
"Aku tahu kalau itu adalah kamu, Zel. Kenapa harus menghindari aku?" Tanya Keegan dengan rindu yang memuncak di dalam hatinya.
Perlahan gadis itu membalikan tubuhnya. Ia membuka kerudung putih dan kacamatanya.
"Hai, Keegan!" Sapa Zelina.
"Ya Tuhan, aku sangat merindukanmu!" Keegan langsung maju dan menarik tubuh mungil Zelina untuk masuk dalam pelukannya.
Untuk sesaat, Zelina membiarkan dirinya larut dalam pelukan Keegan. Ia membiarkan Keegan mendekapnya erat sambil mencium puncak kepalanya dengan sangat lembut.
"Aku bersyukur karena bisa melihatmu lagi." Kata Keegan dengan suara yang bergetar. Ia hampir saja menangis.
Zelina mendorong dada Keegan perlahan agar pelukan Keegan terlepas. Zelina berusaha berusaha bersikap biasa walaupun sebenarnya hatinya sangat bergetar menerima pelukan Keegan.
"Kee, aku harus pergi sekarang." Kata Zelina.
"Kenapa? Kau tak ingin berbincang denganku? Atau kau memang sengaja ingin menjauh dariku? Kenapa kau sengaja ingin menghindari dariku?" Tanya Keegan beruntun. Ia langsung jadi bad mood saat Zelina sepertinya ingin pergi darinya.
Zelina tak tahu harus bicara apa. Tiba-tiba saja ia merasa gugup menerima tatapan Keegan.
"Kau sudah bertunangan, Kee. Tak baik kalau ada yang melihat kita berduaan seperti ini."
Keegan mendengus kesal. Matanya menatap cincin yang melingkar di jari manisnya. Cincin pertunangannya dengan Sofia.
"Aku masih mencintaimu, Zel."
Zelina yang sudah membalikan badannya dan akan melangkah, tak jadi menggerakan kakinya. Perlahan ia berbalik. Memberanikan diri menatap Keegan.
"Kee, aku memang pernah bilang kalau seandainya aku kembali lagi ke London, itu berarti aku kembali hanya untukmu. Namun aku juga bilang, seandainya aku sudah terlalu lama pergi, kau bisa mencari gadis lain. Sofia gadis yang cocok untukmu. Aku percaya kalau dia bisa membahagiakanmu." Kata Zelina.
Keegan hanya menatap Zelina tanpa berkedip. Hanya Tuhan yang tahu betapa kuat Keegan menahan diri untuk tidak menarik gadis itu dan menciumnya.
Senyum Zelina perlahan hilang saat Keegan justru mendekatinya. Di pegangnya wajah Zelina dengan kedua tangannya. "Keadaan yang membuat aku harus bersama Sofia. Aku juga tak mungkin menyakiti dia. Namun bolehkah malam ini kita menghabiskan waktu bersama? Bolehkah aku menikmati kebersamaan denganmu walaupun hanya beberapa jam saja?"
"Tapi, Kee, bagaimana kalau Sofia mencarimu?"
"Dia tak akan mencariku. Dia tahu kalau ada saatnya aku memang ingin sendiri."
"Kita akan saling menyakiti jika melewati waktu bersama malam ini. Bukankah sebaiknya aku pergi dan menghilang selamanya dari hidupmu?"
Keegan menggeleng. Ia menarik kepala Zelina agar mendekat padanya. Dahi mereka saling bersentuhan. Hembusan napas mereka menyapi kulit wajah masing-masing.
Zelina merasakan hatinya luluh. Sesungguhnya ia sudah mencintai Keegan 3 tahun terakhir ini. Bolehkah ia sedikit egois untuk bisa menikmati malam bersama Keegan?
"Baiklah. Aku bersedia bersamamu malam ini."
Keegan bernapas lega. Ia mencium dahi Zelina dengan penuh sayang. "Aku akan menunggumu di lobby hotel, 1 jam dari sekarang. Aku harus pamit dulu pada keluargaku dan sahabat-sahabatku. Jangan sampai tak datang ya?"
Zelina mengangguk. "Aku akan datang!"
Keegan kembali memeluknya. "Aku ke dalam dulu." bisiknya lalu melanglah meninggalkan Zelina.
__ADS_1
Zelina menatap punggung pria itu sampai menghilang di balik pintu. Hatinya sangat bergetar.
*********
Putri Sofia yang sementara berbincang dengan Fairy dan Arnold langsung menengok ke arah Keegan saat ia mendekati mereka.
"Dari mana saja? Tadi di cari Caleb untuk foto bersama." Tanya Fairy.
"Aku mencari udara segar di luar." Jawab Keegan sambil tersenyum.
"Mom, bolehkah Zelina pulang dengan kalian malam ini?"
"Tentu saja boleh. Tapi kamu mau kemana?" Tanya Fairy bingung.
"Aku ada urusan penting. Jadi malam ini nggak bisa balik ke apartemen." Ujar Keegan. Ia berusaha menghindari tatapan tajam mamanya.
"Baiklah. Kalau begitu kita pamit dulu pada keluarga yang ada." Arnold berdiri, diikuti dengan Fairy. Lalu Sofia berdiri setelah Arnold mengulurkan tangannya.
"Maaf ya, aku nggak bisa menemanimu malam ini."
Sofia tersenyum. "Tak masalah. Lagi pula aku ingin pulang ke rumah malam ini."
Setelah pamit dengan keluarga Aslon dan keluarga Thomson, keluarga Manola pun berjalan menuju ke lobby hotel. Kimberly dan Colen juga ikut bersama rombongan mereka.
"Dad...!" Keegan yang berjalan di belakang papanya tiba-tiba saja menarik tangan papanya.
Arbold menoleh dengan kaget. "Ada apa?" Tanyanya sedikit berbisik setelah Keegan memberikan isyarat dengan jari telunjuk yang menempel di mulutnya.
"Ada di mobil papa. Kebetulan Papa dan mama semalam baru dari sana."
"Boleh aku pinjam?"
"Ada tamu special?" Tanya Arnold penasaran.
"Zelina!" bisik Keegan membuat Arnold sangat terkejut. Namun rasa penasarannya harus ditunda dulu karena Fairy yang sudah ada di depan lobby memanggilnya.
Arnold melangkah cepat, ia masuk lebih dulu ke dalam mobil. Mengambil kunci dari laci mobil. Ia menatap putranya. "Jangan sampai menyakiti diri sendiri dan orang lain, nak!" bisiknya sebelum memasukan kunci ke dalam salam saku jas Keegan.
Keegan mengangguk. Ia melambaikan tangannya pada Sofia yang duduk di jok belakang bersama Fairy. Kimberly dan Colen ada di mobil yang lain. Setelah mobil yang dikendarai oleh sopir kerajaan itu pergi, Keegan masuk lagi ke dalam. Ia menuju ke ruangan pesta dan menemukan Caleb dan Grace yang sudah bersiap-siap untuk ke kamar mereka.
"Sudah siap bulan madunya?" Tanya Keegan sambil tersenyum menggoda.
"Iyalah." Caleb melingkarkan tangannya di bahu Grace.
"Selamat berbahagia ya? Aku juga ingin mendapatkan sedikit kebahagiaan di malam ini."
"Waw...kau mau berduaan dengan Sofia?" Tanya Grace.
Keegan menggeleng. "Rahasia." Ujarnya lalu segera berlalu dari hadapan Grace dan Caleb.
*********
__ADS_1
1 jam sudah berlalu. Namun tak ada tanda-tanda Zelina akan datang. Hotel sudah mulai sepi karena para tamu yang hadir dipernikahan Caleb sudah pulang.
Keegan mulai gelisah. Ia duduk di lobby hotel dengan mata yang menatap ke kiri dan ke kanan. Beberapa pelayan hotel saling berbisik seolah bertanya, apa yang dilakukan oleh penyanyi terkenal seperti Keegan di hotel.
Ponsel Keegan berbunyi. Ada pesan dari nomor yang tidak dikenalnya.
Aku menunggumu di gerbang masuk
Tak enak ketemu di lobby.
Zelina
Keegan tersenyum. Ia segera berdiri dan melangkah keluar hotel. Mobilnya diparkir khusus di parkiran VVIP. Ia segera masuk ke dalam mobil dan menuju ke arah gerbang. Di sana, Zelina sudah menunggunya. Gadis itu sudah ganti baju. Ia mengenakan celana jeans dan kemeja putih lengan panjang.
Saat mobil Keegan berhenti, Zelina langsung masuk tanpa menunggu Keegan membukakan pintu untuknya.
"Kita mau kemana?" Tanya Zelina.
"Fairy garden."
Sepanjang jalan, keduanya diam tak bicara. Sampai akhirnya, mereka tiba di Fairy garden. Sebuah taman yang sangat indah langsung menyambut mereka. Keegan menekan tombol di dekat sebuah bangku taman dan lampu menyala.
"Waw....ini sangat indah!" Zelina menjadi kagum.
Keegan sudah membuka jasnya dan menyisahkan celana hitam dan kemeja putih yang sudah digulungnya sampai dilengannya.
"Kamu suka?"
"Ya. Tempat ini bagaikan surga."
Keegan meraih tangan Zelina dan mengajaknya duduk di bangku taman. Saat mereka berdua sudah duduk, Keegan tidak melepaskan tangannya. Jari mereka saling bartautan.
"Ceritakan tentang dirimu, Zel. Apa yang kau lalui selama 3 tahun ini."
Zelina tersenyum. "Kisah di Amerika sudah Mark ceritakan. Aku pergi ke Cina. Untuk mewujudkan mimpi terakhirku, melihat tembok raksasa. Aku bahagia selama 1 minggu ada di Cina. Sampai akhirnya, aku pingsan di tengah jalan. Saat aku bangun, aku sudah berada di sebuah rumah sederhana di sebuah pedesaan. Aku ditolong oleh perempuan tua bernama Ying Ling. Ternyata dia seorang ahli pengobatan tradisional Cina. Dia langsung tahu aku mengidap kanker tanpa aku ceritakan. Ying Ling menawariku pengobatan secara gratis. Syaratnya adalah aku harus membantunya menjaga toko obatnya. Aku setuju. Pengobatanku akhirnya dimulai. Proses yang sangat menyiksaku karena obat yang kuminum bukan hanya rasanya yang pahit, tapi juga reaksinya membuat tubuhku sering kepanasan. Selama 7 bulan Ying Ling mengobatiku. Kankerku memang sembuh. Namun efek dari pengobatan itu membuat beberapa bagian tubuhku menjadi rusak. Salah satunya adalah rahimku menjadi kering. Saat Ying Ling memeriksaku, ia mengatakan kalau aku tak akan bisa hamil. Aku awalnya sedikit kecewa. Namun akhirnya aku bersyukur karena aku bisa ketemu dengan orang tuaku." Zelina mengahiri ceritanya.
"Apakah kau tak ingin bertemu denganku?" Tanya Keegan.
"Aku bukan lagi perempuan yang sempurna, Kee. Kau adalah pengeran yang membutuhkan keturunan untuk melanjutkan tahta kerajaanmu."
Keegan memeluk Zelina dengan erat. "Aku sebenarnya tak peduli dengan semua itu. Aku hanya ingin bersamamu, Zel. Kau adalah wanita yang kuinginkan."
"Bukankah cinta tak selamanya harus memiliki?"
Keegan melepaskan pelukannya. Di tatapnya mata indah Zelina. "Aku ingin bersamamu."
"Aku ijinkan kau memilikiku malam ini. Namun setelah itu, biarkan hidupmu berbahagia dengan Sofia."
Keegan terkejut. "Kau tahu apa arti perkataanmu?"
Zelina mengangguk. "Ayo kita bercinta, Kee."
__ADS_1
Apa yang terjadi kemudian...???