SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Aku Paling Ganteng


__ADS_3

Sedikit kesal Arnold membuka pintu kamarnya. Ia harus meredakan gemuru yang ada di dadanya dengan berenang di air yang dingin. Itu sudah menjadi kebiasaannya semenjak kecil. Berenang selalu membuat perasaannya jadi tenang.


Arnold membuka pintu walk in closet, lalu mengambil celana renangnya, dan keluar kembali. Ia membuka pakaian yang dikenakannya, melemparkannya ke keranjang baju kotor yang letaknya ada di dekat pintu kamar mandi, lalu ia memakai celana renangnya itu, mengambil jubah mandi untuk menutup tubuhnya yang terbuka, lalu ia mengambil handuk dan segera turun ke bawa.


Ruang tamu kosong. Entah kemana Susan dan Noah. Arnold langsung menuju ke kolam renang. Setelah meletakan handuk di kursi yang ada, ia pun membuka jubah mandinya dan langsung terjun ke air. Sensasi air yang dingin membuat Arnold merasa segar. Setelah sampai ke ujung, ia langsung berputar kembali ke tempat semula.


"Hallo uncle..!"


Arnold menoleh dengan kaget saat mendengar suara itu. Fairy? Bagaimana si manis ini yang baru saja membuatku kesal sekarang sudah ada di kolam ini?


"Mau lomba berenang?" tanya Fairy dan langsung berenang membuat Arnold menyusulnya dengan perasaan yang sangat bahagia.


Dengan tubuh tingginya dan kecepatannya menggerakan tubuh didalam kolam, Arnold berhasil menyusul Fairy. Dipeluknya gadis itu dari belakang membuat Fairy meronta manja minta dilepaskan.


"Aku tak akan membiarkan kau pulang malam ini" bisik Arnold dan membuat Fairy langsung terperanjat karena kaget. Ia membalikan tubuhnya. Tatapan mereka bertemu.


"Apa maksudmu, uncle?" tanya Fairy sedikit gugup. Jantungnya bahkan sudah berdetak sangat cepat.


"Kamu harus tidur di sini karena sudah terlambat datang di kencan kita yang pertama setelah menjadi tunanganku"


Fairy mundur beberapa langkah "Maksudmu kita akan tidur ber....sa...ma?"


Arnold mengangguk.


"Tapi a...ku.....ti...dak...eh,mak...sudku, kita kan be..lum menikah...ja..di...!" agak terbata-bata Fairy mengeluarkan kata-katanya membuat Arnold jadi gemas melihat wajah tunangannya yang merah padam itu.


Ia kembali mendekat, memeluk pinggang Fairy dengan sangat lembut "Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kau menjadi milikku, sayang. Aku tahu di negaramu, memegang teguh prinsip untuk tidak melakukan hubungan intim sebelum menikah masih dipegang oleh banyak orang. Aku hanya meminta supaya malam ini kau ada di sini. Karena selain kita akan pergi untuk memesan cincin pernikahan kita, kita juga akan ke tempat pembuatan baju pengantin"


Fairy tersenyum lega. "Makasi, Ar. Aku senang karena kamu memahami diriku"


Arnold membelai wajah Fairy dengan ibu jarinya. Lalu ia menunduk dan menyatukan bibir mereka dalam ciuman hangat. Sehangat cinta yang kini bersemi didalam hati mereka.


Arnold mengambil tangan Fairy dan meletakan diatas bahunya, membuat Fairy secara spontan melingkarkan tangannya dileher Arnold.


Secara alami, Fairy membalas ciuman Arnold. Kini ia sudah tahu, apa yang harus dilakukan ketika bibir Arnold sudah menyatu pada bibirnya.


"Ar..., nanti ada orang yang akan melihat kita" Fairy tiba-tiba melepaskan ciumannya dan kepalanya langsung celingukan dengan perasaan yang was-was.


Arnold tertawa melihat kepanikan Fairy. Ia kembali memeluk Fairy "Hei, apartemen ini baru saja di resmikan 7 bulan yang lalu. Masih ada beberapa lantai yang belum terisi. Tiap kolam renang di rancang khusus sehingga orang yang berada satu lantai di atas kita tidak akan melihat kita. Lagi pula tidak semua lantai ada kolamnya."


"Oh...begitu ya..."


"Dari pada kamu ketakutan karena berpikir ada yang akan melihat kita, sebaiknya kita naik saja. Aku lihat kamu sepertinya agak kedinginan"


Fairy mengangguk. Ia langsung naik ke atas lalu menuju ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya


Waktu ia keluar, nampak Arnold sudah mengenakan jubah mandinya dan sementara menuangkan anggur di gelas kristal.


"Sayang, kau kerja sama dengan Noah dan Susan untuk membuat aku kesal ya?" tanya Arnold.


"Ya. Aku ingin minta maaf padamu dengan ikut berenang denganmu. Namun nyata kita tak berenang malahan asyik berciuman" kata Fairy sambil memanyumkan bibirnya.


Arnold terkekeh lalu ia menyerahkan satu gelas pada Fairy.

__ADS_1


"Ar, aku takut mabuk"


"Ini bebas alkohol"


Fairy mencoba meminumnya sedikit.


"Enak...!" katanya sambil mengangkat jempolnya.


"Aku senang kalau kau menyukainya. Ayo kita makan!"


Fairy menatap semua makanan yang sudah disiapkan oleh Arnold. Sebenarnya ia masih kenyang namun ia tak mau mengecewakan Arnold. Noah mengatakan kalau Arnold menyiapkan semua ini sendiri.


"Baiklah. Ayo kita makan!" Fairy menarik kursi yang ada di depannya dan langsung mengambil makanan yang sudah disiapkan itu. Arnold pun duduk di depan Fairy. Keduanya makan malam dengan suasana bahagia, ditemani cahaya lilin aroma terapi yang membuat suasana makan menjadi sangat menyenangkan.


"Bagaimana rasanya?" tanya Arnold.


"Enak. Aku suka. Kau juga menyediakan nasi."


"Aku tahu, seenak apapun menu makanannya, tanpa ada nasi, maka perut orang Indonesia tidak akan pernah merasa puas."


Fairy mengangguk setuju.


"So, bagaimana hasil wawancaranya?" tanya Arnold.


"Lancar. Menyenangkan. Aku dites langsung oleh presdirnya."


"Mengapa lama?"


"Karena setelah tes tulisan, aku masih diwawancara, setelah itu diajak makan oleh presdirnya"


"Dia sudah memesan makanan. Saat aku mau pergi makanannya sudah datang jadi nggak enak untuk menolak"


Arnold manggut-manggut walaupun ada api cemburu yang mulai membara di dadanya "Presdirnya laki-laki atau perempuan?"


"Laki-laki"


"Sudah tua, ya?"


"Nggak. Dia masih muda. Mungkin seusia denganmu, Ar. Badannya tinggi dan dia sangat ganteng. Aku sendiri agak kaget saat melihat wajahnya yang masih muda itu" Fairy bicara santai tanpa memperhatikan kalau wajah Arnold sudah semakin cemberut.


"Ganteng ya? Siapa yang lebih ganteng. Aku, dosenmu si Thomas atau presdir itu?"


"Aku pikir sama gantengnya" jawab Fairy santai namun beberapa detik kemudian, ia mulai mengerti acara bicara Arnold. Ia mengangkat wajahnya yang sementara yang sementara fokus pada makanannya lalu memperhatikan Arnold dengan seksama.


"Kamu cemburu ya?" tanya Fairy tanpa bisa menahan tawanya.


"Haruskah kau tanyakan itu? Jelaslah aku cemburu. Kau menganggap pria lain sama gantengnya dengan aku. Seharusnya siapapun pria itu, aku tetap yang lebih ganteng" kata Arnold penuh penekanan membuat tawa Fairy berhenti.


"Ar, aku memang mengatakan kalau kalian bertiga sama gantengnya karena aku tak mau bohong. Namun sekalipun aku melihat wajah mereka sama gantengnya dengan dirimu, namun aku tak tertarik dengan mereka. Karena aku menyukaimu bukan karena tampangmu saja namun karena aku percaya dengan cintamu" kata Fairy dengan tatapan mata yang penuh cinta, berusaha untuk menghibur pacarnya yang sedang merajuk ini.


"Jadi kamu hanya menyulai aku saja?" Arnold kelihatan tambah kesal. Ia bersandar dikursi sambil melipat kedua tangannya dan membuang pandangannya ke sembarang tempat.


Fairy menarik kursinya agar berada di samping kursi Arnold.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Arnold Manola dan kau satu-satunya pria paling tampan di mataku" kata Fairy lalu menyentuh tangan Arnold yang masih ada di depan dadanya.


"Sungguh?"


"Lihat saja apakah mataku bohong!" kata Fairy sambil menatap Arnold sangat dekat.


Arnold menatap manik coklat itu dengan tatapan menyelidik. Perlahan wajah cemberutnya langsung berganti dengan senyum manisnya "I love you my Fairy!"


"I love you too my Arnold" balas Fairy dengan dada yang bergetar.


Perlahan ciuman menyatu kembali. Menghadirkan rasa hangat akan indahnya bara cinta yang tak bertepuk sebelah tangan.


*********


Alicia Aslon menatap Ben, putranya "Jadi, kamu menyuruh mommy untuk menungguh di sini sampai semua kariawan mommy sudah pulang untuk menunggu Arnold dan pasangannya yang akan memesan gaun pengantin?"


Ben mengangguk.


"Wah, bangganya mommy karena Amelia Alba mau memesan gaun pengantinnya pada mommy"


"Arnold tidak akan menikah dengan Amelia melainkan dengan seorang gadis bernama Fairy."


"Anak bangsawan mana dia?"


"Dia mahasiswa, mom. Orang Indonesia"


"Apa? Bagaimana bisa?" Alicia sangat terkejut.


"Aku juga awalnya sama terkejutnya seperti mommy. Namun saat melihat gadis itu, aku yakin dengan pilihan Arnold. Ingat ya mom, jangan tanya macam-macam." Ben mengingatkan mamanya.


Tak lama kemudian Arnold datang bersama Fairy. Saat melihat gadis itu, Alicia yang kesehariannya selalu bertemu dengan gadis cantik jadi tersenyum.


"Cantik!" bisiknya pada Arnold membuat cowok itu semakin bahagia.


Fairy pun seakan terkejut saat tahu kalau yang akan membuat gaun pengantinya adalah Alicia Aslon, si perancang terkenal yang namanya sudah mendua itu.


"Makasi ya bibi Alicia!" ujar Arnold ketika proses pengambilan ukuran baju selesai.


"Dia cantik kan, mom?" tanya Ben saat pasangan itu sudah pergi.


Alicia mengangguk"Ia cantik seperti namanya. Fairy. Mommy akan membuat gaun yang sangat indah untuk perinya Arnold" ujar Alicia sambil tersenyum. Ben setuju dengan pandangan mamanya.


*******


Malam semakin larut, Fairy bahkan sudah tertidur di samping Arnold. Tangan Arnold dengan lembut membelai kepala Fairy.


Hp Arnold bergetar. Sebuah pesan masuk. Arnold terkejut saat menyadari bahwa itu adalah Amelia.


Aku ada di dalam apartemenmu. Kamu ada di mana??


Arnold sangat terkejut mwmbaca isi pesannya itu. Ia jadi panik saat menyadari bahwa ia belum mengubah kode masuk ke apartemennya.


MAKASI SUDAH BACA PART INI

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE ya


__ADS_2