SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Reuni Penuh Makna.


__ADS_3

"Sayang, kamu masih muntah lagi?" Tanya Arnold saat melihat Fairy yang keluar dari kamar mandi.


"Nggak. Hanya perutku agak sedikit kembung." Kata Fairy sambil melangkah mendekati Arnold yang sedang menulis. Fairy duduk dipangkuan Arnold sambil melingkarkan tangannya dileher Arnold.


Tangan Arnold langsung mendarat di perut Fairy. Ia mengusap lembut di sana. "Dede sayang, jangan buat mommy muntah lagi ya? Kasihan Mommy kalau harus muntah terus."


Senyum Fairy mengembang. Kehamilannya kali ini tentu sangat istimewa karena ada Arnold di sampingnya. Si jabang bayi pun terkesan manja karena jika ada Arnold di samping Fairy, ia justru tak merasa mual. Namun jika Arnold pergi, Fairy pasti akan muntah terus.


"Ar, jadi konser di Korea?" Tanya Fairy


"Iya. Minggu depan."


"Aku ikut ya?"


"Memangnya dokter sudah ijinkan?"


"Iya. Dokter katakan kalau aku bisa naik pesawat. Aku nggak mau jauh darimu."


Arnold mengangguk. "Ok."


"Makasi sayang!" Fairy menghadiahkan satu kecupan dipipi suaminya.


"Faith mengajak kita ke Bali. Ben dan keluarganya ikut. Edward dan Lerina juga ikut."


"Bali? Aku mau, Ar. Bukankah kita punya kenangan di pantai dekat hotel The Thomson?"


"Ya. Aku kesal saat itu kau terus saja memangilku, Uncle. Namun akhirnya aku jatuh cinta padamu karena panggilan itu."


"Aku hanya gadis biasa saat itu. Dan kau penyanyi yang sedang naik daun. Aku sungguh tak percaya jika kau jatuh cinta padaku."


Arnold menatap wajah cantik istrinya. "Kau memang pantas dicintai. Bagaimana mungkin aku tak jatuh cinta padamu."


Kembali Fairy mencium pipi Arnold. " Sayang, jika aku naik tahta dan menggantikan oma, apakah kau mau terus mendampingiku? Mungkin kegiatanmu sebagai seorang penyanyi akan sedikit terganggu."


"Apapun untukmu, sayang. Bahkan jika aku harus berhenti menyanyi, akan kulakukan."


Fairy memegang pipi Arnold."Jangan ! Aku ingin kau terus menyanyi. Karena aku tahu menyanyi adalah hidupmu. Lagi pula jika kau berhenti menyanyi, banyak orang yang akan bersedih."


"Itu yang membuat aku makin jatuh cinta padamu. Kau selalu memikirkan kebahagiaan orang lain." Kata Arnold lalu menarik tengkuk istrinya, menciumi bibir Fairy dengan penuh kasih sayang. Keduanya saling berbagi kasih sayang dengan sentuhan fisik yang akhirnya membakar gairah. Fairy yang masih duduk dipangkuan suaminya dapat merasakan itu.


"Sayang, boleh?" Tanya Arnold saat ciuman mereka berakhir.


"Boleh." Angguk Fairy dengan balutan gairah yang sama.


Arnold langsung mengangkat tubuh istrinya menuju ke ranjang cinta mereka untuk meneruskan apa yang menjadi dambaan keduanya.


*********


Kuta Bali....


Perayaan ulang tahun istri Ezekiel, yaitu Faith Thomson dilaksanakan dalam suasana kekeluargaan dan penuh kehangatan. Faith terlihat cantik dengan balutan dres berwarna putih.


Pesta yang berkonsep garden party itu menjadi lebih hangat saat Faith memasang lilin ulang tahunnya, didampingi oleh Ezekiel dan 3 buah hati mereka.


Arnold, menatap Keegan yang sedang duduk disampingnya. Pandangan mata Keegan lurus pada satu titik. Ia tampak terpesona. Arnold mengikuti arah pandang putranya. Ternyata, di meja yang lain, sedang duduk seorang gadis cantik berambut lurus sebahu. Gadis itu sedang duduk dipangkuan ayahnya. Arnold mengenal pria itu sebagai Daniel Alexander, sahabat Faith. Mereka tadi sudah berkenalan.


"Namanya Zelina Alexander. Dia adalah anak dari sahabat bibi Faith. Orang Indonesia. Kamu mau berkenalan dengannya?"


Keegan tersenyum. "Gadis Indonesia? Pantas saja cantik seperti mommy."

__ADS_1


Zelina yang sedang duduk dipangkuan papanya, menoleh ke arah Keegan. Seolah tahu kalau Keegan sedang memperhatikannya, Zelina tersenyum.


Keegan yang berusia 11 tahun merasakan hatinya bergetar. "Dad, dia menatapku."


Arnold terkekeh. Ia mengacak rambut putranya. "Jangan katakan kalau kau jatuh cinta pada pandangan pertama. Kau masih kecil."


Keegan pun ikut tertawa. "Dia cantik, dad. Aku suka senyumnya."


Fairy yang baru kembali dari toilet bersama Colen menatap suami dan anaknya. "Ada apa?"


"Rahasia antar pria." ujar Arnold.


"Aku juga seorang pria, dad. Aku boleh tahu kan?" Ucap Colen sambil mendekatkan telinganya ke arah papanya. Arnold langsung tertawa. Putra angkatnya ini memang sangat lucu.


Faith Thomson memegang micropone.


"Arnold Manola, maukah kau bernyanyi saat ini?" Tanya Faith.


Arnold mengangguk. Ia mencium pipi istrinya sebelum berdiri mendekati Faith.


"Lagu apa yang kau ingin aku nyanyikan?" Tanya Arnold setelah berdiri disamping Faith.


"Forever."


Mendengar judul lagu yang disebutkan Arnold, Maura dan Lerina yang sedang duduk langsung berdiri samping bertepuk tangan. "Yes.....!" teriak mereka kompak.


Ben dan Edward saling berpandangan dengan wajah heran.


"Heran deh dengan mama muda ini, ada suami ganteng di samping, giliran Arnold Manola muncul langsung kita dilupakan."


"Arnold selalu punya pesona!" Guman Edward.


Prua tampan itu menatap Ben. "Maaf ya Ben, aku tinggalkan dulu."


"Nah, tambah histeris lagi nih mama muda- mama muda ini."


Edward hanya terkekeh dan langsung mendekati Arnold.


"Kolaborasi yang mantap. Aku suka!" pekik Faith tak dapat menyembunyikan rasa sukanya.


Ezekiel mendekati Ben yang duduk dengan wajah ditekuk sementara Maura, Lerina, Fairy dan Faith, sudah duduk manis di depan Arnold, mendengar si tampan menyanyikan lagu forever.


"Eze, apakah aku harus kursus menyanyi sehingga Maura tak akan melirik Arnold lagi? Dia mengaku cinta mati padaku, namun kalau Arnold menyanyi, cintanya seperti sudah berpindah pada Arnold." Gerutu Ben membuat Ezekiel tertawa.


"Aku pikir hanya aku saja yang sering merasa cemburu saat Faith sangat mengidolakan Arnold. Ternyata kamu juga ya?"


"Lihatlah mereka semua. Tak perduli lagi dengan anak dan suami, malahan duduk manis dan menatap Arnold dan Ed dengan penuh kekaguman."


"Itulah kelebihan saat jadi artis." Ujar Ezekiel. Ia tak dapat memungkiri kalau sepupunya Arnold punya sejuta pesona untuk memikat para kaum hawa.


Tepuk tangan terdengar heboh saat Arnold selesai menyanyikan lagu forever. Faith langsung memeluk Arnold dan menghadiahkan ciuman di pipi kanan dan kirinya. "Thank you, Arnold. Lagu ini terus menjadi lagu idolaku sampai kapanpun."


"Selamat ulang tahun, Faith. Terima kasih telah menjadikan lagu ini sebagai lagu kesayanganmu."


Para wanita kembali meminta Arnold dan Edward berkolaborasi lagi untuk menyanyikan beberapa lagu.


Ben dan Ezekiel pun hanya bisa duduk pasrah tak berdaya. Merasa ditinggalkan oleh para wanitanya.


********

__ADS_1


Tawa riuh terdengar saat keempat pria tampan dengan usia 30-an itu asyik bercerita sambil menikmati minuman di tangan mereka.


"Aku tak percaya kalau kita akhirnya bisa menikah dengan wanita-wanita Indonesia." Kata Ben, memulai percakapan mereka.


"Ya. Semuanya diawali oleh Arnold. Waktu Arnold menikahi Fairy, aku pikir kalau dia sedikit tak waras, disamping usia Fairy masih sangat muda, Fairy juga bukan gadis dari kalangan atas. Siapa yang menyangkah kalau dia adalah seorang putri?" Ezekiel menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Kamu juga menikahi Faith saat usianya baru genap 19 tahun. Kamu bahkan menikahi Faith dengan mengancam gadis itu. Siapa yang sangkah justru Eze yang bucin dan takut kehilangan Faith." Arnold jadi tertawa mengingat Ezekiel yang datang kepadanya, meminta Arnold untuk membuat acara khusus di konser Arnold saat itu.


"Wanita Indonesia selalu punya pesona yang sangat luar biasa. Aku tak pernah berpikir akan mendapatkan perawan lagi setelah Jesica." Imbuh Edward lalu meneguk minumannya.


"Aku juga mendapatkan perawan. Aku berpikir, betapa bersyukurnya kita bisa menikah dengan mereka." Ben tersenyum manis.Memandang wanitanya yang sedang duduk manis bersama semua perempuan asal Indonesia itu.


"Dan kita memiliki anak-anak blesteran Inggris Indonesia yang tampan-tampan dan cantik-cantik." Lanjut Ben lagi disambut kekehan 3 temannya itu.


Fairy tersenyum bahagia melihat suaminya yang walaupun fokus dengan teman-temannya namun sesekali masih melirik ke arah istrinya.


********


"Zelina ya?" Tanya Keegan sambil mendekati Zelina yang sedang bermainan Ayunan di dekat kolam renang.


Zelina mengangguk sambil menghentikan gerakan ayunannya.


"Kamu siapa?"


"Keegan!" Keegan mengulurkan tangannya. Zelina menyambutnya dengan manis.


"Senang berkenalan denganmu!" Kata Zelina. Saat matanya melihat Caleb yang baru saja datang di kolam, Zelina turun dari ayunan.


"Aku permisi ya.." Zelina berlari mendekati Caleb. Saat Caleb melihatnya, ia pun langsung menggengam tangan Zelina dan mengajaknya pergi. Keegan menarik napas panjang. Menghentakan kakinya dengan kesal.


"Nak, kau harus belajar melupakannya jika memang dia tak menyukaimu." Arnold melingkarkan tangannya di bahu anaknya.


Keegan menatap papanya. "Sepertinya dia menyukai Caleb."


"Kau masih punya waktu untuk melupakan dia."


Keegan mengangguk walaupun sebenarnya hati anak lelaki yang akan memasuki usia remaja itu seakan tak rela.


*********


Arnold ikut berbaring di samping istrinya. Keduanya sedang duduk di kursi pantai.


"Apakah si kecil baik-baik saja di dalam?" Tangan Arnold terulur membelai perut istrinya yang masih rata.


"Iya. Dari pagi aku tidak merasa mual dan muntah."


"Apakah dia suka berada di Bali? Atau kita beli satu rumah saja di sini?"


Fairy tersenyum. "Suasana hatiku yang sedang baik saat ini. 13 tahun lalu tempat ini menjadi tempat kita ketemu."


"Ya. Sekarang kita ada di sini lagi. Rasanya waktu sudah lama berlalu dan kita akan menua bersama nanti."


Fairy membaringkan tubuhnya di bahu Arnold. Menikmati kebahagiaan yang sudah didapatkannya kembali.


Nah....beginilah kisah manis si penyanyi tampan.


Episode berikutnya adalah kisah percintaan Keegan.


SONG IN NY LIFE II

__ADS_1


__ADS_2