
Babang Galak balik ....
Cuz ....
💃💃💃
Meta manggut-manggut. Ia sangat puas dengan jawaban Kasman.
“Kasman genius, ya,” puji Meta.
“Iya, dong, Nyonya.” Kasman kembali mengusap rambutnya ke belakang.
“Ya udah, deh,” timpal Meta.
Sekarang hati Meta merasa lega. Ia pun melepaskan sepasang sepatu itu. Kemudian mendorongnya ke arah Kasman. Membiarkan Kasman mengambilnya dan segera pergi sebelum ada pekerja lain yang memergoki.
Meski hanya tersisa sendirian, Meta tidak langsung beranjak. Ia masih diam di tempat sembari menatap punggung Kasman yang semakin lama menjauh dan mulai menghilang.
Sebenarnya ada sesuatu yang mulai mengusik pikiran Meta.
Bagaimana Kasman bisa tahu banyak tentang dirinya hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya?
… Tentang rencana Meta menikahi Galak ….
__ADS_1
Kasman bahkan tahu isi hati Meta.
Apa Kasman seorang cenayang, penyihir, atau malaikat yang Tuhan turunkan untuk membantu Meta mencuri hati Galak?
-oOo-
Setelah membalikkan tubuhnya, akhirnya sudut bibir yang sedari tadi hanya mampu Kasman pendam, kini menaik cukup tinggi. Ia tersenyum sinis. Tak menyangka, mudah sekali memengaruhi istri Tuan Galaknya itu.
Entah bagaimana Meta bisa berada di posisi yang sangat tinggi di dunia hiburan, dengan kebodohannya itu.
Kasman hanya menggeleng-gelengkan kepala. Ia merasa lucu sekaligus takjub.
Setelah berada jauh meninggalkan Meta, akhirnya Kasman berhenti di sebuah mobil mewah berwarna merah. Ia memasukkan sepatu itu di bagasi. Lumayanlah, sepatu itu juga bukan sepatu murah. Jika dijual, mungkin masih bisa mendapatkan sepeda.
Setelah berkendara cukup lama, mobil itu pun berhenti di tengah-tengah sebuah tanah yang lapang. Ia pun keluar dari sana. Rupanya bukan hanya mobil merahnya yang menghuni lapangan itu. Ada sebuah mobil lagi di sana: mobil berwarna hitam yang mahalnya tiga kali lipat dibanding miliknya.
Seorang laki-laki berdiri bersandar mobil hitam itu. Kedua tangan kekarnya terlipat di depan dada. Sedangkan kedua matanya terlindungi kacamata dari terik mentari siang hari.
Kasman berjalan mendekati orang itu. Ia menundukkan kepala penuh hormat.
“Apa kabar, Tuan,” sapa Kasman.
“Tidak perlu bertele-tele. Jelaskan saja apa yang mau kamu katakan,” tutur Arga, laki-laki itu.
__ADS_1
“Aku sudah keluar dari rumah itu,” aku Kasman.
Dahi Arga mengernyit. Ia terkejut mendengar itu. Ia melepaskan punggungnya dari mobil. Kini ia berdiri tegak di depan Kasman. Tangannya yang berhias gelang jam itu, bergerak menarik kacamatanya. Ia ingin memastikan keseriusan Kasman secara jelas.
“Apa aku pernah menyuruhmu?” tanya Arga dengan tatapan menghujam. Ia hanya bertanya, tetapi nada suaranya seolah mengancam.
Kasman tidak berani menatap tatapan sesengit itu. Ia pun menundukkan kepala. “Tidak, Tuan. Tapi aku sudah mendapatkan apa yang aku cari sehingga Tuan mengutusku untuk bekerja di sana,” tutur Kasman berusaha membela diri sebelum Arga menyerangnya dengan amukan.
Arga mengembuskan napasnya yang hampir saja memenuhi dadanya. Ia berusaha mengurungkan amarahnya untuk sementara waktu. “Apa itu?” sahutnya.
“Galak Dirga Anggara, telah jatuh cinta kepada Meta Felicia.”
.
.
.
.
Pengen update pagi yang banyak. Tapi kok ada adegan nggantung. Kan, jadi makin seru 😁😁
Selalu tinggalkan like dan komen 🤗🤗
__ADS_1