
"Apakah benar Fairy pergi?" Tanya Arnold masih belum percaya dengan pernyataan Cassie.
2
"Ya." jawab Cassie.
"kemana? Apakah dia kembali ke Indonesia?"
"Tidak."
"Lalu Fairy kemana?"
Cassie menggeleng."Maaf, Arnold. Aku tak bisa mengatakannya padamu. Aku sudah bersumpah pada Fairy bahwa aku tak akan mengatakan kemana dia pergi."
"Kamu tega padaku, Cassie. Aku sangat mencintai Fairy. Aku tak bisa berpisah darinya." Arnold mengacak rambutnya kasar. Ia kelihatan sangat frustasi. "Cassie, please....!" Arnold hampir menangis.
"Maaf sekali lagi, Arnold. Aku tak bisa. Permisi!" Cassie menyerahkan hp Fairy ke tangan Arnold setelah itu ia segera pergi.
"Cassie....aku mohon...!" Arnold mengejar Cassie sampai di taman parkir.
"Cassie...please...., you know that i love her very much." Arnold menahan tangan Cassie. Mata cowok itu berkaca-kaca. Pikirannya sudah kacau. Ia tak mampu berpikir lagi. Kehilangan Fairy adalah sesuatu yang tak pernah ingin dipikirkannya.
"Maaf Arnold. Aku sudah bersumpah!" Cassie segera masuk ke dalam mobil. Willy pun menatap Arnold dengan wajah kasihan. Ia dapat merasakan apa yang Arnold rasakan.
Saat mobil Willy meninggalkan Arnold, cowok itu berdiri seperti orang yang kehilangan akal sehatnya. Sayang, kamu dimana? Jangan seperti ini.
Arnold mencoba memutar otaknya. Tiba-tiba ia ingat Joe. Fairy segera menelepon Joe namun hp joe tidak aktif. Arnold segera menelepon Rio dan memintanya untuk ke kantor Ezekiel secepatnya.
********
Joe dan Ezekiel baru saja keluar dari ruangan rapat saat Arnold tiba di sana.
"Joe, tolong cari informasi kemana Fairy pergi." Mohon Arnold.
"Memangnya Fairy sudah tak ada di bandara?" Ezekiel bertanya sambil melangkah ke ruangannya.
"Tidak. Dia sudah terbang. Dan Cassie sama sekali tak mau mengatakan kalau dia dimana."
Mereka bertiga masuk ke ruangan Ezekiel.
"Gunakan komputerku saja, Joe." Kata Ezekiel.
Joe langsung duduk di depan meja kerja Ezekiel. Ia segera menyalahkan komputer itu.
"Memangnya kalian ada masalah sampai Fairy pergi?" Tanya Ezekiel.
__ADS_1
"Tidak. Sebelum aku ke Amerika kami bahkan seperti pengantin baru yang menghabiskan waktu berdua terus. Fairy begitu agresif saat kami bercinta. Ternyata dia melakukan semua itu karena ingin meninggalkan aku." Arnold duduk sambil mengusap wajahnya kasar.
"Kalau dia pergi, bagaimana dengan kuliahnya?" tanya Ezekiel lalu memberikan sebotol air mineral kepada Arnold karena sepupunya itu terlihat kacau.
"Itulah. Fairy tak mungkin meninggalkan kuliahnya begitu saja. Apalagi minggu depan dia akan ujian akhir."
"Dia sudah di wisuda 2 hari yang lalu." Ujar Joe.
"Apa?" Arnold terkejut.
"Aku membacanya di koran. Tuh korannya masih ada. Fairy bahkan mendapat penghargaan sebagai lulusan terbaik dan lulusan termuda di angkatan." Kata Joe.
Arnold mengambil koran yang ditunjukan oleh Joe. Ia terkejut ketika membaca di halaman utama ada kegiatan upacara kelulusan di universitas tempat Fairy kuliah. Dan foto Fairy ada di sana, menerima penghargaan dan mewakili wisudawan lainnya dalam memberi pidato kelulusan.
"Mengapa sampai dia menyembunyikan ini dariku?" guman Arnold. Hantinya terasa sakit. Ia merasa Fairy memang sengaja ingin meninggalkan dia. Fairy pasti sudah merencanakan ini dengan matang. Tapi mengapa? Apakah karena Arnold tak mendukung keinginannya untuk kuliah S2? Atau karena Fairy memang ingin menjadi wanita karir?
Semua pertanyaan itu sangat melukai hati Arnold.
"Bagaimana, Joe?"
"Sabar, tuan. Tak mudah meretas informasi dari bandara. Ah...aku mendapat rekaman cctv. Sekitar 2 jam yang lalu...ini nona Fairy." Pekik Joe membuat Arnold dan Ezekiel langsung berdiri si belakang Joe.
Dari rekaman cctv itu terlihat Fairy sedang duduk di ruang tunggu keberangkatan. Ia sepertinya menangis. Kepalanya tertunduk dengan bahu yang berguncang.
"Nona memang sedang menangis. Sebentar, aku akan memperbesar gambarnya." Kata Joe.
"Apakah dia menahan sakit? Mengapa dia memegang perutnya?" Tanya Ezekiel sambil mengerutkan dahinya.
Tak lama kemudian Fairy berdiri, lalu menarik koper kecilnya memasuki ke lorong panjang menuju ke pintu pesawat.
"CCTV nya berakhir di ruang tunggu itu." Kata Joe.
"Tujuannya, Joe?" Arnold sudah tak sabar.
"Sebentar!" Joe memasukan nama Fairy Ayudhisa. "Nona berangkat dengan pesawat XXX nomor penerbangannya XXXXXX tujuan New York."
"Apa? Mengapa Fairy ke Amerika? Apakah dia akan melanjutkan studi S2 nya di sana? Aku akan menyusulnya hari ini juga. Aku akan menemukannya." Joe mengambil ponselnya dari dalam kantong celananya dan segera menghubungi Noah.
"Noah, siapakan pesawat pribadiku. Kita akan kembali ke Amerika."
"Bos, pilotnya pasti masih capek. Kita kan baru saja sampai."
"Pokoknya aku mau berangkat sekarang. Tidak ada perbantahan. Cari pilot lain." Arnold memasukan kembali hp nya.
"Pakai saja pilot keluarga Thomson. Sebentar aku akan menghubunginya." Ujar Ezekiel. Ia sangat prihatin dengan sepupunya itu. Ia pernah merasakan cinta yang membuatnya gila seperti yang Arnold rasakan saat ini.
__ADS_1
"Tunggu!" Cegat Joe membuat Arnold dan Ezekiel menatapnya heran.
"Ada pa, Joe?" tanya Ezekiel heran.
"Maaf, tuan. Pesawat yang ditumpangi nona Fairy dikabarkan hilang kontak dengan menara pengawas 40 menit yang lalu. Ini beritanya baru muncul." Suara Joe terdengar panik.
"Apa? Joe kamu jangan bercanda." Arnold tiba-tiba merasa takut.
Ezekiel mengambil remote TV dan menyalahkan TV yang ada di ruangannya. Ia menemukan berita yang dimaksud.
"Pesawat XXX dengan nomor penerbangan XXXXXX tujuan New York, kehilangan kontak dengan menara pengawas setelah take off selama 1 jam 32 menit. Pilot sempat mengontak......."
Arnold tak mampu lagi mendengar berita itu. Kepalanya sakit, telinganya berdengung. Ia bahkan hampir jatuh.
"Arnold...!" Ezekiel langsung memapah sepupunya itu dan mendudukannya di atas sofa.
"Tidak....! Ini tidak mungkin...! Tidak....!" Teriak Arnold sambil memukul kepalanya sendiri. Ia ingat Cassie dan segera menelepon gadis itu.
"Arnold....!" terdengar suara tangis Cassie. Perasaan Arnold tambah tak enak.
"Katakan Cassie, katakan kalau Fairy tidak ada dalam pesawat itu." seru Arnold semakin frustasi.
Tangis Cassie semakin dalam. "Fa....i...ry memang a...ada di sana. Aku yang memesan tiketnya. Jadi aku tahu pesawat apa yang dia tumpangi dan nomor penerbangnya. Ah...Arnold...sahabatku ada di sana..." teriak Cassie, histeris diantara isak tangisnya.
Hp yang ada di tangan Arnold jatuh ke lantai. Jantungnya seakan berhenti berdetak. Ia berusaha untuk kuat tapi tidak bisa.
"Eze, katakan ini hanya mimpi. Aku tak ingin kalau Fairy ada di dalam pesawat itu. Tidak....aku tak mampu menerima ini..." Arnold memegang pinggiran sofa dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
*********
2 jam kemudian....
Di ruangan kerja Ezekiel sudah ketambahan orang. Ezekiel menelepon Rachel adiknya dan kedua asisten Arnold untuk datang ke sini karena Arnold terlihat kacau dan sangat terpukul.
"Pihak maskapai bersama pemerintah sudah mengumumkan nama penumpang dan lokasi jatuhnya pesawat." Ujar Joe lalu segera menyalahkan TV kembali. Pesawat meledak di atas permukaan laut sehingga di pastikan kru pesawat dan para penumpang yang berjumlah 234 orang tidak ada yang selamat. Karena kemungkinan pesawat meledak di udara dan jatuh ke dalam laut.
Saat nama-nama penumpang ditunjukan, Arnold semakin hancur rasanya. Nomor 39 ada nama FAIRY AYUDHISA - INDONESIA.
"Tidak....! Tidak...! Ini tidak mungkin...! Aku tak bisa...Aku tak bisa...!" teriak Arnold sambil berteriak histeris. Arnold merasa separuh napasnya pergi. Arnold merasa sesak. Ia sungguh tak mampu.
Rachel memeluk sepupunya. Gadis itu pun menangis. Ia tahu Arnold hancur. Semua yang ada di ruangan itu pun tak bisa menahan air matanya. Kejadian ini benar-benar tak bisa diterima dengan akal sehat.
Hiks....hiks...hiks...
aku juga menangis menulis part ini...
__ADS_1
Bagaimana takdir bisa mempermainkan Arnold sekejam ini?
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE ya???