat Keegan juga menjadi salah satu orang yang sangat memanjakan adiknya itu. Kini kimberly sudah berusia 16 tahun. Ia sudah tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Dan di usia 16 tahun, Kimberly sudah menjadi seorang mahasiswa. Sama seperti Fairy di masa lalu.
Ada yang bilang kalau wajah Kimberly adalah fotocopi mama Fairy. Hanya saja, rambutnya yang agak pirang tentu saja ikut papa Arnold.
Keegan melangkah menuju ke ruang kerja papanya namun seorang pelayan mendekatinya.
"Pangeran, ibu anda berpesan kalau pangeran sudah datang, segera ke kamar ratu."
Keegan pun menuju ke kamar pribadi ratu yang letaknya ada di sebelah selatan istana ini.
Setelah mengetuk pintu, Keegan masuk. Nampak Fairy sedang duduk dipinggiran tempat tidur sambil menyuapi nenek Anna yang sedang bersandar di kepala ranjang.
"Mom....,nenek Ratu!"
Kedua wanita itu menatap Keegan sambil tersenyum. "Kemarilah, nak!" panggil nenek Anna.
Keegan duduk di dekat kaki nenek Anna.
"Keegan sayang, aku sudah tua. Sebentar lagi mungkin akan meninggal. Lalu sampai kapan kau akan membiarkan aku terus penasaran karena kau tak kunjung menikah?"
"Nenek ratu, aku...."
"Apa lagi yang kau tunggu? Gadis yang ada di semua lukisanmu itu? Dia mungkin sudah meninggal. Dan putri Sofia sudah menunggumu selama 3 tahun. Jangan kau sia-siakan dia." Kata nenel Anna membuat hati Keegan menjadi semakin galau. Zelina....where are you?
**********
Apakah inilah saatnya aku harus melepaskan dirimu, Zel? Aku tahu kemungkinan ini memang akan terjadi, namun entah mengapa hatiku seakan tak mau melepaskanmu. Kalau memang kau sudah tak ada, dapatkah kau memberikan tanda bahwa kau kini sudah bahagia di sorga? Aku janji akan melepaskanmu dan belajar mencintai Sofia.
"Kakak....!"
Keegan menatap Kimberly, adik cantiknya yang kini sudah remaja.
"Hai, Kim."
Kimberly mendekat. Ia menatap wajah kakaknya. "Nenek meminta kakak menikahi putri Sofia ya?"
"Kamu tahu dari mana?"
"Aku mendengar percakapan Dad dan mommy. Putri sofia kan cantik."
"Kakak tahu."
"Kak, cepatlah menikah. Banyak gosip yang mengatakan kalau kakak seorang gay. Aku jadi kesal mendengarnya."
Keegan mengacak rambut adiknya. "Akan kakak pikirkan. Memangnya kamu suka dengan putri Sofia?"
"Iya. Dia baik padaku."
Semua orang memang menyukai Sofia. Pintar, cantik, badannya bagus, dan dari keluarga Kerajaan juga. Harusnya Keegan bangga, bukan?
"Kim, dipanggil nenek Anna." Fairy masuk sambil memanggil putrinya itu.
__ADS_1
"Ok." Kimberly pergi setelah mencium kakaknya.
Fairy mendekat. "Nak, bagaimana keputusanmu?"
"Mom, aku masih berharap keajaiban itu ada. Seperti mom dan dad waktu itu. Aku berharap keajaiban Tuhan membuat Zelina sembuh. Aku tak bisa melupakan dia, mom."
Fairy memegang wajah tampan putranya. "Keegan, tak semua keajaiban itu ada dan bisa menjawab permohonan kita. Kita tak bisa menolak kehendak yang kuasa kalau memang Zelina sudah harus pergi. Hidup terus berjalan. Kau harus melihat ke depan. Jangan lagi menengok ke belakang. Kau bukan hanya memikirkan dirimu sendiri tapi juga masa depan kerajaan ini."
Keegan mengusap wajahnya kasar. Perkataan mamanya memang sangat benar. Ia tak seharusnya hanya memikirkan dirinya sendiri. "Baiklah, mom. Aku siap bertunangan dengan Putri Sofia."
********
Kemeriahan pesta pertunangan Keegan Manola dan Putri Sofia Smith baru saja selesai. Para tamu dari kaum bangsawan dan teman-teman selebritis sudah pulang.
Keegan menatap wajah nenek Anna yang nampak tenang dalam tidurnya. Wanita tua itu kelihatan sangat bahagia hari ini. Wajahnya bahkan tak pernah berhenti tersenyum selama acara pertunangan itu digelar.
Semua media massa dan media sosial mengucapkan selamat atas pertunanganan itu. Semua memuji Keegan dan Sofia sebagai pasangan yang sangat serasi.
Kini, Keegan berdiri di balkon kamarnya setelah mengantar nenek Anna ke kamarnya. Matanya memandang langit yang dipenuhi banyak bintang.
Zelina, mengapa takdir begitu kejam pada kita? Mengapa begitu sulit bagiku untuk mengetahui kabar tentangmu? Tak dapatkah kau hadir dalam mimpiku?
Tak jauh dari sana, Fairy yang juga berdiri di balkon kamarnya menatap putranya dari jauh. Ia tahu kalau Keegan sedang galau. Keegan belum bisa melupakan Zelina.
"Sayang....!" Arnold tiba-tiba bangun dan memeluk istrinya dari belakang. "Ranjang rasanya dingin. Ternyata kau ada di sini."
Fairy memegang tangan suaminya yang melingkar dipinggangnya. Tangan yang selalu ia pegang saat perjuangan hidup bersama. Mereka pernah terpisah namun kembali bersatu.
"Aku memikirkan Keegan, sayang." Kata Fairy.
Arnold mencium kepala istrinya. "Keegan sudah memutuskan untuk bersama Sofia. Dia akan bertanggungjawab dengan keputusannya itu."
"Dia masih mencintai, Zelina."
"Dia akan mencintai, Sofia. Percayalah."
Fairy membalikan tubuhnya dan menatap suaminya. "Tapi, aku tak ingin anakku menderita."
"Sofia akan membuatnya melupakan Zelina. Keegan tak mungkin menunggu gadis itu kan? Orang tuanya saja tidak tahu kalau ia masih hidup atau sudah mati."
"Aku berharap kisah Keegan akan seperti kita sayang. Keajaiban mempertemukan kita kembali."
Arnold membelai wajah istrinya. "Masing-masing orang punya cerita hidupnya sendiri. Tak selamanya kisah orang tua dan anak akan sama."
Fairy memeluk suaminya dengan erat. "Aku bersyukur mendapatkanmu kembali dalam hidupku."
Arnold mengangkat tubuh istrinya. "Ayo kita nikmati malam ini dalam kenikmatan cinta yang tak terbatas."
"Kamu masih seperti dulu."
"Apa?"
"Tampan dan selalu memesonaku."
Arnold tertawa. Ia menutup pintu balkkn dengan kakinya lalu membaringkan tubuh istrinya di atas ranjang. Setelah mematikan lampu, Arnold ikut bergabung bersama istrinya untuk menikmati indahnya penyatuan raga yang saling memuaskan hati atas nama cinta.
Bagaimana kisah Keegan?
__ADS_1