SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Song In My Life 2 (Episode 2)


__ADS_3

Pameran lukisan Keegan Manola untuk yang ke-2 kali digelar. Kali ini lukisan yang dipajang kebanyakan gambar seorqng gadis berwajah Asia.


Sebelum pameran dibuka, Keegan terlebih dulu meminta ijin pada Sofia.


"Di pameran kali ini, ada sekitar 60 lukisan yang akan terpajang di dinding. 30 lukisan adalah gambar seorang perempuan. Aku harap, kamu tak ada salah mengartikan lukisan itu."


"Aku tak akan marah. Aku tahu kalau dia adalah cinta pertamamu."


Keegan terkejut. "Kamu tahu tentang dia?"


"Ya. Zelina Alexander adalah adik tingkatku waktu di kampus. Dia mahasiswa asal Indonesia yang cukup terkenal karena selain pintar, wajah Asianya banyak menarik perhatian para kaum hawa."


Ya, dia memang cantik. Batin Keegan sambil tersenyum.


"Dia pergi karena sakit. Aku sendiri tak tahu bagaimana kabarnya. Hanya sekedar ingin tahu saja."


Sofia pun hanya tersenyum.


"Kamu nggak masalahkan jika aku memejang banyak lukisannya?"


Sofia menggeleng. "Lukisan tentangnya pasti akan menarik banyak perhatian dan tanda tanya. Apa yang akan kau jawab?"


"Dia istimewa di masa laluku." Kata Keegan walaupun sebenarnya ia sakit mengatakan itu.


"Bagaimana kalau dia kembali dan kita sudah menikah? Apakah kau tak akan menyesal?" Tanya Sofia sambil menatap Keegan dengan intens.


Keegan diam sesaat. Tak lama kemudian dia tersenyum. "Itu berarti kami tidak berjodoh!"


Sofia pun kembali tersenyum. Sesungguhnya ia menyimpan rasa sesak di dalam hati. Dia akan menikah dan dia tahu pria tampan di depannya ini tidak mencintainya. Ia hanyalah seorang pemuda yang sangat taat pada orang tuanya. Sofia tahu kalau Keegan tak akan mungkin meninggalkannya seandainya Zelina kembali. Namun bukankah pernikahan tanpa cinta itu sangat menyakitkan?


********


Hampir semua wartawan menanyakan siapakah gadis yang menjadi objek lukisan Keegan. Ia akan menikahi putri Sofia 3 bulan lagi namun bukan wajah putri Sofia yang ada.


"Gadis ini dulu pernah hadir dalam hidupku. Dia pasti sudah berbahagia sekarang ini sehingga tak kembali untuk mencariku. Aku hanya ingin mengenangnya sesaat, sebelum akhirnya aku akan menikmati perjalanan cintaku bersama putri Sofia." Itulah yang Keegan jawab untuk semua pertanyaan yang diajukan oleh para wartawan.


Di istana.....


Fairy menghapus air matanya saat menonton wawancara putranya itu. Sebagai ibu, ia tahu betapa terlukanya Keegan. Fairy sudah pernah berbicara dengan Faith beberapa minggu yang lalu. Ia meminta Faith untuk menghubungi sahabatnya Dina, yang adalah mamanya Zelina. Namun Dina pun tak pernah menerima kabar tentang putrinya itu.


"Mommy...!"


Fairy menatap putri bungsunya. Kimberly Aliana Manola. Banyak orang mengatakan kalau Kimberly adalah fotocopi dirinya. Hanya saja, tubuhnya yang tinggi semampai berbanding terbalik dengan tubuh Fairy yang mungil.


"Ada apa sayang?"


Kimberly mendekat. "Apakah lusa aku boleh ke London untuk menonton pertandingan bola?"


"Boleh. Tapi dengan siapa kamu akan pergi?"


"Dengan kak Colen dan kak Jonathan."


"Jonathan anaknya bibi Rachel?"


Kimberly mengangguk.


"Tumben suka dengan sepak bola. Biasanya juga suka dengan basket."

__ADS_1


Wajah Kimberly bersemu merah. "Soalnya lusa adalah pertandingan antara MU melawan Barcelona. dan Jisoo ada di Club Barcelona."


"Jisoo? Sepertinya nama itu tak asing."


"Kim Jisoo. Anaknya paman Edward Kim dan bibi Lerina. Aku rasa kalau aku menyukainya."


Fairy terpana. Putrinya yang baru berusia 16 tahun itu kini sudah jatuh cinta.


"Jisoo sangat tampan, mom. Banyak gadis yang menyukainya karena wajahnya yang blesteran Korea-Inggris-Indonesia. Matanya yang berwarna biru itu yang membuatku aku jadi gregetan setiap kali melihatnya." Kimberly duduk di hadapan mamanya. "Mom, kira-kira jika melihat aku, Jisoo akan suka nggak ya?"


"Sayang, mommy nggak tahu. Jangan terlalu berharap ya. Siapa tahu Jisoo sudah punya pacar. Kamu kan cantik dan berbakat. Masih banyak cowok tampan yang akan mengejarmu. Jangan langsung melabuhkan hatimu pada satu pria saja. Kau baru 16 tahun."


Kimberly mengangguk. Itulah dia, selalu terbuka pada Fairy maupun Arnold.


"Aku mau siap-siap ke kampus dulu, ya?"


Fairy mengangguk. Ia menatap punggung putri bungsunya itu sampai ia menghilang dari balik di dinding pembatas ruang keluarga. Fairy pun kembali menatap layar TV. Rupanya wawancara Keegan sudah selesai.


"Honey...!" Arnold masuk ke ruangan keluarga. Ia baru saja dari London untuk menghadiri rapat pemilik saham di Thomson Coorporation.


"Bagaimana rapatnya?"


Arnold duduk di samping istrinya. "Berjalan dengan lancar. Caleb memang pantas menggantikan Ezekiel sebagai presiden direktur perusahaan itu."


"Kau capek? Mau kubuatkan sesuatu?"


"Tidak. Aku tadi baru saja makan siang dengan Eze dan Edward Kim."


Fairy tersenyum. "Sayang, Kimberly baru saja minta ijin padaku untuk menonton sepak bola. Katanya ia sangat suka dengan Kim Jisoo, anaknya Ed."


"Anak kita memang baru 16 tahun. Namun apakah kamu lupa kalau dia sudah menjadi seorang mahasiswa? Wajarlah kalau dia sudah mengenal dengan apa yang dinamakan dengan jatuh cinta. Aku saja dinikahimu saat usiaku 18 tahun."


Arnold tertawa. "Aku tahu. Kimberly itu sangat mirip denganmu. Sayang, apakah kamu tidak merasa kalau hubungan persahabat kita dengan Ed, Ben, Ezekiel dan Daniel telah membuat anak-anak kita saling terikat satu dengan yang lain?"


"Maksudnya?"


"Keegan menyukai Zelina yang adalah anak Daniel. Caleb jatuh cinta pada Grace, anaknya Ben. Meloddy dan Erland juga sudah jadian walaupun ditentang habis-habisan oleh Ed. Dan kini, Kimberly suka dengan Jisoo yang adalah anak Ed. Apakah tidak ada laki-laki lain selain keluarga Kim, Thomson atau Aslon?"


"Reuni di Bali belasan tahun yang lalu telah mempertemukan mereka. Rasa kagum yang berubah menjadi cinta. Aku hanya berharap agar Keegan dapat mencintai Sofia sehingga ia akan bahagia. Mungkin hanya Colen saja yang akan punya kisah lain."


Arnold meletakan kepalanya dibahu istrinya. "Anak-anak kita sudah semakin dewasa. Kita sudah bertambah tua. Rasanya baru kemarin aku memeluk Keegan saat usianya baru 5 tahun. Rasanya juga belum terlalu lama aku menemanimu saat melahirkan Kimberly. Namun kini anak gadisku itu sudah jatuh cinta. Ah, waktu begitu cepat berlalu."


Fairy memegang tangan suaminya. "Sayang, kalau Keegan sudah menikah, aku tak mau menjadi ratu. Biarlah dari nenek Anna, mahkota kerajaan akan diserahkan pada Keegan saja."


"kenapa?" Arnold mengangkat kepalanya dan menatap istrinya.


"Aku lebih suka menghabiskan waktuku bersamamu."


Arnold tersenyum. "Apakah jika anak-anak kita semuanya sudah menikah maka kita akan menghabiskan waktu di Fairy garden?"


"Mungkin. Aku suka kerajaan Flowers namun aku juga sangat suka Fairy garden. Karena disana aku jatuh padamu."


Tangan Arnold membelai wajah istrinya. "Aku mencintaimu sayang."


"Aku juga mencintaimu."


Lalu keduanya saling berciuman. Keegan yang baru saja masuk dan melihat kemesraan orang tuanya hanya bisa tersenyum. Zelina, kamu ada di mana?

__ADS_1


********


Kesuksesan lagu forever milik Keegan Manola disamakan dengan lagu dengan judul yang sama milik Arnold Manola. Sudah 3 minggu semenjak lagu itu dirilis, lagu forever tetap berada di tangga pertama.


Hari ini, Keegan hadir di gereja tempat pelaksanaan pemberkatan nikah dari Caleb dan Grace. 3 hari lagi mereka akan mengikat janji di gereja ini dan Keegan akan menyanyikan lagu untuk mengantar Grace memasuki altar pernikahannya. Keegan juga akan menyanyi di acara resepsinya. Namun untuk dansa pertama Caleb dan Grace, bibi Faith dan bibi Maura sepakat haruslah Arnold Manola yang menyanyikan lagu forevernya.


Meloddy langsung menyambut Keegan saat cowok tampan itu memasuki gereja setelah melewati berlapis-lapis pasukan keamanan yang disiapkan oleh Ezekiel Thomson.


"Keegan...!" Meloddy langsung memeluk sahabatnya itu.


"Mana Grace dan Caleb? Mereka bilang latihannya jam 4 sore."


"Mereka masih berada di ruangan penggembalaan bersama pendeta. Kau sendiri. Di mana putri Sofia?"


"Sofia masih sibuk dengan pekerjaannya. Ia akan datang nanti di hari pernikahannya. Dan kau? Mana Erland? Apakah dia meninggalkan kamu sendiri?"


Meloddy menunduk sedih. "Daddy Ed nggak menyetujui hubungan kami. Setelah pernikahan Maura, aku bahkan diminta untuk ke Indonesia."


"Kenapa?"


"Daddy bilang kalau Erland masih terlalu muda."


"Dan menurutmu?"


"Erland bahkan terlalu dewasa untukku."


"Kawin lari aja!"


Meloddy terkejut. Setahunya Keegan adalah anak manis. Tak mungkinlah memberi nasehat seperti itu. "Keegan?"


Keegan tertawa. Namun tawanya terhenti saat ia melihat seseorang berdiri di lantai 2 gereja ini dan sepertinya sedang menatap ke arah mereka. Rambut perempuan pendek hanya sebatas telinganya saja. Namun wajah perempuan itu mengingatkan Keegan pada Zelina.


Zelina???


Keegan bergegas menuju tangga untuk naik ke lantai dua. Caleb dan Grace yang baru saja keluar heran melihat Keegan yang menaiki tangga.


"Ada apa?" tanta Grace heran.


"Aku nggak tahu." Meloddy mengangkat bahunya.


Keegan sudah ada di lantai 2. Namun ia tak menemukan gadis itu. Tak mungkin gadis itu pergi. Tangga naik dan turun dari lantai dua sama. Tak ada tangga lain yang bisa digunakan.


Keegan melihat seorang pembersih gereja.


"Maaf, apakah ibu sudah dari tadi ada di atas sini?"


perempuan berusia sekitar 40-an itu mengangguk.


"Apakah tadi di pagar pembatas ini ada seorang perempuan muda berambut pendek?"


"Sejak tadi hanya saya sendiri di sini, tuan.Kalau ada orang lain, aku pasti tahu. Tangga untuk naik dan turun kan hanya satu."


Keegan masih belum percaya. Namun ia juga berusaha meyakinkan dirinya kalau yang dia lihat tadi adalah seseorang yang mirip Zelina.


Apakah itu arwahnya Zelina???


Berikan komentarmu guys.....

__ADS_1


__ADS_2