SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Perjuangan Arnold (Part 2)


__ADS_3

Mobil sedan putih milik Belinda masuk ke dalam gerbang mansion Arnold dengan sangat tergesa-gesa. Gerbang itu sengaja dibuka seolah sedang menantinya.


Belinda turun dari mobil dengan mata yang basah karena sepanjang jalan ia menangis. Ia tak bisa membiarkan Arnold mengambil Keegan. Karena Keegan adalah hidupnya.


Saat Linda meneruskan pesan Arnold padanya, Belinda yang baru saja selesai rapat dengan stafnya segera meninggalkan tempat itu tanpa pamit pada siapapun. Ia bahkan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Arnold.....!" Teriak Belinda saat memasuki pintu depan yang memang sedang terbuka itu.


Arnold yang sudah mengetahui kedatangan Belinda dari kamera CCTV nya segera menuruni tangga. Tatapan matanya tajam ke arah Belinda yang sedang berdiri di ruang tamu.


"Ada apa putri Belinda?"


"Di mana Keegan? Kamu tak boleh membawanya! Dia anakku."


"Kamu akhirnya mengakui kalau Keegan anakmu?" Arnold tersenyum sinis.


"Arnold, aku mohon. Aku tak bisa hidup tanpa anakku!" Suara Belinda bercampur dengan tangisannya.


"Setelah aku tahu kalau Keegan adalah anakku, aku tak bisa hidup juga tanpanya. 5 tahun kau menyembunyikan keberadaannya, bukankah aku punya hak untuk bersamanya?"


Belinda menelan salivanya. Keegan adalah anaknya Arnold. Arnold memang punya hak bersamanya.


"Kau boleh menemui Keegan kapan saja kau mau. Tapi aku mohon, biarkan dia tinggal bersamaku."


Arnold menggeleng. "Keegan akan tinggal bersama daddy dan mommynya. Bukan dengan pria asing yang tidak disukainya."


"Arnold, please...!" mohon Belinda.


"Kamu dulu bersikap egois dengan meninggalkan aku. Membiarkan aku mengira kalau kamu sudah mati. Karena itu sekarang pun aku akan bersikap egois. Aku akan menuruti keinginan Keegan yang ingin agar kedua orang tuanya bisa bersatu." Arnold langsung melangkah menuju ke bagian belakang mansionnya, tempat dimana kapalnya terparkir dan siap untuk berangkat.


"Arnold...!" Belinda mengejar Arnold. Ia ikut menaiki kapal dengan hati yang semakin kacau.


"Di mana anakku?" Belinda berhasil memegang tangan Arnold.


"Ada di tempat yang aman. Dia bahagia di sana.!" Kata Arnold sambil menahan senyum karena sebenarnya Keegan ada di dalam kapal. Sedang tertidur nyenyak di dalam kamar.


"Aku mohon, Arnold. Biarkan aku bersama anakku.!" Belinda kembali menangis. Ia tak menyadari kalau kapal itu sudah mulai bergerak meninggalkan dermaga.


"Kau akan bersamanya, jika kau mau kembali bersamaku."


"Kau tahu kalau itu sesuatu yang...." Kalimat Belinda terhenti, ia tiba-tiba merasa mual. "Di mana toiletnya?"


"Di ujung lorong itu."


Belinda setengah berlari menuju ke toilet yang ditunjukan Arnold padanya. Ia dengan tergesa membuka pintunya dan segera memuntahkan isi perutnya di atas kloset.

__ADS_1


"Fairy, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Arnold sambil mengetuk pintu toilet.


Pintu toilet terbuka dan tampaklah Belinda keluar dengan wajah yang pucat dan bekeringat. "Kenapa kapal ini bergoyang?"


"Karena kapal ini bergerak. Aku akan membawamu pergi."


Belinda terlihat panik. "Arnold...jangan seperti ini." Belinda melihat keluar. Ia semakin terkejut saat melihat kalau mansion Arnold sudah terlihat jauh dibelakang. Dia akan bicara lagi namun rasa mual kembali menyerangnya.


"Kamu kenapa?"


"Aku mabuk laut!" Belinda kembali berlari ke toilet. Arnold langsung memerintah salah satu pelayannya untuk mengambil minyak angin dan membuatkan teh hangat.


"Ayo kembali ke mansionmu, Arnold." Mohon Belinda sambil memegang perutnya.


"Tidak. Aku tak akan membiarkanmu pulang sebelum kau berjanji kalau kau tak akan menikah dengan Robert."


Belinda akan bicara namun rasa pusing kembali menderanya. Ia pasrah ketika Arnold memegang tangannya dan menuntunnya untuk duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan kapal itu.


Saat pelayan membawakan minyak angin, Arnold langsung menggosokannya pada dahi dan tengguk serta perut Belinda.


"Minumlah teh ini agar kau merasa enak."


Belinda meminumnya sampai habis.


"Sudah agak enakan?" Tanya Arnold.


*********


"Mommy.....!" Panggil Keegan sambil mencium pipi Fairy.


Fairy membuka matanya. Ia langsung memeluk anaknya sambil menangis.


"Keegan sayang."


"Keegan di sini, mom. Kita akan tinggal di sini bersama daddy. Keegan suka rumahnya bagus. Seperti istana."


Fairy buru-buru bangun. Ia melihat keluar jendela yang terbuka. Tampaklah pemandangan indah. Mereka sepertinya ada di daerah perbukitan.


Pintu kamar terbuka. Arnold masuk diikuti anjingnya Alphonso. Melihat Fairy, Alphonso langsung mendekatinya, mencium kaki Fairy sambil menggoyangkan ekornya. Fairy langsung berjongkok dan memeluk anjingnya itu.


"Hallo buddy!" ujarnya sambil membelai kepala Alphonso.


"Mommy, Alphonso sepertinya suka dengan mommy." Ujar Keegan.


"Ya sayang. Alphonso ini dulu adalah anjing mommy. Daddy menghadiahkannya sebelum Keegan lahir." ujar Arnold membuat Fairy melotot ke arah Arnold.

__ADS_1


"Jangan kaget, sayang. Aku sudah mengatakan yang sebenarnya pada Keegan kalau aku adalah papa kandungnya. Dulu karena kita bertengkar, kamu pergi dan kita akhirnya bersama lagi sekarang."Kata Arnold dengan wajah yang sangat gembira.


Fairy menatap putranya. "Mommy, aku senang karena daddy bersama kita lagi. Ternyata daddy nggak jadi meninggal ya?"


Fairy tak tahu harus bicara apa. Ia hanya tersenyum pada putranya.


"Keegan, ajak Alphonso main di luar ya? Mommy mau mandi dulu." Ujar Fairy. Ia memang merasa gerah dan badannya agak lengket. Mungkin pengaruh ia muntah tadi.


"Ok, mommy. Lets go Alphonso!" Ajak Keegan segera berlari diikuti oleh anjing itu.


Fairy menatap Arnold. "Sampai kapan kau akan mengurung aku dan Keegan di sini?"


"Sudah ku katakan, aku ingin kau membatalkan pertunanganmu dengan Robert. Tetaplah bersamaku. Kau masih istriku."


"Kamu egois, Arnold!" Ketus Fairy. "Aku mau mandi. Dan aku sama sekali tak membawa bajuku." Ia malas berdebat dengan Arnold.


Arnold tersenyum. "Aku sudah menyiapkannya sayang." Arnold membuka lemari pakaian yang ada di kamar itu. "Pilihlah baju yang akan kau kenakan. Aku mau ke dapur dulu untuk menyiapkan makan malam."


Fairy segera masuk ke kamar mandi saat Arnold sudah pergi. Ia membuka rambut palsunya dan semua make up yang menempel di tubuhnya. Selesai mandi, ia pun segera keluar kamar. Ternyata kamar ini ada di lantai 2. Sebuah rumah yang sangat besar dan klasik. Pantas saja Keegan menyebutnya sebagai istana.


Arnold yang sedang menyiapkan makan malam, langsung terkesiap menatap Fairy yang menuruni tangga. Ia tersenyum mendapati kembali wajah polos wanita yang sangat dicintainya.


"Arnold, kamu kenapa?" Tanya Fairy heran.


"Wajah yang sangat kurindukan. Rambut panjang yang sangat aku sukai." Ujar Arnold dengan mata yang berbinar.


Fairy sedikit tersipu. Ia langsung mengambil spatula dari tangan Arnold. "Masakannya hampir gosong."


Arnold tertawa kecil. Membiarkan Fairy mengambil alih memasak sayurnya sementara dia langsung membuka kulkas dan mengeluarkan apel. Ia akan membuat jus apel yang sangat disukai Keegan.


************


Robert menatap Linda dengan wajah kesal. "Memangnya kamu tak tahu kemana Belinda pergi?" Tanya Robert.


"Aku sungguh tak tahu pangeran. Tadi sore, Belinda mengatakan hendak menjemput Mike yang saat itu sedang bersama Arnold. Aku juga sudah menyusul ke sana. Mobil Belinda ada di sana. Namun kata pelayannya, mereka sedang pergi dengan kapal Arnold."


Tangan Robert memukul dinding di depannya dengan emosi yang meluap-luap.


"Kau akan lihat Arnold! Aku akan menghancurkan karirmu karena sudah berani mengusik wanitaku." Rahang Robert mengeras. Ia segera meninggalkan apartemen Linda.


"Hallo Siran, kumpulkan anak buah kita dan bawa kapal untuk mencari keberadaan tunanganku dan anaknya." Perintah Robert kepada anak buahnya. Ia tak mau kalau sampai pernikahannya dengan Belinda menjadi batal. Ia memang sangat terobsesi dengan Belinda yang tak pernah bisa diajaknya untuk tidur bersamanya. Menikahi Belinda adalah salah satu syarat untuk membuatnya bisa mendapatkan kesempatan memerintah tahta kerajaan Flowers karena Belinda adalah putri mahkota.


APAKAH ROBERT BISA MENEMUKAN ARNOLD DAN FAIRY?


BERHASILKAH ARNOLD MEYAKINKAN FAIRY UNTUK KEMBALI BERSAMANYA?

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya?


__ADS_2