
Tiba-tiba udah 10 part 🤗semoga awal yang bagus.
Aku minta jempolnya, boleh, kan? 😥
💃💃💃
Seorang wartawan mengangkat tangannya. Meta mengizinkannya menanyakan sesuatu.
“Lalu bagaimana dengan berita yang kini menjadi topik panas: kalau Nona menjual diri dengan menikahi ARC Group hanya untuk mengganti kerugian besar yang kakak Nona tinggalkan; apa itu benar?” tanya wartawan itu.
Meta tidak langsung menjawab. Ia membersihkan hidungnya sebentar.
“Masalah kakak saya memang berpengaruh besar pada hubungan kami,” terang Meta.
Seketika para wartawan memusatkan diri mereka kepada berita ini. Perkataan Meta yang mengejutkan ini, akan menjadi berita panas sepanjang tahun ini.
“Sebenarnya … kami sudah berhubungan secara diam-diam selama setahun sebelumnya.” Meta kembali mengeluarkan berita mengejutkan.
__ADS_1
“Karena kerugian yang ditinggalkan Kak Alma, Meta sangat merasa malu, jadi Meta memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami begitu saja, meski Om Galak tidak pernah memberatkannya. Lalu Meta menjalani hubungan sebentar dengan seorang aktor pendatang baru. Tapi, Meta memutuskan hubungan lagi karena Meta sadar kalau perasaan tidak bisa dipaksakan. Meta masih sayang sama Om Galak.
Gana, maafin Meta. Meta udah manfaatin perasaan Gana buat nyembuhin luka hati Meta. Meta benar-benar jahat sama Gana.”
Tangis Meta meledak seketika. Ia tidak kuat lagi. Ia pun bangun dan pergi begitu saja, tanpa meninggalkan pamit atau kata terakhirnya. Kamera-kamera bergantian mengeluarkan kilatan mereka. Semua orang merasa antusias kepada berita yang Meta tinggalkan, kecuali dua laki-laki yang berada di ujung ruangan.
Galak hanya berdiri sedari tadi dengan melipat kedua tangannya di depan dada. Sedangkan Pama selalu tegak di sisinya.
“Apa kamu yakin kalau itu air mata asli?” tanya Galak kepada Pama.
“Dia benar-benar aktris sungguhan,” puji Galak sembari menggeleng-gelengkan kepala. Kalau ia tak mengenali Meta yang sebenarnya, tubuhnya mungkin sudah bergetar, saking terharu seperti para wartawan lainnya.
“Mungkin itulah kenapa dia bisa menaiki karir setinggi sekarang. Dia pandai memainkan perannya. Aku percaya kalau dia seorang super star,” Pama ikut memuji.
“Lebih tepatnya rubah betina,” Galak menambahi, “RUBAH BETINA.”
-oOo-
__ADS_1
Gemericik air di kamar mandi berhenti. Tak lama, seorang laki-laki dengan balutan mantel berwarna putih di tubuhnya, keluar dari sana. Meski tak disisir, rambutnya begitu rapi, tunduk karena terkaman air mandi.
Arga Gusti Anggara, cucu pertama ketua pimpinan ARC Group. Meski lahir lebih dulu dibanding Galak, ia tidak mendapatkan singgasana putra mahkota di sana. Makanya ia memutuskan pergi dan membangun kehidupan baru bersama seorang perempuan yang ia cintai. Lagi pula di sana, kehidupan mewahnya hanya berisi pujian neneknya untuk Galak.
Arga keheranan dengan kamarnya yang kosong. Padahal beberapa saat lalu, seorang perempuan masih duduk di atas ranjang sembari mengusap-usap perutnya yang membesar. Jadi, ke mana perempuan itu?
Arga berjalan mendakati pintu. Namun, pintu itu terbuka tiba-tiba dari luar. Perempuan yang dicarinya ternyata berada di sana dengan senyum semringah.
“Dari mana, Sayang?” tanya Arga.
Kirana, perempuan itu tidak menjawab. Ia malah mengangkat sebuah amplop berwarna cokelat.
“Apa itu?” tanya Arga keheranan.
Kirana berjalan mendekati Arga. Ia menunjukkan isi amplop itu: sebuah undangan berwarna emas.
“Adikmu akan menikah,” jelas Kirana berseri-seri.
__ADS_1