
Surat yang ditinggalkan Fairy padanya 5 tahun yang lalu dibaca lagi oleh Arnold. Bagian akhir surat itu membuat Arnold baru menyadarinya kalau Fairy pergi dalam keadaan hamil.
Lupakan aku, Arnold. Carilah gadis lain yang bisa mendampingi mimpimu. Inilah caraku menunjukan bahwa aku sangat mencintaimu. Aku membawa semua jejak yang kau tinggalkan dalam diriku. Aku tahu, aku tak akan pernah mendapatkan cinta seperti yang kau berikan padaku. Karena itu aku akan menyimpannya dalam diriku. Selamat tinggal, Arnold. FAIRY
Waktu itu Arnold begitu terluka dengan kepergian Fairy sehingga tak mengerti dengan isi suratnya. Kini, Arnold tahu kalau Fairy tak sampai hati menggugurkan kandungannya.
Arnold sangat mencintai Mike. Anak itu telah membuat Arnold sangat menyesal dulu tak menginginkan kehadiran seorang anak.
Tadi di rumah saki, saat Linda mengakui tentang siapa dirinya, Arnold tiada hentinya memeluk dan mencium Mike yang sedang tertidur dengan sangat lelap. Arnold ingat percakapannya dengan Linda tadi di rumah sakit.
"Arnold, kau boleh menemui Mike kapanpun kau mau. Namun jangan pernah memisahkan aku dengan Mike." Kata Linda.
"Mengapa kita tidak bisa hidup bersama? Kita masih menikah, Fairy."
Linda tersenyum. "Aku sudah punya identitas baru. Fairy Ayudhisa sudah mati. Yang sekarang berdiri di hadapanmu adalah Linda Gisela. Dan aku sudah menikah setahun yang lalu."
"Bukankah waktu itu kau bilang baru akan menikah?"
"Waktu itu aku bohong. Karena aku masih ingin terus menutupi keberadaan Mike."
"Dan kisah manis kita? Semua yang kita lalui sebelum kecelakaan pesawat itu, apakah tidak ada artinya untukmu?" Tanya Arnold sambil memegang tangan Linda namun perempuan itu menepiskannya secara perlahan.
"Masa lalu tak bisa diulang. Aku mencintai suamiku." Kata Linda tegas. Arnold mencoba menatap mata Linda. Dan ia memang tak menemukan tatapan penuh cinta seperti yang pernah dimiliki Fairy untuknya. Arnold sadar, cinta itu sudah pergi dalam hidup Fairy.
Arnold menarik napas panjang. Sungguh sakit mendengar perkataan Fairy. 5 tahun dia hidup dalam kenangan Fairy. Setia dalam cinta abadinya. Jika tahu akhirnya begini, bukankah lebih baik Fairy tak pernah muncul lagi dalam hidupnya? Bukankah lebih baik ia tak pernah tahu kalau Fairy masih hidup? Bukankah sekarang ia sudah membuka hati untuk putri Belinda? Bukankah ia merasa nyaman saat memeluk Belinda?
Arnold mengacak rambutnya secara kasar. Pikirannya buntuh antara Fairy atau Belinda.
*********
Hari ini, Arnold mengunjungi Mike yang akan pulang dari rumah sakit. Arnold dan Linda sudah sepakat agar jangan dulu memberitahukan kepada Mike mengenai siapa Arnold karena Mike baru saja sembuh dari sakit.
"Uncle, katanya hari ini tak bisa datang, kenapa datang lagi?" Tanya Mike yang sudah siap untuk pulang. Ia tak memakai lagi baju rumah sakit.
"Memangnya Mike nggak suka uncle datang?" Tanya Arnold lalu mengangkat tubuh Mike dan mendudukan di atas pangkuannya.
"Suka. Tapi kata mommy aku nggak boleh membuat paman repot."
Arnold mencium pipi Mike dengan gemas. "Mulai sekarang, kapan saja Mike ingin datang menemui paman, datang saja. Mommy pasti mengijinkan."
Mike menatap Linda. "Benar, mom?"
"Iya, sayang. Mike boleh datang kapan saja. Tapi harus pamit ke mommy. Jangan pergi diam-diam." Kata Linda membuat Mike mengangguk senang.
"Sekarang uncle mau pergi dulu. Nanti sebentar malam kalau ada waktu, paman akan mengunjungi Mike di apartemen. Bolehkan nyonya Linda?" Arnol menatap Linda lagi.
"Tentu boleh kalau Mike belum tidur. Jadi kalau mau datang harus telepon dulu."
__ADS_1
"Ok." Arnold mencium Mike dengan penuh kasih. Lalu ia segera pamit untuk pergi ke kegiatannya sebagai seorang penyanyi.
********
Dengan kesal Belinda membanting pintu mobil Robert. Mereka baru saja selesai makan malam dan Belinda justru menemukan Robert sedang berciuman dengan Amelia di toilet wanita.
"Honey, wait!" Robert menahan tangan Belinda. Arnold yang baru saja turun dari mobilnya untuk menemui Mike, terkejut melihat adegan di basement apartemen itu. Ia akan mendekati mereka namun Noah menahan tangannya sambil menggeleng meminta untuk tidak ikut campur.
"Apalagi, Robert? Aku lelah dengan semua ini. Aku lelah harus menutupi semua kebohonganmu, lelah harus berpura-pura bahagia walaupun sebenarnya aku jenuh dengan hubungan ini."
"Jenuh katamu?" Robert membanting dengan kasar tangan Belinda. "Bukankah dari awal pertunangan ini kamu sendiri yang menyetujuinya? Kamu sendiri tahu kalau aku tak bisa melepas Amelia karena dia sangat hebat melayaniku di atas ranjang sementara kamu selalu menolak untuk tidur denganku. Kamu bilang jenuh karena kamu sendiri selingkuh dariku!"
"Apa maksud kamu?"
"Aku melihat ada bekas kiss mark di lehermu yang coba kau tutupi dengan kemejamu. Siapa yang melakukan itu padamu? Penyanyi sok ganteng itu kan? Aku dapat melihat bagaimana tatapan matanya yang sangat ingin menelanjangimu setiap kali kalian bertemu." Robert memegang dagu Belinda dengan sangat kasar.
"Lepaskan. Sa....kit.." Pekik Belinda tertahan.
"Ini sebagai hukuman karena kau sudah selingkuh dariku."
"Kalau begitu, akhiri hubungan pertunanganan ini."
"Aku tidak akan melepaskanmu. Kita akan menikah dan kau penuhi kewajibanmu padaku sebagai istriku. Sayang sekali jika tubuh indahmu ini hanya dinikmati oleh si penyanyi sok ganteng itu." Robert melepaskan cengkraman jarinya di dagu Belinda dan tanpa di duga, gadis itu justru menamparnya dengan sangat keras.
"Kamu berani menamparku?" Robert naik pitam. Ia mengangkat tangannya hendak membalas Belinda namun tangannya tertahan di udara karena ada tangan yang lebih kuat menahannya dari belakang.
"Jangan memukul wanita. Dan jangan salahkan Belinda atas apa yang dilakukannya karena akulah yang merayunya, yang memaksanya dan menarik tangannya dengan sangat kuat untuk kupeluk dengan erat. Semua itu aku lakukan karena aku tahu kalau kamu adalah pria brengsek yang tidak pantas mendapatkan dirinya."Kata Arnold lalu mendorong tubuh Robert dengan sangat kuat dan segera memeluk Belinda yang terisak.
"Kamu tahu Arnold, Belinda tetap akan menikah denganku." Kata Robert sedikit mengejek.
"Aku yang akan membatalkannya. Ayo Belinda!" Arnold menarik tangan Belinda memasuki mobilnya.
"Ar....!" Belinda berusaha untuk tetap berdiri di tempatnya namun Arnold menarik tangannya dengan sangat kuat.
"Kau cemburu karena aku tidur dengan Amelia sehingga berusaha menganggu tunanganku. Bukankah begitu Arnold Manola?" teriak Robert lantang.
Arnold menghentikan langkahnya lalu menantap Robert sambil tersenyum mengejek. "Kau salah, Robert! Sejak 7 tahun yang lalu, Amelia susah tak berarti apa-apa bagiku." Lalu ia kembali melangkah, membukakan pintu mobilnya bagi Belinda. Ia mendorong Belinda masuk, lalu ia sendiri duduk di samping Belinda.
"Ke apartemen, Noah." Kata Arnold kepada Noah yang memang sudah duduk dibalik kemudi.
Noah hanya mengangguk dan segera menjalankan mobilnya.
Belinda diam. Hanya isak tangisnya yang terdengar.
"Menangislah bila itu membuatmu lega." Kata Arnold sambil melingkarkan tangannya dibahu Belinda dan menarik gadis itu untuk ada dalam pelukannya. Belinda tak menolak. Ia semakin merapatkan tubuhnya dalam pelukan Arnold dan terus mengungkapkan isi hatinya melalui air matanya.
Saat mereka tiba di apartemen, Belinda duduk di sofa ruang tamu sementara Arnold membuatkan teh hangat untuk Belinda. Noah sendiri tak ikut masuk karena dia tak mau menganggu privasi Arnold.
__ADS_1
"Minumlah ini supaya kamu merasa enak."
Belinda menerima belas dari tangan Arnold. Ia langsung meminum teh itu.
"Terima kasih!" kata Belinda saat menyerahkan gelasnya yang sudah kosong.
"Kamu sudah merasa baikkan?" Tanya Arnold sambil menggenggam tangan Belinda.
"Terima kasih karena sudah menolongku."
"Aku tak akan melepaskan kamu lagi setelah melihat apa yang Robert lakukan padamu. Tinggalkan laki-laki itu, Bel. Dia hanya akan menyakitimu terus jika kalian menikah nanti."
Binda hanya menunduk. Air matanya kembali jatuh. "Aku sudah berjanji pada keluargaku. Bahwa pernikahan kami akan tetap terjadi. Aku juga sudah bersumpah dihadapan mamanya Robert bahwa aku akan berusaha merubah pribadinya itu menjadi pria yang bertanggungjawab dan setia."
"Apakah selamanya kau ingin hidup dalam penderitaan?" Arnold menyentuh pipi Belinda. Mengusap air mata gadis itu dengan sangat lembut. "Aku dapat merasakan kalau kamu memiliki perasaan padaku, Bel. Ini bukan sekedar karena tubuh kita berdua saling memuaskan saat kita berbagi kehangatan bersama. Tapi ini menyangkut perasaan hati."
"Cinta tak selamanya harus memiliki, kan?"
Arnold memandang mata Belinda. Mata yang selalu membuatnya bergetar. "Sejak pertama melihatmu di pemakaman itu, aku tak tahu mengapa hatiku ingin terus mengejarmu."
Belinda tersenyum. "Lupakan aku, Arnold. Aku tak mau kau menderita. Kamu sudah cukup menderita karena kehilangan istrimu. Carilah wanita lain yang lebih pantas untukmu."
"Aku sudah menemuman mendiang istriku."
"Maksudmu?"
Arnold menceritakan semua tentang Linda dan juga Mike.
"Lalu kenapa kalian tak bersatu lagi?"
"Dia sudah menikah."
"Kamu kecewa saat tahu dia menikah?"
Arnold mengangguk. "Ya. Aku sungguh tak menyangka kalau dia akan melupakan semua kenangan manis kami berdua. Namun, sekalipun aku kecewa, aku tak bisa memaksanya. Karena perasaanku padamu kini lebih kuat dari pada perasaanku padanya. Kau sudah mencuri hatiku, Bel."
"Arnold, aku tak mau kau sedih. Karena aku memang harus menikahi Robert."
"Dan aku tak mau kau menderita. Karena itu akan kulakukan apa saja untuk membuatmu menjadi milikku." Kata Arnold lalu menunduk dan menciumi Belinda dengan penuh kasih. Belinda melingkarkan tangannya dileher Arnold. Dia menerima ciuman itu dengan hasrat yang sama.
Arnold mengangkat tubuh Belinda tanpa melepaskan ciumannya. Ia melangka menuju ke kamar tamu yang ada di lantai satu ini. Kemudian membaringkan tubuh Belinda dengan sangat hati-hati. Perlahan Arnold melepaskan ciumannya tanpa mengikis jarak diantara mereka.
"Aku tak akan melepaskanmu lagi, Bel. Aku bahkan tak akan mengijinkanmu pulang malam ini." bisik Arnold lalu kembali mencumbui Belinda dengan mesra seolah tak ingin pernah melepaskan Belinda dari pelukannya. Arnold bertekad akan memiliki Mike putranya. Walaupun ia tak bisa lagi memiliki Fairy cinta terbesar dalam hidupnya. Arnold akan berusaha menganggap Fairy sebagai Linda. Ia akan menutup masa lalunya dan mengejar masa depannya bersama Belinda. Walaupun jalannya agak sulit namun Arnold yakin kalau dia akan bisa memiliki Belinda.
Sorry guys kalau part ini rasanya kurang greget.
Aku masih lelah lahir batin karena kehilangan teman sekantorku. Makanya up nya juga agak lama.
__ADS_1
Sampai jumpa di part berikutnya.