SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Song In My Life 2 (Episode 6)


__ADS_3

"Hanya Tuhan yang tahu bagaimana aku begitu ingin memilikimu malam ini. Namun aku tak mau memilikimu hanya sesaat." Keegan yang sudah membuka kemeja yang dikenakan Zelina, menutupnya lagi. Ia sendiri sudah membuka kemeja yang dipakainya.


Keegan bangun dari atas tubuh Zelina, lalu menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Ia mengusap wajahnya kasar. "Aku tahu, jika kita melakukannya malam ini, aku tak akan pernah melepaskanmu, Zelina. Dan jika itu terjadi, aku akan sangat menyakitimu, menyakitiku dan juga Sofia. Aku memang tak mencintainya, namun aku tak ingin menyakitinya."


Air mata Zelina jatuh. Ia tersenyum walaupun hatinya sakit mendengar salah satu alasan Keegan tak ingin bercinta dengannya karena Sofia. Jujur, Zelina merasa cemburu. Sebenarnya, ia sudah merelakan dirinya untuk Keegan malam ini. Zelina tahu kalau ia telah menyerahkan kesuciannya pada Keegan, maka dia tak akan mungkin lagi bersama orang lain. Ia pun bangun dan duduk seperti Keegan. Keduanya saling diam selama beberapa saat sampai akhirnya Keegan meraih tangan Zelina.


"Andaikan diijinkan, aku juga ingin menjadikanmu permasyuriku. Namun aku tahu jika kau menjadi permasyuri, aku tak akan pernah adil pada yang satunya lagi karena seluruh cintaku, hati dan hasratku, semuanya hanya untukmu."


"Biarkan kita seperti ini saja, Kee." Zelina menyandarkan kepalanya di dada polos Keegan. Tak lama kemudian, Zelina tertidur. Keegan mengambil ponselnya. Ia ingin membagikan momen bahagia ini bersama Caleb dan Grace. Ia pun mengambil gambar mereka berdua dan mengirimkannya pada Caleb.


********


Saat Keegan bangun keesokan paginya, ia tak menemukan Zelina ada di sampingnya. Hati Keegan terasa sakit saat ia tak menemukan Zelina di semua bagian rumah dan taman.


Mengapa Zelina pergi tanpa pamit? Mengapa kami harus seperti ini? Ya Tuhan, aku sangat mencintai gadis itu. Rasanya tak sanggup untuk melepaskannya.


Keegan duduk dengan lesuh di atas sofa sambil mengusap wajahnya kasar. Tak lama kemudian, bel pintu berbunyi. Keegan jadi senang. Ia yakin kalau itu adalah Zelina. Namun saat ia membuka pintu, ia terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu.


"Sofia?"


Sofia tersenyum. "Selamat pagi Keegan!"


Keegan melebarkan daun pintu dan mempersilahkan Sofia masuk.


Sofia masuk dengan gaya anggunnya. Ia menatap sekeliling rumah lalu akhirnya duduk di sofa.


"Bagaimana kau bisa tahu tempat ini?" Tanya Keegan lalu duduk di depan Sofia.


"Aku pernah ke sini bersama mama Fairy. Dan aku tahu bahwa kau ada di sini. Sekalipun semalam papa dan mamamu menggunakan bahasa Indonesia saat bicara, namun aku tahu kalau kalau ini pasti ada hubungannya dengan Zelina. Dia sudah kembali kan?"


"Dari mana kamu tahu?" Keegan terkejut.


"Aku hanya menebak. Ternyata benar ya?" Sofia tersenyum. Tak ada wajah cemburu ataupun marah. Ia terlihat justru senang.


"Kau tidak marah?"


Sofia menggeleng. "Dia di sini semalam?"


"Ya. Namun kami tak melakukan apapun."


"Aku tahu. Kamu adalah tipe pria yang baik. Keegan, apakah Zelina sudah mencintaimu?"


Keegan menunduk lalu menarik napas panjang. "Entahlah. Aku belum bisa menebak secara jelas isi hatinya walaupun tatapan matanya mengisyaratkan kalau dia menyukai aku."


"Kalau begitu kau harus mencati tahu."


"Maksudnya?"


"Kau sudah mencintai sejak kecil. Kini Caleb sudah menikah dengan Grace. Jadi tak ada lagi penghalang diantara kalian."


"Lalu kita?"

__ADS_1


"Kalau kau bisa memenangkan hati Zelina dan ingin menikahinya, maka aku bisa menikah dengan pria yang aku cintai juga sejak lama."


"Kau punya seseorang yang kau sukai?"


"Ya. Dia adalah bodyguartku. Aku sudah menyukainya sejak aku SMP. Penampilannya yang dewasa dan gagah membuatku aku jatuh cinta padanya. Usia kami yang terpaut 7 tahun, membuat dia selalu menjaga jarak dariku. Namun aku tahu kalau dia mencintaiku. Suatu malam, saat dia mengantarku pulang, aku sendiri menyatakan cinta padanya. Dia bingung namun tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Kami pun menjalin hubungan diam-diam selama 2 tahun. Sampai akhirnya papaku menjodohkan kita berdua. Dia memilih pergi. Kembali ke militer."


"Kau masih mencintainya?"


"Ya. Kami bahkan sering mengirim pesan walaupun tak pernah bertemu lagi."


Keegan bernapas lega. "Jadi?"


"Bantu aku untuk bersama cinta sejatiku, Keegan. Dan aku akan membantumu mendapatkan cinta sejatimu."


Keegan tersenyum senang. "Tapi, bagaimana dengan keluarga kita?"


"Kita akan buat konfrensi pers untuk menjelaskan segalanya. Masa depan bukan hanya tentang tahta dan nama keluarga tapi juga bersama siapa kita akan menjalaninya."


"Terima kasih, Sofia. Kalau memang kau telah punya seseorang yang kau sukai, mengapa tak menolak waktu kita dijodohkan?"


Sofia tersenyum. "Waktu itu, aku belum tahu tentang kisahmu bersama Zelina, aku tak punya alasan kuat untuk menolak. Namun sekarang, saat aku tahu kalau Zelina sudah kembali, aku jadi punya alasan untuk membatalkannya."


"Ok. Sekarang kita cari tentaramu dulu. Di mana dia?"


"Dia ada di markas angkatan darat. Kau mau menemaniku ke sana?"


Keegan mengangguk. Keduanya pun langsung melangkah bersama menuju ke luar rumah.


***********


Pagi ini, selesai apel pagi, Asley segera menuju ke ruangannya. Kemarin, kepala divisinya menawarkan dia untuk menjadi pasukan khusus kerajaan dan akan dikontrak selama 3 tahun. Selama menjalani masa kontrak, ia tak boleh pulang ke keluarganya. Ia harus berjaga bersama 100 pasukan khusus lainnya.


Tawaran ini mungkin baik baginya. Orang tua Asley sudah pensiun dan memilih tinggal di desa, hidup sebagai petani. Adik perempuan Asley sudah menikah dan tinggal di kota Mancester.


Saat memasuki ruangannya, ketiga sahabatnya tersenyum menatap dia.


"Asley, penyanyi terkenal itu mencarimu." Kata Donal salah satu temannya.


"Penyanyi terkenal?" Asley bingung.


"Ya. Keegan Manola. Dia ada di ruang tamu."


Asley tahu kalau Keegan adalah tunangan Sofia. Apakah Keegan tahu hubungan mereka? Ataukah Sofia sudah berterus terang pada Keegan bahwa ia sudah tak perawan lagi karena sudah tidur dengan Asley? Bukankah itu hal yang biasa terjadi diantara anak muda zaman sekarang? Lagi pula, Asley dan Sofia hanya sekali melakukannya.


Pertanyaan-pertanyaan itu bermain di kepalanya saat ia melangkah menuju ke ruang tamu. Di lihatnya, pria tampan itu sedang duduk di sofa ruang tamu.


"Selamat pagi Colonel!" Sapa Keegan.


"Selamat pagi, pangeran. Ada yang bisa saya bantu?"


"Apakah kau boleh keluar walau hanya 1 jam?"

__ADS_1


"Boleh. Memangnya ada apa?"


"Kau akan tahu jika kita sudah sampai."


Asley pamit pada kepala bagiannya. Lalu ia pergi dengan mobil yang dikendarai oleh Keegan sendiri. Mobil melaju meninggalkan markas militer. Hampir 15 menit berjalan, Keegan membelokan mobilnya ke arah sebuah rumah sederhana yang ada di pinggir jalan. Asley tahu rumah ini adalah rumah pengasuh putri Sofia.


Saat mobil berhenti, Keegan dan Asley turun bersama dan memasuki ruang tamu yang pintunya memang tak dikunci.


"Sofia, keluarlah!" Panggil Keegan.


Sofia keluar dari salah satu kamar. Saat melihat Asley, ia langaung berlari dan memeluk pria itu sambil menangis.


Asley bingung. Ia menatap Keegan meminta penjelasan.


"Dia mencintaimu bukan aku. Aku juga mencintai gadis lain. Makanya, aku dan Sofia akan mengahiri hubungan kami. Kau mau berjuang bersama kami untuk menghadapi keluarga kami kan?" Tanya Keegan.


"Tentu saja, walaupun mungkin aku akan dikeluarkan dari militer." Kata Asley dengan wajah gembira. Ia menatap Sofia. "Ini benarkan sayang?"


"Ya. Aku mencintaimu, dan ingin bersamamu di sepanjang hidupku."


Asley langsung mencium Sofia dengan perasaan cinta yang meluap. Keegan dan nyonya Lidia yang pernah mengasuh Sofia saat ia kecil jadi terharu.


Tunggu aku, Zel. Aku akan mendapatkan cintamu lagi. Batin Keegan sebelum meninggalkan tempat itu.


*********


Caleb membuka pintu kamarnya dengan wajah kesal. Ia tak percaya kalau ada orang yang menganggu kemesraannya dengan Grace di sore hari yang hujan ini. Mereka maaih ada di hotel.


"Keegan, nggak tahu ya kalau orang sedang bulan madu?" Pekik Caleb yang hanya mengenakan boxer.


Keegan mendorong tubuh Caleb dan melangkah masuk. Ia tahu, tempat tidur berada di ruangan yang lain sehingga ia tak akan membuat Grace malu.


"Di mana Zelina?"


Caleb mengerutkan dahinya. "Mungkin ada di kamarnya. Tadi kami sempat sarapan bersama namun Zelina pamit untuk ke kamarnya. Katanya sih malam ini ia akan pergi dari London."


"Kamarnya sudah kosong. Kata pegawai hotel, Zelina sudah cek out 2 jam yang lalu. Ponselnya sudah tidak aktif." Keegan frustasi.


Caleb melangkah ke kamar tidur. Untunglah Grace sudah berpakaian saat mendengar suara Keegan.


Caleb mengambil ponselnya dan menelepon kepala keamanan keluarga Thomson.


"Tolong cari keberadaan nona Zelina Alexander. Kalau sudah, beritahu kepadaku, kapan saja." Caleb menatap Keegan. "Tunggulah di rumah. Aku akan mengabarimu."


Keegan mengangguk. Ia menatap Grace yang hanya menatapnya dengan wajah sedih. Ia tahu kalau Zelina pergi karena tak ingin menganggu hubungannya dengan putri Sofia.


"Kee, Putri Sofia bagaimana?" Tanya Caleb sebelum saudaranya itu pergi.


"Dia sudah bersama dengan kekasihnya." Kata Keegan sebelum menghilang di balik pintu.


Grace mendekati Caleb dan memeluknya dari belakang. "Honey, semoga Keegan dan Zelina bisa bahagia ya?"

__ADS_1


"Aku juga harap demikian."


Berhasilkah Keegan menemukan Zelina?


__ADS_2