
Noah dan Susan menatap Arnold yang sementara asyik dengan hp nya sambil tersenyum kurang jelas. Karena bentuk senyum seperti itu tak pernah mereka lihat di wajah Arnold.
"Kenapa bos ya?"tanya Noah sedikit berbisik.
"Apa bos sudah baikan dengan nona Amelia?"Susan juga balik bertanya mengungkapkan rasa penasarannya.
Sementara Arnold yang sedang asyik dengan hp nya jadi begitu senang karena Joe, sekretaris sepupunya Ezekiel mengirimkan data Fairy Ayudisa.
1 jam yang lalu, Arnold menghubungi Joe. Ia tahu kalau Joe sangat menguasai ilmu komputer dan segala bentuk kecanggihan didalamnya termasuk meretas data yang sangat rahasia. Ezekiel tidak mau bekerja sama dengan sembarangan orang. Makanya dia akan mencari tahu seluk beluk orang tersebut sebelum memutuskan bekerja sama dengannya.
"Hallo Joe, aku meminta tolong untuk mencari data seseorang."
"Siapa?"
"Namanya Fairy Ayudisa, nanti fotonya aku kirimkan padamu"
Satu jam kemudian, Arnold sudah mendapatkan data Fairy Ayudisa.
"Gadis ini nggak terlalu aktif di media sosial. Jadi hanya sedikit yang bisa aku dapatkan" kata Joe di telepon saat Ia selesai mengirim data Fairy.
"Nggak apa, Joe. Makasih ya atas bantuannya"
"Ok. Bye.."
Arnold membaca data diri Fairy yang Joe kirimkan. Keningnya langsung berkerut saat membaca usia gadis itu.
Dia baru saja genap berusia 18 tahun 2 bulan yang lalu? Astaga, ternyata dia masih ABG. Tapi aneh sekali kalau ia sudah semester 3. Apakah dia masuk kuliah saat usianya belum genap 17 tahun?
Tapi disini tercatat kalau dia memang memiliki nilai akademik yang luar biasa.
Arnold melepaskan hp nya dengan wajah bingung. Ia menggelengkan kepalanya membayangkan gadis sebelia Fairy bisa melakukan banyak hal yang luar biasa.
"Bos, apakah anda baik-baik saja?" Susan memberanikan diri untuk bertanya karena sudah tak tahan melihat tingkah Arnold yang menurutnya sudah seperti orang gila karena mwnggaruk kepala, menggelengkan kepala dan berguman tak jelas.
Arnold memandang Susan dan Noah secara bergantian.
"Apa jadwalku hari ini?"
"Siang ini sudah selesai. Malam nanti pukul 8 akan mengisi acara on air di salah satu peragaan busana." kata Noah sambil membuka tablet yang ada sitangannnya.
"Peragaan busana tante Alicia ya?"
"Iya Bos."
Arnold menyandarkan kepalanya dengan perasaan galau. Apa mungkin ia tertarik pada gadis ini?
Come on Arnold, usianya baru 18 tahun. Amelia pasti akan menertawakanmu ejek hatinya.
Amelia? Waw, mengapa Arnold justru melupakan gadis itu? Bukankah seharusnya Arnold saat ini terbang ke LA? Membujuk Amelia seperti biasanya dan menikmati kebersamaan di apartemen Amelia sampai beberapa hari?
"Noah, apakah Amelia menghubungiku akhir-akhir ini?" tanya Arnold.
Noah menggeleng "Pasti dia menungguh bos untuk menghubunginya. Apakah aku perlu mengirimkan bunga dengan tulisan I AM SORRY?"
Arnold menggeleng "Aku mau jalan-jalan sebentar. Tolong siapkan porsche macan putihku"
Noah sedikit heran. Jika Arnold menyuruh menyiapkan mobil ini maka berarti dia akan pergi sendiri tanpa diganggu.
"Bos mau kemana?" Noah penasaran.
Arnold tersenyum. "Siapkan saja" katanya lalu segera menuju ke kamarnya yang ada di lantai 2.
Arnold keluar dengan menggunakan baju santai. Singlet putih yang disusun dengan kemeja lengan pendek kotak-kotak berwarna biru, celana jeans selutut, Kaca mata hitam, topi hitam, dan sepatu kets berwarna biru putih. Dan yang paling akhir, Arnold memberikan tambalan kumis palsu di atas bibirnya.
"Astaga bos....mau menyamar nih?" tanya Susan dengan kaget.
"Iya. Aku ada misi rahasia. Mana mobilku?" tanya Arnold.
"Sudah disiapkan di lobby depan" kata Susan lagi. Sementara Noah tak bicara karena masih sock melihat penampilan bosnya.
"Tak membawa bodyguart bos?" tanya Susan lagi sambil mengikuti langkah Arnold sampai ke pintu masuk mansion.
"Aku mau sendiri" jawab Arnold sebelum menghilang di balik pintu mobilnya.
Mobil yang dikendarai oleh Arnold berhenti di depan sebuah restaurant siap saji.
Sebelum turun, ia memeriksa dandanannya sebentar melalui kaca spion. Merasa penyamarannya aman, Arnold pun masuk.
Senyum dibibir Arnold langsung mengembang melihat Fairy yang sedang mengantar makanan pada pengunjung.
Arnold pun memilih tempat duduk di paling sudut yang agak tersembunyi.
Menurut jadwal kerja yang Joe kirimkan padanya, waktu kerja Fairy masih ada 30 menit lagi. Berarti rencananya bisa berjalan lancar.
__ADS_1
"Mau pesan apa, tuan?" Fairy mendekat dengan daftar menu yang ada di tangannya.
"Aku mau pesan ayam, kentang keju dan orange jus"
Fairy mencatat pesanan Arnold sambil dahinya sedikit berkerut karena suara ini sepertinya tak asing baginya.
"Tunggu sebentar ya...!" Fairy segera menuju ke dapur untuk memberikan pesanan pada petugas dapur.
Sambil menungguh, Fairy merasakan hp nya bergetar sehingga ia mengambilnya.
Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenalnya.
"Kalau pesananku sudah diantar, kau harus menemani aku duduk sebentar ya...Arnold Manola."
"What??" tanpa sadar Fairy berteriak.
"Ada apa Fairy?" tanya Giani
"Eh....tidak...!" Fairy buru,-buru menggeleng sambil menatap satu persatu pengunjung restaurant yang sedikit sepi siang ini.
Apakah pria yang mengenakan kemeja biru itu? Soalnya tadi saat ia bicara, suaranya seperti tak asing bagiku.
Fairy menatap Giani "Giani, apakah kau kenal Arnold Manola?"
Wajah Giani langsung bersinar mendengar nama itu "Hanya orang kuper yang tidak mengenal penyanyi terkenal itu. Aku bahkan sedang menyisip uang sedikit demi sedikit agar bisa menonton konsernya. Tiketnya sangat mahal."
Wah berarti aku kuper dong karena tidak mengenalnya.
"Kalau dia datang ke restaurant ini, kau akan apa?" tanya Fairy lagi.
"Sudah pasti aku akan memeluk dan menciumnya serta minta foto berdua"
Gawat nih kalau mereka tahu Arnold ada di sini..
Pesanan Arnold selesai. Fairy segera mengantarnya dengan jantung yang berdebar-debar.
"Ini pesanannya, tuan" kata Fairy sambil meletakan pesanan Arnold.
"Duduklah temani aku!" pintah Arnold.
"Tuan, aku masih harus bekerja"
"Aku tahu jam kerjamu hampir selesai. Duduklah! Atau kau mau aku membuka penyamaranku ini?"
Arnold tersenyum "Setelah jam kerjamu selesai, kita jalan-jalan, yuk!"
"Aku masih ada tugas yang lain."
Arnold menggeleng "Jangan bohong. Aku tahu setelah ini kau tidak ada jam kuliah atau pekerjaan yang lain"
"Dari mana tuan tahu?"
"Aku tahu saja. Dan berhentilah memanggil aku tuan" kata Arnold sedikit penuh penekanan.
"Baiklah! Arnold"
"Nah, begitu kan bagus!" Arnold mengangkat jempolnya.
Fairy nampak gelisah, melihat ke kanan dan ke kiri.
Arnold mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya "Aku sudah selesai. Tolong bayarkan makananku. Aku tunggu kamu di luar ya?"
"Makananmu belum kau makan, lagian uang ini sangat banyak"
Arnold meneguk jus nya sampai habis, mengambil dua potong kentang dan memasukan dalam mulutnya.
"Ayamnya buat kamu saja dan kembalianmu untuk tip pelayananmu hari ini. Jangan lupa aku menungguhmu di luar" Arnold segera melangkah meninggalkan Fairy membuat gadis itu terlihat masih terpana di tempatnya berdiri.
Fairy mendekati Giani dan memberikan uang untuk pembayaran pesanan Arnold yang tadi.
"Terus uang yang ada ditanganmu itu uang apa?" tanya Giani.
"Katanya uang tip untuk aku."
"Dia memberikan kamu uang tip sebanyak ini? Apakah dia nggak salah? Ini sama dengan gajimu selama sebulan di tempat ini, Fairy. Beruntung sekali kamu."
"Aku juga jadi bingung. Jangan-jangan dia itu kurang waras"
Giani tertawa " Biar saja. Itu suatu keberuntungan bagi orang kecil seperti kita"
Fairy mengambil separuh uang yang ada ditangannya dan memberikannya pada Giani.
"Untukmu!"
__ADS_1
Giani menggeleng " jangan. Ini adalah rejekimu"
"Anggaplah aku berbagi keberuntunganku denganmu" kata Fairy lalu menaruh uang itu disamping mesin kasir.
Mata Giani berkaca-kaca "Fairy, kau sungguh baik hati"
Fairy hanya tersenyum "Jam kerjaku sudah selesai.Aku ganti baju dulu ya. Bye.." Fairy menuju ke ruang ganti dan mengganti seragamnya dengan rok jeans mini dan t-shirt warna kuning. Baju seragamnya di simpan di dalam lockernya. Ia memasukan uang yang diberikan Arnold tadi ke dalam dompetnya, memoles wajahnya sedikit dengan bedak lalu segera keluar dari pintu samping.
Sesampai di depan jalan, kepalanya berputar ke kanan dan ke kiri. Berharap kalau Arnold tidak menungguhnya. Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke halte bis saat sebuah mobil mewah tiba-tiba saja berhenti di dekatnya. Pintu mobil terbuka. Arnold turun dan segera membuka pintu mobil bagi Fairy.
"Ayo masuk !" ajaknya.
Fairy berdiri ragu. Menatap kemewahan mobil itu membuat nyalinya menjadi kecil. Membayangkan betapa kaya cowok yang ada di depannya ini dan betapa jauh perbedaan status sosial diantara mereka.
Melihat Fairy hanya diam tak melangkah, Arnold menarik tangan gadis itu secara lembut dan menuntunnya untuk masuk ke dalam mobilnya. Ia sendiri memasang sabuk pengaman untuk Fairy
Setelah itu ia duduk di belakang kemudi dan mulai menjalankan mobilnya.
"Kita mau kemana?" tanya Fairy.
"Jalan-jalan sebentar saja" kata Arnold sambil tersenyum manis. Kumis palsunya perlahan dilepaskannya.
Fairy tiba-tiba tertawa.
"Apanya yang lucu?"
"Kalau pakai kumis begitu, kamu cocoknya dipanggil paman"
Arnold terkekeh "Makanya ku lepas. Rasanya nggak enak juga"
"Arnold, kenapa kamu mengajak aku pergi? Artis besar seperti kamu kan seharusnya berkumpul dengan orang-orang dari kaum jetset." kata Fairy merendah.
"Karena aku bukan artis yang membatasi diri untuk berteman hanya dengan sesama artis atau kaum konglomerat. Bagiku semua orang sama"
Fairy melirik Arnold dengan hati yang kagum "Baguslah kalau semua artis seperti dirimu."
Arnold hanya tersenyum bangga, lalu keduanya diam sampai mobil yang Arnold kendarai memasuki kawasan kebun bunga dan akhirnya mereka berhenti di sebuah rumah yang kecil namun terlihat sangat cantik.
"Ayo turun!" ajak Arnold.
Fairy turun dengan rasa penasaran. Namun saat melihat pemandangan di depannya ia terpana.
"Arnold ini cantik sekali!"
Sebuah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga, ada kolam ikan, air mancur dan labirin. Di bagian lain dari taman itu terdapat sebuah bangku taman yang indah dan 2 buah ayunan.
Fairy melangkah dan duduk di atas ayunan itu. Arnold pun ikut duduk di sampingnya.
"Tempat apa ini?" tanya Fairy penasaran.
"Aku menamakan tempat ini Fairy Garden"
Fairy menoleh dengan kaget "Kamu pasti bohong"
"Pernah lihat film Fairy Garden?"
"Belum"
"Tontonlah. Dan kau akan melihat kalau taman di film itu lokasinya di sini"
"Oh ya? Pasti kamu sering membawa banyak gadis di tempat ini"
"Kamu yang pertama"
Fairy menggeleng tak percaya "Jangan bohong"
"Aku tidak bohong. Kamu boleh tanyakan pada penjaga taman ini apakah aku pernah datang ke sini dengan seorang gadis."
"Lalu mengapa kamu mengajak aku?" tanya Fairy sambil menatap Arnold penasaran.
"Karena kamu istimewa"
Fairy terkejut mendengar perkataan Arnold. Ia menatap wajah cowok itu. Dan ia tak menemukan ada kebohongan di sana.
deg
deg
deg
MAKASI SUDAH BACA....
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTARI DAN VOTE YA
__ADS_1