SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Song Un My Life 2 (episode 10)


__ADS_3

"Aku, Keegan Mikecelio Manola mengambil Zelina Gita Alexander sebagai istriku yang sah di hadapan Tuhan. Aku akan menyayangi, mengasihinya, baik diwaktu suka maupun duka. Baik di saat sehat maupun sakit, saat berkelimpahan maupun berkekurangan. Aku akan setia padanya seumur hidupku, sampai maut memisahkan kami."Kata Keegan dengan suara yang bergetar tanpa bisa menahan air matanya. Tangannya memegang erat kedua tangan Zelina sambil menatap wajah gadis yang sangat dicintainya itu dengan sepenuh hati.


"Aku, Zelina Gita Alexander, menerima Keegan Mikecelio Manola sebagai suamiku yang sah di hadapan Tuhan." Kalimat Zelina terhenti. Air matanya berlinang. Ia sungguh tak bisa membayangkan kalau akan berdiri di hadapan Keegan untuk mengucapkan janji suci pernikahan mereka.


"Sayang....!" Panggil Keegan membuat kepala Zelina yang tertunduk kembali diangkatnya.


"Maaf, aku terlalu bahagia sampai menangis seperti ini." Ujar Zelina. Keegan mengangguk.


Grace yang duduk di deretan kursi paling depan segera maju sambil membawa tisue. Dengan lembut ia membersihkan air mata Zelina dari balik cadar yang menutupi wajahnya.


"Lanjutkan, Zel. Kamu pasti bisa." Ujar Grace. Ia menepuk pundak sahabatnya itu sebelum kembali ke tempat duduknya. Caleb memegang tangan istrinya.


"Terima kasih, sayang!" bisik Caleb. Grace mengangguk sambil tersenyum ke arah suaminya.


Zelina menarik napas panjang lalu ia mulai berbicara kembali. "Aku, Zelina Gita Alexander, menerima Keegan Mikecelio Manola sebagai suamiku yang sah di hadapan Tuhan. Aku akan menyayangi, mengasihinya, baik diwaktu suka maupun duka. Baik di saat sehat maupun sakit, saat berkelimpahan maupun berkekurangan. Aku akan setia padanya seumur hidupku, sampai maut memisahkan kami."


Semua terharu melihat pasangan pengantin itu. Ketika cincin sudah dipasangkan dijari manis masing-masing, dan saat Keegan diijinkan untuk membuka cadar yang menutup wajah Zelina, kembali keharuan terjadi.


Tangan Keegan gemetar saat menyingkapkan cadar yang menutup wajah Zelina. Sebelum ia mencium Zelina yang kini sudah resmi menjadi istrinya, ibu jari Keegan menghapus air mata Zelina yang kembali menetes.


"Aku mencintaimu, Zel." ujar Keegan lalu mencium bibir istrinya dengan sangat lembut. Zelina memejamkan matanya, merasakan ciuman lelaki yang kini sudah menjadi suaminya.


Semua yang ada di dalam gereja itu bertepuk tangan dengan wajah gembira. Dina, mamanya Zelina pun tidak berhenti menangis sejak anaknya mengucapkan janji suci. Ia tak pernah menyangka kalau Zelina yang dikiranya sudah meninggal, kini berdiri di depan altar untuk menyambut kehidupan barunya.


"Tuhan sungguh baik dalam hidup kita, Pa." ujar Dina sambil memegang tangan suaminya. Daniel mengangguk. Ia pun merasakan keharuan yang sama.


Faith yang duduk di belakang mereka tersenyum bahagia juga. Ia ingat pernah ada di gereja ini. Mengucapkan sumpah pernikahan walaupun waktu itu dia sangat membenci si bule Ezekiel. Ternyata dengan berjalannya waktu, ia bisa melupakan Daniel dan mencintai Ezekiel. Itu juga yang Faith percaya dialami Zelina. Gadis itu pernah mencintai anaknya Caleb. Bahkan boleh dikata Zelina patah karena Caleb. Namun ketulusan cinta Keegan telah meluluhkan hati Zelina.


Faith menatap Ezekiel. "Sayang, ada apa?"


"Jadi ingat bagaimana kita dulu menikah. Saling tak suka, saling benci namun akhirnya saling jatuh cinta."


Faith tersenyum mendengar perkataan suaminya. Ia kemudian menatap ke arah Maura dan Ben. Besannya itu datang ke Bali karena ingin menemui Grace yang sedang hamil. Tak jauh dari mereka ada Lerina dan Edward, yang sejak pernikahan Meloddy dan Erland, tak juga kembali ke Seoul. Dan paling depan ada Fairy dan Arnold. Pasangan yang sempat terpisah itupun kini terlihat sangat bahagia.


Faith berdoa, semoga rumah tangga anak-anak mereka akan bahagia juga seperti mereka.


Selesai acara pemberkatan nikah, dilanjutkan dengan pesta yang dilaksnakan secara tertutup di ballroom hotel The Thomson.


Keegan awalnya ingin melaksanakan pesta taman. Hotel memang tak menerina tamu lain selain keluarga dan sahabat yang akan menghadiri pernikahan Keegan dan Zelina. Namun mengingat banyaknya wisatawan yang ada di sekitar pantai itu, bisa saja mereka mengambil gambar pernikahan itu, pada hal Keegan ingin dia dan Zelina yang akan menyampaikan pernikahan mereka secara langsung sepulang dari bulan madu.


Zelina sudah berganti pakaian. Setelah kebaya putih dan Keegan menggunakan baju adat Manado.

__ADS_1


Suasana bertambah romantis saat Keegan menyanyikan lagu terbarunya yang ia dan papanya ciptakan untuk hari pernikahan ini.


Jam 11 malam, pesta pernikahan itu pun selesai.


Zelina segera masuk ke kamarnya. Ia memang meminta mamanya untuk membantunya melepaskan kebaya dan rambutnya yang disanggul.


"Keegan kemana?" Tanya Dina saat sudah selesai membuka semua yang menempel di rambut Zelina.


"Keegan ke kamar mommy Fairy. Nenek Anna katanya ingin videocall." Jawab Zelina.


"Kalau begitu, mama kembali ke kamar mama dulu ya?" Dina berpamitan namun Zelina menahan tangan mamanya.


"Ma, aku takut!"


Dina tersenyum menatap anaknya. "Takut kenapa sayang?"


"Ma, Keegan selalu berhadapan dengan gadis-gadis cantik yang bertubuh seksi. Sementara aku, kurus dan...."


"Kamu cantik, nak. Mama yakin Keegan mencintaimu apa adanya. Sekarang kamu mandi dulu dan tunggu suamimu datang ke kamar ini. Lalui malam ini dengan penuh percaya diri, ya?" Dina mengecup pipi anaknya sebelum keluar dari kamar.


Zelina pun segera membuka lemari, mengambil satu-satunya baju yang tersedia di sana yaitu gaun tidur berbahan satin. Untunglah gaun itu ada kimononya sehingga Zelina tak harus keluar dengan gaun yang mini dan transparan. Ia pun bergegas ke kamar mandi sebelum Keegan datang dan melihatnya yang hanya menggunakan dalaman.


Ketika Zelina sudah masuk ke kamar mandi, Keegan masuk ke kamar. Nenek Anna hanya memberikan selamat dan mengingatkan Keegan untuk memberikannya cicit laki-laki. Keegan sengaja tak mengajak Zelina ke kamar orang tuanya karena ia tak ingin istrinya itu bersedih mendengar permintaan nenek Anna.


Iya tahu, kamar pengantin mereka ini disiapkan oleh Grace, Meloddy dan Chloe. Sejak kemarin ketiga perempuan yang sudah berstatus istri itu bolak balik ke kamar ini menyiapkan segalanya.


Tak lama kemudian, pintu kamar mandi terbuka, Zelina keluar dengan mengenakan gaun tidur lengkap dengan komononya dan handuk putih yang membungkus kepalanya.


Saat melihat Keegan yang hanya mengenakan boxer, Zelina langsung membalikan tubuhnya dengan wajah yang terasa panas. Tubuh Keegan yang kekar dengan perut yang berkotak-kotak itu membuat Zelina semakin tak percaya diri untuk memulai malam pengantin mereka.


"Sayang, ada apa?" Keegan meletakan gelas ditangannya lalu melangkah mendekati Zelina.


"Kee, kok kamu hanya pakai boxer sih?" Tanya Zelina tanpa berani memandang Keegan.


"Memangnya kenapa? Sebentar lagi kan boxernya juga akan dibuka."


Zelina merasakan jantungnya berdetak cepat apalagi saat dirasakannya tangan Keegan yang memeluknya dari belakang.


"Eh, kamu mandi sana. Aku mau mengeringkan rambutku dulu!" Zelina melepaskan diri dari pelukan Keegan dan tanpa menoleh segera menuju ke arah meja rias.


Keegan pun terkekeh lalu segera masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


Tangan Zelina bergetar saat ia membuka handuk di kepalanya. Ia kemudian mengambi hairdriyer dan mulai mengeringkan rambutnya.


Setelah dirasakannya rambutnya sudah agak kering, Zelina bergegas naik ke atas tempat tidur dan menarik selimut unruk menutupi tubuhnya. Jantungnya masih berdetak dengan cepat.


Saat Keegan keluar dari kamar mandi, ia mengerutkan dahinya saat melihat Zelina yang sudah tertidur. Tangannya yang sedang mengeringkan rambutnya, segera melempar handuk itu ke sembarang tempat. Ia merangkak naik ke atas tempat tidur lalu menyentuh bahu istrinya yang sedang tidur membelakanginya.


"Baby, apakah kamu sudah tidur?" Tanya Keegan.


Zelina tak bergerak.


Apakah ia sudah tidur? Mungkin dia kelelahan.


Keegan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Ia sebenarnya kecewa jika malam ini akan berlalu tanpa melakukan apapun. Namun ia mengerti kalau Zelina lelah. Acara mereka di mulai sejak jam 10 pagi dan baru selesai jam 11 malam. Ia pun mengambil ponselnya yang ada di nakas dan memilih bermain game.


Zelina sebenarnya belumlah tidur. Ia ssdikit ragu untuk memulai malam ini karena merasa minder dengan tubuhnya. Ia memang sudah tak sekurus dulu. Namun Zelina tetap saja merasa ia tak menarik. Keegan begitu sempurna. Apakah Keegan tak akan kecewa melihat dirinya?


Batin Zelina menjadi tak tenang. Perlahan ia membalikan badannya. Pergerakannya membuat Keegan menoleh ke arahnya. "Kau terbangun?" Tanya Keegan lembut.


Zelina bangun dan ikut duduk di samping Keegan. "Sebenarnya aku tak tidur, Kee. Sebenarnya aku malu padamu."


Keegan melepaskan ponselnya. "Apa yang membuatmu malu, sayang?"


"Kee, aku.....aku....merasa tubuhku tak sempurna. Aku tak seperti semua gadis yang sering kau temui di dunia keartisanmu."


"Jadi itu yang kau takutkan?" Keegan menangkup pipi Zelina. "Kau sempurna, sayang. Sangat sempurna di mataku. Aku mencintaimu bukan karena wajahmu cantik atau bentuk tubuhmu yang sempurna. Aku mencintaimu karena kau membuat hidupku bahagia. Dari pertama aku merasakan cinta padamu, aku mencintaimu apa adanya. Jangan merasa seperti itu padaku, sayang. Kau membuat hatiku sedih."


Air mata Zelina mengalir. Di tatapnya mata Keegan. Ia tak menemukan ada kebohongan di sana. "Maafkan aku Keegan!" Zelina langsung memeluk suaminya itu dengan hati yang bahagia.


Keegan bernapas lega. Ia membelai kepala istrinya dengan lembut. "Kita tak akan melakukannya kalau kau belum siap."


"Aku siap. Hanya saja aku malu karena aku belum pernah melakukan ini."


Keegan tersenyum."Aku juga belum pernah melakukannya, sayang. Aku masih perjaka dan kau masih perawan. Kita akan sama-sama belajar untuk menemukan indahnya hubungan percintaan ini."


Zelina dengan malu-malu mencium bibir Keegan. Dengan perasaan bahagia Keegan menyambut ciuman itu. Dari ciuman yang sangat lembut, berubah menjadi ciuman yang berbalut gairah. Tangan Keegan membuka tali kimono Zelina. Saat kimono itu terlepas, terlihatlah tubuh Zelina yang putih bersih. Gaun tidur yang bertali spageti itu menampakan sebagian dada Zelina. Tangan Keegan terulur lalu menarik turun tali gaun tidur itu.


"Kee...!" Zelina kembali ragu. Ia menahan tangan Keegan.


"Kamu sempurna, sayang!" bisik Keegan sambil menarik tali gaun tidur itu perlahan. Zelina memejamkan matanya. Ia mencoba menenangkan hatinya. Saat tangan Keegan bergerak membelai, Zelina pun membaringkan tubuhnya. Ia siap akan melewati malam ini. Menyerahkan mahkotanya pada suaminya. Sekaligus ada rasa bangga saat tahu kalau ia adalah wanita pertama yang disentuh Keegan.


Duh...nulis part ini membuat aku terus membayangkan betapa beruntungnya pasangan ini. Perjaka ketemu perawan.....

__ADS_1


😍😍😍😍😍


__ADS_2