SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Menjelang Pernikahan


__ADS_3

Hari pun berlalu tanpa bisa ditahan laju perputarannya. Di mulai dengan Fairy yang menjadi moderator di seminarnya Thomas dan tentu saja masih sempat membuat Arnold cemberu, lalu Fairy yang memutuskan untuk berhenti bekerja di restoran dan perpustakaan karena Arnold tak ingin saat menikah Fairy tak punya waktu untuknya.


Hari kamis pagi, mereka melaksanakan konseling pernikahan di apartemen Arnold. Pendetanya memberikan banyak nasehat yang membuat Arnold dan Fairy menjadi semakin yakin dengan keputusan mereka.


Lalu, hari jumat sore pun tiba. Sehari menjelang hari pernikahan mereka.


"Alex, besok aku minta ijin nggak masuk kerja ya?" ujar Fairy saat membersihkan meja Alex.


Alex yang baru saja menerima telepon dari seseorang, menatap Fairy "Ada apa sampai kau tak bisa masuk?" sebenarnya Alex merasa hampa jika gadis manis berambut lurus itu tak bisa datang ke kantor. Menunggu dari hari senin sampai kamis saja, Alex sangat tersiksa.


"Sahabatku akan menikah"


"Oh ya? Berapa usia sahabatmu itu sampai memutuskan untuk menikah di usia muda?" tanya Alex sambil tak lepas menatap Fairy.


"22 tahun!" jawab Fairy asal-asalan saja.


"Sayang ya..., usianya masih sangat muda. Aku harap agar kau tidak akan menikah muda, Fairy. Usiamu baru 18 tahun, dan kau memiliki kepintaran yang luar biasa. Kau akan menjadi orang sukses dan hebat.Aku sangat yakin itu"


Fairy hanya tersenyum sambil mengangguk. Ah, Alex andai kau tahu kalau yang akan menikah besok adalah aku, pasti kau akan sangat kaget.


"Kalau sudah tak ada pekerjaan, bolehkah aku pulang sekarang?"


Alex mengangguk "Salam untuk temanmu itu ya?"


"Ok, bos!" ujar Fairy sambil memberikan senyum terbaiknya sebelum keluar dari ruangan Alex.


Saat tiba di halaman parkir, mobil merah sudah menunggunya bersama seorang sopir.


"Nona, setelah ini akan kemana?"


"Saya mau langsung ke asrama, paman"


"Baiklah!" Rio langsung menjalankan mobilnya menuju ke asrama Fairy.


Seperti biasa, mobil diparkir agak jauh dari asrama. Fairy akan memastikan suasana sepi lalu ia akan turun dan masuk ke dalam asramanya.


"Makasi, paman!" ujar Fairy sebelum turun.


Suasana asrama nampak sepi karena baru jam setengah enam sore. Sejak semalam Fairy sudah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Arnold. Awalnya cowok itu menolaknya dengan alasan ia tak bisa kalau sehari saja tak melihat Fairy.


"Sekarang, ikut dulu adatnya orang Indonesia. Biasanya menjelang pernikahan, calon pengantin tak bisa bertemu." kata Fairy membuat alasan.


"Tapi sayang..."


"Please..., hanya 2 malam kita tak bertemu"


"Baiklah. Tapi angkat kalau aku videocall ya"


"Ok."


Arnold akhirnya mengalah mengikuti keinginan tunangannya itu.


Fairy memasuki kamarnya. Cassie sepertinya juga belum ada. Setelah melepaskan sepatu dan tasnya, Fairy pun memutuskan untuk mandi.


Setelah mandi hp nya berbunyi. Fairy kaget sat melihat kalau itu adalah nenek Anna.

__ADS_1


"Hallo, nek!" sapa Fairy.


"Hallo, sayang. Apa kabarmu?"


"Baik-baik saja. Tumben menelepon. Biasanya juga aku yang hubungi nenek lebih dulu"


"Entah kenapa sejak kemarin nenek ingat kamu terus. Nenek takut kalau kamu sakit atau sedang ada masalah."


"Aku baik-baik saja. Nenek nggak usah khawatir. Kabar rumah bagaimana?"


"Baik. Oh ya, kamu ingat si Bunga teman SMP mu kan? Besok dia akan menikah lho. Sayang ya, pada hal usianya baru 19 tahun. Namun sudah hamil. Nenek dapat undangan ke pernikahannya. Nenek bersyukur karena kamu masih sekolah. Jangan dulu kepikiran untuk menikah ya, nak. Kejarlah dulu cita-citamu. Jangan sampai kamu salah bergaul. Tetap jaga kesucianmu. Jangan terpengaruh dengan kehidupan bebas yang ada di sana. Nenek tahu kalau kamu pasti bisa."


"Iya, nek. Aku akan menyelesaikan sekolahku dan menjadi wanita sukses seperti yang nenek harapkan. Sudah dulu ya, nek. Fairy mau belajar"


"Baiklah sayang. Doa nenek menyertaimu. Bye.."


Fairy buru-buru mengahiri sambungan teleponnya karena ia tak ingin nenek Anna mendengarnya menangis. Hati Fairy begitu sedih karena ia membohongi neneknya. Sebenarnya hati kecil Fairy tak menginginkan pernikahan ini. Dia masih ingin sekolah dan mengejar cita-citanya. Namun ia juga tak mungkin mengingkari janjinya pada Arnold. Ia dapat merasakan ketulusan Arnold padanya. Pria itu sungguh mencintainya. Fairy pun tak mampu menolak pesona Arnold yang telah merasuki hatinya. Ia ingin bersama cowok itu. Ingin merasakan hangatnya pelukan Arnold. Tapi ia juga ingin dengan cara yang benar. Seperti yang selalu diingatkan nenek Anna padanya.


Cassie yang sudah kembali menatap temannya yang sedang duduk termenung di atas tempat tidurnya.


"Hai calon pengantin. Ada apa wajahmu sedih begitu?" tanya Cassie sambil mendekat dan duduk disamping temannya itu.


"Aku bingung, Cas. Sejak kemarin aku ingat nenek Anna terus. Aku merasa berdosa membohonginya" kata Fairy sedih.


"Hei, jangan seperti itu. Kamu sendiri kan yang tak ingin nenek Anna tahu. Lagi pula, semua ini dilakukan untuk kebaikan kamu juga agar tak ada orang lain yang tahu. Arnold baik. Aku yakin kalau dia sungguh-sungguh mencintaimu!" ujar Cassie berusaha menenangkan temannya itu.


"Sebentar lagi Willy akan datang untuk memberikan suntikan obat kontrasepsi untukmu" kata Cassie mengingatkan Fairy.


Fairy menelan salivanya yang terasa berat "Cassie, aku takut melakukannya"


"Hei...!" Fairy memukul pundak sahabatnya itu dengan bonekanya. Wajahnya jadi memerah karena ucapan Cassie yang tak pakai sensor itu.


Cassie tertawa "Aku berkata yang benar. Aku kan sudah berpengalaman. Dan kamu akan bercinta dengan pria yang paling digilai oleh jutaan gadis di dunia ini. Aku yakin Arnold itu akan membuatmu melayang ke tempat yang paling indah"


"Cassie! Sudahlah. Aku jadi takut membayangkannya."


Cassie semakin keras tertawanya. Tak lama kemudian Willy datang. Ia segera mengeluarkan alat suntik dan obat cairnya.


"Ini adalah suntikan kontrasepsi selama 3 bulan. Kamu jangan sampai lupa tanggal untuk suntikan lagi. Jenis suntikan ini akan membuat masa haidmu hanya seperti bercak-bercak merah saja. Sangat sedikit. Biasanya hanya satu hari. Namun akan meningkat kesuburan kandunganmu. Sehari saja kamu melewatkan tanggal untuk suntik lagi, maka kemungkinanmu untuk hamil akan sangat besar." kata Willy menjelaskan panjang lebar.


"Baiklah. Aku akan menjadikannya pengingat di hpku" ujar Fairy sedikit malu.


"Jangan malu. Aku juga memakai suntikan yang sama denganmu. Katanya ini lebih aman dari pada kita harus memakai pil" ujar Cassie.


"Baiklah. Makasi ya,Willy!" kata Fairy dengan tulus. Willy tersenyum sambil mengangguk.


Setelah Willy pulang, hp Fairy berdering. Ternyata itu panggilan Videocall dari Arnold.


"Hallo sayang...!" sapa Arnold sambil melambaikan tangannya.


"Kamu ada di Fairy garden ya?" tanya Fairy saat melihat posisi Arnold berdiri yang menunjukan latar belakang labirin.


"Iya. Aku melihat persiapan akhir di sini. Kau pasti akan terkejut saat melihat bagaimana mereka menghias taman ini menjadi sangat indah"


"Tak sabar melihatnya"

__ADS_1


"Kalau begitu aku jemput kamu sekarang?"


Fairy tersenyum "Besok saja."


"Aku kangen!" kata Fairy dengan suara sedikit mendayu dan mimik wajah seperti bayi yang menginginkan sesuatu.


"Aku juga kangen. Sampai jumpa besok ya. Kamu harus istirahat supaya besok kita berdua akan tampil fresh"


"Baiklah. Jam 7 besok, Rio akan menjemputmu bersama Cassie untuk ke butik mamanya Ben. Kalian akan dirias di sana. Pemberkatan nikahnya akan dilaksanakan jam 11. Kamu masih ingatkan apa yang dikatakan oleh pendeta saat konseling pernikahan?"


"Ya sayang. Sumpah pernikahannya sudah aku hafal"


"Baiklah. Aku juga akan cepat tidur malam ini. Good night my love"


"Good night my love!"


Setelah saling memberikan ciuman jarak jauh, mereka pun mengahiri panggilan videocall.


Fairy menatap Cassie yang sedang berdiri sambil menatapnya. "Aku yakin kau akan berbahagia, temanku"


"Terima kasih, Cassie!" kata Fairy dengan mata berkaca-kaca.


***********


Gaun pengantin berwarna putih gading sudah melekat ditubuh ramping Fairy. Ada sebuah mahkota berwarna hijau perak dengan tatanan berlian asli melekat di atas kepalanya. Rambutnya yang panjang digulung dan diberikan bunga-bunga kecil sebagai penghiasnya.


Fairy sendiri hampir tak mengenali wajahnya.


"Hallo sayang...!"


Seorang wanita cantik berusia sekitar 50an, memasuki ruang tempat Fairy dihias.


"Saya Kiela Thomson. Bibinya Arnold!"


"Oh...anda mamanya Rachel?"


Kiela tersenyum. Wajahnya memang agak pucat karena semenjak suaminya meninggal, perempuan ini sering sakit-sakitan.


"Arnold sudah seperti anakku sendiri. Aku menyayanginya. Aku mohon, bahagiakan Arnold. Jangan tinggalkan dia apapun yang terjadi"


Fairy mengangguk "Baiklah, nyonya"


"Panggil aku, bibi"


"Baiklah bibi!"


Kiela Thomson memegang tangan Fairy "Ayo kita ke Fairy garden. Anakku sudah menunggumu di sana!" ajaknya.


Fairy mengangguk. Ia benar-benar sangat tegang. Semuanya kini akan di mulai. Fairy akan menjadi nyonya Manola.


HAI GUYS...MAKASI SUDAH DUKUNG AKU YA...


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA


EPISODE BERIKUT ADALAH JANJI SUCI FAIRY DAN ARNOLD SERTA MALAM PENGANTIN MEREKA

__ADS_1


__ADS_2