
Saat tiba di mansion Arnold, Belinda seperti ragu untuk keluar dari mobilnya.
"Ada apa?" Tanya Arnold heran.
"Aku tunggu di mobil saja ya? Kamu kan hanya akan melihat anjingmu? Tak enak juga dengan para pelayanmu yang akan mempertanyakan tentang keberadaanku."
Arnold turun lalu membuka pintu disisi tempat duduk Belinda.
"Ayo, Bel."
Belinda agak risih sebenarnya untuk turun karena saat mendengar mobil Arnold sudah sampai, beberapa pelayan sudah berdiri di depan pintu menyambutnya.
"Selamat malam, tuan!" Sapa mereka bareng.
Arnold tesenyum. Ia masuk ke dalam sambil menggandeng tangan Belinda. Para pelayan langsung tersenyum senang. Mereka begitu rindu rumah ini didatangani oleh perempuan yang akan membuat hidup Arnold kembali bersinar setelah ditinggalkan oleh istrinya.
"Di mana Alphonso?" tanya Arnold pada Felix, kepala pelayannya.
"Ada di belakang tuan."
"Apa ĺkata dokter hewannya?"
"Ada gangguan di ususnya. Kita harus membujuk Alphonso agar dia mau makan."
Arnold terus melangkah menyeberangi ruang tamu sambil terus menarik tangan Belinda.
"Hai...buddy!" Arnold berjongkok dan membelai kepala Alphonso. "What happened to you? Apakah kau rindu ke Fairy garden?"
"Tuan, semenjak foto nyonya Fairy diturunkan, Alphonso seperti ini. Dia bolak balik ke kamar tuan dan berputar-putar di dinding tempat foto itu diletakan. Kemarin juga aku membawanya ke Fairy garden, ia juga hanya berdiam diri di depan dinding yang kosong." lapor Felix
Alphonso tetap diam. Dia bahkan tak menggerakan ekornya sama sekali.
Belinda melihat anjing itu. Ia pun ikut berjongkok. Tangannya terulur membelai kepala Alphonso. Anjing itu menggerakan kepalanya, menatap Belinda.
"Hallo Alphonso!" Sapa Belinda.
Alphonso menggoyangkan ekornya. Ia bahkan menggerakan kepalanya mengelus kaki Belinda. Ada suara tertahan keluar dari mulut Alphonso.
"Dia menyukaimu, Bel." Kata Arnold senang.
Belinda mengambil makanan Alphonso, ia meletakannya di atas telapak tangannya, lalu ia mendekatkan tangannya ke mulut Alphonso. Anjing itu memakannya dengan lahap.
"Good boy!" Kata Belinda senang melihat Alphonso akhirnya menghabiskan makanannya.
Tak lama kemudian Alphonso bangun. Ia menatap le arah Belinda dan menyalak dengan sangat keras ke arah Belinda. Ia menggoyangkan ekornya lalu menjilat kaki Belinda dengan wajah gembira.
"Alphonso, sudah....!" Belinda merasa geli karena Alphonso menjilati betisnya.
"Sudah Alphonso. Nanti kita main lagi. Arnold, aku mau mencuci tanganku. Di mana toiletnya.?"
"Di kamarku."
ke arah
Mata Belinda melotot tajam Arnold. " toilet lain selain di kamarmu?"
Arnold terkekeh. Ia mendekati Belinda sambil berbisik. "Aku janji tak akan melakukan apapun selain menciumimu."
"Aku tak percaya padamu." Belinda mendorong tubuh Arnold lalu ia mencari seorang pelayan dan menanyakan tempat toilet berada.
"Bos!" Panggil Noah sambil mendekat.
"Kita bicara saja di ruang studio!" ajak Arnold.
Noah mengikuti langkah Arnold dengan sangat tegang. Di tangannya ada amplop berwarna kuning. Hasil lab yang sudah diterimanya sore ini.
"Ada apa, Noah?" tanya Arnold saat keduanya sudah berada di dalam studio.
__ADS_1
"Aku minta maaf sebelumnya, bos. Karena aku sudah lancang melakukan tes ini tanpa meminta persetujuan dari bos. Namun perasaanku mengatakan kalau aku harus melakukannya. Awalnya juga aku berpikir kalau aku sudah gila. Namun akhirnya, setelah melihat hasilnya, aku yakin kalau firasatku benar.
"Apa maksudmu?"
"Aku mengambil rambut bos dan rambut Mike untuk diperiksa. Ini hasilnya." Noah menyerahkan amplop yang ada ditangannya.
"Maksud kamu apa, Noah?"
"Baca saja hasilnya."
Arnold membuka amplop itu dengan tak sabaran. Matanya terbelalak saat membaca hasilnya.
Kecocokan DNA 99,9%
Mike Manola adalah anak biologis Arnold Manola
"Noah?" Arnold menatap Noah dengan tatapan tak percaya.
"Mike memang anakmu, bos. Golongan darah kalian yang sama, dan foto masa kecil bos yang sama dengan wajah Mike membuatku yakin kalau itu bukanlah suatu kebetulan."
"Tapi bagaimana mungkin? Fairy sudah mengugurkan kandungannya. Dia sudah meninggal. Lalu Mike anak aku dengan siapa? Aku tak pernah menyentuh wanita lain semenjak putus dengan Amelia. Hanya Fairy. Bahkan ketika dia sudah matipun aku tak pernah tidur dengan sembarangan wanita. Hanya Belinda wanita yang kudekati." Arnold menggelengkan kepalanya. Ia masih belum percaya dengan apa yang terjadi.
Memang, ia juga merasa heran dengan perasaan sayang yang tumbuh dalam hatinya pada Mike. Namun bagaimana bisa Mike menjadi anaknya?
"Saya meminta dokter Willy untuk datang ke sini. Sebentar lagi dia akan datang."
"Arnold...!" Terdengar suara Belinda dari luar pintu studio yang memang tak terkunci.
Arnold keluar.
"Apakah makan malamnya jadi? Aku harus kembali ke yayasan. Sekretarisku menelepon kalau ada masalah."
"Belinda, maafkan aku ya. Ada sesuatu yang harus ku selesaikan di sini."
"Tidak apa-apa. Aku bisa pulang sendiri." Kata Belinda. "Aku pergi ya?" Pamit Belinda. Ia tersenyum sebelum meninggalkan Arnold yang masih tampak bingung.
"Kenapa kau memanggil Willy?" Tanya Arnold setelah Belinda pergi.
"Karena Willy yang harus menjelaskan apakah Fairy jadi mengugurkan kandungannya atau tidak. Aku ingat, pernah melihat nona Fairy menangis di taman sambil memegang perutnya. Waktu itu aku tidak tahu kalau nona hamil. Jadi aku mengira kalau nona hanya sakit perut."
"Kalaupun Mike adalah anakku, itu bukan anakku bersama Fairy. Fairy sudah mati bersama dengan semua penumpang yang ada di pesawat itu. Data-datanya sudah jelas. Bahkan nenek Anna menangisi kepergian cucunya. Koper Fairy ada di pesawat itu." Kata Arnold sedikit frustasi.
"Bos, jika dihitung dari usia Mike saat ini, maka Mike lahir 7 bulan setelah peristiwa kecelakaan pesawat itu. Bukankah itu cocok dengan usia kehamilan nona Fairy saat ia pergi?"
"Fairy sudah mati, Noah. Dia juga sudah mengugurkan kandungannya. Dia tak mungkin membohongiku."
Noah akan bicara lagi namun Willy dan Cassie terlanjur datang.
"Selamat malam." Sapa Willy. "Ada apa Noah? Kau meminta aku untuk datang ke sini?" Tanya Willy agal bingung.
"Dokter Willy, kau yang menangani nona Fairy saat ia mengugurkan kandungannya. Apakah ia benar mengugurkan kandungannya?" Tanya Noah.
Willy menelan salivanya. Ia menatap Cassie. Istrinya itu mengangguk. "Katakan yang sejujurnya, sayang."
Willy menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. "Dia tidak jadi mengugurkan kandungannya."
Mata Arnold terbelalak. Mulutnya bahkan terbuka lebar. "Lalu mengapa kau tak mengatakan padaku?"
"Fairy memintanya agar aku merahasiakannya. Ia tak ingin kehamilannya itu menganggu karirmu karena kau belum siap untuk memiliki anak." Kata Willy dengan wajah sedih.
"Aku sendiri baru tahu setelah kecelakaan pesawat itu. Willy mengatakan padaku kalau Fairy meninggal dalam keadaan hamil. Kami memilih tak mengatakan padamu karena tak ingin kau semakin sedih." Ujar Cassie sambil menghapus air matanya.
"Lalu kenapa bisa ada seorang anak yang terbukti sebagai anak biologisku?" Tanya Arnold sambil menyerahkan hasil lab itu ketangan Willy.
__ADS_1
Noah kemudian menceritakan siapa Mike dan apa yang membuatnya bisa yakin membawa rambut Arnold dan Mike untuk diperiksa.
"Apakah Fairy masih hidup?" Tanya Cassie.
"Kemungkinan itu tak ada. Tak mungkin pemerintah mengumumkan daftar nama penumpangnya jika Fairy turun dari pesawat itu. Sebab semua kejadian sebelum pesawat tinggal landas, akan tercatat. Bisa jadi, Fairy menitipkan janinnya di rahim perempuan lain." Kata Willy.
"Tak mungkin juga Fairy membuat nenek Anna bersedih dan berpura-pura mati." Arnold duduk sambil memijat kepalanya.
"Untuk tahu bagaimana Mike bisa menjadi anakmu, kita harus menemui nyonya Linda." Kata Noah.
"Kita ke rumah sakit. Sekarang." Kata Arnold.
"Baik." Sambut Arnold antusias.
Mereka berempat pergi ke rumah sakit tempat Mike di rawat. Besok anak kecil itu akan pulang.
Saat mereka tiba di rumah sakit, Linda baru saja menidurkan Mike. Jadi ia meminta mereka untuk bicara di luar ruangan.
Cassie terkejut melihat Linda yang agak mirip dengan temannya Fairy.
"Ada apa?" Tanya Linda bingung dengan Arnold yang datang lagi.
"Tolong jelaskan nyonya Linda, mengapa aku dan Mike bisa cocok DNA nya sebagai papa dan anak?" Tanya Arnold sambil menyerahkan hasil lab.
Linda membuka amplop itu dan membaca isinya. Wajahnya terlihat pucat. Ia menelan salivanya beberapa kali.
"Bagaiman Mike bisa menjadi anakku sementara aku sama sekali tidak pernah tidur denganmu. Tolong jelaskan!" Kata Arnold sambil memegang tangan Linda.
Air mata Linda jatuh perlahan. Tubuhnya gemetar.
"Karena namaku Fairy Ayudhisa!" Kata Linda sambil terduduk dengan lemas di bangku yang ada di depan ruangan perawatan Mike.
"Kau adalah Fairy? Mana mungkin?" Arnold menggeleng tak percaya sementara Noah, Cassie dan Willy pun tampak tak percaya.
"Kita bertemu pertama kali di toilet pria bulan Juni saat kau akan mengadakan konser di Jakarta. Besok malamnya, kita bertemu lagi di taman kota, 3 hari setelah itu, kita bertemu di pantai Kuta Bali, kau memberikan aku uang 10 lembar 100 dolar jika aku mau bercakap-cakap denganmu selama 1 jam. Kau menciumku pertama kali di fairy garden. Dan aku mengajukan syarat agar kau mau menikahiku saat di perpustakaan. 11 November adalah tanggal pernikahan kita. Alphonso adalah nama anjing kita. Apalagi yang ingin kau ketahui?" Tanya Linda sambil menatap Arnold dengan matanya yang basah karena air mata.
Arnold berusaha untuk mencerna semua kata-kata Fairy. Kisah cinta mereka, bagaimana mereka bertemu dan menikah, hanya sedikit orang yang tahu. Semua penjelasan Linda sangat masuk akal.
"Bagaimana kau bisa keluar dari pesawat?" Tanya Cassie penasaran.
"Karena aku tak pernah ada dalam pesawat itu."
"Dan kopermu?" Cassie masih tak percaya.
"5 menit sebelum pintu pesawat ditutup, aku memutuskan untuk turun karena tak bisa pergi tanpa berpamitan dengan Arnold. Aku berlari tanpa peduli dengan koperku yang ketinggalan. Namun taxi yang kunaiki, bertabrakan dengan sebuah mobil. Kami kecelakaan dan aku kehilangan ingatan selama 2 tahun. Untungnya aku tak keguguran. Orang yang menabrak aku ternyata orang Indonesia. Ia membawa aku ke Jakarta karena aku tak punya identitas. Aku dinamai Linda. Lelaki yang menabrakku adalah seoranh pengusaha yang tidak memiliki anak. Dia dan istrinya mengangkat aku sebagai anak mereka. Di Jakarta, aku ketemu lagi dengan nenek Anna dan kami tinggal di Bali."
"Mengapa kau tidak mencari aku?" Tanya Arnold. Ia berlutut di depan Linda.
"Karena aku mendengar bahwa kau kembali dekat dengan Amelia. Kecelakaan pesawat itu, yang membunuh identitasku secara tak langsung, membuatku memutuskan untuk tak mendekati kamu. Kita berbeda Arnold. Lagi pula saat itu kau belum siap punya anak. Aku takut kau menolak Mike." Tangis Linda semakin dalam.
"Ada yang berbeda dengan wajahmu dan kulitmu." Kata Arnold.
"Ya. karena kecelakaan itu, wajahku agak rusak dan menjalani operasi plastik dibagian dagu dan mata. Aku sengaja menghitamkan kulitku untuk menutupi identitasku." Linda mengeluarkan handphone nya dari dalam saku celananya. Ia sepertinya melakukan panggilan telepon pada seseorang.
"Hallo Fairy...!"
Arnold menatap layar hp Linda. "Nenek Anna?"
"Fairy, apakah itu Arnold. Dia sudah tahu?" Nenek Anna terkejut saat melihat Arnold.
Arnold tiba-tiba memeluk Linda dengan erat. "Sayang, ini sebuah keajaiban."
Linda mendorong Arnold perlahan. "Jangan peluk aku, Arnold. Karena aku sudah menikah."
Oh...terus bagaimana nih?
Apakah karena hal itu sampai Arnold menikah dengan putri Belinda?
__ADS_1
Dukung aku guys, like, komen dan Vote