SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Lagu Tentang Kita


__ADS_3

"Mengapa sampai kau tak suka melihat Thalia menciumku?" Tanya Arnold sambil menatap Fairy sangat dekat.


Fairy membuang pandangannya ke tempat lain namun Arnold menarik lagi dagu istrinya agar mata mereka kembali bertemu.


"Katakan padaku!" Kata Arnold tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari mata Fairy.


"Aku....., aku....." Fairy tiba-tiba merasa gugup. Haruskah ia mengatakan kalau dia cemburu? Tapi bukankah itu bagian dari pekerjaan Arnold?


"Katakan saja. Aku ingin mendengarnya. Jangan palingkan pandanganmu ke tempat lain." Kata Arnold saat dilihatnya Fairy berusaha menunduk.


"Ar, aku cemburu!" Kata Fairy pelan.


"Apa? Aku tak mendengarnya."


"Aku cemburu, Ar!"


Arnold tersenyum. Ia mendekat menempelkan dahinya ke dahi Fairy. "Tak ada yang perlu kau khawatirkan. Thalia atau gadis manapun juga tak akan mampu membuatku berpaling darimu."


"Tapi Thalia gadis yang cantik, Ar. Tubuhnya seksi, buah dadanya montok. Saat kulihat video clip itu, hatiku benar-benar sakit melihat tanganmu ada di perutnya, kau membelai punggung telanjangnya. Kita kan sudah menikah, seharusnya kita tidak boleh lagi bersentuhan dengan orang lain." Kata Fairy dengan suara yang agak bergetar menahan tangisnya.


Arnold menjauhkan wajahnya. Kembali menatap mata istrinya yang nampak berkaca-kaca.


"Aku tahu ini adalah pekerjaanmu. Bagian dari lagu yang kau nyanyikan. Mungkin karena aku baru kali ini melihat video clipmu, makanya aku seperti ini." Fairy melanjutkan saat dilihatnya Arnold tak bicara dan hanya menatapnya.


Arnold membelai wajah istrinya dengan sangat lembut. Satu kecupan diberikannya di dahi Fairy. Ia kemudian menarik istrinya untuk ada dalam pelukannya. "Aku janji, tak akan lagi membuat video clip seperti itu jika kau tak suka. Aku akan menggunakan model untuk memainkan peran dalam video clipku berikutnya."


"Ar, aku bukannya tak suka. Mungkin karena aku belum terbiasa." Kata Fairy lalu melepaskan pelukannya. Ia memandang suaminya dengan rasa bersalah. Sekalipun ia sudah menikah dengan Arnold, Fairy memang jarang mendengar lagu dan melihat video-video suaminya itu. Mungkin itulah sebabnya sampai ia sangat kaget melihat video Arnold bersama Thalia.


"Akan ku lakukan apa saja asalkan kau bahagia." Kata Arnold sambil membelai wajah istrinya dengan punggung tangannya. "Dan jangan pernah bandingkan dirimu dengan perempuan manapun juga karena di mataku kamu selalu istimewa. Semua yang ada pada tubuhmu adalah magnet yang membuatku ingin selalu menyentuhmu. Kau adalah hidupku, napasku dan semua hal yang kuinginkan di dunia ini."


Fairy memberanikan diri menatap langsung ke mata Arnold saat suaminya itu mengucapkan kalimat indah yang melambungkan perasaannya sangat tinggi. Ia melihat sebuah kejujuran disana. Ia yakin kalau Arnold bukan merayunya melainkan menyampaikan isi hatinya. Tangan Fairy melingkarkan di leher Arnold. "Ar, aku bahagia menikah denganmu." Katanya dengan hati yang bahagia.


"Aku juga bahagia menikah denganmu." Arnold langsung menunduk, menyatuhkan bibirnya di bibir mungil istrinya. Memberikan kecupan-kecupan kecil lalu kemudian ********** dengan dorongan rindu yang dibaluti gairah.


Saat Fairy membalas ciuman Arnold, pria itu secara perlahan mendorong tubuh Fairy sehingga terbaring terlentang tanpa melepaskan ciumannya.


**********


Menuntaskan rindu bersama orang yang dicintai rasanya sangat menyenangkan. Itulah yang dialami oleh pasangan pengantin baru ini. Mereka sudah beberapa jam ada di kamar.


"Arnold, aku lapar." Kata Fairy saat merasakan kalau perutnya sudah beberapa kali berbunyi.


Arnold yang sedang memeluk istrinya dari belakang tertawa saat mendengar permintaan istrinya bahkan ia juga dapat merasakan perut Fairy yang berbunyi.


"Aku masih ingin memelukmu. Sebentar saja ya?" bisik Arnold semakin mengeratkan pelukannya.


"Sayang, sejak siang perutku hanya diisi oleh segelas jus orange."


"Apa?" Arnold berteriak kaget lalu menarik punggung Fairy agar istrinya itu berhadapan dengannya.


"Kenapa kamu tidak makan?"

__ADS_1


Fairy menunduk dengan wajah sedikit merah. "Aku..., aku terlalu bersemangat untuk membuat makanan bagimu. Namun acara TV itu sudah membuat hatiku kesal dan aku pergi jalan-jalan untuk menenangkan hatiku. Saat datang lagi ke sini, bukannya makan, kamu justru mengurung aku selama 3 jam di kamar ini."


Arnold terkekeh. Di ciumnya dahi sang istri dengan lembut. "Maafkan aku, ya. Sekarang, ayo kita makan!" Ajak Arnold lalu ia turun lebih dulu dari tempat tidur, diikuti oleh Fairy. Setelah mereka mengenakan bajunya kembali, keduanya turun ke ruang makan sambil bergandengan tangan.


Makan malam pun dilalui dengan cerita Arnold saat berada di Italia. Fairy juga menceritakan pengalamannya bisa foto bersama dengan grup K-pop kesukaannya.


"Kalau kamu liburan dan jadwalku kosong, aku ingin mengajakmu ke Korea." Kata Arnodl saat mereka sudah selesai makan dan duduk di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh.


Mata Fairy bersinar oleh kilatan kebahagiaan. "Benarkah? Kau akan mengajak aku pergi Ke Korea?"


"Tentu saja. Kau dapat mengelilingi kota itu dengan sesuka hatimu."


Fairy memeluk Arnold. "Aku tak sabar menunggu waktu liburan itu." Katanya senang sambil menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Sayang, aku sudah menyelesaikan lagu tentang kita." Kata Arnold sambil tangannya membelai rambut Fairy yang sangat di sukainya itu.


"Lagu tentang kita?"


"Puisimu yang berjudul forever itu. Kau menulis puisi itu menjelang pernikahan kita kan? Jadi aku menyebutnya itu lagu tentang kita."


"Iya. Aku menulis itu semua karena perasaan yang kumiliki untukmu."


"Kau mau mendengarnya?"


Fairy melepaskan pelukannya. "Tentu saja."


Arnold berdiri, lalu melangkah menyeberangi ruangan untuk mengambil gitarnya yang diletakan di dekat tangga. Ada beberapa gitar Arnold yang di pajang di sana. Setelah itu ia kembali dan duduk di depan istrinya.


Petikan gitar yang mengalun indah membuat Fairy hanyut dalam suasana romantis, seiring dengan terdengarnya suara merdu Arnold.


Aku tak tahu apa itu merindu


Sampai kau datang dalam hidupku


memberi rasa yang belum pernah kumiliki


Dalam keraguan, aku bertanya,


Akankah semua ini dapat kita jalani selamanya?


Ataukah kisah ini hanya perjalanan satu musim?


dapatkah aku menggantungkan seluruh hatiku


pada dirimu selamanya?


Sayang, jika kau bisa mendengar isi hatiku


maka ini semua yang ingin kukatakan padamu :


Aku tahu bunga akan layu pada saatnya

__ADS_1


Siang akan berganti malam pada waktunya


Hidup pun tak selamanya membuat kita bersama


Namun sampai detak jantung ini berhenti


Sampai ragaku tak bisa lagi kau sentuh


sampai suaraku tak bisa lagi kau dengar


semua yang kumiliki untukmu


semua yang kurasakan padamu


akan berlangsung selamanya


Cinta yang kumiliki untukmu


akan abadi sepanjang sejarah


Fairy yang menulis puisi itu. Namun saat Arnold membuat puisi itu menjadi sebuah lagu, Fairy merasa lagu itu sangat indah. Ia bahkan tanpa sadar menitihkan air matanya.


"Hei, mengapa kamu menangis?" Tanya Arnold sambil melepaskan gitarnya. Ia mendekati istrinya, duduk berjongkok di depan Fairy, lalu menghapus air mata perempuan itu dengan sangat lembut.


"Lagunya sangat indah. Nada-nadanya begitu pas dengan syairnya. Aku suka. Sangat suka."


Arnold tersenyum. Ia mencium bibir Fairy dengan satu kecupan hangat. "Mulai besok, aku, Edward Kim dan Sabila si pemain biola itu akan mengerjakan proyek lagu ini. Aku juga sudah merencanakan untuk membuat video clipnya di taman ini. Dan kau akan menjadi modelnya."


"Apa? Aku tak mau, Ar. Mereka akan mengenaliku. Nenek Anna juga bisa mengenaliku karena saudara sepupuku yang tinggal dengannya sangat mengidolakan dirimu. Carilah model lain saja." Fairy menggeleng dengan sangat keras.


"Sayang, ini lagu tentang kita. Aku mau yang ada didalamnya hanya kita. Kamu tenang saja. Ada make up artis yang akan membuat wajahmu terlihat berbeda. Aku akan bersikap biasa saja di depan kru yang akan membuat video clip ini. Hanya Edward Kim yang tahu siapa dirimu. Boleh ya, sayang?" Mohon Edward. Tangannya memegang pipi Fairy agar istrinya itu mau menatapnya.


"Tapi aku tidak tahu berakting. Waktu sekolah dulu aku paling malas ikut drama sekolah."


"Kamu tenang saja. Yang akan kita lakukan bukanlah sebuah akting. Tapi peran nyata." Kata Arnold dengan senyum yang menenangkan istrinya.


"Apakah ada adegan ciuman?"


"Ya. Juga adegan bercinta."


Fairy menepuk pundak suaminya. "Aku nggak mau, Ar. Itu adalah hubungan yang sangat intim, tidak boleh dilihat orang."


Arnold tertawa. "Kalau begitu, adegan bercintanya kita lakukan saat ini juga."


Fairy mendorong tubuh Arnold dan segera berlari menaiki tangga. "Aku mengantuk!" Teriaknya.


Arnold memandang punggung istrinya yang berlari menaiki tangga. Hatinya bahagia.


Tuhan, aku tak ingin menggantikan kebahagiaan ini dengan apapun juga. Aku mencintainya. Sangat mencintainya.


MAKASI SUDAH MEMBACA KISAH INI.

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YA..☺☺☺


LIKE, KOMEN DAN VOTE JUGA


__ADS_2