SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Aku Tidak Suka


__ADS_3

Sudah dua jam lebih Fairy berputar-putar tanpa tujuan di dalam mall ini. Masuk keluar toko tanpa ada yang dibeli. Bukannya ia tak punya uang, di dompetnya ada golden Card yang diberikan Arnold padanya. Namun Fairy malas untuk menggunakannya. Akhirnya, ia mampir di salah satu cafe yang ada di mall ini. Duduk di sudut ruangan sambil menikmati jus orange kesukaannya.


Hatinya masih gundah. Apa yang dilihatnya dilayar TV itu sungguh membuatnya kaget sekaligus sakit. Arnold mencium gadis lain?


Bukankah orang yang sudah menikah tidak boleh lagi bersentuhan dengan orang lain selain pasangannya sendiri?


"Fairy?"


Fairy menoleh ke arah suara itu. Ia kaget melihat Cassie yang duduk tak jauh darinya ditemani oleh Willy.


Cassie berdiri diikuti oleh Willy dan duduk di depan Fairy.


"Ada apa?" Tanya Cassie melihat Fairy yang tampaknya kusut.


"Tak ada apa-apa. Hanya ingin jalan-jalan saja." Kata Fairy sambil memberikan senyum terbaiknya.


Willy mengerti dengan keadaan kedua sahabat itu. Ia pun memilih untuk meninggalkan mereka berdua dengan alasan ingin ke toilet.


"Katakan padaku, ada apa? Mengapa kau nampak suntuk di sini sendiri? Bukankah tadi kau cepat pulang karena ingin menyambut kedatangan Arnold dengan masakanmu?" Tanya Cassie saat Willy sudah pergi.


Fairy menarik napas panjang, lalu membuangnya secara kasar seolah ingin membuang beban di hatinya.


"Aku melihat wawancara Thalia dan Arnold semalam. Mereka nampak sangat mesra menyanyikan lagu itu. Yang membuat aku kesal adalah setelah menyanyikan lagu itu, mereka berciuman. Seharusnya Arnold tak melakukan itu. Kami kan sudah menikah. Tidak boleh berciuman lagi dengan orang lain." Kata Fairy dengan wajah yang ditekuk. Ia tak bisa menyembunyikan rasa marahnya.


"Itu mungkin hanya sebuah gerakan refleks. Aku menonton wawancara itu. Ciumannya juga singkat."


"Aku juga menonton video clip lagu itu. Bulu kudukku sampai merinding semuanya melihat Arnold dan Thalia berciuman di atas ranjang dengan baju Thalia yang hampir terbuka. Aku jadi benci membayangkan tangan Arnold yang asyik membelai perut dan punggung telanjang Thalia."


Cassie tersenyum. "Fai, lagu itu judulnya Passion. Syairnya saja menggambarkan tentang sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta karena saling menyentuh dan saling berbagi hasrat. Dan bukan kali ini saja video clip Arnold menampilkan perempuan seksi. Soalnya lagu-lagu Arnold kan memang banyak bercerita tentang percintaan. Dia itu penyanyi yang menceritakan lagunya lewat perannya di video clip."


Fairy mengkerucutkan bibirnya. "Jadi aku salah jika cemburu padanya?"


"Ya. Kau harus membiasakan diri dengan pekerjaan Arnold. Ini dunia Barat. Hal seperti ini dianggap biasa."


Fairy menunduk. Rasanya masih sulit untuk dia terima. Arnold adalah suaminya. Dia tak ingin Arnold disentuh oleh wanita lain.


"Fai, jika memang kamu keberatan, bicaralah baik-baik dengan Arnold. Jangan menyendiri seperti ini. Aku yakin kalau Arnold saat ini sedang mencarimu. Sekarang sudah jam setengah enam sore. Bukankah Susan mengatakan kalau mereka akan tiba jam 4 sore?"


Fairy menatap Cassie masih dengan perasaan gundah. Benarkah ia salah jika harus cemburu dengan pekerjaan Arnold?


************


Arnold sengaja tak mengaktifkan ponselnya


Walaupun sebenarnya ia sangat rindu dengan Fairy namun ia marah karena Fairy pergi ke konser itu dengan Alex.


Saat pesawatnya mendarat, Susan mengatakan kalau Fairy sudah menanyakan padanya mengenai kepulangan mereka. Arnold senang karena Fairy pasti rindu padanya. Fairy pasti sedang menyiapkan sesuatu untuk meminta maaf padanya. Arnold sudah berencana untuk menghukum istrinya itu dengan pura-pura tak mau berbicara padanya. Dia mau melihat bagaimana Fairy akan membujuknya.


"Bos, kita akan kemana?" Tanya Noah saat mereka sudah berada di dalam mobil.


"Ke Fairy garden." Kata Arnold sambil menahan senyum. Ia sangat rindu namun ia akan menahan dirinya untuk tidak langsung memeluk istrinya itu dan menyeretnya ke kamar.


Saat mobil sudah memasuki Fairy garden, Arnold melihat Rio sedang mencuci mobilnya.


Makanya ketika turun, ia meminta supaya Noah dan Susan tidak usah ikut masuk dan langsung pulang ke rumah mereka.


Saat ia membuka pintu depan, ruang tamu dan dapur terlihat kosong. Arnold mengira kalau Fairy ada di kamar mereka. Tapi saat ia naik ke atas dan memeriksanya, Fairy ternyata tidak ada.

__ADS_1


Arnold turun kembali ke bawa dan membuka pintu pembatas antara dapur dan bangunan tempat tinggal Paman Scott.


"Tuan Arnold?" Bibi Lun nampak kaget melihat Arnold.


"Di mana istriku, bi?" Tanya Arnold.


"Nona Fairy tadi sedang masak. Dia tak ijinkan bibi untuk membantunya karena menurutnya, ingin menjadikan masakan itu kejutan buat tuan. Namun, ia tiba-tiba pergi. Bibi juga tak tahu ke mana." Kata Bibi Lun dengan pelan.


Arnold segera menemui Rio dan menanyakan pertanyaan yang sama.


"Nona tadi meminta saya untuk mengantarkannya ke sebuah mall. Dia kemudian meminta saya pulang karena akan diantar pulang oleh temannya."


Arnold jadi gelisah. Ada apa dengan Fairy? Bukankah gadis itu harus ada di sini untuk menjelaskan semuanya?


Dengan terpaksa, Arnold menghidupkan ponselnya kembali. Pesan dari Fairy yang dikirimnya kemarin siang masuk. Setelah itu tak ada pesan lagi. Arnold menghubungi ponsel Fairy namun tidak aktif.


"Ah....apa maunya istriku ini?" Pekik Arnold sambil mengacak rambutnya kasar. Ia melangkah kembali ke dalam rumah dan memutar CCTV.


Fairy kelihatan marah saat melihat Thalia menciumku? Lalu, apa pula yang dilihatnya melalui ponselnya?


Arnold menghubungi Cassie.


"Hallo Cassie, apakah kau bersama Fairy?"


"Tadi aku bersamanya. Tapi 1 jam yang lalu ia sudah pulang. Apakah dia belum sampai?"


"Belum. Terima kasih ya." Arnold memasukan lagi ponselnya di kantong celananya. Ia bermaksud akan pergi dan mencari Fairy. Namun pintu depan terbuka dan nampak Fairy masuk dengan wajah yang sulit untuk Arnold artikan.


Melihat wajah Fairy yang nampak sendu, rasa marah Arnold langsung hilang.


"Kamu dari mana saja? Aku sangat khawatir." Kata Arnold sambil mendekati Fairy. Ditariknya tubuh istrinya itu untuk berada dalam pelukannya.


"I am sorry!" Kata Fairy membuat Arnold melepaskan pelukannya. Pandangan mata mereka bertemu. Memancarkan kerinduan satu dengan yang lain.


"Katakan padaku, mengapa sampai kau pergi dengan bosmu itu." Ujar Arnold. Ia duduk di atas sofa dan menarik tubuh Fairy untuk duduk dipangkuannya.


Fairy menceritakan kejadian yang sebenarnya. "Aku tak tahu bagaimana harus menolaknya. Namun Alex sama sekali tak bersikap kurangajar padaku. Kami benar-benar hanya menonton konser itu dan setelahnya aku mendapat kesempatan untuk berfoto dengan mereka."


"Jadi, kau senang juga kan saat menonton?"


"Jujur aku senang. Tapi 80% perasaanku saat itu adalah rasa bersalah karena tak menuruti perintahmu." Fairy menunduk.


Arnold memegang dagu Fairy dan mengarahkan gadis itu untuk menatapnya. "Kali ini kau ku maafkan. Namun jangan pergi lagi kemanapun tanpa seijinku ya?"


Fairy mengangguk.


"Lalu, mengapa kau meninggalkan masakanmu setelah menonton wawancaraku di salah satu stasiun TV?"


Fairy mengerutkan dahinya. "Bagaimana kamu tahu?"


"Ada CCTV." Kata Arnold sambil menunjukan beberapa kamera yang terpasang di ruangan itu.


Wajah Fairy langsung memerah saat mengingat bahwa dia dan Arnold pernah bercinta di ruang tamu dan ruang makan. "Jadi, saat kita bercinta..."


"CCTV nya kumatikan kalau aku ada di rumah ini.Jadi kalau kau menyangka bahwa apa yang kita lakukan di sini terekam CCTV, adegan itu tak ada." Kata Arnold dengan senyum menggoda membuat Fairy beranjak turun dari pangkuannya dan menggelitik suaminya itu dengan gemas.


Keduanya tertawa bersama. Bibi Lun dan paman Scott yang mendengar dari ruangan mereka hanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sayang, sudah....aku nggak tahan." Arnold mengangkat tangannya sebagai tanda bahwa ia menyerah. Arnold memang paling tidak tahan jika dikelitik.


"Aku mau meneruskan masakanku dulu ya." Fairy berdiri namun Arnold kembali menarik tangannya sehingga Fairy kembali duduk di sampingnya.


"Sayang, aku belum lapar." Kata Arnold.


"Makanya aku mau masak supaya kalau kamu lapar, makanannya sudah siap."


"Aku mau kamu." Kata Arnold lalu mencium bibir istrinya yang sudah sangat rindu ingin disentuhnya. Fairy terkejut. Ia hampir saja terbuai dengan ciuman itu. Sampai akhirnya ia ingat apa yang dilakukan Thalia pada bibir Arnold, Fairy pun melepaskan ciuman Arnold.


"Ada apa sayang? Kau tak rindu padaku?" Tanya Arnold sedikit kecewa. Matanya sudah dipenuhi kabut gairah. Begitu ingin ia menyatu dengan istrinya namun apa yang dilihatnya di mata Fairy sungguh membuat dirinya heran. Tak rindukah Fairy padanya?


"Eh, aku lapar. Makanya aku mau masak." Kata Fairy memberi alasan sambil berdiri dan segera menuju ke dapur.


Arnold merasa tak puas karena penolakan Fairy. Ia kemudian ingat dengan apa yang dilihatnya di CCTV. Ia pun menyusul langkah Fairy ke dapur.


"Sayang, apakah kau marah karena Thalia menciumku saat kami menyanyi?" Tanya Edward sambil berdiri di samping Fairy.


Pisau yang dipakai Fairy untuk mengiris bawang putih tiba-tiba saja melukai jarinya.


"Aow....!" Teriak Fairy sambil melemparkan pisau itu begitu saja sambil memegang jarinya yang berdarah.


"Kamu kenapa ceroboh seperti ini?" Arnold langsung mengambil jari Fairy dan memasukan ke dalam mulutnya.


"Apa yang kamu lakukan?" Teriak Fairy dan hendak menarik jarinya yang ada di dalam mulut Arnold namun cowok itu tak mau melepaskannya.


Arnold mengisap jari Fairy lalu ia mengeluarkannya dan membawa jari itu di bawa kran air dan mencucinya.


"Bibi Lun!" Panggil Arnold sedikit berteriak.


Pintu terbuka dan bibi Lun keluar bersama dengan paman Scott.


"Ada apa, tuan?" Tanya Paman Scott.


"Tolong lanjutkan masakan ini. Jari Fairy sudah teriris dengan pisau." Kata Arnold.


"Aku tidak apa-apa, Ar." Fairy jadi malu karena sikap Arnold yang dinilainya sangat berlebihan.


"Ayo ku obati dulu tanganmu." Arnold secara impulsif langsung membungkuk, merengkuh tubuh Fairy dan membawanya menaiki tangga.


"Ar, apa yang kamu lakukan?" Tanya Fairy setengah berbisik karena ia menjadi sangat malu dilihat oleh paman Scott dan istrinya.


"Diamlah!" Kata Arnold tak ingin dibantah.


Saat mereka sudah tiba di kamar, Arnold menurunkan tubuh Fairy di atas ranjang lalu ia segera membuka laci nakas yang ada di samping tempat tidur untuk mencari kotak P3K.


Ia mengeluar alkohol, dituangkannya pada kapas lalu dibersihkannya luka Fairy dengan kapas itu. Kemudian ia memberikan obat merah, membuat Fairy sedikit meringis karena perih di lukanya. Setelah itu, ia membungkus luka itu dengan plester obat.


Setelah selesai, Arnold ke kamar mandi untuk mencuci tangannya di wastafel, lalu kembali ke dalam kamar dan duduk di samping istrinya.


"Katakan padaku, apakah kau marah melihat Thalia menciumku?" Tanya Arnold lembut sambil memegang dagu Fairy agar istrinya itu menatap ke arahnya.


"Ya. Aku tidak suka. Demikian juga dengan video clipnya." Kata Fairy dengan ketus.


Waw...gimana tanggapan Arnold ya???


Jangan lupa di like, komen dan vote ya?

__ADS_1


kasih bintang 5 juga please...😊😊😊


__ADS_2