
Ezekiel menatap sepupunya dengan tatapan yang penuh dengan keraguan.
"Apakah kamu benar-benar akan menikahinya?"
"Ya" jawab Arnold penuh keyakinan sambil memainkan hp yang ada di tangannya. Sebenarnya Arnold sedang menatap foto-foto Fairy yang dikirimkan Ben padanya.
Ezekiel menatap Joe yang juga ada di ruangannya. Sekretarisnya itu sedang duduk berhadapan dengan Arnold.
"Kau sudah menyelidikinya kan? Dia bukan gadis penipu yang akan mengambil keuntungan dari Arnold?" tanya Ezekiel sedikit tajam. Tak peduli dengan tatapan protes dari Arnold.
"Kau sedang jatuh cinta Arnold, dan akal sehatmu kupikir sedikit terganggu, makanya aku bertanya pada Joe" lanjut Ezekiel membuat Arnold hanya menggelengkan kepalanya.
"Dia tidak punya pengalaman apapun dalam berhubungan dengan lelaki. Dia memang punya beberapa teman namun Fairy bukanlah gadis yang suka terbuka pada siapa saja. Dia justru cenderung tertutup. Seperti analisa awalku, syarat untuk menikah itu dia berikan karena sebenarnya dia ingin menolak tuan Arnold. Bukan karena dia tak mencintai tuan Arnold namun karena perbedaan status sosial mereka" kata Joe dengan penuh keyakinan.
"Aku merasa nona Fairy adalah sosok yang sungguh menyukai tuan Arnold karena ia tak tertarik dengan ketenaran, harta benda dan kemewahan." ujar Joe menambah sedikit hasil analisanya.
Ezekiel mengangguk. Selalu saja ia yakin dengan analisa Joe. Kini tatapan Ezekiel tertuju pada Arnold. Dia sangat menyayangi sepupunya itu. Apalagi setelah Arnold yatim piatu dan harus hidup bersama mereka. Ezekiel justru menganggapnya bukan sebagai sepupu namun sebagai saudara kandung seperti juga ia menyayangi Rachel.
"Bagaimana jika gadis itu menolak lamaranmu?" tanya Ezekiel untuk membuat sepupunya itu memikirkan hal terburuk yang mungkin saja terjadi.
"Bukankah itu persyaratan yang dia inginkan? Jadi tak ada alasan baginya untuk menolakku" jawab Arnold sangat yakin.
"Tapi dia baru 18 tahun!"
"Dan aku bisa pastikan kalau dia masih perawan!" kata Ben yang tiba-tiba muncul bersama Rachel di ruangan itu, menyelah ucapan Ezekiel.
"Hei...kalian tidak sopan masuk ruangan orang tanpa permisi!" sungut Ezekiel.
"Pintunya tidak di kunci, dude!" kata Ben membela diri.
"Ada apa kalian ke sini?" tanya Ezekiel masih dengan nada ketus.
"Eze, Arnold yang meminta kami untuk datang." kata Rachel lalu duduk di sebelah Arnold sambil menepuk pundak sepupunya ini "Kami akan membantunya untuk membuat lamaran romantis" ujar Rachel sambil memandang sepupunya itu penuh kasih.
"Jadi, apa ide kalian?" tanya Arnold sambil menatap Rachel dan Ben secara bergantian.
"Dapatkah cintanya dengan lagu!" kata Ben sambil tersenyum manis. Pengalamannya sebagai seorang play boy tentu tak diragukan lagi.
**************
Mini bus yang mengantar Fairy sudah pergi 30 menit yang lalu. Fairy menjadi penumpang terakhir yang diantar sopir bus.
Sebenarnya Thomas sudah menawarkan Fairy untuk diantar dengan mobilnya, namun Fairy menolak karena tak mau nampak lebih istimewa dibandingkan mahasiswa yang lain
Jam tangannya sudah menunjukan pukul 10.45 malam. Berarti tinggal beberapa saat lagi maka tanggal 27 akan terlewati.
Gue akan ke mana ya? Perpustakaan tutup, cafe juga sudah tutup. Apakah sebaiknya gue ke hotel saja?
Sebuah mobil hitam mendekati Fairy saat gadis itu sedang mendorong kopernya.
"Fairy..!"
Fairy menoleh, memandang orang yang berada di dalam mobil. Ternyata temannya Cassie dan Willy.
"Ikut kita, yuk !" ajak Cassie
"Kemana? "
"Ikut aja!" Willy langsung turun, mengambil koper Fairy dan memasukannya ke dalam bagasi, lalu mendorong gadis itu untuk duduk di jok belakang.
"Kita mau kemana?" tanya Fairy penasaran.
Cassie yang duduk di depan menoleh ke belakang
"Paradise!" jawabnya sambil mengedipkan matanya.
Fairy jadi bingung. Namun dia ikut saja. Dari pada harus ketemu dengan Arnold, itu yang dipikirkannya.
__ADS_1
Namun saat mobil mulai memasuki sebuah jalan mendaki, perasaan Fairy mulai tak enak. Inikan jalan ke Fairy garden?
"Cassie, mengapa kita ke sini?" tanya Fairy.
Cassie dan Willy tak bicara. Apalagi saat memasuki pintu gerbang, Willy nampak mempercepat laju kendaraannya.
"Turunlah Fairy!" kata Willy saat mobil berhenti dan membukakan pintu mobilnya bagi Fairy.
"Sebenarnya ada apa ini?" tanya Fairy bingung.
"Dia menungguhmu. Ayo..!" Cassie mendorong tubuh Fairy untuk melangkah.
Fairy menyeret kakinya menyusuri Fairy garden. Ia melihat di depan labirin, ada Arnold yang berdiri di sana sambil memegang sebuah gitar.Di samping kanannya ada sebuah meja kecil, ada beberapa tangkai mawar merah yang sudah dirangkai menjadi satu.
Ada beberapa obor yang dipakai untuk menerangi tempat di mana Arnold berdiri. Suasana romantis sangat terlihat karena adanya bunga-bunga cantik diatur di dekat Arnold berdiri.
Saat Fairy sudah semakin dekat, Arnold memetik gitarnya dan mengalunlah lagu yang sangat Fairy sukai. Lagu dari Indonesia, lagunya Yovie and Nuno yang berjudul janji suci. Arnold menyanyikannya dalam bahasa Indonesia.
Dengarkanlah,wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir*
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Dengarkanlah, wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir*
Suatu perasaan yang selama ini tak pernah Fairy alami dirasakannya. Ia bukan hanya bahagia tapi seperti melayang terbang.
Bukan hanya jantungnya yang berdetak dua kali lebih cepat namun seluruh tubuhnya ikut bergetar dalam luapan cinta yang terpancar dari tatapan mata Arnold.
Setiap bait lagu yang dinyanyikan oleh cowok itu menembus sejuta benteng yang selama ini telah Fairy bangun. Gadis itu tenggelam dalam permintaan cinta yang Arnold harapkan darinya.
Bahkan saat lagu itu selesai, Fairy masih terpana dalam pesona cowok itu.
Arnold mendekat, sambil membawa bunga mawar itu. Ia berlutut dengan satu kaki dihadapan Fairy. Diberikannya bunga mawar itu. Fairy menerimanya.
Arnold lalu mengambil cincin bermata merah itu dan mengulurkannya di depan Fairy.
"Will you marry me?" tanya Arnold dengan suara yang sangat bergetar, tatapan mata yang begitu mendamba dan cinta yang begitu besar yang ia miliki untuk gadis itu.
Otak Fairy berusaha memperingatinya bahwa dia harus menolak Arnold. Namun hati Fairy sudah sepenuhnya dimiliki oleh Arnold. Sekalipun kepala gadis itu ingin menggeleng namun dorongan cinta yang kuat dari lubuk hatinya membuat kepalanya mengangguk. Sebutir air mata bahkan jatuh membasahi pipinya.
"Yes! I want to marry you!" kata Fairy sangat pelan dengan suara yang juga bergetar namun semuanya terdengar jelas di telinga Arnold.
Cowok itu langsung berdiri, meraih tangan kiri Fairy dan memasukan cincin itu ke jari manis Fairy. Wajah Arnold terlihat begitu gembira. Ia langsung melingkarkan tangannya dipunggung Fairy, menarik gadis itu dalam dekapannya, memberikan rasa hangat yang menjalar langsung ke dalam hati masing-masing.
__ADS_1
Tiba-tiba terdengar suara letusan. Langit langsung bercahaya dengan kembang api dan membuat suasana di sekitar mereka menjadi terang.
Fairy dan Arnold secara spontan langsung mendongakan kepala mereka ke langit dan tersenyum saat melihat kembang api itu.
"Arnold, ini sangat indah!" kata Fairy.
"Tak ada yang dapat melebihi keindahanmu, periku" kata Arnold lalu segera menunduk dan memungut bibir Fairy dengan sangat lembut.
Mendapatkan ciuman secara tiba-tiba, Fairy akan terkejut. Jantungnya kembali berdetak cepat. Namun ia tak menolak ciuman itu. Fairy kemudian memejamkan matanya. Membalas ciuman itu walaupun kesannya sangat kaku, namun bibir Fairy bergerak perlahan mengikuti cara Arnold menciumnya.
Sebuah ciuman yang sangat indah dibawah cahaya kembang api.
Dari arah yang berbeda munculah Ezekiel, Rachel, Ben, Joe, Cassie, Willy, Susan dan Noah. Mereka bertepuk tangan membuat Arnold dan Fairy dengan sangat terpaksa mengahiri ciuman mereka.
Arnold menatap semua yang sudah membatunya menyiapkan lamaran ini. Ia kemudian mengangkat tangan Fairy yang mengenakan cincin, lalu berteriak dengan penuh semangat,
"We will get married...!"
Fairy agak tersipu malu namun ia pun menyambut pelukan hangat dan ucapan selamat dari mereka semua.
"Fairy akan menikah dengan Arnold Manola, aku bisa bayangkan seluruh kampus akan heboh" kata Cassie sambil mencium sahabatnya itu.
"Jangan bilang siapapun. Ini rahasia." kata Fairy
Cassie mengangguk. "Aman...!" katanya
**********
Yang lain sudah pulang meninggalkan pasangan yang sedang jatuh cinta itu.
Arnold dan Fairy duduk di bangku taman. Tubuh mereka begitu dekat. Arnold bahkan melingkarkan tangannya di bahu gadis itu.
"Apakah kau kedinginan?" tanya Arnold.
Fairy menggeleng "Jaketmu ini sudah cukup menghangatkan aku"
"Apakah cintaku juga menghangatkan hatimu?"
Fairy memandang Arnold dengan wajah yang terasa panas. Ia mengambil menyembunyikan kepalanya didada bidang Arnold.
"Semua tentangmu selalu menghangatkanku, Arnold" katanya dengan gaya malu-malu
Arnold semakin erat mendekapnya "Aku sudah tak sabar menjadikanmu sebagai istriku. Aku ingin pernikahan kita dilaksanakan satu minggu dari sekarang"
"Apa? Satu minggu?" Ia melepaskan pelukannya dan memandang Arnold dengan wajah pucat
"Kenapa sayang? Kamu kan bilang nggak mau pacaran. Makanya kamu ingin aku menikahimu jika memang aku serius denganmu" Arnold memandang Fairy dengan wajah sedikit curiga "Apakah kamu sekarang berubah pikiran?"
Fairy buru-buru menggeleng "Tidak Arnold!. Aku mau menikah denganmu. Tapi apakah satu minggu itu nggak terlalu cepat?"
"Sebenarnya menungguh besok pun aku tak mau" kata Arnold lalu menangkup pipi Fairy dengan kedua tangannya. "Tatap, aku Fai. Aku tak mau lagi berpisah denganmu dan harus menungguh sekian bulan lagi untuk bisa bertemu. Aku mau menutup mata sebelum tidur dan membuka mata saat bangun tidur dengan menatapmu di sisiku"
"Bagaimana kalau 1 bulan lagi?"
Arnold menggeleng "Nggak. Itu kelamaan. Aku mau tak lewat 2 minggu"
"Baiklah. Tapi dengan satu syarat"
"Apa?"
"Pernikahan kita harus dirahasiakan"
Tangan Arnold yang ada dipipi Fairy dilepaskannya "Kau tak mau orang lain tahu hubungan ini? Apakah kau malu menjadi pasanganku?" tanya Arnold sambil berdiri. Ia membelakangi Fairy dengan hati yang kecewa.
MAKASI SUDAH BACA PART INI....
JANGAN LUPA LIKE KOMENT DAN VOTE YA
__ADS_1