
Saat jam kuliah selesai, Fairy berlari meninggalkan kelas. Ia bahkan tak melihat Thomas yang memanggilnya.
Fairy tahu kalau ia harus segera ke asrama, mengganti pakaiannya dan menemui Arnold sebentar untuk meminta ijin ke acara makan malam dengan bosnya.
Arnold sudah menunggu Fairy dibelakang asrama. Ia membawa sebuah mobil sedan yang kelihatannya masih baru, berwarna merah dengan kaca yang cukup gelap.
"Mobil siapa?" tanya Fairy saat ia sudah berada di dalam mobil itu dan Arnold mulai menjalankan mobilnya.
"Mobilmu!" jawab Arnold.
"Mobilmu"
Fairy tertawa. "Jangan bercanda, Ar. Aku serius bertanya"
"Aku juga serius menjawabnya"ujar Arnold sambil terus konsentrasi menyetirnya.
"Ar....!"
"Bukalah laci yang ada di depanmu. Di sana ada surat-surat mobilnya. Noah membelinya kemarin"
Penasaran Fairy membukanya. Ia terkejut melihat bahwa namanya memang sebagai pemilik mobil ini.
"Ar, bagaimana bisa aku menjadi pemilik mobil ini? Menyetir saja aku tak tahu."kata Fairy sambil memandang Arnold.
"Aku akan mengajarimu menyetir. Supaya kamu tidak lagi menaiki bus atau angkutan umum lainnya. Salah satu pengawalku akan menjadi sopir sementara untukmu, sampai kamu bisa menyetir mobil sendiri"
Pikiran Fairy langsung berputar.
Jika aku ke kampus dengan mobil ini, bagaimana nanti tanggapan teman-temanku?
Arnold menghentikan mobil disebuah jalan yang sepi.
"Sayang, kamu akan menjadi istriku. Kita akan tinggal di Fairy garden. Jika pagi hari, perjalanan dari sana menuju ke kampusmu, memakan waktu hampir 1 jam. Bus tidak lewat di sekitar Fairy Garden. Kau harus pergi ke jalan besar yang jaraknya sangat jauh. Makanya, aku berpikir kalau sebaiknya kamu belajar membawa mobil" kata Arnold sambil memegang tangan Fairy.
"Tapi, jika aku muncul ke kampus dengan mobil mewah ini, apa nanti kata teman-temanku? Aku hanya mahasiswa biasa" kata Fairy dengan hati yang galau. Orang pasti akan berpikir kalau dia sudah menjadi simpana om-om kaya.
"Kalau begitu, kita terbuka saja dengan hubungan kita. Sehingga aku dengan bebas dapat menjemputmu di kampus." ujar Arnold.
"Ar, orang-orang tak boleh tahu kalau kita sudah menikah"
Arnold nampak jengkel"Sayang, kita kan dapat mengatakan pada mereka bahwa kita masih pacaran."
"Orang pacaran tak akan mungkin tinggal bersama"
"Siapa bilang? Di sini sudah biasa pacaran tinggal bersama"
"Tapi itu tidak ada dalam kamusku. Lagi pula aku tak mau kehidupanku diawasi oleh kamera si pemburu berita" Fairy cemberut "Kita kan sudah pernah membahas ini, Ar" Ia menunduk sambil memainkan tangannya di kancing kemejanya.
Arnold terdiam. Ia tak bisa melihat wajah Fairy menjadi sedih.
"Sayang, maaf ya kalau aku membuat kau sedih. Aku hanya ingin membuat kau merasa nyaman dengan mobil ini. Sebentar lagi kamu kan akan menjadi istriku. Wajarlah kalau aku ingin kau menggunakan semua fasilitas yang aku miliki." Arnold meraih kedua tangan Fairy. Ia menciumnya perlahan.
"Baiklah. Aku akan menerima mobil ini dan belajar mengendarainya." Fairy akhirnya mengalah. Ia juga tak mau melihat Arnold sedih. "Tapi mobil ini sangat mahal, Ar."
"Tidak ada yang mahal jika itu untukmu, sayang." Arnold mendekat, menghadiahkan satu ciuman di pipi untuk kekasihnya itu. "Oh ya, ada apa kau meminta aku untuk bertemu sekarang ini? Bukankah kita harusnya bertemu sebentar malam?"
Fairy menatap Arnold "Sebentar malam aku tak bisa pergi, Ar. Aku ada acara makan malam dengan pak Alex dan klien dari Jepang"
"Aku tidak mengijinkan!" kata Arnold dengan nada tegas tak ingin terbantahkan.
__ADS_1
"Ar...!" Fairy merayu, memegang lengan Arnold.
"Sayang, kamu kan hanya kariawan yang bekerja part time saja. Mengapa harus ikut makan malam segala?" Arnold menatap Fairy dengan wajah tak suka.
"Aku diangkat menjadi asisten pribadi tuan Alex. Jadi aku harus ikut jika ada janjian dengan klien"
Arnold terkejut. "Asisten pribadi? Mana bisa mahasiswa yang bekerja part time diangkat menjadi seorang asisten pribadi? Aku pikir kalau bos mu itu suka padamu. Lebih baik kamu berhenti saja"
Fairy jadi bingung. Ia sangat senang ada di perusahaan itu. Namun ia juga tak mau membuat Arnold cemburu "Sayang...!" Fairy melembutkan suaranya walaupun sebenarnya ia merasa gayanya ini seperti perempuan murahan. Ia beersandar dibahu Arnold. Cowok itu masih menatap keluar kaca jendela dengan wajah yang terlihat marah.
"Aku hanya mencintaimu. Jangan ragukan perasaanku. Seribu pria seperti Alex tak mungkin akan membuatku berpaling darimu. Aku hanya ingin belajar lebih banyak. Tidak semua orang diberikan kesempatan untuk bekerja di sana. Aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu "
Wajah cemberut Arnold perlahan berganti dengan senyum manisnya. Hatinya merasa damai mendengar perkataan Fairy. Diciumnya kepala Fairy dengan lembut.
"Baiklah. Aku mengijinkanmu. Namun malam ini kita harus bertemu walau hanya sebentar. Rasanya aku tak bisa tidur tanpa menciummu"
"Dasar genit!" Fairy mencubit perut Arnold dengan gemas. Arnold meringis kesakitan lalu memeluk Fairy dan mencium dahi gadis itu, turun ke pipinya, lalu berakhir dibibir gadis itu.
"Ar, kau merusak lipsticku!" protes Fairy saat ciuman mereka berakhir dan gadis itu melihat dandananya melalui kaca yang ada didalam mobil.
Arnold hanya tertawa. Ia kembali menjalankan mobil itu dan mengantar Fairy ke kantornya.
*********
Jam 5 sore, Clara mengajak Fairy untuk pergi ke suatu tempat.
"Tapi tuan Alex belum datang"tolak Fairy.
"Tuan Alex sudah meneleponku kalau ia tak akan kembali lagi. Dia meminta aku untuk membawamu ke suatu tempat."
"Dan acara makan malamnya?"
"Dari tempat itu, kita akan pergi ke acara makan malam" Clara langsung menarik tangan Fairy untuk segera meninggalkan ruangan kerjanya. Keduanya menaiki mobil Clara menuju ke suatu tempat.
"Tolong carikan gaun yang cocok untuknya. Gaun untuk acara resmi jadi tak harus seksi." kata Clara pada seorang pelayan yang menyambut mereka saat memasuki butik itu.
Fairy nampak bingung. Ia menatap Clara bingung "Nona Clara, untuk apa aku harus memakai gaun?" Fairy mendekat lalu berbisik "Gaun di sini pasti harganya sangat mahal. Aku tak punya uang untuk membayarnya"
"Tenang saja. Tuan Alex yang akan membayarnya." kata Clara sambil tersenyum. Ia menatap pelayan itu "Bawa dia, dandani dan carikan juga sepatu yang cocok untuk dia ya.."
Pelayan itu hanya mengangguk. Sambil menunduk hormat, ia mempersilahkan Fairy untuk mengikuti langkahnya.
1 jam kemudian....
Fairy sudah menemukan sebuah gaun berwarna hijau lumut yang sangat pas ditubuhnya. Ia mengenakan sepatu yang hampir sama warnanya dengan gaun yang dikenakannya.
Rambutnya yang lurus dan panjang itu digulung ke atas, menampilkan leher putihnya. Ia memang hanya diberikan make up minimalis namun justru membuat kecantikannya makin menonjol.
Clara yang juga sudah berdandan dan ganti pakaian, terkejut melihat penampilan Fairy yang lebih dewasa.
"Sempurna!" kata Clara lalu segera mengajak Fairy pergi.
Pukul 19.30, mereka sudah tiba di sebuah restoran Jepang. Ada sebuah ruangan khusus yang memang sudah dipesan oleh Clara.
Tak lama kemudian Alex tiba dengan setelan jasnya. Ia begitu terkejut melihat penampilan Fairy yang sangat luar biasa itu.
"Kau cantik sekali!" puji Alex tanpa bisa menyembunyikan kekagumannya. Fairy hanya tersenyum malu
Klien dari Jepang yang akhirnya datang. Mereka berjumlah 3 orang. Percapan yang terjadi menggunakan bahasa Inggris jadi Fairy bisa mengerti dengan baik. Ia sangat senang mendapatkan kesempatan bagaimana melihat suatu negosiasi kerja terjadi. Walaupun ia sangat tidak suka salah satu klien yang menatapnya dengan mata genit.
__ADS_1
Alex sangat pintar memimpin percakapan sehingga proyek itu berhasil disetujui. Fairy kagum dengan bosnya itu.
Selesai penandatangan kerja sama, mereka pun makan malam bersama.
"Fairy, kamu pulang bersama aku saja, ya. Soalnya apartemenku searah dengan asramamu. Kalau Clara justru rumahnya sudah dekat dari sini." kata Alex saat mereka sudah berada di halaman parkir.
"Tapi tuan, saya tidak mau merepotkan."
Alex membuka pintu mobilnya"Naiklah!" katanya sedikit memerintah. Ia sendiri langsung menuju ke pintu satu, membukanya dan duduk di bangku pengemudi.
Fairy menatap Clara. Perempuan itu hanya tersenyum "Naiklah sebelum bos marah!" kata Clara sambil mengerlingkan matanya lalu segera masuk ke mobilnya.
Dengan sedikit gugup, Fairy pun masuk ke dalam mobil sambil menenteng paper bag yang berisi baju yang dipakainya saat ke kantor tadi.
"Makasi untuk baju dan sepatunya tuan!" kata Faith saat mobil mulai berjalan.
"Kau pantas mendapatkannya." ujar Alex senang.
"Fairy, jangan panggil tuan saat kita hanya berdua. Rasanya terlalu formal. Panggil namaku saja" Alex kembali bicara melihat Fairy hanya diam saja.
"Tapi....!"
"Aku tak suka dibantah untuk sesuatu yang kuanggap benar" Alex langsung menyela.
"Baiklah Alex!" Fairy akhirnya mengalah.
"Nah, begitu lebih manis kedengarannya"
Mereka akhirnya tiba di depan asrama Fairy. Setelah mengucapkan terima kasih, Fairy segera turun.
"Fairy...!" panggil Alex lalu turun dari mobilnya.
Langkah Fairy terhenti. Ia menoleh "Ada apa, Alex?"
"Paper bag mu ketinggalan"
"Maaf!" Fairy mendekat dan mengambil paper bagnya dari Alex.
Alex tersenyum. Ia mengangguk lalu menepuk pundak Fairy dengan lembut "Sampai jumpa, besok" lalu segera melangkah kembali ke mobilnya dan langsung pergi.
Setelah mobil Alex menghilang, Fairy pun hendak masuk ke asramanya saat melihat mobil merah yang diberikan Arnold padanya mendekat.
Secepat kilat Fairy langsung berlari dan masuk ke dalam mobil sebelum ada yang melihatnya.
"Sungguh menyenangkan diantar si bos ya..!" sindir Arnold.
"Cemburu lagi ya.." Fairy memasang tampang garang. "Kalau masih cemburu buta, aku akan turun tanpa memberikan ciuman selamat malam"
Di ancam seperti itu, Arnold langsung tersenyum dan memegang wajah kekasihnya "Sayang, aku tak cemburu. Hanya sedikit kesal saja"
"Kesal juga masuk dalam persyaratan"
Arnold menjadi gemas. ia langsung memegang dagu Fairy dengan tangannya yang kuat lalu langsung menyatukan bibir mereka membuat Fairy terkejut namun tak bisa menolak ciuman itu.
"Aku sungguh tak sabar menungguh hari bahagia kita, sayang" ujar Arnold saat ciuman mereka berhenti.
Nah, bagaimana pernikahan itu akan terjadi?
Bagaimana Fairy yang tak berpengalaman itu menghadapi malam pengantinnya???
__ADS_1
Saksikan di episode berikutnya
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, VOTE DAN KASIH BINTANG 5 YA...