
Hari ini, Fairy mampir ke yayasan sebelum ia akan menemui neneknya sore nanti. Beberapa pegawai hampir tak mengenalinya sebagai putri Belinda karena ia sudah tak memakai rambut palsunya lagi. Ia nampak cantik dengan rambut coklat tua yang disanggul dengan gaya modern.
Ia mengerjakan beberapa tugas yang sedikit terbengkalai karena harus beristirahat total selama 1 minggu pasca keguguran.
Saat Fairy masih bekerja, ponselnya berbunyi. Ia tersenyum melihat Arnold yang menghubunginya.
"Hallo sayang!" Sapa Fairy.
"Kamu masih di yayasan?"
"Ya. Masih ada beberapa laporan yang harus ku baca."
"Jam berapa aku dan Keegan akan menjemputmu?"
"Jam 4 sore saja. Kalian sudah makan siang?"
"Sudah. Kami masak bersama. Sekarang para pelayanan sedang membersihkan dapur yang mirip kapal pecah."
Fairy tertawa. Ia sudah bisa membayangkan bagaimana repotnya Arnold menghadapi Keegan yang sangat aktif dan selalu ingin mencoba apa saja yang dilihat dan dipikirkannya.
"Apakah Keegan makannya banyak?"
"Ya sayang. Dia menghabiskan semua makanan yang kami masak bersama. Hanya saja dia sedikit mengeluh karena tak ada nasi."
"Perutnya sudah terbiasa dengan makanan Indonesia. Nanti aku akan membeli beras di toko Asia sebelum kita menuju ke tempat nenek."
"Kau sendiri sudah makan?"
"Sudah."
"Hati-hati dalam bekerja ya? Aku tutup dulu. I love you."
"Love you too!" Fairy melepaskan lagi ponselnya dan kembali konsentrasi pada pekerjaannya. Namun baru setengah jam, ponselnya kembali berbunyi. Sebuah nomor yang tidak dikenal.
"Hallo...." Sapa Fairy.
"Belinda, aku mohon jangan tutup dulu."
"Ada apa Robert?" Tanya Fairy sedikit kesal mengingat bagaimana ia keguguran karena didorong oleh Robert.
"Aku ingin bertemu. Tolong beri aku satu kesempatan untuk bertemu. Aku tahu kalau aku sudah kasar padamu dan Keegan. Aku sungguh menyesal." Tangis Robert terdengar.
"Mau kamu apa?"
"Aku hanya mau minta pertolongan darimu satu kali saja. Setelah itu aku tak akan menganggu kamu lagi
Ini menyangkut hidup dan matiku. Aku mohon Belinda."
Fairy menarik napas panjang. Suara Robert terdengar putus asa. Ingin rasanya Fairy menolak keinginan Robert. Namun ia juga tak bisa melupakan kebaikan Robert dan keluarganya selama ini.
"Baiklah. Di mana aku harus menemuimu?"
"Maukah kau datang ke apartemenku?"
__ADS_1
"Baiklah. Tapi aku tak bisa lama soalnya sore ini aku harus ketemu nenek Anna."
"Terima kasih Belinda."
Fairy memasukan ponselnya ke dalam tasnya. Ia kemudian mengambil kunci mobilnya dan keluar dari ruangannya.
"Febilla, aku keluar sebentar ya? Sebelum jam 3, aku pasti akan kembali."
Resepsionis itu mengangguk.
Fairy pun segera menuju ke halaman parkir dan menaiki mobilnya untuk menuju ke apartemen Robert.
***********
Keegan menatap bunga yang baru saja dibeli oleh papanya. Keduanya baru saja keluar dari toko bunga.
"Bunga untuk siapa, dad?"
"Untuk mommy."
"Mengapa harus diberi bunga?"
"Karena daddy mencintai mommy."
"Kalau begitu Keegan juga mau membeli bunga untuk mommy. Kan Keegan cinta sama mommy."
"Bunga ini dari dad dan juga Keegan. Coba lihat daddy sudah menuliskan nama kita berdua.
LOVE YOU MOMMY
Keegan tersenyum. "Mommy pasti suka."
"Iya. Mommy sangat suka bunga. Karena mommy adalah peri." Kata Arnold sambil mengacak rambut putranya. Keduanya masuk ke dalam mobil dan segera menuju ke kantor yayasan.
"Tuan, nona Belinda sedang keluar. Katanya sebelum jam 3 akan kembali." Kata Febila.
Arnold menatap jam tangannya."Ini sudah jam setengah empat."
"Mungkin sudah dalam perjalanan."
"Kami menunggu di dalam ruangan saja ya? Oh ya, kalau Nona Belinda sudah tiba, jangan katakan kalau kami sudah ada di ruangannya. Kami ingin membuat kejutan."Kata Arnold membuat Febila hanya tersenyum sambil mengangguk. Ia merasa kalau Belinda sangat beruntung karena penyanyi setenar dan seganteng Arnold mencintainya.
Keegan dan Arnold menuju ke ruangan Fairy.
"Mommy akan terkejut melihat kita ya, dad?" Tanya Keegan.
"Iya. Kita akan buat surprise. Mommy pasti suka." Ujar Arnold sambil membuka pintu ruangan Fairy. Bau minyak wangi Fairy langsung tercium saat keduanya masuk.
Keegan menonton TV sementara Arnold memeriksa beberapa email.
"Daddy, kok mommy lama?"
Arnold menatap arlojinya. Sudah jam setengah lima sore. Ia pun mencoba menghubungi ponsel Fairy. Ada nada sambung namun tak diangkat.
__ADS_1
"Daddy tanya orang kantor dulu ya?" Arnold keluar dari ruangan Fairy dan kembali bertanya pada resepsionisnya.
"Saya nggak tahu nona Belinda kemana. Tadi sebelum pergi, nona hanya bilang kalau akan keluar sebentar dan kembalinya sebelum jam 3."
Arnold hanya mengangguk mendengar penjelasan Febila. Ia kembali ke ruang kerja Fairy. Di lihatnya Keegan sudah tertidur di atas sofa. Arnold memutuskan untuk menelepon Linda.
"Hallo Linda, apakah Belinda sedang bersamamu?"
"Nggak. Aku sudah di tempatnya nenek Anna sekarang. Kalian kan janji akan datang ke sini jam 4 sore."
"Aku dan Keegan sedang berada di yayasan namun Belinda tak ada. Katanya ia keluar dari jam 1 siang namun belum balik juga. Handphonenya juga nggak diangkat. Perasaanku jadi tak enak."
"Kemana Belinda ya?"
"Itu juga yang nggak aku tahu."
"Aku akan mencoba menghubunginya. Nanti kalau ada kabar, aku akan mengantakannya padamu."
"Baiklah."
Arnold megacak rambutnya. Ia bingung dengan apa yang terjadi. Ia pun menghubungi Ezekiel. Sepupunya itu punya pengawal yang bisa diandalkan dalam segala hal. Arnold menceritakan pada Ezekiel tentang apa yang terjadi dan Ezekiel berjanji untuk segera mencari tahu apa yang terjadi.
Pukul 19.00...
Keegan sudah bangun dan mulai menanyakan mamanya. Arnold berusaha menenangkan putranya itu. Ia menelepon Noah untuk menjemput Keegan dan membawanya ke mansion sementara ia akan menemui Joe dan Ezekiel.
"Keegan tak mau pulang. Kalau mommy datang bagaimana?" Rengek Keegan sambil memeluk paha Arnold.
"Sayang, kalau mommy sudah datang, maka mommy dan daddy akan menjemputmu di mansion. Sekarang Keegan dan uncle Noah pergi makan malam dulu." bujuk Arnold.
"Makan burger boleh ya?" tanya Keegan memohon. Ia tahu kalau papanya tidak terlalu suka kalau ia makan makanan siap saji seperti itu.
"Boleh. Asalkan jangan minum soda. Minum jus saja." Kata Arnold menyetujui agar keegan tak rewel dan mau mengikuti Noah.
Setelah Keegan dan Noah pergi, Arnold segera masuk ke dalam mobilnya. Baru saja ia akan menemui Ezekiel, sepupunya itu sudah meneleponnya.
"Ar, kamu datang ke dekat sungai Thames dimana apartemenku berada. Sekarang ya?"
Arnold memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi ke sana. Saat ia tiba, dilihatnya kerumunan orang dan sudah mobil polisi.
"Ada apa, Eze?"
Ezekiel mengajak Arnold mendekati mobil sedan berwarna putih yang Arnold kenali sebagai mobil Fairy. Mereka mendapat ijin dari polisi untuk mendekati mobil itu.
"Para pengawalku menemukan mobil Belinda di sini. Di dalam mobil ada baju yang sudah berlumuran darah, tas dan juga handphone." Kata Ezekiel.
Mata Arnold terbelalak menatap barang-barang yang ditunjukan Ezekiel padanya. "Itu baju yang Fairy pakai tadi pagi, itu juga tas yang ia bawa. Lalu di mana istriku?" Teriak Arnold panik.
"Polisi masih mencarinya." Kata Joe.
"Jangan sampai terjadi sesuatu pada istriku, Eze. Kali ini aku akan ikut mati bersamanya." Kata Arnold sambil mengepalkan tangannya. Haruskah Arnold kehilangan lagi?
MAKASIH SUDAH BACA...
__ADS_1
DUKUNG ARNOLD DAN FAIRY DI EPISODE-EPISODE TERAKHIR YA???