
Untuk beberapa saat Fairy terkejut mendengar Arnold menyebutnya sebagai gadis yang istimewa. Namun rasa kagum itu kemudian membuat dia tertawa.
"Apanya yang lucu?" tanya Arnold sambil menyipitkan matanya dan dahinya ikut berkerut.
"Hei...Arnold, kalau bicara itu jangan sembarangan. Aku tahu siapa diriku ini. Dan aku juga tahu dalam kehidupanmu itu, kamu sudah ribuan bahkan mungkin ratusan ribu kali sudah melihat cewek-cewek cantik yang istimewa, yang special atau apalah namanya." Kata Fairy diantara tawanya. Ia turun dari ayunan dan melangkah menuju ke labirin.
"Aku memang sudah bertemu dengan banyak sekali gadis dalam hidupku. Namun tidak ada yang istimewa dan special seperti kamu Fairy Ayudisa!"
Perkataan Arnold yang sangat keras dan tegas itu membuat Fairy menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke arah Arnold. Membuat rambutnya yang dikucir satu itu bergerak indah.
Arnold terpesona menatap wajah Fairy. Sinar matahari yang menerpa wajah polos tanpa make up itu, membuat Fairy berkilau indah. Dan Arnold semakin yakin kalau gadis belia itu sungguh membuatnya bergetar.
"Hei Arnold, kau membawa aku ke tempat ini bukan hanya untuk mendengarkan kamu bicarakan? Ayo temani aku keliling taman yang indah ini!" kata Fairy lalu kembali melangkah.
Arnold pun mendekat. Mengsejajarkan langkahnya dengan gadis itu lalu keduanya melangkah bersama.
Selama hampir satu jam, Arnold membawa Fairy berkeliling taman indah itu. Dan yang paling membuat Fairy kagum adalah bagian belakang taman yang ternyata ada sungai kecil.
"Astaga Arnold. Tempat ini benar-benar sorga..!" pekik Fairy. Ia mengambil hp nya lalu segera mengabadikan beberapa tempat yang menarik perhatiannya.
"Kemarikan hp mu. Biar aku yang memotretmu!" kata Arnold sambil mengulurkan tangannya.
"Sebenarnya aku nggak suka di foto tapi boleh juga" Fairy mengulurkan kameranya.
"Tapi Arnold, saat kau mau mengambil gambarku, aku mau yang alami. Jangan paksa aku menatap ke kamera ya...supaya kesannya menarik" kata Fairy sebelum benar-benar melepaskan hp nya ditangan Arnold.
Ben.....seandainya kau di sini, kau pasti tahu bagaimana mengambil gambar gadis yang cantik ini dengan sempurna, batin Arnold mengingat temannya yang berprofesi sebagai fotografer itu.
Arnold pun mengambil gambar Fairy. Gadis itu bahkan beberapa kali memberikan arahan pada Arnold dan membuat Arnold semakin gemas padanya.
"Arnold, dimana toiletnya?"tanya Fairy sambil memegang perutnya. "Aku perlu mengeluarkan air dalam perutku ini!" Fairy menyilangkan kedua kakinya.
Gaya Fairy yang lucu itu membuat Arnold tertawa.
"Ayo ikut aku..!"
Fairy mengikuti langkah Arnold menuju ke satu-satunya rumah yang ada di sana.
"pakai saja toilet yang ada didekat tangga itu!" Tunjuk Arnold saat keduanya sudah berada di dalam rumah.
Fairy berlari ke sana. Sangat jelas terlihat kalau dia tak tahan lagi.
"Ah..leganya..!" guman Fairy saat keluar dari toilet.
Mata gadis itu langsung membesar melihat seluruh ruangan di lantai satu ini. Sebuah ruangan besar tanpa ada dinding yang memisahkan hanya dekorasinya saja yang diatur sangat rapih dan membuat ruangan besar ini jelas terlihat ada dapur, ruang makan, ruang tamu dan ada sebuah ruang baca dengan lemari dinding yang memuat banyak buku. Di setiap bagian rumah ini juga dipenuhi bunga-bunga. Satu-satunya dinding pembatas di ruangan itu adalah sebuah pintu yang diyakini Fairy adalah kamar.
"Arnold, sangat tepat kalau rumah dan taman ini disebut Fairy garden. Para peri katanya punya tugas untuk mengatur agar bunga-bunga dapat tumbuh dengan indah. Dan para peri akan selalu tinggal di dalam bunga yang paling indah." guman Fairy sambil menyentuh salah satu bunga yang ada di sana.
"Aku senang kalau kamu menyukai tempat ini." kata Arnold.
Pintu terbuka dan Fairy melihat sepasang suami istri berusia 50 an tahun masuk sambil membawa minuman dan kue.
"Fairy, ini adalah paman Scot dan istrinya bibi Lun. Keduanya adalah penjaga taman ini!" Arnold memperkenalkan tanpa diminta.
__ADS_1
Fairy memandang keduanya. Yang laki-laki berwajah bule namun yang perempuan berwajah Asia karena matanya yang cipit.
"Bibi Lun berasal dari China. Dialah yang membuat bunga-bunga di taman ini menjadi indah" Arnold melanjutkan penjelasannya melihat cara Fairy menatap bibi Lun.
"Tamannya sangat indah. Rumah ini juga sangat indah. Kalian sungguh luar biasa" Fairy mengangkat kedua jempolnya.
Bibi Lun tersenyum lalu meletakan kue dan minuman yang dibawahnya di atas meja makan.
"Terima kasih nona. Kau membuat taman dan rumah ini juga menjadi kelihatan berseri karena kau adalah gadis pertama yang hadir di tempat ini bersama tuan Arnold. Aku pikir kau pasti sangat istimewa" kata bibi Lun sambil menatap Arnold dan Fairy secara bergantian.
Ternyata dia tidak bohong, aku yang pertama diajaknya ke sini, batin Fairy sambil menatap Arnold dengan wajah permohonan maaf karena tadi tak percaya dengan omongan cowok ganteng itu.
"Kalian minumlah !" kata paman Scot lalu segera meninggalkan ruangan itu bersama istrinya.
"Fairy...ayo duduk!" ajak Arnold sambil menarik kursi di depan meja makan.
Diperlakukan manis seperti ini, Fairy sebenarnya agak kikuk namun ia duduk juga. sedangkan Arnold kemudian berputar dan duduk di depan Fairy.
"Wah...ini jus apel ya...!" guman Fairy saat ia meneguk minuman di depannya.
"Ya. Apel yang diambil dari taman ini juga. Kebun apelnya ada di bagian belakang rumah ini."
"Tempat yang sangat indah. Apakah tempat ini milikmu?" tanya Fairy.
"Ya. 2 tahun yang lalu, aku datang ke sini untuk syuting video clip sountrack film Fairy Garden. Setelah syuting, aku ketemu dengan paman Scot. Ia menceritakan bahwa taman ini hampir rusak karena mereka kekurangan biaya. Anak mereka juga membutuhkan uang yang banyak untuk biaya kuliahnya di China. Aku menawarkan bantuan untuk membantu namun paman Scot justru berniat menjualnya. Aku akhirnya setuju dengan catatan mereka harus tetap tinggal di sini"
"Oh....begitu. Dengan rumah ini juga?" Fairy menganggukan kepalanya sambil memasukan sepotong kue dalam mulutnya. Arnoldb tertawa melihat tingkah Fairy yang lucu itu.
"Rumah ini dulunya tak seperti ini. Aku yang merenovasinya. Paman dan bibi Lun tinggal di ruangan belakang rumah ini. Jika kau membuka pintu yang tadi mereka masuki, disitu ada satu ruangan yang terhubung dengan rumah ini"
"Aku suka rumah kayu seperti ini. Unik dan hangat jika musim dingin tiba" kata Fairy sambil menatap seluruh isi ruangan ini.
"Kau boleh datang kapan saja ke tempat ini jika kau suka. Aku yakin tempat ini akan menyambutmu dengan senang hati karena kau adalah Fairy. Sama dengan penghuni taman ini"
Fairy menatap Arnold seakan tak percaya.
"Hei....jangan tatap aku seperti itu. Seolah semua yang kukatakan adalah kebohongan"
Fairy hanya terkekeh. Gigi putihnya yang tersusun rapih terlihat dan membuatnya nampak makin cantik dalam pandangan Arnold.
"Sekarang ceritakan tentang kuliahmu. Mengapa kamu masih 18 tahun dan sudah menjadi mahasiswa semester 3?" tanya Arnold penasaran.
"Karena aku memang sangat pintar!" kata Fairy sambil membusungkan dadanya.
Keduanya tertawa bersama. Arnold sedikit kesal karena sulit sekali membuat Fairy menceritakan tentang kehidupannya.
Namun saat Arnold bertanya tentang apa yang Fairy sukai dari Korea? Gadis itu dengan sangat lancar menceritakan tentang Oppa Korea yang membuatnya jatuh cinta. Mulai dari musik, drama Korea sampai seluk beluk negara itu yang Fairy ketahui.
"Kau pernah ke Korea?" tanya Arnold.
"Tidak. Aku hanya menontonnya di TV internet dan membacanya di geogle. Nantilah kalau kuliahku sudah selesai dan aku akan kumpul uang sebanyak mungkin sehingga dapat pergi ke Korea." kata Fairy sambil tersenyum sedikit menghayal.
Ponsel Arnold berbunyi. Dilihatnya ada nama Noah di sana.
__ADS_1
"Hallo Noah?"
"Boss, kamu ada dimana? Ini sudah hampir jam 6 sore. Acara di TV nya jam 8 jadi boss harus sampai di sana jam setengah 8."
Arnold nampak kesal karena waktu kebersamaannya dengan Fairy harus berakhir.
"Kita harus pergi?" tanya Fairy
"Ya. Aku ada jadwal mengisi acara di salah satu TV."
"Baiklah. Ayo kita pergi!" Fairy berdiri.
Arnold mengangguk walaupun wajahnya kelihatan belum rela mengahiri waktu kebersamaan mereka.
Setelah berpamitan dengan paman Scot dan Bibi Lun, Arnold pun mengantar Fairy pulang.
"Turunkan saja aku di halte, biar aku naik bus ke asramaku" kata Fairy melihat Asisten Arnold kembali meneleponnya.
"Tidak. Aku akan mengantarmu sampai ke asrama."
kata Arnold dengan nada tegas tak ingin dibantah.
Akhirnya mereka tiba di depan asrama Fairy.
"Makasi ya Arnold untuk jalan-jalan hari ini!" kata Fairy lalu membuka sabuk pengamannya dan bersiap akan turun.
Namun Arnold tiba-tiba saja menahan tangan Fairy "Bolehkah kita pergi lagi lain waktu?"
"Akan kulihat apakah waktuku tidak padat dengan jadwal syuting, wawancara dan mengisi acara di TV." kata Fairy sambil tersenyum sedikit mengejek Arnold karena sesungguhnya ia sedang membicarakan tantang diri Arnold.
Tak tahan tangan Arnold terulur dan manarik hidung mancung gadis itu.
"Aow..sakit!"
Arnold tersenyum penuh kemenangan "Tolong angkat teleponku, balas pesanku jika aku menghubungimu."
Fairy turun "Akan ku usahakan, paman!" katanya sambil menekan kata paman. Dan setelah itu ia menutup pintu dan segera berlari masuk ke dalam asramanya.
Arnold menatap kepergian Fairy dengan dada yang berdetang kencang. Ia tesenyum bahagia lalu kembali melanjutkan perjalanannya.
********
Selesai mandi dan menggenakan piyamanya, Fairy duduk di atas tempat tidur dan membuka hp nya. Ia ingin melihat foto-foto yang diambil oleh Arnold tadi.
Namun alangkah terkejutnya dia saat melihat di sana juga ada beberapa foto Arnold. Sepertinya Arnold memotret dirinya sendiri.
"Dasar bule gila...sok ganteng...ada maksud apa dia menaruh fotonya di sini?" pekik Fairy sambil memegang dadanya yang tiba-tiba saja berdetak dengan sangat cepat.
Apa ini ya???
MAKASI SUDAH BACA
JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE, KASIH BINTANG 5 JUGA DONG...😍😍😍😍
__ADS_1