SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Terlambat


__ADS_3

Fairy menelan salivanya saat membaca jumlah yang tertera di cek yang diserahkan Mega yang menjadi bendahara gaji di perusahaan ini.


"Bu Mega, apakah jumlahnya tidak salah? Gajiku di bulan ini 5 kali lipat dari biasanya?"


"Itu perintah yang bos berikan padaku."


Fairy memasukan cek itu ke dalam tasnya lalu segera menuju ke ruangan Alex. Ia berharap agar bosnya itu belum pulang. Dan ternyata Alex memang masih ada.


"Alex, kenapa gajiku bulan ini jumlahnya naik 5 kali lipat?" Tanya Fairy saat ia sudah duduk di depan Alex.


Alex tersenyum sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya. "Kamu pantas mendapatkannya. Kau memenangkan proyek besar itu melalui tawaran proposalmu. Kau bahkan berhasil membuat acara ini jadi bergengsi dengan menghadirkan bintang besar seperti Arnold Manola dan Edward Kim, serta beberapa boy band Korea. Perusahaan kita mendapatkan keuntungan yang sangat banyak. Jadi kau pantas mendapatkan upah yang banyak."


Fairy tersenyum. Ia tahu suksesnya acara minggu lalu tak lepas dari ide cemerlang suaminya. Arnold memberikan beberapa ide yang ternyata disambut baik oleh pihak penyedia dana. Jadilah perusahaan Alex yang melaksanakan kegiatan ini. Hampir semua media massa memberikan apresiasi yang besar atas acara akbar ini.


"Terima kasih banyak, Alex. Kau memberikan aku kesempatan untuk banyak belajar."


"Bukankah tak lama lagi kuliahmu akan selesai? Aku mendengar kalau kau mengontrak banyak mata kuliah dan mengikuti semua kelas summer."


Fairy mengangguk." Mungkin 6 bulan lagi aku bisa menyelesaikan kuliahku."


"Perusahaan pusat kami di Amerika menawarkan beasiswa untuk kuliah S2 dan S3 di universitas Harvard. Kau pun masih tetap kerja paruh waktu di sana untuk semakin mengenal perusahaan kami. Bagaimana menurutmu?"


Fairy diam sejenak. Sungguh tawaran yang sangat menarik. Bukankah ini impiannya sejak dulu? Menjadi seorang wanita karir yang sukses? Tapi bukankah sekarang dia sudah menikah? Arnold harus dilibatkan dalam setiap keputusannya.


"Alex, aku mau bertanya pada nenekku dulu ya? Dia tinggal sendiri di Indonesia. Jika aku melanjutkan kuliahku di Amerika, dia pasti akan sangat kesepian." Kata Fairy dengan nada bicara yang sangat berat. Sesungguhnya ia ingin sekali menerima tawaran itu.


"Kau boleh mengajak nenekmu untuk tinggal bersamamu di Amerika. Seluruh biaya hidup kalian akan ditanggung oleh perusahaan."


Fairy mengangguk. "Tunggulah sampai S1 selesai."


Alex kelihatan sedikit kecewa. Ia begitu berharap kalau Fairy akan menerima tawarannya karena dia juga akan pindah ke Amerika. Adiknya yang akan datang ke London untuk memimpin perusahaan ini. Alex berharap saat di Amerika, dia dan Fairy akan menjadi semakin dekat.


"Aku berharap kau akan memikirkan ini dengan baik, Fairy. Kau sangat pintar dan bertalenta. Aku yakin karirmu akan berkembang dengan sangat baik."


Fairy segera pamit untuk pulang. Sepanjang jalan ia terus memikirkan tawaran Alex itu. Akankah Arnold setuju dengan keinginannya itu?


Saat ia tiba di rumah, mobil Arnold sudah terparkir di sana. Sepertinya cowok itu sudah tiba dari Edinburgh. Arnold menghadiri acara amal di sana selama 2 hari.


"Sayang...!" Arnold langsung memeluk istrinya dengan rasa rindu yang mendalam.


"Aku merindukanmu. Bukankah kau bilang acaranya selama 3 hari? Kenapa sudah pulang?"


"Memangnya kamu tak mau aku pulang cepat?"


Fairy membelai wajah suaminya. "Siapa yang tak mau suaminya pulang cepat? Aku kan hanya bertanya."

__ADS_1


Arnold tersenyum lalu mencium istrinya mulai dari kepala, dahi, pipi dan berakhir di bibir.


Untuk sesaat, keduanya larut dalam suasana romantis. Sampai akhirnya Fairy terkejut saat seekor anjing berbulu coklat berjenis golden retriev mendekatinya.


"Arnold..., anjing siapa ini?" Tanya Fairy lalu berjongkok dan memeluk anjing itu.


"Itu hadiah dari salah satu fansku. usianya sudah 8 bulan. Kamu suka?"


"Tentu saja. Di Jakarta omaku juga punya anjing jenis pudel. Kita akan memelihara anjing ini?" tanya Fairy sambil memeluk anjing itu.


"Kalau kamu suka dan ingin memeliharanya, aku tentu saja akan mendukungmu. Akan kita namakan apa anjing ini?"


"Alphonso. Aku pernah menonton kisah seekor anjing jenis golden seperti ini yang sangat setia pada tuannya. Aku berharap kalau anjing ini akan setia pada kita."


Arnold mengangguk. "Kalau begitu sekarang kembalikan Alphonso ke kandangnya, dan kita akan melepas rindu dulu." kata Arnold dengan tatapan mata yang menggoda. Fairy hanya bisa tertawa.


***********


Tawaran Alex yang untuk kuliah S2 di Amerika, untuk sementara disimpan Fairy dalam hati. Ia belum berani membicarakannya dengan Arnold karena suaminya itu sedang sibuk menyelesaikan albumnya. Lagu forever, menjadi lagu utama dalam albumnya yang bertajuk loving you. Di album ini, hampir semua lagunya diciptakan oleh Arnold. Lagu yang dia nyanyikan di pernikahan mereka pun dimasukan dalam album ini.


Susan dan Noah selalu sibuk menyiapkan semua yang Arnold butuhkan. Termasuk juga untuk promo album ini yang akan dilaksanakan di beberapa kota.


Sementara Fairy semakin sibuk dengan tugas akhirnya dan juga beberapa proyek kerja yang dirancangnya bersama Alex. Dan fairy selalu meminta pendapat Thomas dalam pekerjaannya.


Waktu pun berlalu tanpa bisa ditahan. Tahun baru sudah dilewati dan kini mereka sudah berada di bulan Februari.


"Fai, hari ini aku nggak pulang ya? Aku mau merayakan malam valentine dengan Willy." Kata Cassie.


"Ok. Nggak masalah. Ada Alphonso yang menemaniku." Kata Fairy sambil menunjuk Alphonso yang sedang tidur di depan kamar mandi.


Cassie pun menyukai anjing itu. Makanya tiap kali Fairy datang ke asrama, Cassie selalu meminta Fairy untuk membawanya. Alphonso adalah anjing yang manis dan selalu mendengar apa yang Fairy perintahkan.


Setelah Cassie pergi, Fairy membaringkan tubuhnya sambil membaca sebuah buku. Ia memang lebih suka berada di asrama. Selain suasananya ramai, Fairy tak takut terlambat bangun untuk ke kampus karena jaraknya sangat dekat dengan kampus.


Hp Fairy berdering. Ia tersenyum melihat nama Arnold ada di sana. "Sayang...!" Sapa Fairy.


"Hallo juga sayangku. Happy Valentine ya?"


"Happy valentine juga."


"Kesal aku karena valentine tahun ini bersamaan dengan promo albumku. Jadi tidak bisa bersamakan?"


"Nggak masalah. Yang penting kita saling sayang dan saling percaya."


Arnold tertawa. "Tapi rasanya aku tak bisa jika valentine berjauhan denganmu. Sekarang bukankan pintu ya..., aku di depan pintu asramamu."

__ADS_1


Fairy langsung melompat turun dari tempat tidur dan membuka pintu kamarnya. Benar saja. Arnold sudah berdiri di sana dengan penyamaran sempurnanya.


"Arnold, ayo masuk! Mereka bisa mengenalimu!" Fairy langsung menarik lengan suaminya itu dan menutup pintunya kembali.


Saat pintu dibelakangnya tertutup, Arnold tak mau membuang waktu. Ia langsung memeluk istrinya dan melancarkan ciuman penuh kerinduan yang sarat dengan hasrat yang terbalut dengan gairah yang dalam.


"Ar, ini tempat tidurnya Cassie." bisik Fairy saat Arnold akan membaringkannya di sana.


"Mana tempat tidurmu?" tanya Arnold tak sabar.


"Di sebalah sana. Hati-hati jangan ribut nanti Alphonso terbangun dan akan menganggu kita." bisik Fairy melihat anjingnya itu bergerak.


Arnold hanya mengangguk. Ia sudah tak sabar ingin menyatu dengan istrinya. 6 hari sudah mereka berpisah dan sungguh ini sangat menyiksanya.


*********


Arnold mengenakan lagi pakaiannya lalu mendekati Aplhonso yang sudah terbangun karena keributan yang disebabkan oleh kedua tuannya itu.


"Kau juga merindukanku?" Tanya Arnold sambil membelai kepala Alphonso. Anjing itu langsung menyalak dan menggoyangkan ekornya.


"Good boy. Jaga istriku dengan baik, ya?" Kata Arnold lalu berdiri dan merapihkan rambutnya.


Fairy yang juga ikutan bangun lalu segera mengenakan bajunya lagi. "Sayang, apakah kamu harus pergi sekarang? Ini sudah jam 3 subuh."


Arnold mendekat, lalu memeluk tubuh istrinya. "Pesawatku akan berangkat 45 menit lagi. Tadi aku sudah memaksa pilot untuk mendarat dulu sebentar di London baru melanjutkan perjalanan ke Scotlandia. Jam 8 pagi ini, aku ada acara di sebuah sekolah. Makanya aku harus berangkat sekarang supaya punya waktu untuk beristirahat." Arnold mengecup bibir istrinya. "Rasanya tak mampu meninggalkanmu, tapi ini sudah menjadi pekerjaanku. Makanya, selesaikan kuliahmu dengan cepat. Jemput nenek Anna agar bisa tinggal di London. Dan kau dapat mendampingiku kemana saja aku pergi."


Fairy hanya tersenyum. Tawaran kerja sekaligus kuliah S2 itu kembali melintas di kepalanya. Haruskah ia mengatakannya pada Arnold?


"Ada apa, sayang?" tanya Arnold.


"Tidak" Fairy buru-buru menggeleng. Ia mencium pipi Arnold. "Jangan terlalu capek bekerja ya?"


"Baiklah. Sekarang aku pergi dulu."Arnold memakai jaketnya, memakai kaca mata dan maskernya, kemudian memakai topi lalu segera pergi.


********


"Fai, semalam Willy berpesan, untuk menginngatkanmu mengenai jadwal suntikan penunda kehamilanmu. Ini sudah lewat 2 minggu. Aku sih bilang ke Willy sร at ini Arnold tak ada, jadi semuanya aman terkendali." Kata Cassie saat ia pulang pagi ini.


Fairy yang sedang mengetik di laptopnya terkejut mendengar perkataan Cassie.


"Ya ampun, Cas. Kenapa Willy baru mengingatkannya sekarang? Semalam Arnold datang dan kami bercinta di kamar ini."


"Apa? Jadi aku terlambat mengingatkanmu? Kau sedang di masa subur saat ini, Fairy."


Fairy terkejut. Bagaimana jika aku hamil?

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN VOTE YA


__ADS_2