SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Jangan Nonton Konser


__ADS_3

"Bagaimana? Kau mau pergi konser denganku?" Tanya Alex lagi membuat Fairy semakin bingung. Siapa yang tak mau menonton artis idolanya? Tapi bagaimana jika Arnold tak mengijinkannya?


"Aku mau lihat tugas-tugasku dulu, tuan. Tahu kan kadang dosen tak mau kompromi dengan tanggal masuk tugas." Fairy menemukan alasan.


"Baiklah. Aku tunggu jawabannya besok. Dan sekali lagi jangan panggil aku, tuan. Cukup Alex saja."


"Baiklah, Alex." Tawa Fairy terdengar saat mengucapkan kata-kata itu. Wajahnya yang manis terlihat lebih cantik di mata Alex. Ingin rasanya ia memeluk dan mencium bibir gadis itu. Alex benar-benar dibuat gagal fokus karena sikap Fairy yang terkadang kekanakan menurutnya namun mampu menghadirkan getar-getar aneh di hati Alex.


Mereka pun tenggelam dengan pekerjaan masing-masing. Fairy kembali membaca laporan keuangan sambil sesekali bersenandung lagu-lagu Korea kesukaannya membuat Alex makin kagum padanya. Suara Fairy ternyata merdu juga.


Jam 5 sore, Fairy langsung membereskan mejanya. 2 jam yang lalu, Alex keluar untuk bertemu dengan keluarganya yang datang dari Amerika.


Setelah membereskan ruangan, gadis itu segera keluar dan melihat kalau si nona sekretaris juga sudah pergi.


Satpam yang berjaga di pintu lobby tersenyum melihat Fairy.


"Selamat sore, Nona!"


"Selamat sore, pak." Balas Fairy. Kakinya di arahkan menuju ke halte bus. Fairy memang.meminta sopirnya untuk menjemputnya jauh dari area kantor.


Begitu ia tiba di dekat halte, mobil jemputannya sudah menunggunya.


"Selamat sore, paman."


Pak Rio mengangguk lalu segera menjalankan mobilnya saat Fairy sudah masuk ke dalam. Jika di lingkungan kampus atau kantor, Fairy memang melarang Rio untuk membukakan pintu baginya.


"Apakah langsung pulang ke rumah, Nona?" Tanya Rio.


"Iya, paman. Aku lelah sekali. Dan masih ada tugas yang harus ku kerjakan." Kata Fairy sambil menyandarkan kepalanya untuk beristirahat sejenak. Namun getaran hp nya yang ada didalam tasnya membuat Fairy menerima panggilan itu yang ternyata adalah Arnold.


"Sayang, kamu ada di mana?" Tanya Arnold dari seberang.


"Baru saja di jemput paman Rio. Kami langsung pulang. Apakah syutingnya sudah selesai?


"Ya. Aku juga sedang menuju ke Fairy Garden. Sampai jumpa di sana ya?"


"Ok, sayang. Bye...!" Fairy melepaskan hp nya dan kembali tidur.


Saat ia tiba di Fairy Garden, Arnold belum ada sehingga Fairy memutuskan untuk mandi. Sementara dia mandi, Arnold tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi dan ikut bergabung dengan istrinya itu.


"Ar...!" Fairy terkejut saat suaminya itu tiba -tiba sudah memeluknya dari belakang dan menyebabkan Fairy gagal fokus karena kejahilan Arnold. Acara mandinya pun jadi lama karena maunya si Arnold yang inilah, yang itulah, maklumlah masih pengantin baru he...he....


**********


Selesai mandi yang memakan waktu 1 jam lebih, keduanya langsung ganti baju.


"Ar, aku siapkan makan malam?" Tanya Fairy sambil menyisir rambut panjangnya.


"Aku sudah meminta bibi Lun untuk menyiapkannya. Aku ingin menikmati waktu berdua denganmu karena malam ini aku akan berangkat ke Italia." Kata Arnold saat keluar dari Walk in Closet. Ia memegang bahu Fairy dan meminta istrinya itu untuk duduk dengannya di sofa.


"Kau akan pergi ke Italia?" Tanya Fairy sedikit terkejut.


"Iya. Video clipnya akan dibuat di dua negara karena dua bahasa yang digunakan di lagu itu. Kami di sana sampai hari senin. Ikut, yuk!" Ajak Arnold.

__ADS_1


"Sayang, aku tak bisa. Besok aku masih masuk kerja. Lagi pula ada beberapa tugas yang harus aku selesaikan."


Arnold nampak cemberut. Ia membaringkan kepalanya dipangkuan Fairy. "Kita baru saja menikah. Seharusnya kan ke Italia sekalian bulan madu."


"Setiap hari kita juga kan bulan madu. Kau mana pernah membebaskan aku jika ada kesempatan?"


Arnold tertawa. Tangannya melingkar di perut Fairy.


"Tapi kamu juga menikmatinya kan? Kamu akan bilang, sayang teruskan..."


Fairy langsung menutup mulut Arnold dengan kedua tangannya. Wajahnya sudah sangat merah karena Arnold menirukan suaranya ketika mereka sedang bercinta.


"Arnold.....!" Mata Fairy melotot ke arah suaminya.


Arnold justru mencium tangan Fairy yang sedang menutup mulutnya. Fairy kembali melepaskan tangannya karena ciuman itu membuat tangannya menjadi panas.


"Itu realita kan?" Kata Arnold sedikit menggoda Fairy dengan suara manjanya.


"Baiklah. Aku akan diam kalau begitu." Fairy memasang wajah cemberut membuat Arnold bangun dan duduk kembali. Ia mendekatkan wajahnya ke arah istrinya.


"Benar tak akan bersuara?" Tanyanya dengan tatapan kurang percaya.


"Iya." Jawab Fairy dengan wajah dingin.


"Kalau begitu aku akan mencobanya sekarang, apakah benar kamu tidak akan bersuara?" Arnold mulai melancarkan serangannya. Dengan cepat tangannya bergerilya masuk ke dalam baju istrinya.


"Arnold....! Makan malamnya akan segera siap..!" Fairy mendorong suaminya dan langsung melompat turun dari sofa.


"Ayolah, buktikan dulu." Arnold masih terus menggoda istrinya.


Saat ia tiba di lantai satu, Bibi Lun dan paman Scott baru saja selesai menyiapkan meja.


"Paman, tolong panggilkan Arnold ya?" Kata Fairy lalu segera duduk di depan meja makan. Ia tak mau mengambil resiko naik ke atas dan akan ditahan oleh suaminya.


Mereka pun akhirnya makan malam berdua sambil sesekali Arnold masih menggoda istrinya dengan kejahilannya.


Selesai makan, Arnold kembali ke kamar bersama Fairy. Arnold bersiap untuk menuju ke bandara.


"Kau tidak membawa pakaian?" Tanya Fairy melihat Arnold hanya ganti baju tanpa menyiapkan baju yang lain.


"Semuanya sudah disiapkan oleh Susan. Soalnya baju-baju panggungku semuanya ada di rumahku." Kata Arnold lalu memeluk Fairy. Di tatapnya istrinya itu yang terlihat sedikit cemberut.


"Sayang, aku tahu sebagai istri kamu pasti ingin menyiapkan keperluanku kan? Kalau kamu mau tinggal di rumah aku, pasti akan tahu semua hal yang aku butuhkan saat bepergian. Susan akan menunjukan semuanya." Arnold menyentuh pipi Fairy dengan punggung tangannya.


"Aku mengerti. Aku hanya cemburu saja pada Susan yang bisa mengurus kamu dengan baik sementara aku tidak."


"Hei, siapa bilang kamu tidak mengurus aku dengan baik? Tadi saja di kamar mandi, kamu baru saja mengurus aku." Kata Arnold mulai lagi dengan kejahilannya.


Fairy langsung tersenyum. Ia mencubit pinggang Arnold dengan gemas.


"Ar, aku bobo di asrama ya malam ini? Kamu kan pergi selama 3 hari. Aku pasti kesepian di sini."


"Baiklah. Aku antar kamu dulu ke asrama baru aku ke bandara."

__ADS_1


"Sebentar aku bereskan buku-buku dulu." Fairy sangat senang karena Arnold mengijinkannya ke asrama.


Setelah semuanya selesai, mereka pun pergi meninggalkan Fairy garden menuju ke asrama.


Roy mengantar mereka ke asrama sementara susan dan Noah mengikuti dari belakang dengan mobil yang lain.


"Ar, besok aku boleh nonton konser grup band spice dari Korea?" Dalam perjalanan Fairy ingat dengan tawaran Alex.


"Mau pergi dengan Cassie? Memangnya dia suka penyanyi Korea juga?" Tanya Arnold sambil memainkan rambut Fairy.


"Nggak. Pak Alex mengajak aku menonton konser itu. Dia punya 2 tiket. Dapat dari sponsor."


"Apa?" Teriak Arnold karena sangat terkejut. Rio yang membawa mobil pun sangat terkejut mendengar teriakan Arnold.


"Ar, telingaku sakit." Fairy menggosok telinganya.


"Mengapa juga bosmu itu mau mengajak kamu nonton konser berdua saja. Aku yakin kalau dia itu punya perasaan khusus padamu. Aku nggak suka. Kamu jangan berani pergi ya." Kata Arnold sedikit mengancam. Suaranya bahkan terdengar marah.


"Iya sayang. Aku kan hanya bertanya saja."


"Kamu nggak akan pergi diam-diam kan?"


"Iya." Sahut Fairy cepat.


"Bagus. Itu baru istriku." Arnold langsung mencium pipi Fairy dengan wajah senang. Membayangkan Fairy akan pergi dengan Alex membuat Arnold tiba-tiba saja menjadi emosi.


Sesampai di depan asrama...


"Sayang, ingat pesanku tadi ya?" Ujar Arnold setelah ia mencium istrinya itu.


"Iya. Hati-hati di Italia ya? Jangan melirik gadis-gadis Italia." Kata Fairy pura-pura mengancam.


"Seribu gadis Italia tak akan mampu menghilangkan Fairy Ayudisa Manola di hatiku." Kata Arnold sambil mengedipkan matanya.


"Gombal." Fairy turun dari mobil. Ia langsung melambaikan tangannya dan berlari masuk ke dalam asrama.


*********


Fairy sudah menolak ajakan Alex saat ia hadir di kantor tadi pagi. Walaupun sebenarnya Fairy ingin sekali pergi ke konser itu.


Cassie sedang pergi bersama Willy. Maklumlah ini malam minggu. Asrama saja terlihat sepi. Fairy baru saja selesai video call dengan Arnold. Cowok itu memastikan kalau Fairy benar-benar ada di asrama.


Untuk mengusir rasa bosannya, gadis itu memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar asrama sambil mencari jajanan untuk dinikmatinya.


Sopirnya sudah dimintanya untuk pulang karena memang Fairy tak akan berjalan kemanapun.


Namun saat gadis itu melangkah keluar dari asrama, ia terkejut melihat Alex yang baru saja akan masuk ke dalam asramanya.


"Alex?" Fairy terkejut.


"Hai, tugasmu sudah selesai? Yuk kita pergi nonton konser!" Ajak Alex membuat Fairy tak tahu harus bicara apa.


NAH....GIMANA KELANJUTANNYA?

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA???


__ADS_2