
Gerbang Fairy garden hari ini dijaga oleh beberapa pengawal keluarga Thomson. Para pengawal ini sudah dilatih untuk tutup mulut dan tidak akan mengatakan apapun ketika ditanya oleh orang lain.
Dari depan rumah sampai di halaman, telah dibuat gerbang-gerbang indah dari bunga-bunga. Karpet merah telah direntangkan dari gerbang pertama sampai gerbang terakhir.
Sebuah altar pun sudah berdiri di sana. Di belakang altar ada dinding berwarna putih yang sangat cantik karena juga di hiasi bunga berwarna putih dan pink.
Di samping kanan altar, ada Edward Kim, sang pianis yang sudah siap di depan pianonya.
Tak jauh dari situ, ada meja-meja bulat yang sudah diatur rapih dengan taplak putih dan kursi yang dibungkus juga dengan kain putih. Ada sebuah panggung kecil yang telah dihias sangat cantik, dan kue pengantin bernuansa putih pun di atur di sana.
Para pelayan yang mengatur semuanya sudah pulang sehingga mereka tak akan pernah tahu, siapa pengantin yang akan mengucap janji suci di suasana pernikahan seperti kerajaan seribu bunga.
Paman Scot dan istrinya yang akan melayani para tamu yang jumlahnya tak sampai 20 orang.
"Mommy menelepon. Mereka sudah ada di gerbang!" Seru Rachel membuat Arnold yang sedang berbincang dengan Ben langsung berdiri dengan jantung yang berdebar.
"Tenang, dude. Jangan gugup!"ujar Ben sambil menepuk pundak Arnold.
"Jantungku rasanya mau lepas dari tempatnya!" Arnold mengambil sapu tangannya dan menyeka dahinya yang tiba-tiba saja berkeringat.
Cassie yang menjadi pendamping pengantin wanita, Ezekiel yang menjadi pendamping pengantian pria. Semuanya sudah siap di tempatnya.
Mobil yang membawa Faith berhenti di depan rumah. Kiela Thomson, turun lebih dulu, disusul dengan Fairy.
"Bibi, aku sangat gugup!"ujar Fairy sambil memegang tangan Kiela dengan erat.
"Tenanglah sayang. Ini hari bahagiamu. Kau adalah peri yang telah dinantikan oleh anakku Arnold. Lihatlah, dia sudah menunggumu di sana!" kata Kiela sambil menunjuk ke arah altar pernikahan.
Alicia Aslon mendekat, lalu membetulkan gaun pengantin Fairy.
"Pergilah peri cantik. Kau jangan membuat pujaan hatimu menunggu terlalu lama!" kata Alicia lalu menarik cadar penutup wajah Fairy.
Suara piano yang dimainan oleh Edward terdengar. Fairy sudah diberi tahu kalau ia harus melangkah secara perlahan menuju altar pernikahan saat Arnold mulai menyanyi.
Maka terdengarlah nyanyian indah dari suara merdu Arnold.
Hari ini, kau berjalan ke arahku
aku menantimu dengan hati berdebar
hari ini, kau akan menjadi milikku
dalam janji suci di hari pernikahan kita
ini bukan tentang aku
juga bukan tentang kamu
karena hari ini aku adalah kamu
dan kamu adalah aku,
kita bersatu, kita berjanji,tak akan
__ADS_1
ada yang lain dalam ikatan cinta kita
kau adalah milikku
aku adalah milikmu
Fairy sangat terharu mendengar nyanyian Arnold. Nyanyian itu sangat merasuki hatinya. Membuatnya ingin berlari dan segera memeluk kekasihnya itu.
Di depan altar, saat Arnold menyanyikan lagunya itu, ia pun tak bisa menahan perasaannya yang sangat bahagia. Ada air hangat yang membasahi pipinya.
"Bos sungguh mencintai nona Fairy. Lihatlah dia menangis. Ah..., kenapa aku juga tak bisa menahan air mataku, ya?" ujar Noah lalu mengambil sapu tangannya dan menghapus air matanya.
"Iya. Aku juga ikut haru!" imbuh Susan dengan mata yang berkaca-kaca.
Nyanyian Arnold berhenti saat Fairy sudah berdiri tepat di depannya. Cowok itu menyerahkan microphone yang dipegangnya kepada Ezekiel yang berdiri di sampingnya lalu ia segera mengulurkan tangannya pada mempelainya. Fairy menyambut tangan Arnold lalu keduanya berdiri di depan altar, berhadapan langsung dengan pendeta yang sudah menunggu mereka dengan senyumnya.
Pemberkatan nikah pun dimulai. Lalu sampailah mereka pada sumpah pernikahan.
Mereka berdiri saling berhadapan dengan tangan yang saling menggenggam.
"Aku, Arnold Manola, berjanji di hadapan Tuhan dan semua yang berdiri di sini sebagai saksi. Aku mengambil mu, Fairy Ayudhisa menjadi istriku didalam Tuhan. Aku akan mencintaimu seumur hidupku. Aku tidak akan pernah menghiananti dan meninggalkanmu. Aku akan terus bersamamu dalam suka dan duka kehidupan kita. Aku akan melindungi dan menjagamu, sampai maut memisahkan kita. Kau adalah hidupku, sayang. Aku bukan aku tanpa adanya kamu!" kata Arnold dengan suara yang agak bergetar karena ia berusaha menahan air matanya. Namun ternyata ia tak sanggup. Hari ini Arnold menjadi agak cengeng. Ia mengucapkan sumpahnya dalam keharuan karena hati yang sangat bahagia.
Fairy menarik napas panjang. Kini gilirannya untuk mengucapkan janji itu.
"Aku, Fairy Ayudhisa. Berjanji di hadapan Tuhan dan semua yang ada di sini sebagai saksi, bahwa aku menerima Arnold Manola untuk menjadi suamiku yang sah didalam Tuhan. Aku akan mencintaimu seumur hidupku, menghormati dan menjaga kesucian pernikahan kita. Aku akan berjuang dalam suka dan duka kehidupan ini bersamamu. Aku akan setia sampai maut memisahkan kita. Mulai hari ini, aku bukan aku tanpa adanya dirimu" kata Fairy tanpa ada keraguan. Air matanya pun mengalir tanpa bisa ditahannya.
"Silahkan pasang cincinnya" kata pendeta.
Cassie yang memegang cincin pernikahan itu menyerahkannya kepada pendeta. Cincin itu diberkati lalu diberikan kepada kedua mempelai untuk dipasangkan di jari manis masing-masing.
Fairy memegang tangan Arnold. Sambil memasukan cincin itu, ia pun berkata,"Arnold, Aku memasang cincin ini sebagai lambang ikatan suci pernikahan kita berdua."
"Atas nama Tuhan yang telah menumbuhkan cinta kasih diantara kalian, pernikahan ini diberkati!"
"Amin...!" ucap semua yang di sana bersamaan.
"Dengan ini kalian ku nyatakan sah sebagai suami dan istri. Bukalah cadar istrimu dan berikan ciuman kudus padanya" kata pendeta.
Arnold membuka cadar yang menutup wajah Fairy. Lalu ia menunduk dan mencium bibir istrinya dengan penuh kasih. Hanya singkat ciuman itu namun membuat jantung keduanya berdetak dengan sangat cepat.
Arnold menatap semua yang berdiri di sana dengan senyum kebahagiaan.
"Yes....! She is mine!" teriaknya sambil mengangkat kedua tangannya.
Semua langsung bertepuk tangan penuh kebahagiaan melihat pasangan pengantin itu.
"Aku yakin kalau kakakku yang di sorga sedang tersenyum bahagia saat ini!" kata Kiela Thomson sambil menghapus air matanya.
Ezekiel melingkarkan tangannya di bahu mamanya. Ia pun tersenyum bahagia melihat sepupunya itu.
"Eze, kapan kau akan menyusul Arnold? Bukankah usiamu satu tahun lebih tua darinya?"
Ezekiel menatap mamanya. "Mom, kau tahu cintaku untuk siapa!"
__ADS_1
"Dia bukan untukmu, Eze. Bukalah hatimu untuk gadis lain. Apakah kau tak tertarik mencari gadis Indonesia seperti Arnold? Kau kan sering pergi ke Bali dan Jakarta?" Kiela menatap putranya.
Ezekiel hanya menggeleng. "Aku tidak suka dengan gadis Indonesia. Aku lebih suka gadis Jepang"
Kiela hanya bisa mengangkat bahunya sambil tersenyum "Pilihanmu itu akan membuatmu menderita, sayang"
"Mom, ayo fokus pada Arnold!" kata Ezekiel lalu mengajak mamanya untuk memberikan ucapan selamat bagi pasangan pengantin itu.
**********
Sebuah pesta pernikahan yang luar biasa telah terjadi di Fairy garden. Walaupun tanpa sorotan kamera para wartawan, tanpa siaran langsung dari stasiun TV ternama, tanpa kehadiran kaum bangsawan dan orang terkenal lainnya, namun suasana penuh cinta dan tawa kebahagiaan lebih berarti dari apapun juga.
Arnold dan Fairy tak pernah sedikit melepaskan pegangan tangan mereka. Arnold bahkan tak mengijinkan pria lain berdansa dengan Fairy.
"She is mine!" kata-kata itu yang selalu diucapkan Arnold saat para pria ingin berdansa dengannya.
Selesai makan siang, memotong kue pengantin dan berdansa berdua, Fairy diajak Alicia untuk mengganti gaun pengantinnya dengan sebuah gaun berwarna hijau. Gaun yang agak santai yang membuatnya dapat bergerak bebas.
Acara masih dilanjutkan dengan canda tawa, dan minum anggur bersama.
"Eh..., jangan buat pengantin prianya mabuk. Nanti malam pengantinnya batal !" kata Ben lalu mengambil gelas yang dipegang oleh Arnold.
Semua tertawa melihat wajah Arnold dan Fairy yang sama-sama merah.
Cassie pun menatap Fairy dengan sangat bahagia "Selamat sayang. Aku yakin kau akan bahagia bersamanya"
"Terima kasih, temanku. Terima kasih juga Willy. Hanya kalian berdua tamuku saat ini." kata Fairy dengan penuh ketulusan.
"Kami pulang dulu ya...!" pamit Cassie dan Willy.
Arnold pun mengucapkan terima kasih pada pasangan kekasih itu.
Setelah Cassie dan Willy pergi, yang lain pun ikut pamit untuk pulang.
"Rekaman video dan foto-fotonya akan kubawa minggu depan, ya?" ujar Ben sebelum pergi.
Arnold melingkarkan tangannya di pinggang Fairy. "Sayang, aku sangat bahagia. Hari ini kita sudah resmi menjadi suami istri"
"Aku juga bahagia!"
"Ayo kita masuk ke dalam rumah!" ajak Arnold.
"Sayang, ini kan masih sore"kata Fairy beralasan. Sebenarnya gadis itu sangat gugup untuk masuk ke dalam rumah. Apalagi untuk ke kamar pengantin mereka.
"Bagian WO nya sebentar lagi mau datang untuk membersihkan tempat ini. Setelah mereka selesai membersihkan, barulah paman Scott dan bibi Lun akan pergi. Mereka akan membiarkan kita sendiri di sini!"kata Arnold dengan tatapan menggoda membuat jantung Fairy semakin berdetak.
"Tapi..."
"Tidak ada tapi-tapian, sayang. Ayo kita masuk dan memulai malam pengantin kita. Aku sudah tak sabar!" ujar Arnold lalu mengangkat tubuh Fairy, menggendongnya ala bridal style menuju ke kamar pengantin mereka.
Nah...ayo...gimana Fairy akan menghadapi Arnold? Kira-kira malam pengantinnya berjalan mulus atau si peri manis membuatnya gagal?
Komen ya....
__ADS_1
jangan lupa like dan vote nya