SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Melanggar Janji


__ADS_3

Fairy menatap Alex dengan sedikit salah tingkah. Apa yang harus dikatakannya? Alex sudah mendapati dirinya dalam dengan pakaian santai dan siap jalan-jalan.


"Alex tugasku belum selesai."


"Kamu mau kemana dengan dandanan seperti ini?" Tanya Alex sambil menatap Fairy dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kaos putih agak ketat di susun dengan jaket jeans dan celana jeans pula.


"Eh, aku mau jalan-jalan sebentar untuk mendinginkan pikiranku baru balik lagi untuk melanjutkan tugasku."


Alex tersenyum. "Cara mendinginkan pikiran adalah dengan menonton konser."


"Aku tak bisa. Nanti kelelahan dan tak bisa mengerjakan tugas kuliahku lagi."


"Konsernya dilaksanakan di gedung tertutup. Penontonnya semua duduk. Lagi pula ini hanyalah konser mini. Jadi waktunya hanya 1 jam. Ayo!" Alex langsung menarik tangan Fairy menuju ke tempat mobilnya di parkir.


Fairy benar-benar berada di situasi yang sulit. Mau menolak tak punya alasan yang tepat lagi, mau pergi, ia ingat dengan janjinya pada Arnold.


"Aku janji, Fairy. Tak akan sampai tengah malam dan kita akan pulang." Kata Alex lalu segera menjalankan mobilnya menuju ke gedung pertunjukan.


Saat mereka tiba, acara baru saja dimulai. Konser mini ini memang penontonnya hanya dibatasi. Girl Band Spice asal Korea ini memang sedang naik daun sekarang ini. Mereka juga sangat terkenal di negara-negara Eropa.


Dalam kegalauan hatinya yang sudah melanggar janjinya pada Arnold, Fairy berusaha menikmati penampilan mereka. Fairy bahkan hafal beberapa lagu-lagu mereka.


Konser mini itu selesai pukul setengah sebelas malam. Saat Fairy akan pergi, Alex tiba-tiba menarik tangannya menuju ke belakang panggung.


"Kita mau kemana?" Tanya Fairy bingung.


"Ketemu dengan Spice girl." Kata Alex. Ia menunjukan kartu VVIP nya pada penjaga pintu dan mereka mengijinkan Fairy dan Alex masuk. Setelah bertemu dengan tim pelaksana konser yang tak lain adalah para pekerja di perusahaan Alex, Fairy pun diijinkan untuk bertemu dengan keenam anggota Spice girl. Tentu saja kesempatan itu tak disia-siakan Fairy. Ia sudah membayangkan teman-teman SMA nya akan histeris saat ia menunjukan foto itu di wa grup mereka.


"Terima kasih ya, Alex." Kata Fairy saat Alex mengantarnya kembali ke asrama. Tepat di saat itu hp Fairy berbunyi. Sebuah panggilan videocall dari Arnold. Fairy memilih mengabaikannya karena identitasnya sebagai istri Arnold bisa saja terbongkar saat ini.


"Kenapa tak diangkat? Dari pacarmu, ya?" Tanya Alex membuat tubuh Fairy tiba-tiba saja bagaikan kena demam. Ia merasa badannya panas namun kaki dan tangannya merasa dingin.


"Eh, ini Cassie, teman satu kamarku. Mungkin dia mau menanyakan kalau aku ada di mana." Kata Fairy akhirnya berbohong. Ya Tuhan, maafkan aku yang sudah berbohong lagi.


Akhirnya mereka tiba di asrama setelah Fairy mengabaikan 5 panggilan dari Arnold. Saat ia memasuki kamar, ponselnya berbunyi lagi dan gadis itu buru-buru mengangkatnya.


"Hallo sayang....!" Sapa Fairy berusaha tersenyum untuk menyembunyikan rasa gugupnya.


"Kamu dari mana saja? Kenapa panggilanku tidak kamu jawab?" Arnold bertanya dengan tatapan mata yang nampak tak ramah.


"Aku ketiduran tadi?"


"Ketiduran?" Arnold nampak mengerutkan dahinya.


"3 jam yang lalu saat aku meneleponmu, kamu sudah mengenakan piyamamu. Namun saat ini aku melihat kamu menggunakan kaos putih dan jaket jeans."


Deg! Mati gue, ketahuan bohong. Gue harus ngomong apa sekarang? Batin Fairy dengan tarikan napasnya yang tidak teratur.


"Kamu bohong kan, sayang? Kamu bukan ketiduran melainkan baru saja pulang. Dari mana? Apakah kamu pergi menonton konser itu?" Tanya Arnold dengan wajah yang terlihat marah dan suara yang sudah sedikit emosi.


"Ar, dengar dulu, tadi..."


"Kamu pergi dengan Alex kan?" Teriak Arnold memotong ucapan Fairy. "Aku sudah larang kamu untuk pergi, Fairy. Mengapa kamu begitu sulit untuk mentaati perintahku? Kamu tahu aku sangat cemburu pada bos gantengmu itu."


"Ar..., aku...!"


"Bos, wawancaranya sudah mau dimulai." Terdengar suara Susan.

__ADS_1


Arnold menoleh dan mengangguk. Ia kemudian kembali menatap layar ponselnya. Menatap wajah Fairy yang nampak sangat ketakutan dan merasa bersalah.


"Aku kecewa padamu, Fai." Katanya lalu memutuskan sambungan telepon.


Fairy ingin rasanya menangis. Ia tahu telah mengecewakan Arnold. Namun posisinya tadi begitu sulit. Ia tak tahu bagaimana harus menolak Alex yang tiba-tiba saja datang dan langsung menyeret langkahnya ke dalam mobil.


Ya Tuhan, apakah aku harus jujur mengaku bahwa aku sudah menikah? Tapi bagaimana dengan kuliahku? Bagaimana dengan nenek Anna?


Fairy membatingkan tubuhnya ke atas ranjang. Pikirannya tiba-tiba saja menjadi suntuk.


**********


Hari minggu pagi, Fairy pergi ke gereja. Ia ngin sekali menenangkan hatinya yang galau. Selesai mengikuti misa pagi, ia merasa tenang dan kembali ke asramanya.


Cassie sudah berada di asrama saat Fairy pulang.


"Hai, kau sudah kembali?" Tanya Fairy. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya tak perlu dijawab karena memang Cassie sudah ada di sana. Temannya itu hanya tersenyum sambil mengangguk.


"Aku semalam pergi ke konser itu." Kata Fairy melihat Cassie memandangnya dengan wajah yang penuh tanda tanya melihat sikap Fairy yang berbeda dari biasanya.


"Astaga?" Cassie menutup mulutnya dengan tangan kananya.


"Saat aku akan pergi keluar asrama untuk membeli jajanan, Alex tiba-tiba saja sudah berdiri di depan pintu asrama. Dia langsung menarik tanganku dan pergi bersamanya. Aku tak punya kesempatan untuk menolak walaupun sudah ada beberapa alasan yang aku berikan." Kata Fairy dengan wajah sedih.


"Arnold tahu?"


"Ya. Aku tak bisa bohong padanya. Dan dia marah besar. Sampai sekarang Arnold tak menelepon ataupun mengirimkan aku pesan. Dia pasti sangat marah."


"Kalau dia datang, jelaskan baik-baik padanya. Aku yakin dia akan mengerti. Dia sangat cemburu karena dia begitu sayang padamu. Lagi pula, Alex itu kan sangat tampan, wajarlah kalau Arbold cemburu." Kata Cassie lalu duduk di samping temannya yang nampak masih bersusah hati itu. "Mengapa kamu tak mencoba menghubungi dia saja? Jangan gengsi. Ayo hubungi dia lebih dulu." Lanjut Cassie sambil menepuk bahu temannya untuk memberi semangat.


Fairy menarik napas panjang. Ia memang belum pernah ada hubungan dengan lelaki lain dalam hidupnya. Ia tak tahu bagaimana harus berpacaran. Sekali ada hubungan, Fairy langsung diajak menikah. Sungguh ia tak mengerti bagaimana harus membujuk seorang lelaki.


"Tidak diangkat." Kata Fairy dengan wajah sedih. Ia sudah 3 kali menghubungi Arnold.


"Telepon asistennya."


"Aku malu!"


"Mengapa malu? Kamu itu istrinya Arnold. Jadi wajarlah kalau kamu menghubungi asisten suamimu."


Fairy pun menghubungi Susan. Baru satu kali berbunyi dan Susan sudah menerima panggilannya.


"Hallo Susan, maaf kalau aku menganggumu. Apakah kalian ada acara?"


"Tidak. Aku baru saja selesai mandi. Ada yang bisa dibantu nona?" Terdengar suara Susan yang ramah dan bersahabat.


"Apakah Arnold ada di dekatmu? Aku meneleponnya namun ia sama sekali tak menjawab panggilanku."


"Bos pasti sedang tidur. Soalnya semalam bos agak mabuk. Aku dan Noah mengantar bos ke kamarnya sudah jam 3 pagi."


"Mabuk?"


"Iya. Aku dan Noah tidak pernah melihat bos seperti itu. Apakah kalian bertengkar? Maaf jika aku lancang bertanya."


"Iya. Kami memang sedikit bertengkar. Kalau Arnold


sudah bangun, tolong katakan kalau aku meneleponnya ya? Bye..." Fairy meletakkan ponselnya dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Bagaimana?" Tanya Cassie penasaran.


"Semalam Arnold mabuk. Jadi menurut Susan, Arnold mungkin masih tidur."


"Kirim pesan padanya supaya kalau dia sudah bangun, dia bisa membaca pesanmu."


"Aku harus bilang apa?" Fairy menatap Cassie dengan bingung. Sungguh, ini adalah pengalaman pertama baginya dalam membangun suatu hubungan. Walaupun ia sudah ratusan kali melihatnya melalui drama Korea bagaimana pasangan yang saling yang saling bertengkar itu akhirnya berbaikan kembali, namun sangat berbeda saat harus dipraktekan dalam dunia nyata.


"Ikuti kata hatimu. Kau yang membuat kesalahan maka kau harus berani meminta maaf. Aku mau mandi dulu ya.." Cassie segera melangkah ke kamar mandi, meninggalkan sahabatnya itu. Cassie ingin Fairy semakin dewasa dalam mengambil keputusan karena temannya itu sudah menikah.


Fairy mengambil kembali ponselnya lalu ia mengetik beberapa kalimat.


Sayang, aku sungguh minta maaf atas apa yang terjadi. Aku tak bermaksud bersikap kurangajar kepadamu sebagai suamiku. Aku akan jelaskan mengapa akhirnya aku pergi dengan Alex ke konser itu. Namun aku ingin kita bicara face to face. Jangan acuhkan aku ya.


Miss you...


*********


Malam sudah larut namun Arnold sama sekali tak meneleponnya ataupun membalas pesannya. Fairy semakin galau. Ia bahkan sama sekali tak ada selera makan. Cassie sampai heran melihat temanku itu.


"Tanya pada Susan kalan Arnold pulang. Kau harus menunggunya di rumah sambil memasakan makanan kesukaan Arnold." Kata Cassie membuat Fairy tersenyum lagi.


"Baiklah."


Susan, kapan kalian kembali ke London? Jangan bilang Arnold kalau aku menanyakan ini padamu, ya?


Fairy mengirim pesan pada Susan.


Tak lama muncul sms balasan :


Kami pulang besok, nona. Sekitar jam 4 sore kami tiba di London."


Fairy tersenyum manis. Ia tahu harus melakukan apa.


********


Senin ini, selesai kuliah, Fairy segera ke pasar swalayan untuk belanja. Ia memang ingin membuat kejutan pada Arnold dengan menyiapkan makan malam.


Fairy melarang bi Lun untuk membantunya karena ia ingin masak sendiri. Sebagaimana Arnold yang pernah memasak untuknya. Sementara itu ia menyalahkan TV yang ada di ruang makan. Sebuah acara infoteimen menarik perhatiannya.


"Pemirsa, baru beberapa jam lagu kolaborasi Thalia Mendes dan Arnold Manola diunggah di internet, lagu itu telah ditonton puluhan ribu kali oleh para penggemar. Lagu ini bahkan langsung menduduki tangga pertama di Inggris, Italia, jerman dan Spanyol. Videoclipnya yang sangat panas itu membuat banyak orang menyangka ada hubungan manis di balik kolaborasi lagu ini. Apalagi saat menyanyikan lagu ini diwawancara ekslusif kemarin malam, Thalia mendes langsung memeluk dan mencium bibir Arnold dengan begitu mesranya."


Fairy tak menyimak lagi apa kata reporternya karena matanya sedang terpana melihat bagaimana Thalia mencium Arnold di depan banyak orang saat lagu itu berakhir. Arnold bahkan memeluk pinggang ramping Thalia dan menyambut ciuman itu.


Spatula yang ada di tangan Fairy terlepas begitu saja. Tangannya meraih ponselnya dan mencari videoclip Arnold dan Thalia. Saat matanya melihat videoclip itu, hati Fairy semakin panas. Di videoclip itu ada adegan Arnold dan Thalia nampak berpelukan mesra di atas tempat tidur dengan baju Thalia yang sangat seksi. Bukan hanya berpelukan tapi juga ada adegan berciuman dengan posisi Thalia yang naik ke atas pangkuan Arnold.


Fairy segera membuka apron yang dipakainya dan meletakan secara sembarangan di atas meja. Ia meraih tas punggungnya dan memasukan ponselnya ke dalam tas. Ia kemudian keluar dari rumah.


"Mau ke mana, nona?" Tanya Rio saat Fairy memintanya untuk mengantarkannya ke kota.


"Aku lupa ada janji dengan teman."


Rio pun mengantar Fairy ke salah satu pusat perbelanjaan.


"Paman pulang saja, ya? Aku nanti diantar oleh temanku." Kata Fairy sebelum turun. Gadis itu ingin sekali menenangkan hatinya yang panas dengan datang ke tempat ini.


So, bagaimana kisah ini berlanjut?

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA


__ADS_2