SONG IN MY LIFE

SONG IN MY LIFE
Penjelasan


__ADS_3

Arnold menarik napas panjang beberapa kali. Ia tak ingin langsung mempercayai apa yang dilihatnya.


Mungkin pria itu hanya menghiburnya. Terlihat jelas difoto ini kalau Fairy seperti sedang bersedih. Bisa saja itu hanya temannya. Walaupun aku tak dapat memungkiri kalau pria ini terlihat tampan dan bukan orang sembarangan. Sial, mengapa aku sangat cemburu ya?


Arnold meraih kembali hp nya yang jatuh dan mengirimkan foto itu pada Joe.


Tolong selidiki siapa pria ini Joe. Dia terlalu tampan untuk bisa bersama Fairy.


"Noah kau segera pulang untuk mengurus wawancaraku. Dan Susan tetap tinggal di sana untuk memastikan kalau Fairy akan melihat wawancaraku jam 9 ini." kata Arnold melalui sambungan telepon. Ia merasa harus membaringkan tubuhnya sebentar agar bisa tampil segar dalam wawancara nanti. Ia tak mau cemburu buta saat melihat foto itu karena baginya Fairy bukanlah gadis seperti itu.


**********


Gerald Mont adalah salah satu host paling terkenal di Amerika. Kemampuannya memandu acara sudah tidak diragukan lagi.


Setiap acara yang dipandunya selalu mendapat ranting pertama. Seperti juga acara Good Morning Star yang akan dihadiri oleh Arnold Manola saat ini. Suatu acara yang menampilkan bintang-bintang terkenal dunia.


Dan Fairy, pagi ini sebenarnya ia akan bersiap ke perusahaan karena ia akan mempresentasikan hasil pembelajarannya semalam ini, berpamitan dengan semua yang ada di sana sekaligus hendak mengucapkan terima kasih atas kesempatan belajar yang boleh Fairy terima dari mereka.


Namun saat ia akan keluar dari pintu kamar, Susan tiba-tiba saja berdiri di sana, memohon padanya sambil berlutut.


"Nona Fairy, aku mohon padamu, tontonlah dulu sebuah acaraku bersamaku baru nona pergi. Sebab jika nona Fairy tak menonton acara ini, aku akan dipecat."


Fairy mengenal perempuan di depannya sebagai orang yang mengantar surat Arnold padanya.


"Acara apa?" tanya Fairy penasaran.


"Acara yang akan menjelaskan kejadian semalam"


"Aku rasa, aku tak ada urusan dengan Arnold!"


"Aku mohon nona!" Susan memeluk kaki Fairy membuat gadis itu akhirnya mengalah. Ia membuka pintu kamarnya dan membiarkan Susan masuk. Untunglah teman sekamarnya sudah pergi.


Susan segera memutar siaran TV yang menampilkan siaran langsung wawancara Arnold dengan Gerald Mont.


"Good morning guys...! Setelah 3 kali menghubungi pihak managemen selama 2 tahun terakhir ini, akhirnya Arnold Manola, penyanyi yang lagunya pernah 3 kali menduduki tangga teratas dunia di 22 negara, hari ini hadir diantara kita"


Arnold masuk ke dalam studio di iringi tepuk tangan dari penonton yang ada di sana.


Perbincangan pun dimulai dari hal yang biasa menyangkut mengapa Arnold jadi penyanyi sampai akhirnya ia bisa sukses seperti sekarang.


"Arnold, kamu dikenal sebagai penyanyi manis yang tak banyak sensasi mengenai kisah percintaanmu dengan lawan jenis. Nah, semalam saat Amelia hadir di konsermu, publik dibuat tercengang karena kau menyebutnya teman. Apakah kalian sudah putus?"


Arnold tersenyum " Sebenarnya aku tak suka menceritakan hal pribadiku dengan seseorang. Namun aku ingin agar semua tak salah menduga dengan hubungan kami. Aku dan Amelia sudah putus. Kami berteman baik dan menjalani kehidupan masing-masing tanpa saling bermusuhan. Hubungan kami sudah berakhir 3 bulan yang lalu"


"Wah, sayang ya pada hal banyak fans yang begitu mengharapkan kalian bersama."


"Itulah kehidupan"


"Apakah sekarang kau sudah punya pacar?"


"Aku ingin punya istri"


Penonton langsung bersorak.


"Kau ingin menikah?" tanya Gerald penasaran.

__ADS_1


"Ya. Mudah-mudahan lamaranku di terima"


"Waw....waw.....Arnold, kau penuh kejutan pagi ini. Memangnya gadis mana yang akan menolak lamaranmu?"


"Dia sudah berulang kali menolakku" aku Arnold dengan wajah sedih "Aku sungguh jatuh cinta padanya. Aku berharap kalau dia mau menjadi seseorang yang sangat berarti dalam hidupku. Dan aku ingin bilang bahwa apa yang kau lihat semalam itu tak berarti apa-apa karena hatiku ini adalah milikmu"


Semua yang ada didalam studio begitu terkejut. Selama ini Arnold tak pernah mengungkapkan apa-apa mengenai hubungannya dengan seorang gadis namun kali ini berbeda.


"Apakah kami boleh tahu siapa dia?"


"Dia bagaikan peri yang telah menyihir aku dengan tongkat ajaibnya. Hanya itu saja yang boleh aku katakan tentang dia"


*********


Di kamar hotelnya, Fairy hanya tertegun tanpa bicara. Ia tak menyangkah kalau Arnold akan senekat itu untuk mengakui semuanya di depan umum. Untung saja Arnold tak menyebut namanya secara lengkap.


"Nona, terima kasih karena bersedia menonton acara ini. Kejadian semalam adalah suprise yang sengaja kami lakukan untuk Arnold. Namun ia sama sekali tak menyukainya. Saya permisi dulu!" pamit Susan dengan wajah senang. Namun sebelum ia menghilang dibalik pintu, asisten Arnold itu membalikan badannya dan memandang Fairy.


"Aku adalah asisten paling lama yang bekerja dengannya. Semenjak tuan Arnold mengawali karirnya, aku sudah menemaninya. Dan aku belum pernah melihatnya menyukai seorang gadis seperti dia menyukaimu. Aku tahu, dia serius denganmu, nona" kata Susan dengan penuh keyakinan sebelum ia menutup pintunya.


Fairy masih diam di tempat duduknya. Ia percaya apa yang dikatakan oleh Arnold. Amelia datang memberikannya kejutan dan Arnold tak mungkin mempermalukan Amelia di muka banyak orang.


Hp Fairy berbunyi. Ada pesan dari Thomas yang meminta Fairy untuk cepat datang. Seharusnya jam 10 pagi ini, Fairy akan mempresentasikan hasil kajiannya mengenai perusahaan itu.


Gadis itu bergegas menyambar laptopnya dan segera berlari meninggalkan kamarnya. Untunglah jarak antara hotel dan perusahaan itu hanya memakan waktu 5 menit jika gadis itu jalan cepat ke sana.


********


Pesan dari Joe masuk....


Senyum di wajah Arnold langsung mengembang, membaca pesan dari Joe. Ia yakin kemampuan Joe sangat hebat dalam hal meretas dan menganalisa.


Noah yang duduk di depan Arnold menatap bos nya itu dengan wajah penuh tanda tanya.


"Bos, apakah kita jadi pulang hari ini?" tanya Noah.


"Ya, karena aku harus menyiapkan konsep lamaran yang bagus untuknya. Kau harus membantu aku, Noah. Sebab jika lamaranku di tolak, maka kau ku pecat!" kata Arnold penuh nada ancaman tanpa ada candaan.


"Baiklah, bos!"


Arnold berdiri lalu memandang sekali lagi foto Fairy yang ada di layar hp nya.


"Aku tak sabar menjadikanmu, pengantinku, sayang!" Gumannya sambil mengusap layar hp itu dengan hati yang berdebar.


Sekarang, Arnold takkan ragu lagi. Ia tahu keputusannya untuk menikah adalah sesuatu yang sangat bertentangan dengan prinsip hidupnya. Arnold ingin menikah saat usianya 30 atau 35 tahun. Arnold masih ingin merancang masa depannya dengan semua pekerjaan yang menumpuk, namun ia juga tak ingin kalau Fairy tak ada bersamanya. Jadi, apapun resiko yang nanti akan dihadapinya, Arnold siap untuk menghadapinya.


********


Nilai untuk analisa tentang perusahaan yang menjadi tempat study banding bagi Fairy adalah A+. Nilai itu diberikan langsung oleh pemilik perusahaan dan disetujui oleh beberapa orang penting yang ada di perusahaan itu.


"Kami menawarkan kerja sama dengan anda, Nona Fairy. Kami punya cabang perusahaan di London. Dan jika anda mau, anda boleh bekerja part time di sana. Setelah kuliah anda selesai, maka anda akan kami angkat sebagai salah satu pegawai di sana dengan jabatan sebagai maneger" kata Loenard McLen sang pemilik perusahaan.


Fairy terkejut. Bekerja di perusahaan sebesar ini? Tentu saja dia mau. Gadis itu pun mengangguk sambil beberapa kali membungkuk mengucapkan terima kasih.


"Aku bangga padamu, Fairy!" kata Thomas saat keduanya sudah keluar dari perusahaan itu.

__ADS_1


"Makasih Thomas. Ini juga berkat bimbinganmu"


"Apakah kita boleh merayakannya dengan makan siang bersama?"


"Boleh. Anak-anak yang lain bagaimana?"


"Mereka nanti selesai sore jadi rencananya selesai makan siang aku akan mengunjungi mereka semua"


"Aku boleh ikut, nggak?"


"Tentu saja boleh"


Fairy sangat senang. Dari pada harus ada di kamar hotel dan memikirkan Arnold, lebih baik ia pergi dengan dosen tampan ini.


Sebuah restaurant Cina dipilih Thomas untuk tempat makan siang mereka.


"Aku tahu kalau kau pasti rindu makan nasi kan?" tanya Thomas saat keduanya sudah duduk di dalam restauran dan sedang menungguh pesanan mereka.


"Dosen the best lah!" kata Fairy sambil mengangkat kedua tangannya.


"Bagaimana suasana hatimu?" tanya Thomas.


"Sudah membaik. Walaupun sebenarnya aku masih galau"


"Kenapa?"


"Menurutmu, kalau aku menikah diusiaku yang sekarang, bagaimana?"


"Menikah? Fairy, usiamu baru 18 tahun. Apakah kau tahu kalau pernikahan itu adalah komitmen seumur hidup? Aku tak tahu bagaimana konsepmu mengenai pernikahan namun kalau bagiku, pernikahan itu membutuhkan kesiapan hati dan juga mental. Memangnya kamu ingin menikah muda? Sungguh disayangkan." Thomas kelihatan kecewa.


"Aku kan hanya bertanya. Aku juga tahu kalau pernikahan itu adalah sesuatu yang suci, yang sakral dan bukan untuk dipermainkan." Fairy menarik napas panjang. "Tapi, bagaimana kalau kita sudah terlanjur berjanji untuk menikah dengan seseorang?"


Thomas memandang Fairy dengan sangat lekat "Apakah kau sudah berjanji pada seseorang untuk menikah?"


"Aku hanya berandai-andai"


"Janji itu hutang. Harus dibayar. Jangan berani membuat janji kalau kau sendiri tak mampu untuk memenuhinya." kata Thomas dan semakin membuat hati Fairy bertambah cemas.


"Kau pintar. Aku yakin masa depanmu akan gemilang karena kepintaranmu itu. Aku sengaja memilihkan perusahaan itu untukmu karena aku percaya akan kemampuanmu. Kau akan menjadi wanita karir yang sangat sukses. Jangan dulu menikah di usia muda. Memangnya kamu sudah siap memiliki anak? Mengurus keluarga bukanlah perkara yang gampang."


Fairy mengangguk. "Kita pulang besok kan?"


"Iya. Pesawatnya mungkin akan tiba di London sekitar jam 10 malam. Kenapa?"


Fairy menggeleng "Tidak ada apa-apa, hanya ingin tahu saja"


Saat tiba di London, aku akan mematikan hp ku dan tidak akan pulang ke asrama dulu. Aku ingin menghindar dari Arnold. Ya Tuhan, aku sungguh belum ingin menikah. Bahkan pacaran dengannya pun aku belum siap.


************


Arnold menatap cincin peninggalan mamanya. Cincin itu bagian atasnya dihiasi permata langkah yang berbentuk seperti bunga mawar karena warnanya merah. Arnold pernah mencoba bertanya pada salah satu ahli permata dan ia sangat terkejut saat tahu harga permata itu bisa membuatnya memiliki 1 rumah yang sangat besar.


"Aku akan melamarmu ini dengan cincin ini. Dad...., mom, aku mohon restu kalian dari sorga" kata Arnold dengan wajah yang sangat bahagia.


JADI NGGAK FAIRY MENERIMA LAMARAN ARNOLD?

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, KOMENT DAN VOTE YA...


__ADS_2