SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Mencari Tahu


__ADS_3

Joe memandang Arnold dengan penuh rasa penasaran. "Yang kau inginkan apakah Linda atau Belinda?"


"Aku ingin tahu apakah keduanya ada hubungan atau tidak."


Joe menggeleng. "Linda dan anaknya tercatat sebagai warga negara Indonesia. Sementara data yang kudapatkan tentang Putri Belinda adalah dia lahir dan dibesarkan di Belanda. Kuliah S1 dan S2 di Harvard university, 2 tahun lalu bertunangan dengan Pangeran Robert. Dari daftar perjalanan yang dilakukannya hanya Belanda, Amerika, Inggris dan Perancis. Ia belum pernah ke Indonesia. Aku pikir hanya kebetulan saja mereka tinggal di apartemen yang sama."


Arnold mengusap wajahnya dengan kasar. Ia begitu penasaran dengan keberadaan dua perempuan itu.


"Mengapa aku merasa diantara keduanya ada yang punya hubungan dengan Fairy?"


"Ar, jika memang kamu ingin move on dan menemukan tambatan hati yang baru, kau harus melepaskan bayang-bayang Fairy. Aku senang kalau kau akhirnya boleh melupakan Fairy. Aku yakin di atas sana, Fairy pun ingin kau bahagia." Kata Ezekiel yang sejak tadi diam.


Arnold menarik napas panjang. "Fairy akan selalu hidup dalam hatiku. Aku tak mungkin akan melupakannya. Aku juga sudah menerim kenyataan kalau dia tak mungkin kembali padaku. Namun, entah mengapa saat aku memeluk dan mencium Belinda, aku merasa seperti memeluk dan mencium Fairy."


"Kau sudah mencium Belinda?" Tanya Ezekiel kaget.


"Ya. Kami bahkan sudah tidur bersama."


"Apa?" Ezekiel semakin terkejut mendengar pengakuan sepupunya itu. "Dia punya tunangan, Ar. Nanti kamu akan kecewa lagi kalau dia menikah. Tunangannya anggota kerajaan."


"Aku tak peduli. Aku dapat merasakan kalau Belinda juga menginginkanku." Kata Arnold sambil tersenyum.


"Dia itu anggota kerajaan, Ar. Pasti Belinda hanya sekedar bersenang-senang denganmu. Siapa yang tak mau tidur dengan salah satu pria yang paling digilai oleh ratusan juta gadis di dunia ini?" Kata Ezekiel sambil mwngangkat bahunya.


"Aku yakin dia bukan gadis yang hanya ingin mencari kesenangan semata." Arnold berdiri. "Aku pergi dulu ya. Ada acara siang ini."


Ezekiel memandang Joe saat sepupunya itu sudah pergi. "Joe, tolong selidiki tentang Robert. Aku ingin tahu apakah dia jahat atau baik."


"Memangnya apa yang akan kau lakukan jika dia jahat?" Tanya Joe heran. Bukankah Ezekiel tak suka mencampuri urusan orang lain?


"Aku akan membantu Arnold mendapatkan putri Belinda. Sepupuku itu sudah lama menderita. Saatnya dia berbahagia." Kata Ezekiel dengan senyum di bibirnya.


************


2 minggu Arnold tak bertemu Belinda. Ia melakukan perjalanan ke beberapa negara untuk memenuhi undangan acara yang berhubungan dengan musik, sekalian ia mempromosikan album terbarunya.


Arnold juga memutuskan untuk tidak menghubungi Belinda. Namun dengan Mike, Arnold selalu melukam videocall. Ia sangat suka dengan anak itu. Apalagi Mike sangat lucu dan menggemaskan.


Noah juga semakin sibuk dengan.pekerjaannya yang semakin bertambah semenjak Susan memutuskan untuk ikut dengan suaminya ke Korea. Arnold senang karena Susan akhirnya menemukan pasangan yang baik dan mencintainya.


"Apa jadwalku besok, Noah?" Tanya Arnold saat mereka sudah tiba di mansion Arnold.


"Besok acaranya nanti sore, bos. Menjadi juri di acara idol cilik."


"Ok." Arnold melangkah ke bagian belakang mansionnua. Ia berdiri di teras belakang sambil memandang kapal miliknya. Kapal itu sebenarnya ia siapkan untuk memberikan kejutan bagi Fairy saat ia kembali dari Amerika. Kapal baru yang sudah bertuliskan nama FAIRY AYUDHISA.


Ada rasa sakit di hati Arnold saat membayangkan peristiwa 5 tahun lalu itu. Fairy tak pernah bisa melihat kapal ini. Dan Arnold pun tak pernah menaiki kapalnya itu. Hanya pelayannya saja yang sesekali menyalakan mesin dan membersihkan kapal yang belum pernah berlayar itu.


Sayang, kau tahu betapa sulitnya menghapus bayang-bayangmu dalam hidupku. Aku memang sudah menerima kenyataan bahwa kau sudah meninggal. Namun aku tak bisa berhenti mencintaimu. Bersama Belinda, aku merasa bahwa aku bisa untuk bahagia lagi. Sayangnya, dia begitu kuat mendorongku menjauh walaupun aku yakin dia menginginkan aku.


Ponsel Arnold bergetar di saku celananya. Ia tersenyum melihat ada panggilan videocall dari Mike.

__ADS_1


"Hallo paman? Apakah kau sudah tiba di rumahmu?"


Arnold mengangguk. " Ya, Mike. Aku sudah di rumahku."


"Mengapa tidak seperti di tempat yang aku kunjungi?"


"Oh, itu apartemen. Kalau ini adalah rumahku." Arnold menggerakan hp nya agar Mike bisa melihat suasana rumahnya.


"Paman, apakah itu kapal?"


"Ya."


"Wah...wah....aku belum pernah naik kapal. Bolehkah aku ke sana dan menaikinya?"


Lagi-lagi Arnold tersenyum. Ia tak tega menolak keinginan Mike.


"Boleh, sayang."


"Apakah boleh hari ini?"


"Mike, paman Arnold masih capek." terdengar suara Linda.


"Tidak apa-apa. Kau boleh datang ke sini kapanpun kau mau." Kata Arnold membuat Mike melompat-lompat kegirangan.


"Kirim alamatnya, paman. Aku akan ke sana sekarang juga."


"Baik, sayang." Arnold segera mengahiri panggilan videocall dan mengirim alamatnya. Setelah itu ia meminta para pelayan untuk menyiapkan cemilan dan minuman segar untuk menjamu Mike.


"Mike...!" Linda memanggilnya agar anaknya itu menghentikan ciumannya pada Arnold.


"Biarkan saja, nyonya Linda. Aku menyukainya." Kata Arnold lalu mengangkat tubuh Mike dalam gendongannya dan segera membawa Mike masuk ke dalam rumahnya.


"Wah...paman. Rumahmu sangat besar. Seperti rumahku di..."


"Mike....!" Linda memanggilnya lagi dan memberikan tatapan mata tajam membuat anak itu tak meneruskan kalimatnya.


"Rumah di mana Mike?" Tanya Arnold.


"Seperti istana Buckingham. Mike selalu mengatakan kalau istana itu adalah rumahnya." Kata Linda sambil terkekeh.


"Benar Mike?" Tanya Arnold sambil menatap Mike.


"Iya paman. Aku suka rumah yang besar."


Arnold mencium pipi Mike."Kau boleh datang ke rumah ini sesering yang kau mau."


"Apakah di sini ada kolam renangnya?"


"Ya. kolamnya ada di lantai 2. Tapi sekarang kita akan ke bagian belakang untuk menaiki kapalku yang sudah siap untuk berjalan."


Saat mereka tiba dibagian belakang, Arnold dapat melihat kalau Linda sedikit terkejut melihat nama kapalnya.

__ADS_1


"Ada apa nyonya Linda?" Tanya Arnold.


"Tidak." Linda buru-buru menggeleng. Berusaha tersenyum walaupun Arnold dapat melihat kalau ada air mata yang sempat jatuh namun buru-buru dihapusnya.


Apakah Linda terharu melihat nama kapalku ini? Ataukah Linda tahu mengenai nama ini?


"Nyonya Linda, bagaimana menurutmu mengenai nama kapalku ini?" Tanya Arnold saat keduanya sudah di atas kapal dan Mike sudah meninggalkan mereka karena ikut dengan nahkoda kapal mengelilingi seluruh bagian kapal.


"Bagus. Artinya peri perempuan yang baik dan cantik."


"Oh...kau tahu artinya?"


"Aku orang Indonesia. Jadi tahu saja."


"Kau pernah kenal seseorang dengan nama yang sama?"


Linda buru-buru menggeleng namun Arnold dapat melihat ada sesuatu yang disembunyikan dari kilatan mata perempuan itu.


"Itu nama mendiang istriku."


"Oh...." Tak ada wajah terkejut dari Linda. Seolah-olah ia sudah tahu kalau Arnold memang pernah menikah.


"Paman....ayo ke sini! " Teriak Mike dari ruang kemudi. Arnold mengurungkan niatnya untuk mengorek keterangan dari Linda. Ia segera melangkah menuju ke ruang kemudi.


2 jam mereka berjalan-jalan menyusuri sungai Thames dengan kapal Arnold. Mike sama sekali tak terlihat lelah. Turun dari kapalpun ia masih terlihat berlari ke sana kemari.


Setelah makan kue dan minum jus, anak itu menarik kembali tangan Arnold. "Paman, ayo kita jalan-jalan. Aku ingin melihat rumahmu ini."


"Mike, ayo kita pulang!" ajak Linda.


"Mommy, please...!" mohon Mike.


"Tidak apa-apa. Ayo...!" Kata Arnold dengan lembutnya.


Sambil memegang tangan Arnold keduanya berjalan mengelilingi rumah Arnold. Linda mengikutinya dari belakang.


Sampai akhirnya mereka memasuki kamar Arnold.


"Paman, mengapa foto-fotoku ada di sini?" Tanya Mike sambil menunjukan foto-foto yang ada di dinding kamar Arnold.


"Fotomu? Ini foto masa kecil paman, Mike." Kata Arnold dengan wajah terkejut. Ia menatap Mike yang ada dalam gendongannya. Lalu menatap foto masa kecilnya yang tergantung didinding kamarnya.


Mengapa wajah Mike dan foto masa kecil Arnold sangat mirip?


Linda menelan salivanya dengan wajah yang pucat.


"Mike, mommy ada urusan penting. Ayo kita pulang. Nanti oma marah jika kita terlambat. Permisi tuan, Arnold." Linda mengambil Mike dari gendongan Arnold. Ia segera menuruni tangga dengan cepat dan masuk ke mobil mereka.


Arnold masih terpaku di tempatnya berdiri. Ia memandang foto masa kecilnya itu. Rambut hitam bergelombang, pipi cabi dan mata bulat. Bibir tipis dan alis mata yang tebal. Jantung Arnold berdetak sangat cepat. Ia bagaikan melihat wajah Mike di fotonya itu.


Nah.....bagaimana bisa sama ya????

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote ya


__ADS_2