
Selesai rekaman untuk album terbarunya, Arnold sudah tak sabar ingin ketemu Mike. Hari ini adalah pelaksanaan final idol cilik. Karena kesibukannya untuk album pertamanya, Arnold sampai lupa untuk melatih Mike menyanyi.
Saat Arnold tiba di gedung tempat pelaksanaan idol cilik, ia bergegas ke belakang panggung. Senyumnya langsung merekah saat melihat Mike yang sedang latihan bersama dengan Linda.
"Daddy...!" Mike langsung berlari dan memeluk Arnold saat dilihatnya Arnold yang mendekatinya.
"Hallo sayang." Arnold langsung menggendong Mike dan mencium pipi putranya itu dengan sangat gembira. Sejak tahu kalau Mike adalah putranya, Arnold semakin sayang pada Mike.
"Daddy, aku mau menyanyi lagu ciptaan mommy." Kata Mike sambil melirik ke arah Linda.
"Oh ya? Apa judulnya?"
"Fairy garden."
Arnold terkejut. "Benarkah?"
"Iya. Itu puisi ciptaan mommy yang dibuat lagu oleh paman Bima."
"Baiklah. Mike tidak tegang kan?"
Mike menggeleng.
"Anak pintar. Sekarang daddy mau siap-siap dulu ya? Selesai lomba, mau jalan-jalan dengan daddy?"
Mike mengangguk.
Arnold mencium Mike sekali lagi sebelum akhirnya ia menuju ke ruangan para juri yang sudah berkumpul.
Final lomba idola cilik dimulai. Arnold sangat bangga dengan Mike karena suaranya sangat merdu. Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya.
Arnold meminta seluruh pegawainya, asisten dan seluruh keluarganya untuk memberikan vote pada Mike.
Hasil vote akan diumumkan pada 1 minggu kemudian. Arnold yakin, anaknya akan menang.
Selesai acara lomba, Arnold meminta ijin pada Linda untuk berjalan berdua saja dengan Mike. Linda awalnya tak mengijinkan.
"Tidak, Arnold. Aku tak bisa membiarkan kau dan Mike berdua saja."
"Aku ingin punya waktu berdua dengan Mike. Dia kan anakku. Kau sudah memiliki 5 tahun pertama bersamanya. Kini, biarkan aku punya waktu sedikit lama bersamanya sebelum aku mengakui siapa aku dihadapannya. Please Fairy!" pinta Arnold.
"Jangan panggil aku, Fairy. Sudah kukatakan bahwa identitasku sekarang adalah Linda. Fairy sudah meninggal dalam kecelakaan pesawat 5 tahun yang lalu."
"Maafkan, aku. Mengetahui kalau kau masih hidup membuatku begitu bahagia. Kau ternyata bukan hanya melupakan masa indah kita, kau juga sudah membuang namamu yang sebenarnya sangat unik untukku."
Linda memalingkan wajahnya dengan jengah. Ia sebenarnya ingin segera mengahiri sandiwara ini. Ia sangat kasihan dengan Arnold. Tapi ia juga mengerti kalau Belinda tak mungkin mundur dari pernikahan itu. Linda akan bertahan sebentar sebelum akhirnya ia akan kembali ke Indonesia bersama Bima suaminya yang berprofesi sebagai seorang komposer di Jakarta. Linda ingin segera memiliki anak dan memiliki keluarga yang seutuhnya.
"Arnold, please, aku sudah memiliki suami. Aku mencintai suamiku. Sekarang, kau boleh membawa Mike. Namun hanya 2 jam saja. Karena jam 6 sore Mike harus les bahasa." Kata Linda akhirnya.
"Iya. Maafkan aku." Arnold segera mendekati Mike yang sedang duduk bersama Bima.
__ADS_1
"Mike, kita pergi sekarang?"
"Ok, daddy!" Mike dengan gembiranya langsung menerima uluran tangan Arnold.
Arnold mengajak Mike ke Fairy garden. Paman Scott dan bibi Lun sangat senang melihat kedatangan Mike. Apalagi saat Arnold mengatakan kalau Mike adalah anaknya bersama Fairy.
Mike bahkan sangat senang bermain bersama Alphonso. Anjing itu pun sangat menyukai Mike.
"Daddy, aku haus!" Kata Mike setelah puas main kejar-kejaran bersama Alphonso.
Arnold mengajak Mike masuk. Ia sengaja meletakan foto Fairy di dinding ruang tamu untuk melihat bagaimana tanggapan Mike.
"Enak sekali!" Ujar Mike sambil menghabiskan jus apel yang memang sudah disiapkan oleh bibi Lun.
"Kalau Mike suka, nanti daddy minta bibi Lun untuk membungkus apelnya dan dibuatkan jus di rumah."
"Ok." Mike mengangguk lalu ia memperhatikan ruang tamu yang ada. Matanya menatap foto Fairy yang digantung Arnold di dinding.
"Mengapa foto mommy Fai ada di sini?"
"Mommy Fai? Maksudnya mommy Linda."
Mike menggeleng. "Bukan daddy. Aku punya dua mommy. Namanya mommy Linda dan mommy Fai."
"Mommy Fai yang mana?"
"Mommy Fai adalah mommy aku yang sebenarnya. Kalau mommy Linda, adenya mommy Fai. Mommy Fai panggil aku dengan nama Keegan."
"Apakah mommy Fai fotonya ini?" Arnold menunjukan foto Belinda yang ada di hp nya.
"Iya. Ini mommy Fai yang biasa panggil aku dengan nama Keegan."
Hati Arnold rasanya sangat bahagia. Ia memeluk Mike dengan air mata yang hampir saja keluar. Pantas saja sejak melihat Belinda hatinya langsung bergetar. Apalagi saat mencium dan making love bareng Belinda, Arnold merasa seperti sedang bersama Fairy. Perasaan hati memang tak pernah salah.
"Kalau begitu mulai sekarang daddy akan panggil Mike dengan nama Keegan. Boleh kan?"
"Boleh. Sebenarnya aku lebih suka dengan nama Keegan."
Arnold bernapas lega. Ia pun menelepon Linda untuk mengantar Keegan pulang.
Setelah Keegan diambil oleh Linda, Arnold langsung bergegas ke kantor yayasan. Belinda yang baru selesai rapat dengan para stafnya kaget melihat Arnold. Ia pikir setelah ia menuliskan pesan itu, Arnold tak akan pernah menemuinya lagi. Tinggal 3 minggu lagi dia akan menikah dengan Robert. Dan Belinda tak ingin Arnold mengacaukannya.
"Ada apa, tuan Manola?" Tanya Belinda saat keduanya sudah berada di ruangan kerja Belinda.
"Aku hanya kangen saja padamu."
Belinda tersenyum sinis. "Aku kan sudah katakan padamu kalau hubungan kita sudah selesai. Aku harus menikah dengan Robert. Tanggal pernikahan kami sudah ditentukan."
"Bagaimana mungkin kau bisa menikah dengan Robert sementara kau masih terikat pernikahan dengan seseorang?"
__ADS_1
Belinda menatap Arnold dengan sangat terkejut. "Apa maksudmu?"
"Kau tahu maksudku Fairy Ayudhisa!"
Wajah Belinda terlihat pucat. Namun ia buru-buru menguasai hatinya. "Siapa Fairy Ayudhisa?"
"Kau!"
"Apa? Aku tidak mengenal nama itu."
"Berhentilah berpura-pura padaku, Fairy. Surat yang kau tinggalkan padaku sudah membuka siapa sebenarnya dirimu. Tulisan di surat itu sama dengan tulisan yang ada di buku puisi Fairy. Kau istriku!"
Belinda menggeleng. "Kamu sudah gila. Sebaliknya kamu pergi. Masih banyak pekerjaan yang harus kukerjakan."
Saat tangan Belinda memegang gagang pintu, Arnold tiba-tiba saja memeluknya dari belakang.
"Kau mungkin bisa merubah penampilanmu sehingga wajah Fairy yang selalu polos tanpa make up tersamarkan. Namun kau tidak dapat mendustai hatimu. Itulah mengapa tubuhmu tak menolak aku, saat kita bercinta untuk pertama kali." Kata Arnold sambil mengendus leher Fairy. Tubuh perempuan itu bergetar. Belinda memejamkan matanya saat tangan Arnold sudah masuk ke balik kemejanya dan mengelus perutnya perlahan.
"Lepaskan aku, Arnold."
"Daerah sensitif Fairy adalah perutnya. Ia selalu tak bisa menolakku jika aku sudah memegangnya di sini apalagi mencium perutnya. Dan aku dapat merasakan kalau saat ini kau bergetar saat aku menyentuh perutmu."
Arnold membalikan tubuh Belinda agar bisa menatap gadis itu.
"Kau tahu? Sejak awal, matamu ini sudah mengatakan yang sebenarnya. Kau adalah istriku."
"Kau sudah gila, Arnold! Aku bukan istrimu!" kata Belinda hampir berteriak karena sesungguhnya pertahannya hampir bobol.
Arnold tersenyum. "Jadi kau juga akan bohong dengan mengatakan bahwa Keegan Mikecelio Manola bukanlah anak yang dulu ingin kau gugurkan namun akhirnya tidak jadi?"
"Aku belum pernah punya anak!"
"Kau setega itu pada Keegan dengan tidak mengakuinya? Pada hal baru saja Keegan mengatakan padaku kalau dia memiliki dua mommy. Mommy Linda yang memanggilnya Mike dan mommy Fai yang memanggilnya Keegan." Arnold mengelus pipi Belinda. "Apalagi yang akan kau sangkal?"
tok...tok...tok...
Belinda bernapas lega saat mendengar suara ketukan di pintu. Ia membukanya. Nampak sekretarisnya Lidia berdiri di depan pintu.
"Ada apa, Lidia?"
"Tuan Robert menelepon kalau dia sudah hampir sampai di yayasan. Dia menunggu nona dibawa untuk foto prewednya. Tadi tuan menelepon ponsel nona namun tak diangkat."
"Baiklah. Saya akan turun sekarang juga. Tolong berikan bukti penerimaan dana kepada tuan Manola." Belinda langsung mengambil tasnya di atas meja. Ia tersenyum ke arah Arnold.
"Maaf tuan, aku permisih dulu." Pamit Belinda dengan perasaan lega.
"Tuan tunggu sebentar ya?" Ujar Lidia lalu segera ke lemari file untuk mengambil laporan yang dimaksud.
Arnold hanya mengangguk walaupun hatinya sakit. Benarkah kisah manis mereka 5 tahun yang lalu sudah tak berarti lagi di hati Fairy?
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan vote ya..