SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Kesamaan Golongan Darah


__ADS_3

Saat mobil Arnold memasuki halaman apartemennya, matanya dengan awas melihat ke segala arah. Mencari sosok Mike. Namun ia tak menemukannya. Arnold segera menemui pengawas CCTV dan memintanya untuk memutar CCTV 3 jam sebelumnya. Sebab untuk masuk ke apartemen ini, hanya orang yang punya kartu khusus selain penghuninya.


Arnold langsung bersorak gembira saat meluhat kalau 1 jam yang lalu, Mike memang datang ke apartemennya. Mike terlihat berdiri di depan pintu cukup lama. Namun ia tak bisa masuk karena tak memiliki kartu.


"Kita harus mencarinya. Pasti Mike belum jauh." Arnold segera meminta para bodyguartnya untuk menyebar dan mencari Mike. Ia juga menelepon Linda untuk memberitahukan keberadaan Mike.


Perasaan Arnold menjadi tak enak karena Mike belum juga ditemukan. Akhirnya, Arnold pun ikut mencari Mike.


"Tuan, kami menemukan anak itu. Ia tertabrak mobil." Salah satu anak buahnya menelepon.


"Cepat bawa dia ke rumah sakit. Aku akan segera menyusul." Arnold langsung menelepon Rio memintanya untuk menjemput ditempat Arnold berada. Setelah mendapatkan kabar ke rumah sakit mana mereka membawa Mike, Arnold segera menelepon Linda.


Keduanya tiba di rumah sakit secara bersamaan dan segera berlari ke ruang UGD. Linda sudah terlihat kacau karena tak berhenti menangis. Ia bertambah histeris karena dokter tak mengijinkannya melihat Mike.


"Pasien mengalami pendarahan dan kami membutuhkan darah segera." Kata dokter Ludwic.


"Golongan darah anak ini AB negatif." Kata salah satu perawat yang baru saja memeriksakan golongan darah Mike.


Perawat dari bagian bank darah datang."Dok, stok darah AB negatif habis."


Dokter segera keluar dari ruangan UGD. "Siapa keluarga pasien yang memiliki golongan darah AB negatif. Pasien pengalami pendarahan dan membutuhkan transfusi darah segera."


Arnold yang sedang menenangkan Linda, menoleh dengan kaget."Itu adalah golongan darahku."


"Mari ikut dengan kami, tuan." Dokter langsung menarik tangan Arnold menuju ke ruangan khusus.


Linda memejamkan matanya. Ia berusaha menetralkan napasnya saat melihat Arnold yang melangka ke ruangan khusus.


Ya Tuhan, apa yang akan terjadi setelah ini? Tolong selamatkan Mike ku. Aku tak mau kehilangan dia.


Air mata Linda semakin deras mengalir. Ia duduk sambil menautkan jari-jari tangannya. Ia yakin kalau Mike meninggal maka dia juga akan mati.


*********


Hampir 3 jam Mike di operasi. Arnold, Noah dan Linda duduk di depan ruang operasi dengan perasaan tegang. Linda bahkan sesekali harus ke kamar mandi. Ia suka muntah jika perasaannya menjadi tegang. Dan justru itu mengingatkan Arnold pada Fairy. Mendiang istrinya itu suka mual jika diserang rasa panik dan tegang.


Saat dokter Ludwic keluar. Linda langsung berdiri. "Bagaimana anak saya, dok?"


"Anak ibu selamat. Gumpalan darah di otaknya sudah berhasil dikeluarkan. Pendarahannya juga sudah berhenti. Sekarang ia sedang disiapkan untuk dipindahkan ke ruangannya."


Linda menarik napas lega. "Terima kasih, dok. Bolehkah saya melihatnya?"

__ADS_1


"Tunggulah sampai ia dipindahkan dulu."


Linda mengangguk. Ia sudah tak sabar untuk menemui Mike. Tak lama kemudian ponsel Linda berbunyi. Ia agak menjauh saat menerima panggilan itu.


"Bos, sekarang sudah jam 9 malam. Apakah bos mau saya siapkan makan malam?" Tanya Noah.


"Saya tidak lapar, Noah. Saya hanya ingin melihat Mike."


Setengah jam kemudian, Linda sudah diijinkan untuk melihat Mike. Setelah Linda keluar, Arnold pun mendapat ijin untuk menengok Mike.


Hati Arnold bagaikan tertusuk sembilu saat melihat wajah pucat itu terbaring lemah dengan bantuan alat pernapasan.


"Mike? Who are you? Wajahmu sama seperti foto masa kecilku. Golongan darah kita juga sama. Aku merasa ada sesuatu yang mengikatku padamu. Apakah karena kau blesteran Indonesia-Perancis? Aku bayangkan seandainya aku dan Fairy punya anak, tentu wajahnya hampir sama sepertimu." Arnold menyentuh tangan Mike.


"Cepat sembuh ya, sayang. Nanti kita jalan-jalan lagi dengan kapalku atau berenang bersama. Ingat, kau adalah peserta idolaku. Jangan sampai gagal masuk semifinal."


Arnold menghadiahkan sebuah kecupan di dahi Mike lalu segera keluar dari kamar perawatan Mike.


"Tuan Arnold, terima kasih untuk segalanya. Kalau anak buah anda tak menemukan Mike, pasti dia tak tertolong lagi." Kata Linda.


"Anak anda kuat dan hebat. Aku yakin ia akan cepat pulih. Oh ya apakah anda perlu sesuatu? Atau mungkin butuh orang untuk menjaga Mike."


Linda menggeleng."Aku bisa sendiri. Lagi pula di rumah sakit ini tak diijinkan penjaga pasien lebih dari satu orang."


"Bos, anak itu sudah menarik perhatian bos ya?" Tanya Noah saat keduanya sudah dalam perjalanan ke rumah Arnold.


"Ya. Tiba-tiba saja aku jadi suka dengannya. Jadi rindu jika tak bertemu. Seolah-olah ada sesuatu yang menarikku untuk selalu peduli dengan Mike."


"Aku merasa aneh saja..Wajah Mike mirip bos waktu kecil. Golongan darahnya juga sama. Aku sempat berpikiran aneh. Membayangkan kalau Mike itu adalah anak bos. Apakah bos pernah punya kisah satu malam dengan seorang perempuan?" Noah yang sedang membawa kendaraan menoleh sekilas pada Arnold yang duduk di sampingnya.


"Kamu tahu Noah, aku ini hanya dekat dengan beberapa wanita saja. Paling lama yaitu Amelia. Dengan Amelia, aku selalu memakai pengaman. Dan ketika bersama Fairy, aku tak pernah bersama wanita lain. Jadi mana mungkin kalau Mike itu adalah anakku?"


Noah hanya mengangguk. Namun hati asisten Arnold itu masih dipenuhi dengan kegalauan. Apakah kemiripan wajah dan kesamaan golongan darah hanya sebuah kebetulan saja? Apakah nona Fairy pernah hamil diam-diam? Ah, mana mungkin orang yang sudah mati akan melahirkan?


***********


Hari masih pagi. Waktu masih menunjukan pukul 8. Namun Arnold sudah rindu ingin bertemu dengan Mike. Makanya ia segera bangun, mandi lalu sarapan sebentar sambil memeriksa email melalui ponselnya.


Arnold membalas apa yang perlu.


Setelah itu Arnold pun segera ke rumah sakit. Ia sengaja menyamarkan dirinya karena tak ingin rumah sakit jadi ramai jika tahu Arnold Manola ada di sana. Semalam saja para bodyguartnya harus bekerja extra keras saat Arnold akan meninggalkan rumah sakit. Para pemburu berita merasa penasaran dengan keberadaan Arnold di sana.

__ADS_1


"Tuan, apakah kita langsung ke rumah sakit?" Tanya Rio.


"Ya. Lewat saja pintu khusus. Para penjaga di sana sudah menunggu."


"Baik, tuan."


Rumah sakit itu sebagian sahamnya adalah milik Thomson Corporation sehingga ada perlakuan khusus bagi semua pemegang saham termasuk Arnold.


Pintu khusus yang dimaksud adalah pintu bagian belakang rumah sakit yang area parkirnya pun tidak sembarangan orang bisa memasukinya.


Arnold langsung turun sambil menenteng buah-buahan yang khusus dibawahnya untuk Linda dan Mike.


Namun saat ia ada di depan pintu, ia terkejut melihat putri Belinda.


"Tuan putri !" Arnold menahan tangan Belinda.


"Arnold?" Belinda mencoba mengenali pria berkumi di depannya.


"Ya. Saya Arnold. Apa yang kamu lakukan di rumah sakit ini?"


"Eh, menjenguk salah satu staf yang ada di yayasanku. Dia kemarin mendapatkan serangan jantung. Makanya aku kemarin langsung meninggalkan acara pembukaan."


"Oh, begitu ya?"


"Lalu apa yang kau lakukan di sini?"


"Aku mau menjenguk teman kecilku. Namanya Mike."


"Ok. Kalau begitu aku pergi dulu ya?" Belinda menarik tangannya yang masih dipegang Arnold namun cowok itu justru menarik tangannya dengan keras sehingga Belinda justru menabrak dada Arnold.


"I miss you!" bisik Arnold sambil memeluk Belinda dengan erat.


"Lepaska, Arnold! Di sini banyak orang." Belinda meronta.


"Saat ini sepi. Jadi kita aman." Arnold melepaskan pelukannya. Aku tunggu di apartemenku malam ini, ya. Kita harus bicara."


"Aku takan datang!" Belinda langsung melangkah.


"Aku akan mencarimu ke mana saja jika kau tak datang!" teriak Arnold dengan senyum di wajahnya.


Saat ia melangkah kembali, Arnoldpun berpikir, apakah mungkin Belinda datang ke sini untuk menjenguk Mike? Ada hubungan apa antara Linda, Belinda dan juga Mike?

__ADS_1


Makasi sudah baca part ini


jangan lupa like, komen dan vote ya?


__ADS_2