
Orang bilang, bulan madu itu rasanya sangat menyenangkan. Dunia rasanya milik berdua saja. Kemana pun, maunya nempel kayak amplop sama sama perangko. Itulah yang terjadi antara Arnold dan Fairy. Mereka bukan hanya makan berdua, tidur berdua, mandi berdua tapi juga melakukan aktifitas apapun selalu berdua.
Saat Fairy akan minum air, Arnold juga ikutan minum air. Saat Fairy ingin main games di hp, pria itu pun ikut main bersamanya bahkan akhirnya dia yang memegang hp Fairy sampai gadis itu sedikit kesal tapi juga gemas melihat perbuatan Arnold yang sedikit kekanakan menurut Fairy.
"Kita sedang bulan madu, sayang." Itu yang Arnold selalu ucapkan setiap kali Fairy protes akan sikapnya.
Bulan madu juga bisa menyebabkan orang kelelahan karena waktu yang lebih banyak dihabiskan untuk olahraga ranjang. 😊☺
Dan inilah yang dialami oleh Fairy di pagi kedua saat ia sudah menjadi istri Arnold.
"What?" Fairy berteriak kaget saat membuka mata dan jam dinding di kamar sudah menunjukan pukul 9 pagi.
"Mengapa aku bisa bangun terlambat?" Fairy berguman kesal. Ia menyingkirkan tangan Arnold yang masih memeluk pinggangnya lalu turun perlahan, meraih gaun tidurnya yang ada di ujung ranjang, mengenakan kembali dan segera berlari ke kamar mandi.
Fairy sudah melewatkan jam pertama kuliahnya yang dimulai sejak jam 8 pagi. Jam kuliah dari pak Thomas yang terkenal disiplin waktu itu.
Mandi pagi ini kali ini dilakukan Fairy dengan sangat cepat. Selesai mandi, ia segera membuka walk in closet dan memilih baju yang harus dikenakannya.
"Sayang...!" panggil Arnold yang nampak masih mengantuk.
Fairy keluar dari walk in closet dan sudah berpakaian lengkap. Rambut panjangnya yang basah masih nampak berantakan.
"Kamu mau kemana?" tanya Arnold yang sudah duduk di pinggir ranjang.
"Aku mau ke kampus." jawab Fairy. Ia meraih hp nya lalu menelepon Rio, sopir pribadinya. Ternyata Rio sudah ada di bawa.
"Besok saja ya kuliah. Atau sekalian minggu depan saja. Kita kan baru saja menikah. Masa aku ditinggalkan sendiri." Arnold turun dari tempat tidur dan langsung memeluk Fairy dari belakang. Perempuan itu sementara menyisir rambut panjangnya.
"Aku harus pergi, Ar. Aku nggak mungkin mengabaikan kuliahku walaupun saat ini kita baru saja menikah." Fairy berbalik dan menatap suaminya. "Aku pergi dulu ya? Jam kuliah pertamaku sudah hampir selesai." sebuah ciuman manis mendarat di pipi Arnold. Lalu Fairy meraih tasnya dan meninggalkan kamar dengan langkah yang cepat
"Selamat pagi, paman!" sapa Fairy pada Rio, sopir pribadinya.
"Selamat pagi,nona. Berangkat sekarang?" tanya Rio.
"Iya paman. Aku sudah sangat terlambat!" keluh Fairy lalu masuk ke dalam mobil.
Dari jendela kamar, Arnold memandang mobil yang membawa istrinya itu dengan perasaan kesal. Mereka baru saja menikah. Seharusnya mereka masih harus berada di rumah untuk bulan madu. Namun istrinya itu sudah meninggalkan ranjang pengantin mereka dan mengejar pendidikannya.
Ah...sungguh malang nasibku. Di tingalkan istriku di hari kedua pernikahan kami.
********
Ketika Fairy menginjakan kakinya di depan kelasnya, ia melihat Thomas baru saja keluar dari ruangan kelas diikuti oleh anak-anak yang lain.
Beberapa temannya menatap Fairy dengan bingung karena gadis ini tak pernah absen kuliah apapun.
"Fairy!" Cassie yang melihat sahabatnya itu langsung menarik tangan Fairy untuk masuk kembali ke ruangan kelas yang sudah sepi.
"Mengapa kamu sudah masuk kuliah? Kalian kan sedang bulan madu." kata Cassie sambil menatap Fairy dengan dahi yang berkerut.
"Cassie, menikah kan bukan berarti kuliahku jadi terbengkalai. Pagi ini saja aku sangat kesal karena melewatkan kuliah pak Thomas."
"Seminggu ini juga kamu nggak masuk sebenarnya nggak apa-apa. Kasihan dong suamimu."
Fairy hanya nyengir "Biarin saja. sejak sabtu malam sampai tadi malam, ia sama sekali tak melepaskanku. Makan disuapin. Mandi maunya bersama, tidur nggak pernah nyenyak karena selalu diganggu oleh Arnold. Ah.., aku benar-benar lelah. Badanku sakit rasanya" kata Fairy sambil merentangkan tangannya.
__ADS_1
"Memangnya kamu tak merasakan enaknya?"
Wajah Fairy jadi merah "Ah, pastilah ada enaknya"
Cassie tertawa."Akhirnya kamu tak perawan juga"
"Iya nih. Tapi untunglah aku memberikannya pada suamiku"
"Kau tidak melanggar janjimu pada nenek Anna kan?
Fairy mengangguk "Walaupun begitu, aku sedih nenek Anna tak datang di hari pernikahanku" Wajah Fairy berubah menjadi murung.
Cassie akan bicara lagi namun kelas kembali menjadi ramai karena anak-anak masuk untuk mata kuliah selanjutnya. Fairy dan Cassie pun segera menuju ke tempat duduk mereka.
**********
Jam 12 siang Fairy dan Cassie keluar bersama dari ruang kelas.
"Setelah ini kau mau kemana?" tanya Cassie.
"Aku mau ke perpustakaan sebentar. Mau pamit sama miss Vero soal pengunduran diriku di perpustakaan. Aku sekarang harus cepat pulang untuk mengurus suamiku"
"Bukankah hari ini kamu ada seminar bersama Mr. Thomas?"tanya Cassie.
"Tidak"
"Tapi tadi sebelum dia keluar kelas, dia memintaku untuk mengingatkanmu mengenai seminar yang akan dilaksanakan jam 2 siang ini"
Fairy mengeluarkan hp nya. Ia memeriksa kalau ada panggilan atau sms dari Thomas, namun ia tak menemukannya. Namun saat ia membuka emailnya, ia melihat ada materi yang dikirimkan Thomas padanya.
"Hai Fairy. Kenapa tak masuk di kelasku tadi? Kata Cassie kamu sedang menemani saudaramu yang liburan di London " Thomas langsung menyapanya begitu Fairy masuk ke dalam ruangan Thomas.
Cassie bisa saja mengarang cerita, Fairy
"Iya. Maaf ya kalau aku bolos di mata kuliahmu" Fairy langsung duduk di depan Thomas.
"Sudah siap untuk jadi moderatorku?" tanya Thomas.
Fairy menatap Thomas dengan wajah bingung.
"Memangnya kamu mengirim pesan padaku?"
Thomas mengambil hp nya dan menunjukan pesan yang dikirimnya pada Fairy. Ia juga menunjukan panggilan keluar yang dia lakukan untuk Fairy sebanyak 4 kali.
"Pasti saudaraku yang menghapusnya" ini pasti perbuatan Arnold. Ih...dasar Arnol menyebalkan. Kenapa juga ia memberitahukan perihal sms ini?
"Kau mau jadi moderatorku kan?" Thomas kembali bertanya.
"Iya. Aku mau ke asrama dulu ya. Ganti baju!"
"Ok"
Saat keluar dari ruangan Thomas, Fairy langsung menelepon Arnold.
"Hai sayang...!" sapa Arnold dari seberang.
__ADS_1
"Aku benci kamu, Arnold!" teriak Fairy dengan kesal.
"Honey.., what happen?" tanya Arnold.
"Mengapa kau menghapus sms dan panggilan tak terjawa dari Thomas? Kau tahu kalau ikut seminar bersamanya akan membuat aku semakin memiliki banyak pengetahuan."
"Maafkan aku, Fai. Aku pikir kalau kamu ikut seminar maka waktumu akan terbuang banyak. Kita kan baru saja menikah maka wajar saja kalau aku ingin bersamamu terus." kata Arnold terdengar sedikit memelas. Ada rasa menyesal tapi juga rasa ingin dimengerti oleh istrinya itu.
"Bukankah sebelum menikah aku sudah katakan bahwa kuliahku akan menjadi prioritas utamaku. Kamu saja yang tak mengerti. Aku kesal!" Fairy langsung memutuskan sambungan telepon. Arnold menghubunginya lagi namun ia sama sekali tak mau menerima telepon Arnold. Gadis itu hanya melangkah ke arah asramanya untuk mandi dan ganti baju.
*********
"Paman Rio, istriku sudah selesai seminarnya?" tanya Arnold. Ia menelepon Rio karena saat ini sudah jam 8 malam. Arnold sudah menyiapkan makan malam yang romantis untuk meminta maaf pada Fairy.
"Sudah, tuan. Seminarnya sudah selesai 2 jam yang lalu"
"Jadi, kalian di mana? Apakah masih ada yang harus Fairy lakukan?"
"Nona meminta saya untuk mengantarnya ke asrama . Sekarang saya sudah kembali ke rumah. Nona katanya akan tidur di asrama"
"Apa?" Arnold terkejut mendengar Fairy akan tidur di asrama.
"Maaf tuan!"
"Terima kasih. Biar saya yang akan menghubunginya."
Arnold langsung menghubungi nomor ponsel Fairy namun nomor itu tidak aktif. Untunglah ia memiliki nomor Cassie sehingga ia pun langsung menghubungi gadis itu.
"Hallo Cassie, katakan pada Fairy kalau aku akan menjemputnya sekarang juga ke asrama. Aku akan menunggunya di taman belakang. Jika aku sudah di sana dan dia tidak turun juga, maka aku akan masuk ke asrama. Aku tak peduli mereka akan mengenaliku atau tidak, aku tetap akan masuk!" Arnold langsung mematikan sambungan telepon, lalu menyambar kunci mobilnya dan pergi meninggalkan Fairy garden.
*********
Cassie berlari cepat memasuki asramanya saat menerima telelon dari Arnold.
"Fairy, apa yang kamu lakukan di sini?" teriaknya sambil menarik selimut yang menutupi tubuh Fairy.
Dengan sedikit kesal, Fairy menarik kembali selimut itu dan menutupi tubuhnya lagi. "Aku mengantuk!"
"Seharusnya kamu pulang ke rumahmu. Arnold tadi meneleponku dan mengatakan kalau ia akan menjemputmu di taman belakang. Jika kamu tidak turun maka dia yang akan naik ke sini!"
"Apa?" spontan Fairy langsung bangun dan melemparkan selimutnya. "Apakah dia sudah gila akan datang ke sini? Seisi asrama bisa heboh melihatnya."
"Dia memang akan menjadi gila karena istri yang baru 3 hari dinikahinya sudah berani tak pulang ke rumah mereka." kata Cassie sedikit kesal. "Aku sedang makan malam bersama Willy saat Arnold meneleponku. Aku langsung meminta Willy mengantarku dengan cepat karena hp mu tidak aktif untuk kuhubungi."
Fairy membuang napas dengan kesal "Aku masih marah padanya. Jadi malas untuk pulang ke sana."
"Kau ini sudah menikah. Jangan bersikap seperti anak-anak. Dewasalah, Fairy."
Fairy segera turun dari tempat tidur. Ia membuka piyama dasternya dan mengenakan kembali baju yang dipakainya tadi pagi. Ia kemudian meraih tas dan beberapa buku kuliahnya.
"Aku pergi ya...!" pamitnya lalu segera turun ke bawa. Saat ia tiba di taman belakang. Nampak mobil Arnold sudah terparkir di sana. Fairy langsung mendekat, membuka pintu mobil dan duduk di samping Arnold tanpa bicara apa-apa.
"Aku minta maaf." kata Arnold dengan penuh ketulusan lalu segera menjalankan mobilnya.
MAKASI SUDAH BACA BAGIAN INI
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE YA