SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Song In My Life 2 (Episode 7)


__ADS_3

Kaki Keegan menginjak pedal gas dengan kaki yang sedikit bergetar. Ia tak mau kehilangan Zelina lagi. Cukup sudah selama ini ia mengalah untuk Caleb. Cukup sudah ia menderita selama 3 tahun tanpa ada kepastian. Zelina adalah gadis impiannya. Wanita yang selalu dirindukannya untuk menghabiskan waktu sampai ia tua nanti. Zaman boleh saja modern, orang bisa saja mengatakan kalau penyanyi setenar Keegan, yang memiliki penggemar seantero dunia, kenapa juga harus jatuh cinta pada gadis seperti Zelina. Ia memang cantik, salah satu gadis yang banyak disukai pria karena wajah Asianya. Namun bukan karena itu yang membuat Keegan mencintainya. Keegan tahu, Zelina adalah gadis yang baik hati. Dan hanya bersama dengan Zelina, Keegan merasa damai.


Keegan juga sudah menelepon Sofia untuk meminta bantuannya. Keegan takut, saat ia masuk ke dalam bandara, suasana akan menjadi heboh dan Zelina justru akan menghilang saat menyadari kehadirannya.


Saat mobil Keegan memasuki bandara, terdengar panggilan telepon dari Sofia. Gadis ity mengabarkan kalau dia dan pacarnya sudah berada di bandara dan mereka audah melihat Zelina.


*********


Mata indah Zelina terpejam saat ia bersandar di kursi tunggu penumpang yang empuk itu. Ia bahkan menurunkan sandara kursi sehingga mendapat posisi yang pas untuk tidur. Masih ada waktu selama 2 jam sebelum pesawatnya akan meninggalkan bandara menuju ke Indonesia.


Ia langsung terlelap saat baru beberapa menit memejamkan mata sampai tak menyadari beberapa anak buah keluarga Thomson mengambil gambarnya dan segera menghubungi Caleb Thomson. Begitu nyenyaknya sampai tak sadar kalau Sofia sudah berdiri di depannya.


"Zelina.....! Zelina.....! Zelina......!" Panggil Sofia sambil mengguncangkan bahu gadis itu.


Zelina membuka matanya. Ia terkejut melihat ada putri Sofia di depannya.


"Putri Sofia?"


Sofia tersenyum. "Boleh kita bicara sebentar?"


"Eh, pesawatku akan berangkat...."


"Masih 1 jam lagi." Sofia menatap arlojinya.


"Memangnya ada apa?"


Sofia menarik tangan Zelina.


"Barang-barangku?"


"Tenang saja, akan diurus oleh anak buah keluarga Thomson." Kata Sofia sambil menunjuk beberapa pria berseragam hitam yang sedang berdiri tak jauh dari mereka.


Zelina membiarkan Sofia menarik tangannya sampai di luar bandara. Keduanya sedang berada di tempat parkir khusus yang agak sepi.


"Sofia, ada apa?" Tanya Zelina. Ia bingung dengan sikap gadis itu.


"Zelina, aku memiliki orang yang aku cintai. Hari ini, aku memberanikan diri untuk mengatakannya pada Keegan. Aku tahu kalau Keegan tak menyukaiku juga. Kami bersama karena orang tua kami. Namun hari ini, aku dan Keegan sudah berketetapan hati. Kami ingin berjuang untuk bisa bersama dengan cinta sejati kami."


"Maksudnya, kau dan Keegan sudah putus?"


Sofia mengangkat tangan kirinya. Tak ada lagi cincin pertunangan yang biasa melingkar di jari manisnya.


"Tapi...., aku bukan wanita yang cocok untuk Keegan." Ujar Zelina sedih.

__ADS_1


"Siapa bilang kalau kau bukan wanita yang cocok untukku?" Tanya Keegan yang ternyata sudah berdiri di belakang Zelina. Mendengar suara Keegan, Zelina menoleh dengan kaget.


"Kee, aku kan sudah bilang kalau pengobatanku membuat rahimku menjadi kering. Aku tak bisa memberikan kamu seorang anak. Aku perempuan yang cacat." Kata Zelina dengan nada getir.


"Apakah kau mencintaiku?" Tanya Keegan.


"Iya."


"Dengan cinta yang kau rasakan untukku, membuatmu menjadi pantas untuk menjadi istriku." Kata Keegan lalu langsung menarik tubuh Zelina dan mendekapnya erat.


"Kee, kau akan menyesali keputusanmu ini." Kata Zelina dalam pelukan Keegan.


"Aku akan lebih menyesal jika tak mendapatkan cintamu. Aku mohon, Zel. Tetaplah bersamaku. Aku harus bersamamu agar Sofia juga bisa bersama dengan orang yanh disukainya."


"Keegan, ini gila..."


"Aku tahu. Namun aku akan lebih gila jika tak menjadikanmu permasyuriku."


Tangis Zelina pecah. Ia memang sudah melepaskan semua mimpinya untuk bersama Keegan sejak semalam. Namun mendapati kenyataan bahwa Keegan dan Sofia sudah putus , tak dapat dipungkiri membuat harapan itu menjadi berbunga kembali. Haruskah Zelina menerima semua ini? Mampukah Keegan menerima kenyataan tentang dirinya yang mandul?


Sofia tersenyum melihat pasangan yang berbahagia itu. Ia menoleh ke arah belakang. Nampak pujaan hatinya sudah menunggunya di dekat mobilnya. Sofia tahu, kalau Asley akan berjuang bersamanya untuk mendapat restu dari pihak kerajaan.


Salah satu anak buah Caleb menuliskan pesan pada bosnya itu.


Keduanya sudah ketemu dan berpelukan.


Misi kami sudah selesai.


*********


"Sudah selesai?" Tanya Keegan saat melihat Zelina keluar dari kamar mandi.


"Iya. Kamu juga mau mandi?"


"Aku sudah mandi di kamar mandi bawah." Kata Keegan sambil menyisir rambutnya dengan jari-jarinya.


Zelina sudah mengenakan baju santai. Koper dan barang-barangnya yang lain sudah diantar anak buah The Thomson ke apartemen Keegan ini.


Zelina terlihat agak kaku. Ia berdiri dengan bingung. Keegan mendekatinya dan segera menariknya untuk duduk di atas sofa.


"Ada apa?" Tanya Keegan saat keduanya sudah duduk berdampingan. Tangan Keegan membelai wajah Zelina dengan sangat lembut.


"Aku takut dengab reaksi keluargamu, Kee. Aku pikir, mungkin sebaiknya aku pulang dulu ke Manado."

__ADS_1


Keegan menggeleng. Kedua tangannya meraih tangan Zelina dan menggenggamnya erat. "Aku tidak akan melepaskan kamu lagi. Aku sudah menunggu hari ini hampir seluruh usiaku. Membiarkanmu pergi akan membuat aku gila."


Zelina menatap mata Keegan. "Mengapa harus aku yang kau sukai? Dalam hidupmu, kau selalu di kelilingi ribuan gadis cantik dari berbagai kalangan. Apakah tak ada satu pun yang bisa membuatmu jatuh cinta?"


Ibu jari Keegan menyapu wajah Zelina dengan lembut. "Aku selalu mencobanya sayang. Untuk mencari sosok perempuan yang bisa membuatku merasa nyaman, namun aku tak bisa. Kau sudah ada di dalam hatiku. Setiap kali aku mencoba menggantikanmu dengan orang lain, bahkan dengan wanita seperti Sofia, aku semakin merasakan besarnya cintaku padamu."


Air mata Zelina berlinang. Ia merasa sangat dicintai oleh Keegan. "Terima kasih."


"Aku mencintaimu Zelina."


"Walaupun aku nantinya tak bisa memberikanmu seorang putra mahkota untuk menggantikan tahtamu?"


"Dirimu sangat berharga bagiku. Biarlah tentang anak, Tuhan yang akan menetukannya. Anak adalah anugerah Tuhan. Dialah yang akan menentukan apakah kita pantas memilikinya atau tidak. Aku punya saudara angkat. Namanya Colen. Namun aku bisa menyayanginya seperti aku menyayangi Kimberly. Daddy dan mommy pun menyayangi Colen tanpa membedakannya antara anak kandung dan anak angkat."


Hati Zelina semakin bergetar mendengar perkataan Keegan. Ia begitu merasa sangat berarti bagi Keegan. Haruskah ia menyakiti hati pria sebaik ini? Tentu tidak bukan?


Zelina menghapus air matanya sendiri. Ia menatap Keegan dengan senyum terbaiknya. "Mari kita hadapi pihak keluargamu sambil bergandengan tangan. Aku akan berjuang bersamamu. Setelah kita berhasil, maukah kau pergi ke Manado dan meminta restu pada orang tuaku?"


Keegan mengangguk. Ia mencium dahi Zelina dengan penuh kasih. "Ke ujung dunia pun, aku akan pergi jika itu maumu?"


"Apakah semua penyanyi selebay ini?" Tanya Zelina membuat Keegan tertawa.


"Aku tidak lebay, sayang. Aku hanya terlalu bahagia sampai kata-kata indah mengalir dari mulutku. Namun yang kukatakan benar, aku akan pergi kemanapun yang kau mau, asalkan kau bersamaku."


Zelina tak dapat menahan rasa bahagianya. Ia langsung memeluk Keegan sambil kembali terisak. "Maaf ya. Aku terlalu cengeng."


"Menangislah jika itu membuat kau bahagia." Kata Keegan sambil mencium puncak kepala Zelina secara berulang-ulang.


***********


Ada 2 rumpun keluarga kerajaan yang duduk di ruangan pertemuan khusus ini. Mereka tak mengerti, ada apa sehingga anak-anak mereka meminta orang tuanya untuk berkumpul.


"Apakah mereka ingin pernikahannya dipercepat? Ataukah mereka ada permintaan khusus?"


Berbagai pertanyaan muncul dati mulut orang tua dan para penasehat kerajaan.


Arnold dan Fairy saling berpandangan. Keduanya sudah tahu apa yang terjadi. Kimberly sudah menceritakan pada mereka bahwa Keegan tertangkap kamera sedang bersama seorang gadis di parkiran bandara.


"Pasti itu Zelina!" Ujar Arnold saat mereka berbicara semalam.


"Ya. Hanya Zelina yang mampu membuat Keegan memutuskan hubungannya dengan Sofia." Fairy membenarkan apa yang dikatakan oleh suaminya.


Tak lama kemudian, pintu ruangan pertemuan terbuka. Masuklah Keegan yang memegang tangan Zelina, dan Sofia yang menggandeng tangan Asley.

__ADS_1


Semua yang ada di sana langsung berdiri dengan wajah kaget.


Apa yang terjadi kemudian???


__ADS_2