
Melepaskan sesuatu yang sangat berarti dan berharga dalam hidup kita bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Inilah yang Arnold rasakan dalam hidupnya.
Kegiatan tour keliling dunia yang padat dan sangat menyita waktu dan tenaga Arnold, tak bisa membuatnya sedetikpun melupakan Fairy.
Arnold masih sering menangis diam-diam di kamar hotelnya ketika rasa rindu itu datang.
Malam ini, Arnold ada di Fairy garden. Ada sesuatu yang harus ia dan krunya lakukan sebelum melanjutkan lagi tour keliling dunianya.
Anjing Alphonso sedang tertidur di depan pintu balkon. Semenjak Fairy meninggal, Alphonso selalu tidur di mana Arnold berada. Dan anehnya, setiap kali ia melihat foto Fairy, anjing itu selalu meraung seakan ia menangis. Arnold tahu kalau Alphonso merindukan Fairy.
"Sayang, aku begitu rindu mendengar suaramu. Rindu merasakan lembutnya tanganmu yang memelukku. Rindu pada wajah manismu yang menyambutku setiap kali pulang." Arnold bicara sendiri sambil memperhatikan layar hp nya. Ia sedang memutar video kebersamaan mereka di Korea.
"Mengapa kau tak pernah datang dalam mimpiku? Datanglah sayang, datanglah dalam mimpiku. Peluklah aku dalam mimpiku. Oh Tuhan, Fairy. Aku sungguh tak bisa menerima kenyataan ini." Arnold kembali terisak. Sudah 4 bulan sejak peristiwa jatuhnya pesawat itu. Ia masih saja menangis.
Ponsel Arnold berdering. Sebuah panggilan dari Ezekiel.
"Hallo, dude. Apa kabarmu?" tanya Ezekiel dari seberang sana.
"Aku baik-baik saja. Kau ada di mana?"
"Aku ada di Bali. Apakah kau ada waktu untuk datang ke sini lusa?"
"Aku memang ada waktu off selama 4 hari. Memangnya ada apa?"
"Aku mau menikah."
"Apa?"
"Gadis itu sangat mengidolakan dirimu. Ia bahkan bermimpi jika menikah, dansa pertamanya diiringi oleh lagu forever milikmu. Please, aku ingin mewujudkan mimpinya itu. Menjadikan pernikahan ini sebagai pernikahan impiannya."
"Siapa gadis itu?"
"Namanya Faith. Dia gadis asli Indonesia."
Hati Arnold berdesir mendengar kata gadis Indonesia. Dia ingat dengan Fairy.
__ADS_1
"Ar, kamu bolehkan?"
"Baiklah. Demi gadis Indonesiamu." Kata Arnold akhirnya. Ia tak ingin mengecewakan sepupunya itu.
************
Mata Arnold tersenyum menatap gadis manis berbadan mungil yang berdansa dengan sepupunya Ezekiel. Hati Arnold sakit saat mengingat dansa pertamanya dengan Fairy. Rasanya tidak akan mungkin Arnold bisa melupakan Fairy.
"Arnold, terima kasih ya sudah datang dan menyanyikan lagu forever. Aku memang suka semua lagumu. Namun lagu forever adalah lagu yang paling aku sukai." Kata Faith saat pesta sudah usai.
Arnold tersenyum. Menatap wajah polos Faith, justru mengingatkannya pada wajah polos Faith. "Terima kasih karena menyukai lagu itu." Kata Arnold tulus. Setelah mengambil beberapa foto dengan Faith dan teman-temannya, Arnold mendekati Ezekiel.
"Eze, jangan permainkan Faith. Dia masih polos. Kelihatannya juga baik hati. Kamu harus belajar mencintainya."
"Kau tahu siapa yang aku cintai."
"Lupakan perempuan itu. Dia tak mencintaimu."
Ezekiel hanya diam sambil menatap Faith yang asyik berfoto dengan teman-temannya.
*********
Hari ini adalah peringatan 5 tahun kematian Fairy. Arnold masuk ke dalam pondok sambil membawa setangkai bunga mawar putih.
Ia meletakan bunga itu di depan foto. Mengusap foto itu dengan penuh sayang.
"Hai sayang, ini sudah 5 tahun semenjak kematianmu. Dan aku selalu saja rindu padamu. Apakah kamu masih menatapku dari atas sana? Ataukah kamu sudah melupakan aku? Jangan lupakan aku ya? Karena aku tak pernah sedetikpun melupakan kamu. Kamu tahu, Ezekiel menikah dengan gadis Indonesia, Ben juga menikahi orang Indonesia. Dan teman baikku yang suka main piano, si Edward Kim pun menikah dengan gadis Indonesia. Aku bahagia untuk mereka. Aku sering membayangkan seandainya kau masih ada, pasti akan terlihat heboh, kami, para bule yang mencintai gadis Indonesia."
Inilah yang Arnold lakukan. Bercerita dengan foto Fairy. Bukannya Arnold tak waras. Tapi dia menjadikan pondok ini sebagai makam Fairy yang tak pernah ada jasadnya.
5 tahun sudah berlalu, namun Arnold tak pernah sedikitpun bisa menggantikan Fairy dengan gadis lain. Bukannya Arnold tak mau. Ia sudah mendekati beberapa gadis seperti permintaan Rachel dan kedua asistennya. Termasuk juga mengajak Amelia untuk makan malam. Namun Arnold selalu merasa bersalah setiap kali dekat dengan gadis-gadis itu. Seolah-olah ia akan menghianati Fairy. Makanya tak ada satupun yang berhasil kencan dengan Arnold.
Fairy tetap wanita terbaik di hati Arnold.
***********
__ADS_1
Hari ini keluarga Thomson berduka. Elisa Thomson, meninggal setelah peringatan satu tahun meninggalnya Daren Thomson, suaminya.
Arnold hadir di sana menemani kedua sepupunya. Ia juga menyayangi oma Elisa karena wanita tua itu menyayanginya. Ia juga sering menghibur Arnold dan memintanya untuk terus kuat menghadapi kematian Fairy.
Banyak tamu dari kalangan atas yang datang. Baik pejabat maupun para kaum bangsawan. Keluarga Thomson memang salah satu keluarga terpandang di London.
Arnold mengenakan kacamata hitamnya dan duduk di samping Rachel ketika upacara pemakaman dilaksanakan di ladang pekuburan khusus keluarga Thomson.
Sambil mendengar khotba dari pendeta, Arnold mencoba memperhatikan para tamu yang ada. Pandangan Arnold berhenti pada sosok perempuan cantik. Ia mengenakan dres hitam yang sangat elegan menunjukan kelasnya sebagai kaum borjuis. Tangannya memegang sebuah dompet berwarna hitam dan dia memakai sepatu high helss yang sangat indah di kaki jenjangnya.
Perempuan dengan rambut berwarna karamel dengan panjang sebahu dan bergelombang. Perempuan itu berdiri di sebelah seorang pria gagah. Arnold mengenalnya sebagai sebagai salah satu keluarga kerajaan dan seorang pengusaha di bidang maskapai.
Arnold ingin mengalihkan pandangannya dari perempuan itu saat ia melihat mata coklat itu. Sangat mirip bentuknya dengan mata almondnya Fairy. Arnold menajamkan pandangannya. Ia bahkan membuka kacamata hitamnya.
Mengapa wanita itu mengingatkanku pada Fairy. Walaupun postur tubuhnya lebih tinggi dan lebih padat berisi, namun mata itu seperti matanya Fairy.
"Dia putri Belinda, Ar. Di sebelahnya adalah Robert Vensen tunangannya. Ia memang agak mirip Fairy kan?" Ujar Rachel saat mengikuti arah pandang Rachel.
"Tidak juga. Hanya matanya saja yang sama."
Upacara pemakaman selesai. Para pelayat duka diundang untuk jamuan minum kopi di kediaman keluarga Thomson.
Arnold kembali melihat perempuan itu hadir di sana. Ia mendekati putri Belinda yang seperti sedang mencari sesuatu.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Arnold
Putri Belinda tersenyum."Di mana toiletnya?"
"Oh, di sana!" Arnold menunjuk ke sebuah lorong.
"Terima kasih." Kata Belinda sopan lalu segera melangkah ke tempat yang ditunjukan oleh Arnold.
Mengapa suaranya agak mirip dengan Fairy ya? Hanya saja aksen bicaranya seperti orang Belanda.
Arnold mengacak rambutnya sendiri. Ia merasa ada sesuatu yang menarik pada gadis itu. Jantung Arnold bahkan berdetak cepat saat keduanya saling berhadapan. Apakah Arnold jatuh cinta pada pandangan pertama?
__ADS_1
Siapkah Arnold jatuh cinta lagi?
Jangan lupa like, kkmen dan vote ya???